Medieval Islam was technologically advanceed and open to innovation. It achieved far higher literacy rates than in contemporary Europe; it assimilated the legacy of classical Greek civilization to such a degree that many classical books are no known to us only through Arabic copies. It invented windmills, trigonometry, lateen sails, and made major metalurgy, mechanical, and chemical engineering, and iirigation methods…
Jared Diamond, “Guns, Germs And Steel-The Fate Of Humans Society”.
Kalau kamu sedang dalam kesulitan yang begitu hebat, bersabarlah, dan teruslah berusaha, karena Allah mungkin sedang mempersiapkan sesuatu yang besar kepadamu.
Eko Laksono, “Peradaban Islam dan Zaman 1001 Malam-Imperium III, Zaman Kebangkitan Besar”.
…Setelah itu akan datang (kembali) masa Kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian..(HR Ahmad)
Rasulullah Muhammad Saw.
55.000 barel/detik
Banyak yang bertanya kepada saya bagaimana cara menulis yang baik. Banyak juga yang minta diberikan tips bagaimana menulis artikel atau cerpen. Tidak sedikit juga yang meminta resep bagaimana menulis sebuah buku. Dari berbagai pertanyaan, rengekan, hingga paksaan yang saya hadapi tadi saya jadi tahu bahwa banyak sekali orang yang ingin menjadi penulis secara instan. Banyak sekali yang merasa menjadi penulis cukup hanya dengan bekal semangat. Ada yang merasa dengan menulis “saya penulis buku bestseller” di pojokan buku motivasi atau poster yang tertempel di kamar maka sim salabim otomatis seseorang akan jadi penulis. Juga masih banyak yang berpikir dengan mengikuti training, workshop, atau pelatihan menulis sudah lebih dari cukup untuk membuat orang menjadi penulis. Padahal menulis atau menjadi penulis adalah sebuah proses yang terjalin satu sama lain dan sangat lama. Tidak hanya cukup dengan sekali duduk mendengarkan seorang mentor kita langsung bisa dan disebut penulis apalagi ditambah kata “jempolan”. Setidaknya ada tiga hal yang bisa saya bagi ketika kita memiliki semangat untuk menulis atau menjadi penulis, ya walaupun saya hanyalah penulis amatiran. Tiga hal inilah yang sebenarnya berpengaruh besar merubah saya yang sebelumnya benci banget menulis menjadi orang yang tergila-gila menulis.
Pertama, membaca. Membaca dan menulis adalah ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Kalau kita ingin menjadi penulis pertanyaannya sudah berapa buku yang kita baca. Bahkan untuk menulis satu buah artikel dibutuhkan kurang lebih 10 buku sebagai acuan. Saya sebelum menjadi penulis (bahkan saat masih benci menulis) sangat tergila-gila dengan kegiatan membaca. Buku apapun, tulisan berbentuk apapun (termasuk koran atau majalah bekas bungkus ikan asin) pasti saya baca. Lama-kelamaan ketika jutaan informasi, milyaran kosakata, hingga aneka bentuk gaya menulis berkelebat di kepala di saat itulah dengan terpaksa saya menggoreskan pena untuk pertama kalinya. Intinya kalau kita ingin menjadi penulis, jadikan dahulu diri kita sebagai pembaca.
Kedua, habit atau kebiasaan. Saya baru ngeh dengan bahasan ini ketika membaca buku “How To Master Your Habits”nya mas Felix Siauw. Ya, kita bisa menjadi ahli di bidang apapun tanpa mentor, training, motivasi, bahkan terkadang secara tidak sengaja. Ada orang jago mancing bahkan sejak kecil karena ia tinggal di pinggir tambak ikan. Saya punya murid putri dan berkerudung tapi jago banget berenang, setelah saya usut ternyata ia (sejak kecil) terbiasa mandi di sungai di Kalimantan sana. Bisa karena biasa, termasuk menulis. Suatu saat saya menemukan sebuah buku tulis dekil yang isinya membuat saya senyum-senyum sendiri, buku itu adalah buku yang dulu saya gunakan untuk melatih keterampilan menulis saya yang baru tumbuh. Saya menulis apapun, yang pasti begitu saya mendapat inspirasi pasti saya langsung menulis di buku tersebut. Abis lihat akhwat atau cewek berjilbab langsung menulis puisi, lihat perkelahian langsung nulis opini, dengar ceramah langsung bikin artikel, lihat film langsung bikin sinopsis dan menerangkan hikmah di balik cerita, saya juga (ketika itu) senang menuliskan entah kata-kata, slogan, atau pesan baik yang tertulis di buku, iklan, hingga poster film. Ya, buku itu saya jadikan sebagai latihan menulis, lama-lama akhirnya saya terbiasa menulis dan menulis menjadi kebiasaan dan sejak itu pula saya tidak bisa lagi meninggalkan aktivitas menulis.
Ketiga, butuh. Ya, jadikan menulis adalah kebutuhan, bukan sekedar keinginan, atau keharusan. Betapa banyak dari kita jago menulis puisi atau merangkai kata-kata indah ketika jatuh cinta, tapi keterampilan tersebut hilang ketika si dia berpaling ke lain hati. Mengapa? Karena kita menulis dibumbui rasa ingin, ingin menulis puisi agar si dia tertarik pada kita. Banyak mahasiswa yang jago bikin skripsi, skripsinya tebal, dan dapat nilai A, tapi mengapa begitu ia lulus menjadi sarjana tak sebiji buku pun yang mampu ia tulis. Karena ia menulis karena keharusan, ia harus menulis skripsi agar ia lulus. Maka menulislah karena kita butuh, orang yang butuh menulis akan terus menulis tak peduli apakah tulisannya dibaca orang atau tidak, dilirik penerbit apa tidak, membuat orang jatuh cinta atau malah bikin sebel, dikagumi orang atau diludahi, ia tidak peduli dan terus menulis, terus menulis, terus menulis.
Ya, itulah sedikit tips yang bisa saya bagi, sebuah tips yang sebenarnya masih saya gunakan untuk menyemangati diri ini agar terus menulis.
(Salam Damai Buat 55.000 pembaca Burjo)
Kalimat Terakhir Kita Apa??
“Baiklah saudara-saudara sebentar lagi kalian akan melihat apel matang.”
(Eksekusi dgn kursi listrik di New York)
~~ George Appel, meninggal thn 1928
“Kalian akan menyakitiku, tolong jangan sakiti aku, sebentar saja, aku mohon !”
(Esekusi dgn pisau Guillotine)
~~ Madame du Barry, selir dari Raja Louis XV, meninggal thn 1793
“Maju selangkah lagi bung ! Itu akan menjadi lebih gampang.”
(Eksekusi dgn ditembak mati)
~~ Erskine Childers, Pejuang Irlandia, meninggal 24 November 1922
“Terimakasih atas perubahan hidupku yang telah kamu berikan,
cinta dan hubungan erat keluargaku dan anakku yang cantik. Terimakasih…”
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas)
~~ John Cockrum, meninggal 30 September 1997
“Kalian semua ** SENSOR **! Kuberikan cintaku ke ibu.”
(Dieksekusi di kursi listrik.)
~~ Francis “Two Gun” Crowley, meninggal thn 1931
“Mereka menjagalku dibelakang sana, aku kesakitan sekali.
Mereka menyayatku di tenggorokan, menyayat kakiku sampai berdarah-darah.
Ini bukan eksekusi, ini pembunuhan!”
(Eksekusi dgn suntik mati, Florida)
~~ Bennie Demps, meninggal 8 Juni 2000
( Perlu waktu 33 menit bagi si algojo untuk menemukan urat nadi yang cocok
untuk eksekusi. Sebenarnya si algojo sdh menemukan satu nadi tapi aturan di
negara bagian Florida mengharuskan untuk menggunakan paling tidak 2 urat
nadi untuk menyuntikkan zat racun, jadi mereka terus berusaha menemukan
nadi yang lain dengan mencoba menyuntik disana-sini, usaha tersebut
akhirnya gagal )
“Aku akan pulang kerumah, sayang.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Delaware)
~~ James Allen Red Dog, meninggal 3 Maret 1993
“Ingat, hukuman mati adalah pembunuhan”.
