(buat Anas yg sudah ngenalin gw lagu keren ini, juga untuk seorang bidadari yg berjanji menemani sisa hidupku dan menjadi belahan jiwaku)
Har Ghadi Badal Raha Hai Roop Zindagi
Chaav Hai Kabhi Kabhi Hai Dhoop Zindagi
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
Har Ghadi Badal Raha Hai Roop Zindagi
Chaav Hai Kabhi Kabhi Hai [...]
Arsip untuk ‘Sajak Tukang Molor’ Kategori
Kal Ho Na Ho
Diposkan dalam 1, Catatan di sekitar hidupku, Sajak Tukang Molor pada November 11, 2009 | Leave a Comment »
Lima Syair Tentang Warisan Harta
Diposkan dalam Sajak Tukang Molor, anti demokrasi, demokrasi gak asik pada November 7, 2009 | 1 Komentar »
(1)
Inilah syair pertama tentang secercah sejarah
Mengenai nabi Muhammad menjelang wafat
Ketika sakit beliau sudah terasa berat
Pada tabungannya yang sedikit jadi teringat
Menyedekahkannya belumlah lagi sempat
Maka Rasulullah berkata pada Aisyah
“Aisyah, mana itu ashrafi?
Sedekahkanlah segera di jalan Allah
Berikanlah secepatnya pada orang tidak berpunya
Bila masih ada harta kutinggalkan
Di rumahku ini, pasti itu bakal jadi rintangan
Dan aku tak aman menghadap Tuhan.”
Sesudah [...]
Sebuah Tanya
Diposkan dalam Lawan penjajah, Sajak Tukang Molor pada Agustus 18, 2009 | 1 Komentar »
Ketika air, minyak, emas, perak, ikan, tanah, hingga udara negeri ini telah tergadai dan dikuasai oleh asing, sebuah tanya mengendap dalam tempurung kepala dan menjadi kerak di salah satu pojokan otak;
Benarkah Kita Sudah Merdeka?
Benarkah Kita Sudah Bebas Dari Penjajahan??
Lalu Mengapa Perjuangan Kita Hentikan???
Pemilu dalam Cerita Sinetron di Tivi
Diposkan dalam Sajak Tukang Molor, anti demokrasi pada Maret 30, 2009 | Leave a Comment »
Seperti mimpi, begitu pula kisah sinetron di Tivi
Kisah seorang gadis cantik anak orang kaya yang dibuang oleh om/tante, ibu tiri, atau pembantu yang jahat kemudian akhirnya kembali mendapat kekayaannya kembali.
Atau kisah seorang cowok cakep dan agak canggung yang digilai anak orang kaya, terlibat konflik hingga akhirnya happy ending si cowok jadi menantu dan direktur canggung [...]
Long Road To Heaven
Diposkan dalam Sajak Tukang Molor pada Maret 19, 2009 | Leave a Comment »
Ketika jasadnya disucikan,
Dan digenggam oleh bumi ..
Ketika nafasnya direguk habis oleh izroil
Dan nyawanya diletakkan di telapak tangan Tuhan ..
Bukan berati ia mati
Sebab Kawan kami tidak akan pernah mati
Ia hanya menjadi seekor burung,
Yang melayang-layang mengajarkan kami
Perihal revolusi bumi mengelilingi matahari
Ia hanya menjadi seekor burung
Yang kembali terbang bersama kawanannya,
Mengkhatamkan transmigrasi jiwa ..
Dari dunia yang fana menuju [...]
Kabhi Alvida Na Kehna
Diposkan dalam Sajak Tukang Molor, moviehoolic, sebuah pesan & kisah pada Februari 10, 2009 | Leave a Comment »
Tum ko bhi hai khabar
Mujhko bhi hai pata
Ho raha hai judaa
Dono ka raasta
Dur jaake bhi mujhse tum meri yaadon main rehna
Kabhi alvida na kehna
Kabhi alvida na kehna
Tum ko bhi hai khabar
Mujhko bhi hai pata
Ho raha hai judaa
Dono ka raasta
Dur jaake bhi mujhse tum meri yaadon main rehna
Kabhi alvida na kehna
Kabhi alvida na kehna
Jitni thi [...]
Pelesetannya lagu Jamrud
Diposkan dalam 1, Catatan di sekitar hidupku, Fomat masa depan, Sajak Tukang Molor, sebuah pesan & kisah pada Januari 10, 2009 | Leave a Comment »
Aku di sini, kau ada di sana
terbentang luas perbatasan negeri memisahkan kita
ingin ku berjihad di sampingmu, tapi sayang negaraku melarang
aku di sini, kau ada di sana
terbentang luas perbatasan negeri memisahkan kita
ingin ku rasakan deritamu tapi sayang paspor pun ku tak punya
reff
hancurkan batas ini
robohkan sekat ini
satukan dalam naungan aqidah
terapkan syariat
tegakkanlah khilafah
yangkan menyatukan kita dalam naungan Islam
mungkin [...]
Love Letter
Diposkan dalam Fomat masa depan, Sajak Tukang Molor, untukmu Al Aqsa pada Desember 30, 2008 | Leave a Comment »
Kepada Adinda
Di rumah
Semoga rahmat Allah tetap tercurah kepadamu dan keluarga
Assalamualaikum. Wr. Wb
Dinda tidak terasa hampir satu tahun hubungan ini telah terjalin. Kalau boleh jujur, sebenarnya tak ingin ku tulis risalah ini. Hingga, hingga tak sengaja ku melihat kembali gambar dirimu, hingga berkelebat kembali kenangan indah saat awal mula pertemuan kita. Saat-saat indah tika [...]
Mendoakan Khatib Jum’at agar Mendoakan
Diposkan dalam Sajak Tukang Molor, artikel tamu, untukmu Al Aqsa pada Desember 30, 2008 | Leave a Comment »
….
Ada perang panjang di Palestina, Kashmir, Afghanistan, dan Filipina Selatan
Beratus-ribu perempuan, lelaki, dan kanak-kanak digilas penderitaan
Di atas Baghdad pesawat pembom menderu berminggu-minggu
Membuat puing dan kawah di tengah kota, mencecerkan bahan mesiu
Aku masuk sebuah masjid suatu Jum’at tengah hari
Tak kudengar khatib mendoakan mereka
Tak kudengar qunut nazilah dibacakan imam pada raka’at kedua
….
Berjuta penduduk miskin dicekik permainan judi
Beribu [...]
Untukmu Al Aqsa
Diposkan dalam Sajak Tukang Molor, sebuah pesan & kisah pada Desember 29, 2008 | Leave a Comment »
ketika riuh ribuan bom menghujani bumimu
seakan bergetar pula tanah kampung kelahiranku
ketika rumah-rumah, masjid-masjid rebah oleh garukan buldoser
seakan roboh pula mushola tempatku mengaji dulu
ketika para bocah menyongsongsong tank dg sambitan batu
kulihat wajahku dulu yg berlari diantara pematang sawah
Al Aqsa jauh engkau dariku, tapi suara azanmu yg membangunkanku untuk segera berwudhu
Al Aqsa tanah seribu peluru, berselimut darah [...]

