Band of Brothers adalah sebuah miniseri yg diproduksi oleh stasiun HBO. Serial ini diproduseri oleh Tom Hank dan Steven Spielberg yg pernah bekerjasama membuat salah satu film tentang PD II yaitu Saving Private Ryan. Kisah Band of Brothers (selanjutnya disingkat BoB) merupakan adaptasi dari buku yg berjudul sama karangan Stephen E Ambrose. Buku ini merupakan catatan jurnalistik terbaik yg bertema perang selain Hiroshima (John Hersey, 1950-an) hingga Black Hawk Down-nya Mark Bowden. Kisah BoB berpusat pada Kompi E (Easy Company) 101st Airborne yg merupakan salah satu pasukan paratrooper atau lintas udara yg terlibat dalam palagan Eropa pada saat PD II. Dimulai dari masa latihan di kamp Toccoa kemudian berlanjut ke pendaratan di Normandy Prancis pas D-Day, operasi Market Garden di Belanda, pertempuran di hutan Ardennes di Belgia, hingga penemuan kamp konsentrasi NAZI di pedalaman Jerman dan Sarang Elang Hitler di Austria.
Kompi E merupakan salah satu unsur militer pada PD II yg melakukan perjalanan paling panjang mulai dari Amerika, Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, menyeberang ke Jerman hingga ke Austria. Mungkin hanya pasukan Panzerkrieg Jerman pimpinan Erwin Rommel yg mampu mengalahkan rute terjauh mereka. Kompi E juga menjadi bagian penting dari kemenangan pihak Sekutu di Eropa sekaligus sebagai salah satu penyumbang korban terbanyak selama perang. Selama masa-masa tugas di Eropa inilah kisah mereka bergulir dan menciptakan “ikatan persaudaraan” di antara para anggotanya.
Karena bergenre perang, maka BoB menghadirkan kisah yg kompleks. Mulai dari action, komedi, drama, hingga horor, bahkan karena alurnya yg panjang BoB bahkan menghadirkan kisah cinta. Hampir di setiap episode BoB dibumbuhi dg aksi tembak menembak. Kisah dramatis dimunculkan dg menyajikan sisi humanis para prajurit di medan perang. Bagaimana seorang prajurit terbaik bisa stress ketika melihat satu persatu temannya tewas hanya dalam waktu satu hari. Juga diperlihatkan bagaimana para prajurit berubah dan mengalami kecanduan perang akibat penugasan yg terlalu lama (tiga tahun perang Eropa), akibatnya mereka menjadi mudah curiga dan buat prajurit muda efeknya mereka mudah menembak orang lain (termasuk atasannya). BoB juga menyajikan horror, seperti bagaimana suasana pertempuran di hutan Ardennes di dekat kota Bastogne Belgia. Pada pertempuran ini Kompi E terkepung oleh unit pasukan NAZI. Di tengah badai salju yg berbulan-bulan, minim amunisi dan perbekalan, serta ancaman senapan mesin dan artileri Jerman mereka bertahan dan mampu menyelesaikan misi merebut Ardennes. Dalam pertempuran ini Kompi E banyak kehilangan prajurit (baik yg tewas maupun cacat), sampai-sampai salah seorang veteran mengatakan, “kalau aku melihat badai salju melanda maka aku katakan kepada keluargaku, untung ini bukan Bastogne.”.
Humor dan kelucuan-kelucuan juga dimunculkan dalam BoB. Seperti aksi prajurit Luz yg meniru suara salah seorang Mayor untuk menggoda Kapt. Sobel (salah seorang petinggi yg sok kuasa tapi bodohnya minta ampun dan diperankan David Schwimmer) agar memotong pagar kandang sapi dan akibatnya sapi-sapi dari peternakan terdekat meluber ke halaman markas mereka. Juga tentang mitos Kapt. Speirs yg diceritakan suka membunuh anak buahnya yg tidak becus dan para tawanan Jerman, tapi sebelum membunuh Speirs suka menawari rokok kepada mereka sehingga para korbannya tidak curiga. Akibatnya tidak satupun prajurit yg mau apabila ditawari rokok oleh Speirs meskipun dalam keadaan yg menggigil sekalipun. Di akhir kisah Speirs akhirnya ditampilkan sebagai seorang hero yg sangat pemberani dan menjawab rumor tersebut dg sangat filosofis.
Yang cukup mengejutkan adalah ketika BoB memunculkan sedikit kisah asmara dalam salah satu episodenya. Akan tetapi kisah ini terkesan sangat alami dan tidak dipaksakan. Kisah tersebut justru menjadi penguat pada cerita utamanya. Kisah ini sendiri berawal dari pertemuan dokter Kompi dg seorang perawat di kota kecil Bastogne yg menjadi basis pertahanan Sekutu dari kepungan Jerman. Sang dokter bolak-balik ke rumah sakit mengantar rekannya yg terluka dari garis depan. Dari sinilah bibit cinta tersebut muncul, akan tetapi sang dokter dan perawat tersebut sama-sama tidak mau menytakan rasa yg muncul di hati mereka. Hingga akhirnya armada AU Jerman membombardir Bastogne dan meratakan rumah sakit. Akhir kisah diperlihatkan bagaimana sang dokter duduk termenung di atas reruntuhan rumah sakit sambil memegang erat ikat kepala sang perawat, jasad perawat tersebut tidak pernah ditemukan.
Band of Brothers, kisah dimana persaudaraan disatukan tidak hanya dengan perasaan tapi juga adanya kesatuan pemikiran. Kisah dimana manusia siapapun dan darimanapun dia berasal dapat bersatu dalam satu jiwa untuk menyelesaikan sebuah misi. Band of Brothers, sebuah judul yg uniknya diambil dari cuplikan pidato seorang Jenderal NAZI Jerman dihadapan prajuritnya ketika menyatakan menyerah kepada Kompi E 101st Airborne yg menjadi inti cerita ini.
Inilah sekilas tentang kisah Band of Brothers yg saya tonton beberapa minggu terakhir. Kebetulan kaset CDnya saya temukan di rental langganan saya. Meskipun saya udah nonton di TV (klo gak salah dulu pernah ditayangin ama TransTV), saya gak puas klo tidak nonton lagi. Lagipula miniseri ini keren dan sangat saya sarankan agar anda menontonnya. Daripada nonton “Manohara”, “Dewi”, “Cinta Fitri”, atau “Inayah” mending nonton Band of Brothers. Kisah sejarah dan pesan yg disampaikan lebih mendalam serta lebih mendidik. Ya tapi tergantung kita apakah ma uterus menerus menonton tontonan yg menguras air mata kecerdasan kita atau sedikit melongok keluar dan menyadari bahwa kita manusia diciptakan oleh Tuhan dalam kondisi yg istimewa.
Band of Brothers
Agustus 2, 2009 oleh burjo


I’m watching this series all the time,
Winter dan Speirs tentunya menjadi legenda…
for the real refference :
http://www.101airborneww2.com/bandofbrothers.html