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas.)
~~ Robert Drew, meninggal 2 Agustus 1994
“Hidup untuk anarki ! Ini saat paling membahagiakan dalam hidupku.”
(Kata-kata terakhir di tiang gantungan)
~~ George Engel (salah satu dari 4 terpidana mati pemboman
sebuah hypermarket di Chicago thn 1886)
“I love you.“
(Dikatakan ke sang algojo.)
Eksekusi dgn suntik mati, New York.
~~ Sean Flannagan, meninggal 23 Juni 1989
“Apa in akan jadi headline di koran besok ? French Fries.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Oklahoma.)
~~ James French, meninggal 1966
“Aku ingin mengucapakan terimakasih pada keluargaku yg telah
mencintai dan merawatku. Dan orang lain diseluruh dunia
boleh mencium bokongku.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas.)
~~ Johnny Frank Garrett, Sr., meninggal 11 Februari 1992
”Let’s do it!”
(Eksekusi dgn tembak mati, Utah.)
~~ Gary Gilmore, meninggal 17 Januari 1977
“Aku lebih baik memancing saja.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Louisiana.)
~~ Jimmy Glass, meninggal 12 Juni 1987
“Orang baik selalu sangat yakin kalau mereka itu benar.”
(Dieksekusi di San Quentin.)
~~ Barbara Graham, meninggal 3 Juni 1955
“Aku gk dapet Spaghetti-O’s (salah satu jenis spaghetti yg populer)
tapi Cuma spaghetti biasa. Aku ingin wartawan tahu soal ini.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Oklahoma.)
~~ Thomas J. Grasso, meninggal 20 Maret 1995
“Lock and load. Ayo lakukan saja.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas.)
~~ G. W. Green, meninggal 12 November 1991
“You can be a king or a street sweeper, but everyone
dances with the Grim Reaper.”
(Dieksekusi di kamar gas, California.)
~~ Robert Alton Harris, meninggal 21 April 1992
“Adalah kewajiban bagi setiap perwira yg baik untuk mematuhi
segala perintah dari komandannya.”
(Ditembak mati oleh Inggris karena dianggap mata-mata)
~~ Nathan Hale, pahlawan Amerika, meninggal thn 1776
“Aku tidak bersalah, tidak bersalah, tidak bersalah.
Ini semua kesalahan.
Aku tidak berhutang apapun ke masyarakat.
Aku orang yang tdk bersalah dan ada yg salah dengan
semua yang terjadi malam ini.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas.)
~~ Lionel Herrera meninggal 12 Mei 1993
“Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah pembawa
wahyu Allah.”
(Eksekusi dgn digantung di Camp Justice di Khadimiya)
~~ Saddam Hussein meninggal 30 Desember 2006
“Jangan ada dendam. Ini perbuatanku. Maaf terjadi semua ini.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Indiana.)
~~ Steven Judy, meninggal 9 Maret 1981
“Aku mencintaimu, Ma.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas.)
~~ Clarence Lackey, meninggal 20 Mei 1997
“I die innocent of all the crimes laid to my charge;
I Pardon those who have occasioned my death;
and I pray to God that the blood you are going to shed may
never be visited on France.”
(Eksekusi dgn guillotine)
~~ Louis XVI of France, meninggal 21 Januari 1793
“Melinée sayangku, cintaku.
Dalam beberapa jam aku tidak akan berada di dunia ini.
Kita akan melakukan eksekusi hari ini jam 3.
Kejadian ini bagaikan kecelakaan dalam hidupku, aku tidak percaya tapi
meskipun begitu aku tahu aku tidak akan pernah
bertemu denganmu lagi.”
(Eksekusi dengan regu tembak.)
~~ Missak Manouchian, meninggal 21 Februari 1944
(pemimpin dari pergerakan komunis Paris, the Francs
Tireurs et Partisans – Main – d’oeuvre immigrée (FTP-MOI))
“Selamat jalan anak-anakku, aku pergi ke ayah kalian.”
“Tuan, maaf…”
Diucapkan ke sang algojo setelah tidak sengaja menginjak kakinya
(Eksekusi dgn guillotine.)
~~ Marie Antoinette, Queen of France, meninggal 16 Oktober 1793
“Hari ini hari yg bagus untuk mati. Aku memaafkan kalian semua.
Semoga Tuhan juga.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Virginia.)
~~ Mario Benjamin Murphy, meninggal 17 September 1997
“Tembak aku di dada !”
(Diucapkan ke sang algojo.)
~~Benito Mussolini, Diktator Italia, meninggal 1945
“Tembak dengan tepat ** SENSOR ** dan jangan mengacaukannya !”
(Eksekusi dgn regu penembak.)
~~ Harry Harbord “Breaker” Morant, Australian poet & national hero,
meninggal thn 1902.
“Ayo cepaat ** SENSOR ** ! Aku bisa menggantung selusin orang saat kalian
masih saja ribut kesana kemari.”
(Eksekusi dgn digantung di Leavenworth, Kansas.)
~~ Carl Panzram, meninggal 5 September 1930
“Jadi hati selalu benar, tidak masalah dimanapun kepala ini berada.”
(Eksekusi dgn dipenggal.)
~~ Sir Walter Raleigh, meninggal 29 Oktober 1618
“Well, Tuhan akan mendapatkan satu lagi.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Georgia.)
~~ John Eldon Smith, meninggal 15 Desember 1983
“Shoot, coward you are only going to kill a man”
bahasa indonesia nya : tembak , Pengecut ! kamu hanya ingin membunuh seseorang
(Di Eksekusi dengan Regu tembak)
~~Che Guevara
“Freedom….”
(Eksekusi dengan di hukum pancung)
~~William Wallace, meninggal dithn 1305
Long Live Our Sacred Germany!!!
- Kol. Claus Philipp Maria Justinian Schenk Graf von Stauffenberg – “perwira Nazi yang terlibat dalam rencana pembunuhan Hitler yang sayangnya gagal – eksekusi dengan tembak mati”!
“Laa Ilahaillallah Kafir Laknatullah”
KH Soelaiman Zuhdi Affandi (Pimpinan Pesantren Ath-Thohirin, Mojopurno), meninggal 24 Sept 48
Dieksekusi para pemberontak PKI Madiun dg dikubur hidup-hidup dalam sumur.
“Yaa Ayyatuhannafsul Muthmainnah Irji’i Ila Robbiki Rodhiyatammardhiyyah”
Asy Syahid Omar Mokhtar, pejuang Libya pengobar jihad melawan penjajah fasis Italia.
Meninggal 16 Sept 1931, eksekusi hukuman gantung.
“Laa Ilahaillallah Muhammadur Rasulullah Allahu Akbar Wa Lillahhil Hamd”
Asy Syahid Sayyid Qutb, pejuang gerakan Islam Mesir
Meninggal 29 Agust 1966, dihukum gantung oleh rezim Nasser
Jangan “Mencontek” Demi Kesuksesan, Tapi “Mencontek”lah Demi Ilmu
“Non scholae sed vita discimus!”. Kita belajar bukan untuk sekolah tapi untuk hidup!
“Sampean koyok gak tau enom ae pak, sampean biyen lak yo nyuntuan (Anda ini kayak gak pernah muda saja pak, Anda dulu kan sering mencontek)”, itulah protes murid-murid saya setiap kali ujian dan kebetulan saya menjaga dengan ketat sehingga mereka tidak bisa saling bertukar contekan. “Aku biyen yo nyuntuan rek, tapi gak koyok awakmu nyontohku cerdas. (saya dulu ya suka nyontek, tapi tidak seperti kalian mencontekku cerdas)”. Memang ada mencontek gaya cerdas?? Ada setidaknya bagi Rosidi kawan kuliah saya yang menemukan istilah tersebut. Mencontek cerdas adalah mencontek ala Jepang, bagi Rosidi orang jepang adalah raja nyontek tapi mereka tidak akan menelan mentah-mentah jawaban dari hasil mencontek tersebut, mereka akan menganalisisnya, menambahkan, memodifikasi, bahkan kalau perlu membuat jawaban yang berkebalikan dari jawaban sebelumnya. Orang Jepang mencontek teknologi barat semua-muanya tapi mereka menganalisisnya terlebih dahulu cocok apa tidak dengan kondisi Jepang, bahkan Asia, kemudian mereka menambahkan, juga memodifikasi kekurangan teknologi barat tersebut, bahkan kalau bisa menciptakan teknologi baru yang lebih hebat dari temuan barat, terbukti hari ini barat ketinggalan jauh dengan Jepang dalam hal teknologi. Ya itulah definisi sekaligus contoh mencontek cerdas ala Rosidi.
Ini jelas berbeda korelasi sama sekali dengan mencontek massal yang sudah jamak di negeri ini. Mencontek di negeri ini tidak berhubungan dengan contek-mencontek ilmu dari peradaban lain agar negeri ini maju. Mencontek di negeri ini lebih dekat artinya dengan kecurangan, mencontek adalah jalan pintas untuk meraih kesuksesan. Kesuksesan yang dimaksud tentu adalah sukses meraih materi sebanyak-banyaknya. Maka kita bisa melihat hari ini tidak hanya siswa saja yang terbukti mencontek, para calon guru saling mencontek ketika ujian CPNS, para guru pun juga saling mencontek ketika ujian sertifikasi, juga banyak sekali kecurangan yang dilakukan para “orang tua” tersebut agar muridnya, sekolahnya, atau dirinya sendiri sukses.
Lalu siapa yang layak disalahkan? pihak sekolah, kementrian, presiden, atau siapa? yang jelas saya lebih suka menyalahkan niat. Ya, niat kita dalam meraih pendidikan selama ini salah. Kita bersekolah bukan demi ilmu, tapi lagi-lagi demi kesuksesan. Kita bersekolah bukan untuk meraih atau menemukan hal-hal baru, tapi demi selembar ijazah yang nanti akan kita masukkan ke dalam amplop coklat bersama surat lamaran pekerjaan. Pendidikan tinggi di negeri ini digapai dengan susah payah bukan agar orang mendapat predikat ‘Alim atau ahli ilmu, tapi demi kedudukan yang tinggi di berbagai perusahaan dan instansi. Tidak percaya, dulu kampus saya yang merupakan eks-IKIP sepi peminat karena banyak orang merasa menjadi guru itu gajiannya dirapel di akhirat, tapi setelah penguasa negeri ini mengeluarkan aneka kebijakan yang mengangkat kesejahteraan guru kampus saya langsung kebanjiran peminat. Maka tidak salah karena sejak awal niatnya sudah salah banyak sekali yang melakukan aneka kecurangan dan jalan pintas agar sukses. Tentu kita tidak bisa menyalahkan orang per orang karena niat yang salah ini telah dianut oleh jutaan manusia di negeri ini. Pertanyaanya mengapa ada cuci otak massal terkait dengan pendidikan? jawabannya adalah keadaan ini muncul sebagai akibat adanya budaya yang menyembah materi dan budaya ini adalah hasil dari sebuah pandangan atau worldview alias mabda atau bahasa kerennya ideologi. Dan ideologi di dunia ini yang begitu mengagungkan nilai-nilai duniawi tidak lain dan tidak bukan adalah kapitalisme yang memandang bahwa kesenangan-kesenangan pribadi adalah tolak ukur kebahagiaan, maka dari sinilah sumber cuci otak massal tersebut kita temukan.
Lalu adakah di dunia ini ideologi yang tidak berpijak pada materi sehingga menghasilkan sebuah peradaban yang menjunjung tinggi ilmu? Jawabannya adalah ada, karena peradaban ini pernah eksis dan akan eksis kembali ketika kunci-kunci peradabanny telah terbuka. Ciri-ciri peradaban tersebut bisa kita lihat dari peninggalan-peninggalannya, ia tidak meninggalkan altar pemujaan juga altar pengorbanan manusia, tidak meninggalkan arena gladiator megah serta panggung opera yang wah yang ia tinggalkan adalah tata kota yang rumit, istana dengan arsitektur cerdas, juga tempat-tempat perkuliahan, perpustakaan, serta peneropongan bintang, juga jutaan buku-buku dari berbagai disiplin ilmu yang menjadi mercusuar dunia secara berabad-abad dan peradaban tersebut bernama peradaban Islam. Dalam Islam kebahagiaan diukur dengan ridho Allah Swt, agar manusia mendapat ridho sebanyak-banyaknya maka ia harus beribadah sebanyak-banyaknya, dan salah satu kunci ibadah adalah ilmu. Selain sebagai kunci, mencari ilmu juga bagian dari ibadah. Maka tidak salah di dalam peradaban ini jutaan manusia berbondong-bondong mencari ilmu, para ‘Alim Ulama jadi tokoh idola, buku jadi gadget yang paling dicari, dan masjid, madrasah, serta perpustakaan menjadi tempat nongkrong favorit. Kaum muslimin dulu juga jago nyontek, mereka mencontek peradaban-peradaban sebelumnya dan mengembangkan ilmu-ilmu tersebut dengan kacamata Islam dan di era ini pula ilmu dihargai sebagai ilmu.
Akhirnya kita semua hari ini telah membuka mata bahwa apapun yang terjadi di dunia ini ujung pangkalnya ada pada sistem atau ideologi apa yang hari ini melingkupi dunia. Maka jawaban yang paling tepat untuk masalah ini adalah kembalikan manusia kepada sistem atau ideologi yang pernah meneranginya dengan milyaran hikmah agar dunia dikelola dengan sebaik-baiknya dan menghasilkan keberkahan bagi jutaan penghuninya.
Republik Supermarket
Apakah ini sebuah kutukan? Ataukah sebuah bencana kemanusiaan? Yang pasti ini semua tidak berawal dari kemalasan. Rakyat negeri ini tidak pernah mengenal rasa malas. Lihat dan saksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana rakyat di negeri ini lebih giat dibandingkan revolusi bumi mengelilingi matahari. Jauh sebelum mentari membawa hari baru, bersamaan dengan terbitnya purnama kedua belas jutaan perahu yang digerakkan para lelaki negeri ini sudah bercumbu dengan ombak samudera. Lihatlah sawah bertingkat dan tali air yang sambung-menyambung diantara bebukitan yang merupakan hasil dari tangan-tangan kreatif yang baru berhenti ketika mentari mulai lelah dan akan kembali ke peraduan. Saksikan juga bagaimana manusia negeri setiap pagi bergerak bagai migrasi di padang Masai Mara menuju ke sumber-sumber rejeki mereka. Tidak ada kata malas bagi rakyat di negeri ini. Ditambah dengan anugerah berupa bumi yang kaya raya. Lautnya luas menghasilkan aneka sumber kekayaan hayati yang seakan tiada habisnya. Tanahnya subur menghasilkan aneka komoditas utama hasil pertanian dan hutan. Sedangkan di bawah buminya terkandung berbagai jenis barang tambang berharga. Tidak salah bila banyak yang menyebut negeri ini Jamrud Khatulistiwa.
Tapi yang terjadi justru ironi, jutaan rakyat negeri justru hidup pas dan di bawah garis kemiskinan. Ayam mati di lumbung padi, itulah gambaran yang pas terkait kondisi rakyat negeri ini. John Pilger, wartawan senior berkebangsaan Inggris trenyuh menyaksikan betapa sengsaranya rakyat di negeri ini. Dalam film dokumenter buatannya digambarkan bagaimana rakyat negeri ini rata-rata mendapatkan gaji kira-kira sejumlah 1 dollar Amerika per hari. Kesepakatan pemerintah dengan IMF untuk mencabut subsidi BBM mengakibatkan melambungnya harga aneka kebutuhan dan membawa akibat jutaan rakyat di negeri semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya. Pertanyaannya kemana semua kekayaan negeri ini lari? Digadaikan kepada siapa? Dijual kemana dan diobral di pasar mana? Sehingga tidak mampu membuat jutaan rakyat negeri ini sejahtera. Salah orangkah kita selama ini? Atau salah urus? Atau jangan-jangan kita telah menjadi korban penipuan sebuah sistem yang bekerja 24 jam terus-menerus untuk memiskinkan dan menjajah negeri ini terus-menerus? Lalu bagaimana agar rakyat negeri ini keluar dari lingkaran setan yang seakan tidak ada ujungnya tersebut?
Temukan jawabannya pada Selasa, 17 April 2012 pukul 19.30 di acara Bincang Intelektual Mahasiswa edisi ketiga “Republik Supermarket” langsung di halaman toko buku BacaDotCom Gedangan Sidoarjo
Lek Aku Negakno Khilafah Koen Kateh Lapo?
Jangan Tunggu Imam Mahdi, Karena Kitalah Yang Menyeret Surga Ke Bumi, NC Zine
Sudah beberapa minggu blog Burjo disambangi oleh manusia potongan martabak alias orang “istimewa”. Dia mengaku sebagai Imam Mahdi al Jawi alias akan muncul di tanah Jawa yang kedatangannya sudah diramalkan di terminal alias Joyoboyo. Dia (ngakunya) mampu menggerakkan tsunami yang akan menenggelamkan Singapura, Jawa, dan Sumatera. Kalau ketiga pulau tersebut sudah tenggelam oleh air bah tu orang akan transmigrasi ke Malaysia melamar jadi TKI. Orang tersebut ngaku pewaris tahta yang sah atas Khilafah, tapi mendengar pengakuannya ane langsung garuk-garuk kepala meskipun gak gatal. Ane bingung sejak kapan cucunya Mama Loreng, teman mainnya Joko Stupid, muridnya The Ultimate Crazy nyalonin jadi Khalifah, lagian kaum muslimin mana yang setuju dipimpin oleh imam yang pekerjaannya suka ngibul alias dukun.
Intinya mulai sekarang kita harus hati-hati. Ketika aneka pemikiran dan pendapat yang menentang ide Khilafah semakin mampet. Ketika pentungan hingga peluru tak mampu menghalangi geraknya. Jangan sampai umat terlena oleh buaian palsu ala Yahudi. Khilafah akan tegak karena ia janji Allah Swt dan bisyaroh dari Rasulullah Muhammad Saw, tidak ada hubungannya dengan aneka ramalan dan para dukun. Khilafah akan tegak ketika kita kaum muslimin berjuang mengkongkritkan ide, melakukan transfer pemikiran, melaksanakan apa yang dilakukan Rasulullah ketika membangun embrio Daulah Islam di Madinah. Khilafah tidak akan pernah tegak kalau kita hanya diam menunggu datangnya angin puting beliung dan banjir bandang yang menghancurkan Amerika dan sekondannya. Khilafah juga hanya akan menjadi mimpi jika kita hanya duduk-duduk menunggu Imam Mahdi (padahal cak Imam udah lama pergi ama bang Thoyib). Jangan hanya percaya Khilafah akan tegak, tapi bangunlah, perdalam idenya, kongkritkan, dakwahkan, serta perjuangkan, karena sesungguhnya Khilafah adalah tanggung jawab kita, ada di tangan kita.
14 Penemuan kaum Muslimin yang Mempengaruhi Dunia Hingga Hari Ini
Kehidupan sehari-hari di zaman modern ini tidak dapat dibayangkan seandainya tidak ada jejak karya ilmuwan Islam di dalamnya. Berikut ini adalah 14 penemuan terpenting yang dipilih dari situs Science Museum of Univ. of Manchester (www.1001inventions.com). Pemilihan dimulai dari yang paling dekat dengan semua orang, yaitu makanan, pakaian, tempat tinggal, urusan pendidikan dan kesehatan, transportasi, hiburan, hingga politik. Tentu saja, siapa saja dapat membuat daftar seperti ini sesuai selera masing-masing.
1. Minum Kopi
Kita mulai dari minuman terpopuler di dunia. Konon ini ditemukan di Ethiopia, ketika seorang penggembala Muslim melihat kambing-kambingnya lebih segar setelah memakan biji-bijian dari dari sejenis tumbuhan. Ia lalu merebus biji tersebut dan membuat kopi pertama di dunia. Sejarah lalu mencatat setelah biji-biji kopi tersebut dibawa ke Yaman, digunakan oleh para sufi untuk mengusir kantuk saat beribadah di malam hari. Pada akhir abad 15 kopi tiba di Mekah dan Turki hingga akhirnya tiba di Venesia pada tahun 1645. Kopi yang dalam bahasa Arabnya “qahwa” di Turki disebut “kahve” di Italia disebut “caffe” dan di Inggris disebut “coffee”.
2. Tata Cara Makan
Tata cara makan yang berupa tiga urutan hidangan makanan yang bermula dari sup, diikuti dengan ikan atau daging, lalu makan buah dan kacang, diperkenalkan oleh Ali bin Nafi, yang dikenal populer dengan Ziryab di Cordoba pada abad 9. Dia juga memperkenalkan cara minum dengan gelas kristal (bukan lagi cangkir logam atau keramik). Ini menjadi bukti bahwa Islam telah memperkenalkan adab makan jauh sebelum bangsa Barat mengenal apa yang sekarang disebut sebagai ’tabble manner’. Konsep Islam tentang makanan yang halal dan thayyib atau baik jauh melampaui konsep nutrisi dan gizi di era modern ini.
3. Memakai Sabun dan Shampoo
Mencuci dan mandi adalah hal religius bagi umat Islam, tidak heran jika mereka menyempurnakan resep untuk sabun yang kita gunakan saat ini. Bangsa Mesir kuno atau orang Romawi sudah mengenal sabun, tapi orang Islamlah yang menggabungkan minyak nabati dengan sodium hidroksida dan aromatik. Shampoo diperkenalkan ke Inggris oleh seorang Muslim yang membuka pemandian “Mahomed’s India Vavour bath” di pinggir laut Brighton pada 1759 M. Dari sana Keramas di perkenalkan dari ahli bedah hingga Raja George IV dan William IV. Sebelumnya bangsa Eropa menganggap mandi dapat mempersingkat umur. Mereka hanya mandi setahun sekali itupun dengan cara mengibas-ibaskan jerami yang telah dicelup air hangat ke seluruh tubuh mereka. Pada saat yang sama jutaan kamar mandi umum atau hammam-yang konsepnya dicontoh mentah-mentah dengan konsep spa saat ini-telah dibuka di seluruh negeri-negeri kaum muslimin dan bisa dipastikan setiap rumah kaum muslimin memiliki kamar mandi dan tempat pembuangan kotoran pribadi yang sanitasinya telah terjaga dengan baik.
4. Menggelar Karpet
Karpet sebagai perlengkapan rumah nyaman adalah produk teknik tenun umat Islam, paduan dari bahan kimia Islam dan pola yang ditata dengan rapi. Menurut pujangga Belanda Erasmus, sebelum rumah-rumah Eropa mengenal karpet, lantai-lantainya biasa tertutup rumput, dan bertahun-tahun, menyimpan dahak, muntah, kotoran anjing, dan lainnya. Tidak mengejutkan bagaimana akhirnya karpet dengan cepat berkembang di sana. Karpet sendiri adalah elemen dasar pada arsitektur muslim, bahkan karpet adalah alas paling praktis yang bisa dibawah kemana saja dan mudah dipindahkan serta dibersihkan.
5. Taman untuk Meditasi
Bangsa Eropa sudah biasa memiliki dapur dan taman obat, tapi orang-orang Islamlah yang mengembangkan gagasan kebun sebagai tempat keindahan dan meditasi. Taman dengan julukan “The Royal Pleasure Garden” pertama dibuka di Eropa pada abad ke-11 oleh Muslim Spanyol. Di samping itu kita juga mengenal bunga yang berasal dari daerah Muslim termasuk anyelir dan tulip. Islam juga mengenalkan sistem tata kota kepada dunia. Kota-kota Islam seperti Al Baisin di Granada Spanyol hingga Kairo dan Baghdad sudah tertata rapi dengan jalan yang dihaluskan dan dilapisi batu, sanitasi dan gorong-gorong yang terletak di bawah jalan, hingga lampu minyak yang menyinari jalanan ketika malam, disaat Paris dan London gelap gulita, jalanannya penuh lumpur, sanitasi yang buruk yang menjadi penyebab epidemi ”Kematian Hitam” yang membunuh hampir separuh populasi Eropa di abad pertengahan. Konsep Alun-alun yang diapit masjid, pengadilan, dan penjara di sisi barat, istana sultan atau pendopo bupati di sisi utara, dan pasar di sisi selatan adalah bukti pengaruh konsep tata kota Islam yang dibawa para ulama di era Islamisasi nusantara.
6. Menulis dengan Pena
Tidak ada pendidikan tanpa tulis-menulis. Fountanin pen (pena cair) diciptakan untuk Sultan Mesir pada 953 M setelah ia menuntut pena yang tidak akan menodai tangan atau pakaian. Pena tersebut menyimpan tinta dalam sebuah reservoir dan sebagai pena modern, ia bekerja dengan sistem gravitasi dan sistem kapiler. Ratusan tahun setelah itu, di Eropa orang masih saja harus menulis dengan bulu ayam yang tetesan tintanya akan sering menodai kertas atau tangan mereka. Kaum muslimin menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu dan pengaruhnya terasa hingga hari ini. Universitas pertama di dunia dibangun di Fez Maroko yaitu Jamiah Al Qarawiyyin pada tahun 859 masehi. Konsep universitas, tata kelola perpustakaan, pengadaan buku murah, hingga perkembangan alat tulis adalah warisan yang diambil secara gratis oleh dunia dari peradaban Islam. Ilmu menjadi salah satu penopang peradaban Islam disamping dakwah dan jihad. Jutaan perpustakaan dan universitas dibangun di seluruh negeri muslim mulai dari Kairo, Baghdad, Fez, Cordoba, hingga Timbuktu yang terletak di jantung Afrika.
7. Berhitung “Cara Arab”
Sistem angka mungkin berasal dari India tapi sistem penjabaran angka berasal dari Arab dan pertama kali muncul dalam karya Al-Khwarizmi dan Al-Kindi sekitar tahun 825 M. Isi buku al-Khawarizmi, Al-Jabr wa-al-Muqabilah, masih dipakai hingga kini. Karya ini dibawa ke Eropa 300 tahun kemudian oleh matematikawan Italia, Fibonacci. Algoritma dan banyak teori trigonometri datang dari dunia Muslim. Dan penemuan Al-Kindi mengenai analisis frekuensi telah menciptakan dasar ilmu kriptologi modern. Islamlah yang mengenalkan dan mengembangkan Matematika pada dunia, mulai dari penemuan angka nol hingga kriptologi. Tanpa warisan dari para matematikawan Islam mungkin dunia hari ini tidak akan mengenal komputer, gedung pencakar langit, hingga satelit.
8. Alat Bedah
Rumah sakit modern tidak terbayangkan tanpa unit bedah. Banyak peralatan bedah modern yang desainnya persis dengan yang dibuat abad 10 oleh Abu Qosim Az-Zahrawi. Pisau bedah, gergaji tulang, tang, gunting halus untuk bedah mata dan sebanyak 200 alat ciptaannya tetap di pakai oleh ahli bedah modern. Dialah yang menemukan Catgut, alat yang digunakan untuk jahitan internal yang dapat melarutkan diri secara alami (penemuan itu terjadi ketika seekor monyet menelan senar kecapinya) dan ternyata benda tersebut juga dapat digunakan untuk membuat kapsul obat. Pada abad ke-13, petugas medis Muslim lainnya bernama Ibn Nafis menjabarkan tentang sirkulasi darah, 300 tahun sebelum William Harvey menemukannya. Muslim dokter juga menemukan obat bius dari campuran opium dan alkohol dan menemukan jarum berongga yang dipakai untuk menyedot katarak dari mata, sebuah teknik yang masih digunakan sampai saat ini. Ibn Sina juga membuktikan bahwa penyakit bukan berasal dari gangguan jin tapi berasal dari zat renik yang bercampur dengan debu dan masuk ke dalam tubuh manusia yang dikemudian hari kita kenal sebagai kuman. Islam mewariskan konsep rumah sakit, rumah sakit mobile dalam peperangan, dan konsep rumah sakit jiwa, serta konsep tata kelola obat atau farmasi. Kedokteran Islam terbukti sangat modern dan tidak hanya sekedar habbatussauda dan bekam saja.
9. Vaksinasi
Teknik inokulasi dengan kuman yang dilemahkan untuk merangsang kekebalan tubuh ternyata dirancang di dunia Muslim dan dibawa ke Eropa dari Turki oleh istri duta besar Inggris ke Istanbul pada tahun 1724 M. Anak-anak Turki telah divaksin dengan cacar sapi untuk melawan cacar yang mematikan setidaknya 50 tahun sebelum Jenner dan Pasteur di Barat menemukannya.
10 Engkol Poros
Engkol-poros adalah perangkat yang mengubah putaran menjadi gerak linear di hampir semua mesin dalam dunia modern. Penemuan mekanis terpenting dalam sejarah manusia ini diciptakan oleh Al-Jazari untuk mengangkat air untuk irigasi. Dalam bukunya tahun 1206 M mengenai Pengetahuan tentang Alat Mesin, ia menunjukkan penyempurnaan penggunaan katup dan piston, merancang beberapa jam mekanik tenaga air dan berat, dan merupakan ayah dari dunia robotika. Salah satu diantara 50 penemuannya adalah kunci kombinasi. Al-Jazari dapat kita anggap bapak mekanika dunia karena terbukti penemuannya hari ini terdapat di hampir seluruh mesin di dunia mulai dari sepeda motor, mobil formula satu, mesin-mesin industri, hingga robot.
11. Pesawat Terbang
Penemu prinsip pesawat terbang adalah Abbas Ibnu Firnas, seribu tahun sebelum Wright bersaudara menambahkan mesin padanya. Abbas Ibnu Firnas pada tahun 852 M melompat dari menara Masjid Agung di Cordoba menggunakan jubah longgarnya yang dipadu dengan kayu. Dia berharap untuk meluncur seperti burung, tetapi yang didapatnya adalah apa yang kini dianggap sebagai parasut pertama. Pada tahun 875 M, saat usianya sudah 70 tahun, setelah menyempurnakan alat terbangnya yang memakai sutera dan bulu elang ia mencoba lagi, melompat dari sebuah gunung. Dia terbang dari bisa bertahan di ketinggian selama sepuluh menit tetapi jatuh saat mendarat. Ia menyimpulkan bahwa itu karena ia tidak memberikan ekor pada perangkatnya sehingga akan melambat saat mendarat. Leonardo Da Vinci baru pada tahun 1488 merancang alat terbangnya dan itupun hanya sekedar rancangan di kertas, tak pernah terwujud dan tidak pernah terbang. Atas jasanya mempelopori dunia penerbangan, NASA mengabadikan nama Ibnu Firnas pada salah satu kawah di permukaan bulan.
12. Kamera
Tidak terbayangkan saat ini ada suatu acara tanpa diabadikan dengan kamera. Adalah Ibn al-Haitham yang membuat kamera pin-hole pertama setelah mengamati cara cahaya datang melalui lubang di jendela-jendela. Semakin kecil lubang, semakin jelas bentuknya, ia lalu membuat Kamera Obscura pertama (dari kata “qamara” dalam bahasa Arab untuk ruangan gelap atau ruang pribadi). Dia juga disebut orang pertama yang merancang secara fisik sebuah pemikiran filsafat menjadi bentuk eksperimen ilmiah.
13. Geografi
Tidak ada urusan politik tanpa geografi. Pada abad ke-9 M, geografer Muslim telah menganggap bahwa bumi itu bulat. Ibn Hazm mengatakan, “bahwa matahari selalu vertikal terhadap satu titik tertentu di Bumi, itu adalah bukti bumi itu bulat”. Hal itu terjadi 500 tahun sebelum Galileo. Astronom Muslim menghitung keliling bumi kira-kira 40,253 km – hanya kelebihan 253 km dari harga saat ini. Al-Idrisi membawa globe yang menggambarkan dunia ke Raja Roger Sizilia pada 1139 M.
14. Senjata Api
Senjata api adalah perlengkapan standar polisi dan militer di manapun saat ini. Cina adalah penemu mesiu, dan menggunakannya dalam kembang api mereka, tetapi insinyur Muslimlah yang memurnikannya dengan potasium nitrat untuk kepentingan militer. Pada abad ke 15 mereka telah membuat roket, yang mereka disebut “telur bergerak sendiri dan membakar”, dan sebuah terpedo paduan bom berbentuk buah pir dengan tombak di bagian depan yang akan menusuk dirinya dan meledak bila ditembakkan ke kapal musuh. Islam juga mewariskan berbagai strategi modern bagi perkembangan militer dunia. Konsep “Blitzkrieg-serangan kilat” dan “Witdrawl-mundur dari peperangan tapi sebelumnya membuat musuh takut” Jerman pada perang dunia kedua meniru konsep penyerbuan pasukan Rasulullah ke Khaibar dan strategi Khalid bin Walid di perang Mu’tah. Serangan Dolittle di atas udara Jepang juga diilhami dari konsep surat berjangka yang biasa digariskan Rasulullah pada pasukan pengintainya. Islam juga memperkenalkan konsep pasukan khusus, terbukti Rasulullah sebagai pemimpin negara sekaligus Amirul Jihad-panglima tertinggi angkatan bersenjata yang pertama di dunia mengirimkan detasemen kecil terdiri dari satu hingga lima orang yang bertugas sebagai mata-mata hingga eksekutor bagi orang-orang kafir yang keberadaannya membahayakan eksistensi kaum muslimin dan Daulah Islam.
Semua penemuan ini terjadi karena ada sinergi para ilmuwan yang terdidik dan difasilitasi oleh Daulah Khilafah, kemudian disebarkan ke seluruh dunia dengan semangat rahmatan lil ‘alamin.
(Tulisan ini saya cuplik dari tulisan ust. Fahmi Amhar dan saya beri penambahan seperlunya)
Sambel Gosok
Sudah lama Mamat tidak berjumpa dengan sobat kentalnya, Rustam. Ini terjadi sejak Rustam mudik ke Timur Tengah buat mendalami ilmu agama Islam. Maka ketika malam itu Rustam muncul di depan pintu rumahnya, Mamat terperanjat dan langsung mengiyakan ajakan Rustam untuk jalan-jalan. Lagipula sejak tadi pagi hingga dua hari ke depan Mamat sendirian di rumah karena istrinya, Iim dan Alif buah hatinya berkunjung ke desa ke rumah orang tuanya. Malam itu dua orang sobat kental tersebut mengunjungi tempat nongkrong favorit mereka, di mana lagi kalau bukan di warung kopi Simpang Empat Bulan Purnama milik bang Rokib. Tapi sesampainya di tempat kejadian perkara mereka kaget bukan alang-kepalang. Konsep warung kopi ala medan dan penjualnya tetap sama, tapi pembelinya membeludak buanget, selain itu nama warkopnya berganti menjadi warung kopi Kemana Kan Kucari Ganti.
“Assalamualaikum, Wuih rame sekali bang.”, sapa Mamat basa-basi pada bang Rokib. “Alaikumussalam, Oi kawan lama rupanya, udah lama kali kalian tak berkunjung ke warung abang nih, sampe pangling abang dibuatnya. Bagaimana udah besar anakmu Mat? Terus bagaimana studi kau Tam, udah jadi ulama kah kau nih?”, bang Rokib menyambut mereka dengan sambutan hangat khas Medan. Mereka bertiga saling berpelukan melepas rindu, belum sempat Mamat dan Rustam meneruskan pertanyaannya terkait suasana baru di warung bang Rokib, sang pemilik warung langsung menjawab seakan mengerti isi kepala kedua pelanggan setianya yang lama tak bersua tersebut. “Kalian tau sendirilah keadaan negeri ini makin tak menentu, berjalan mundur mirip mobil mogok di gunung. Orang mau ngomong tapi pemerintah, partai politik, anggota dewan, tivi, radio, ama koran tak berpihak pada orang kecil macam kita boi. Mau ngomong di masjid tapi kita malah dituduh bid’ah. Makin susahlah kita ini boi, maka inisiatif abang bikin warung warisan ini jadi tempat curhat, tempat orang boleh mengungkapkan apa saja terkait kesusahan akibat penguasa yang makin dzolim. Lumayanlah boi, walaupun abangmu ini gak ada potongan ustadz tapi di warung ini omongan abangmu ini didengarkan orang. Jadinya bak kayu bertemu api, mereka curhat abang kasih solusi, apalagi solusinya kalau bukan solusi Islam boi. Papan tulis kayu basah, di atas meja terdapat bunga, hidup di era kapitalis rakyat jadi susah, solusinya tegakkan segera Daulah Khilafah. Sepakat boi, makanya nama warung abang, abang ganti. Sekarang namanya Kemana Kan Kucari Ganti, filosofinya boi bahwa Khilafah itu tak tergantikan, tidak ada yang bisa menggantikan sistem warisan Nabi, tidak ada yang mampu menggantikan sistem buatan Allah, kalian tau hanya mereka yang mau disiram kopi panas malaikat Malik yang coba-coba mau gantikan sistem Ilahi boi. Waduh maaf, afwan jiddan boi, saking asiknya ngobrol sampai lupa abangmu ini suguhkan minuman.”, bang Rokib memukul jidatnya tanda khas kalau dia lupa “Hai boi suguhkan dua kopi susu spesial buat tamu istimewa abang nih”, teriaknya kemudian memecah warung memanggil punggawa warung kopinya agar segera menyuguhkan kopi buat Mamat dan Rustam. Mamat dan Rustam saling melempar senyum, mereka berdua paham kalau bang Rokib sudah menyebut “kopi susu spesial” berarti sajiannya dalah kopi susu plus martabak medan plus roti tissu gule kambing dan pabila mengeluarkan kata “tamu istimewa” itu berarti semua minuman dan camilan di warung tersebut bisa dinikmati secara cuma-cuma alias gratis.
Belum juga sajian utama datang, malah mas Juned, penjual bakmi keliling ngejogrok duluan di meja. Melihat mas Juned, Mamat sempat kaget dan menyangka bahwa warkop bang Rokib juga menyajikan roti Juned. “Bleh tobat, tobat barang-barang makin naik, jualan makin sulit, mau curhat malah dibilang bid’ah, kafir”, mas Juned bersungut-sungut mirip belalang sambil membanting handuk yang biasa ngendon di pundak ke meja tanpa perasaan. Tu handuk terkulai lemas di meja dengan pasrah dan menjelma menjadi martabak medan di mata Rustam dan Mamat yang sejak tadi menahan lapar. “Bah apaan kau Jun, datang tanpa salam langsung main banting-banting saja kau. Apa kau tidak kasihan pada dua tamu awak yang jadi kehilangan nafsu makan gara-gara kau sajikan handuk bekas daki kau di atas meja”, bang Rokib menyela sambil marah-marah. Melihat bang Rokib marah, mas Juned jadi mengkerut, juga membuat Rustam dan Mamat kembali ke alam nyata dan tidak jadi menyantap martabak handuk rasa keringat. “Maaf bang Rokib, bukannya mau bikin ribut di warung sampean, maaf juga mas Mamat dan mas Rustam saya gak bermaksud menghilangkan nafsu makan sampean. Saya ini kan wong cilik toh mas, bang, pemahaman agama saya juga sedikit. Kebetulan sore tadi waktu saya keliling ada yang manggil buat beli bakmi. Orangnya seumuran mas Mamat dan dia pesen lima bungkus bakmi. Karena orangnya mirip dengan gaya mas Mamat ya sambil menyiapkan bakmi saya ajak ngobrol, ya sekaligus curhat tentang masalah wong cilik yang nasibnya gak dipedulikan pemerintah. Hweladalah, bukannya dapat solusi tiba-tiba orang itu malah bilang “Stop apa yang ente bicarakan itu termasuk bid’ah, bid’ah yang terlarang. Ente itu ahli bid’ah karena merongrong ulil amri yang sah. Kufur ente, ane gak jadi beli karena tuh bakmi sekarang hukumnya jadi haram karena dimasak orang kafir”. Habis bilang gitu dia langsung ngacir ninggalin saya ama lima bungkus bakmi yang melongo. Nasib, nasib..gak tau mimpi apa tadi malem, baru jalan jualan udah dikafir-kafirkan orang. Tapi bener gak bahwa kalau kita ngerasani atau membicarakan pemerintah yang dzolim itu hukumnya haram bahkan bid’ah sampe kafir??”. “Jadi itu duduk persoalan kau Jun. Untunglah malam ini sudah hadir si Mamat dan Rustam yang akan membantu kau punya masalah.”, bang Rokib memberi solusi.
“Sebenarnya setiap muslim berhak untuk mengingatkan sesama saudaranya. Al Qur’an berkali-kali menyampaikan, bahwa hendaknya ada segolongan muslim yang melakukan amar ma’ruf nahy munkar, juga bahwa seorang muslim apabila melihat kemungkaran ia harus merubahnya dengan tangannya atau kekuasaan yang diamanatkan ke dia, atau dengan lisannya melalui hikmah, mau’idzotul khasanah atau ucapan yang baik, atau dengan berdebat wa jadilhum billati hiya al ahsan, dan atau kalau tidak bisa dengan hatinya alias membenci dan itu adalah selemah-lemahnya iman. Sedangkan Rasulullah Muhammad Saw yang mulia menyampaikan bahwa pemimpin para syuhada itu adalah Sayyidina Hamzah ibn Abdul Mutholib dan seseorang yang mendatangi pemimpin yang dzolim untuk mengingatkanya dan ia terbunuh. Jadi mas Jun sebenarnya mengingatkan siapapun yang melakukan kedzoliman itu adalah wajib dan tindakan mulia. Setiap muslim wajib melakukan amar ma’ruf nahy munkar lebih-lebih kepada seorang penguasa yang dzolim terhadap rakyat seperti saat ini”, terang Rustam yang kemudian menyeruput kopi susu jahe buatan bang Rokib. Mamat yang sedari tadi menyimak sembari mengudap martabak kemudian memberi tambahan, “Mas Jun kalau sampean membicarakan saudara muslim di belakang dia, kalau yang sampean bicarakan benar itu namanya ghibah dan itu dosa, kalau yang sampean bicarakan ternyata salah maka itu namanya fitnah dan itu lebih dosa lagi. Tapi kalau sampean melihat kemungkaran dan kedzoliman penguasa dan sampean mengingatkannya, atau membicarakan keburukannya, atau minimal membencinya, pahalanya sampean terbebas dari dosa, namun kata Rasullullah Saw, kalau sampean diam dan ridho maka sampean justru dapat dosa. Bahkan Kanjeng Nabi menambahkan bahwa siapa saja yang melihat kemungkaran terutama penguasa namun ia diam saja maka ia sama dengan setan bisu. Sekarang mas Jun pilih mana jadi temennya Sayyidina Hamzah atau setan bisu?”
“Ya mending jadi temennya Sayyidina Hamzah mas Mamat.”, jawab mas Jun dengan lugu. “Mas Jun gak usah sedih, sebenarnya mas Jun sudah benar, dakwah is never die mas. Ya udah biar mas gak tambah sedih tolong saya dibuatkan bakmi tiga mangkok, khusus saya yang pedes ya mas.”, Rustam mencoba menghibur.
“Ok, beres.” dan tidak menunggu lama tiga mangkok bakmi terhidang di meja. “Wuih sambelnya mantep mas Jun, boleh nambah gak?”, tanya Rustam sambil kepedesan. “Monggo mas Rustam, silahkan sesuka sampean.”, jawab mas Juned. “Beneran mas Jun, gak takut cabe mahal nih??”, sindir Rustam sambil menyendok sambel. Kapan lagi bisa makan sambel sesuka hati di era cabe mahal seperti ini. “Gak papa mas Rustam, lha wong sambelnya udah tak oplos ama balsem kok.” jawab mas Juned sambil meringis lugu. “wiks emang lidahku keseleo pake balsem segala.”, Rustam blingsatan karena udah makan sambel campur balsem. “Ah keterlaluan kali kau ini Jun. Ini namanya merugikan konsumen dan itu hukumnya dosa menurut agama. Kalau kau tak punya uang buat beli cabe, kau bilang ke aku, tuh di belakang warung aku punya seratus pohon cabe Thailand berbuah tiap hari, kau ambil gratis sesuka kau daripada meracuni sesama muslim dengan sambel campur balsem. Kau tau perbuatan kau ini sebelas dua belas dengan penguasa negeri ini.”, giliran bang Rokib menyemprot. Karena dimarahi habis-habisan oleh bang Rokib, mas Juned jadi pucat, mukanya pias, “maaf mas Rustam, maaf bang Rokib saya khilaf. Saya berjanji gak akan mengulangi lagi. Demi Allah saya tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi.”. Melihat hal tersebut Mamat jadi iba, sambil mengusap punggung mas Juned, Mamat mencoba menghibur “Iya kita semua tau mas Juned khilaf, kita semua memaafkan mas Juned kok. Tapi kalau menurut kacamata saya tindakan mas Juned itu sudah benar cuma salah dalam penempatan. Harusnya tu sambel gak boleh masuk ke mulut Rustam, tapi ke mulut para penguasa, karena kelihatnnya lidah mereka terindikasi keseleo karena sering banget menipu, menyakiti, serta membuat hati dan keadaan rakyat kecil seperti kita semakin susah. Ya semoga dengan sambel gosok campur balsem keseleo lidah para penguasa bisa disembuhkan.”
“wkwkwk..betul juga kau Mat.” bang Rokib tertawa sambil memegangi perutnya.
” ekh uf..ekh uf.”, Rustam menimpali dengan mengangguk-angguk karena mulutnya penuh bakmi
Sedang di antara mereka bertiga mas Juned nyengir tanpa dosa.
Amuk Massa, Tingkat Demokrasi, dan Emosi
Oleh: UU Hamidy
Amuk massa makin banyak terjadi. Dulu semasa Orde Baru hampir tak terjadi, karena ada sistem otoriter yang menekan terus gejolak perasaan rakyat. Sistem otoriter itu memperlambat gejolak yang bagaikan bengkak akan meletus. Tekanan itu berlaku terus bagaikan pompa yang menekan ke bawah. Namun pada batas akhir akan berbalik dari bawah ke atas. Begitulah secara sederhana keadaan masyarakat yang selalu tertindas.
Orang yang berpandangan sekuler akan melihat amuk massa dari sudut pandang psikologi sosial, aparat penegak hukum, tingkahlaku pemerintah dan otonomi daerah yang kusut. Pandangan itu ada benarnya, tapi tak dapat memberi penjelasan yang lengkap. Kelemahan pertama ialah, tingkat emosi masyarakat yang hampir tak pernah dipantau oleh pemegang teraju pemerintahan.
Sistem demokrasi sekuler hanya menampilkan penguasa yang zalim, memerintah tanpa mengingat kematian. Dunia Melayu punya tingkat emosi: malu, merajuk, latah, aruk dan amuk. Masyarakat yang tentram berada pada tingkat emosi malu sampai merajuk. Pada tingkat latah dan aruk, sudah ada arah kepada perlawanan. Tapi belum dilakukan secara terbuka serta belum terorganisir. Perlawanan secara massal dan terbuka terjadi pada tingkat amuk.
Amuk massa dapat dipahami dengan mudah melalui sistem demokrasi kapitalis yang telah melahirkan peta pertarungan_hidup, tiga lawan satu. Tiga yang pertama ialah penguasa, pemilik modal dan pemegang senjata (alat negara). Sedang pihak yang satu yaitu rakyat. Tiga pertama dalam demokrasi kapitalis membuat semacam hubungan yang saling menguntungkan. Penguasa memberi kemudahan pada sang kapitalis untuk mengolah berbagai sumber alam, sedang pemegang senjata memberi perlindungan pada pengusaha. Pengusaha memberi imbalan materi pada keduanya.
Ketegangan timbul antara tiga pihak ini dengan rakyat ketika memperebutkan sumber-sumber kehidupan. Sumber kehidupan yang paling utama lagi mahal adalah hutan tanah, karena inilah yang tak dapat dibuat oleh sang kapitalis. Hutan tanah yang berpijak pada tanah ulayat membuat masyarakat memandang, merekalah yang paling berhak memanfaatkan hutan tanah di negeri mereka. Tapi demokrasi kapitalis membuat rakyat jadi heran, mengapa hutan tanah mereka dengan mudah dikuasai oleh pemilik modal. Maka muncullah konflik antara pihak pengusaha dengan rakyat tempatan. Dalam konflik ini rakyat melihat, penguasa berada di pihak pengusaha sedang pemegang senjata juga ternyata membela sang kapitalis.
Rakyat mendapat tekanan agar tak menentang kebijakan penguasa yang telah memberi kemudahan pada pengusaha. Ketika diadakan perundingan, rakyat disumbat aspirasinya dengan berbagai peraturan atau undang-undang. Keadaan ini membuat rakyat makin tak mengerti, bagaimana bisa ada undang-undang yang membuat mereka kehilangan hak atas hutan tanah mereka. Ketika konflik antara pengusaha dengan rakyat sampai pada titik krisis atau klimaks, rakyat sekali lagi melihat, tak ada yang membela mereka. Mereka paling-paling dibujuk oleh politisi atau tokoh yang diberi julukan tokoh masyarakat. Namun perkara tak selesai, bahkan dada rakyat makin sempit. Maka rakyat kehilangan harapan, kemudian kehilangan pegangan, sehingga lalu mengamuk.
Jadi amuk massa itu dapat memperlihatkan tiga perkara penting. Pertama, rakyat merasa tak dipelihara oleh pemerintah, tapi merasa dipermainkan. Kedua, pengusaha hanya menjadikan rakyat sebagai obyek. Rakyat hanya untuk memutar roda perusahaan. Jadi kuli yang kemudian diganti dengan sebutan buruh agar tak merasa hina. Ketiga, materi menjadi nilai utama kehidupan, mengatasi nilai akhlak mulia yang tak berharga di depan mata materi atau bendawi.
Kenyataan ini semestinya membuka pintu hati kita, bahwa membangun dengan cara kapitalis tidaklah mendatangkan kesejahteraan pada rakyat. Dengan sistem kapitalis memang pendapatan perkapita akan meningkat. Tapi peningkatan itu tak menyentuh rakyat jelata. Angka pertumbuhan ekonomi memang akan naik tajam, ketika para kapitalis dapat peluang besar menanamkan modalnya. Tapi pertumbuhan itu hanya pertama-tama untuk sang kapitalis dan segelintir elit pejabat dan politisi yang telah melapangkan jalan bagi pengusaha. Sedang rakyat jelata mendapat berbagai malapetaka, mulai dari kehilangan hutan tanah sumber kehidupan, bencana yang datang oleh kerusakan alam sampai berbagai kekeringan dan banjir serta penyakit. Ini semuanya belum tentu sebanding dengan pajak yang diberikan oleh para kapitalis pada negara tempat rakyat tertindas ini berada.
Gedung pencakar langit, jalan bebas hambatan dan hotel mewah, memang dapat dibangun oleh sang kapitalis. Tapi itu bukan kebutuhan utama rakyat. Dan bukan itu pada hakikatnya tujuan pembangunan yang sebenarnya. Apa gunanya segala sarana kemewahan ini, jika ternyata hanya digunakan untuk maksiat seperti perjudian, minuman keras, pelacuran, hiburan mengumbar nafsu dan segala praktik ribawi. Apa artinya segala kemewahan yang materialistik dalam kehidupan yang tak punya akhlak mulia. Ini semuanya tak bernilai untuk menghadapi maut, yang kita pasti akan menjumpainya. Sampai kapan kita akan membangkang terhadap aturan hidup yang paling sempurna yang telah diberikan oleh Allah melalui Rasul-Nya, yang menjamin memberikan keselamatan, ketentraman dan bahagia, baik untuk hidup dunia yang singkat apalagi untuk hidup akhirat yang kekal abadi.***
UU Hamidy; Budayawan (dimuat di koran Riau Pos, Sabtu 17 Februari 2012 dan http://www.riaupos.co/opini serta di http://hizbut-tahrir.or.id/category/analisis/)
Selamat Datang Fetih 1453
backsound; Adakah Kau Lupa by Alarm-me
Sejarah merupakan sebuah elemen penting peradaban, maka untuk itulah sejarah dipelajari dan diajarkan. “Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah”, kata bung Karno. Akan tetapi di abad modern dan digital saat ini sejarah tidak cukup tampil dalam buku tebal dan kuliah atau pelajaran yang membosankan. Di era ini sejarah harus tampil cantik dan memikat agar tidak dianggap sebagai pelajarannya orang kuno. Jepang membingkai sejarahnya dalam bentuk novel dan di awal dekade lalu mereka mempromosikan sejarahnya dalam bentuk komik. Barat lebih hebat lagi, mereka menghidupkan sejarahnya dalam bentuk pita seluloid alias film. Umat Islam justru tampil mengenaskan, sejarah kegemilangannya banyak dimanipulasi, ditambah sikap umat Islam sendiri yang malas untuk belajar dan membaca. Maka tidak aneh jika hari ini kita saksikan banyak siswa sekolah Islam tidak paham dan hapal bahkan buta sama sekali dengan sejarah Islam walaupun sejak dulu pelajaran sejarah Islam diajarkan di sekolah-sekolah Islam. Hal itu tidak aneh karena banyak dari guru-guru sejarah Islam yang juga tidak paham bahkan buta sama sekali dengan sejarah Islam. Hari ini kita bisa menyaksikan bahwa buku sejarah yang mengupas sejarah Islam yang valid dan tidak tendensius sangat sedikit. Jumlahnya semakin sedikit bila menyangkut sumber sejarah Islam yang berbentuk fiksi. Dan akan semakin langkah sumber sejarah Islam yang berbentuk film atau sinema. Dulu kita pernah menyaksikan film sejarah kehidupan Rasulullah Saw yang berjudul “The Message”, tapi generasi Islam saat ini pasti merasa bosan menyaksikan film buatan tahun 70-an tersebut. Terakhir kita menyaksikan sepak terjang Shalahuddin Al Ayyubi di film kolosal Ridley Scott “Kingdom Of Heaven” itupun dibuat 2005 silam, setelah nyaris tidak ada satupun film yang mengangkat kegemilangan Islam baik lokal (Indonesia) maupun internasional. Tapi di awal tahun 2012 ini siap-siap kita mendapat kejutan. Poster di atas bukan poster buatan orang iseng yang rindu film sejarah Islam, juga bukan disain sampul terbaru buku ust. Felix Siauw yang berjudul “Muhammad Al Fatih 1453″. Poster di atas adalah poster film yang Insya Allah dirilis bulan Februari ini. Sebuah film epik kolosal yang mengisahkan pembebasan Konstantinopel oleh jenderal brilian yang diramalkan Rasulullah Saw, Sultan Muhammad II Al Fatih. Kita berharap semoga film ini segera diputar di tanah air, juga semoga mampu menjadi inspirasi bagi sineas film lokal untuk membuat film sejarah Islam yang berkualitas, tapi yang lebih penting semoga film ini mampu membuka mata kaum muslimin terutama generasi muda akan kegemilangan Islam di masa lalu.
(film ini hitung-hitung sebagai obat kangen juga sekaligus hidangan pembuka sambil menunggu film “The Prophet”, film sejarah kehidupan Rasulullah Saw yang entah kapan dirilis. Untuk info dan trailer film “Fetih1453″ silahkan ente cari sendiri di inetrnet)



