<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Filosofi BURJO</title>
	<atom:link href="http://burjo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://burjo.wordpress.com</link>
	<description>Nulis Sak Ikhlase Mbenerno Pemikiran Sing Mlengse..Nyampekno Islam Mumpung Sik Onok Ambe&#039;ane!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 09:30:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='burjo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Filosofi BURJO</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://burjo.wordpress.com/osd.xml" title="Filosofi BURJO" />
	<atom:link rel='hub' href='http://burjo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mabuk Bae</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2012/01/24/mabuk-bae/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2012/01/24/mabuk-bae/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 12:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[antologi Mamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=1411</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Assalamualaikum..nama saya Slamet, lengkapnya Slamet Prawirodirjo. Pekerjaan saya ada dua, yang berprofit adalah sebagai penjual pentol plus asisten tukang tambal ban, sedangkan yang berpahala saya merangkap sebagai tukang bersih-bersih mushola kampung saya. Alamat terkadang saya tinggal di rumah warisan bapak saya tapi lebih sering tidur di mushola, ya semoga saya dapat masuk surga karena hati, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1411&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://burjo.files.wordpress.com/2012/01/image007zm5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1412" title="image007zm5" src="http://burjo.files.wordpress.com/2012/01/image007zm5.jpg?w=538&#038;h=404" alt="" width="538" height="404" /></a>&#8220;Assalamualaikum..nama saya Slamet, lengkapnya Slamet Prawirodirjo. Pekerjaan saya ada dua, yang berprofit adalah sebagai penjual pentol plus asisten tukang tambal ban, sedangkan yang berpahala saya merangkap sebagai tukang bersih-bersih mushola kampung saya. Alamat terkadang saya tinggal di rumah warisan bapak saya tapi lebih sering tidur di mushola, ya semoga saya dapat masuk surga karena hati, pikiran, jiwa, dan raga saya terikat ama mushola. Dulunya saya penghuni komplek bank, maksudnya adalah saya tinggal di gang sempit dekat terminal bemo, yang kalau orang lewat sering bilang, &#8220;permisi bank..permisi bank&#8230;&#8221;, alias tinggal di pangkalan tukang mabuk. Saya dulu tukang mabuk alias mabuker merangkap preman cap cicak plus pengangguran. Terus terang menjadi pengangguran itu meresahkan ditambah menjadi preman plus tukang mabuk. Lebih-lebih menjadi tukang mabuk, saya merasakan banyak ruginya. Pertama, mabuk merugikan secara ekonomi. Pas uang saya banyak saya biasa memborong bir, arak beras, topi miring atau cap tikus, bila uang mulai menipis saya membeli spirtus campur alkohol 70%, bila uang mulai cekak, saya <em>urunan</em> membeli lem Aibon buat disedot bareng-bareng, bila uang mulai langka saya pergi ke sawah mencari bunga kecubung sebagai pengganti alkohol, dan karena sawah semakin langka di kota ini biasanya saya menyetop truk, berdiri di atas bak sambil <em>mangap</em> selebar-lebarnya, biasanya jarak 10 km saya sudah muntah-muntah dan hilang kesadaran. Ya, mabuk membuat bokek dan membuat orang jadi setengah gila bahkan gila. Kedua, mabuk merugikan diri sendiri. Ya, mabuk membuat badan saya rusak, liver saya bolong-bolong, bahkan bikin nafas ngos-ngosan walau hanya lari sejauh 10 meter. Selain itu mabuk membuat jati diri saya hilang, saya sering bikin malu, mulai dari balapan motor di kolam pancing, renang gaya bebas di got depan rumah, hingga menjadi terdakwa kasus pelecehan seksual karena menggoda kambing si Roni. Bahkan mabuk nyaris menghilangkan nyawa saya, saya nyaris terbakar hidup-hidup gara-gara pas mabuk saya menduduki kompor yang menyala karena menyangka kompor tersebut adalah roket dan saya sebagai astronot NASA yang mau terbang ke bulan. Ketiga, mabuk juga merugikan orang lain bahkan membahayakan nyawa. Perlu anda ketahui memang alkohol bisa menjernihkan suara tape recorder yang <em>mbrebet</em> tapi jangan sekali-kali mencoba memasukkan alkohol ke tenggorokan anda, karena bukan suara yang jernih yang akan keluar tapi suara <em>sember</em> dan bikin jengkel orang banyak. Saya pernah nyaris mati dipukuli massa gara-gara malam-malam menyanyikan lagu nasional dengan gaya underground menggunakan mik mushola, waktu itu saya sedang mabuk dan menyangka sedang mengikuti audisi Indonesian Idol. Orang mabuk itu berbahaya, kalau disuruh jadi sopir angkot pasti angkot ama penumpangnya dihancurin karena merasa jadi stuntman, disuruh jadi tukang sate malah bakar orang, disuruh jadi tambal ban malah ledakkin tabung kompresor, disuruh jadi tukang becak malah akrobat, disuruh jadi tukang sapu malah bergaya ala Harry Potter terjun naik sapu dari jembatan penyeberangan, untung gak disuruh jadi presiden bisa-bisa negeri ini dijual secara murah dan rakyatnya dijadikan budak atau jadi bahan bakar sabun. Ya, mabuk lebih berbahaya daripada rokok karena bisa membunuh langsung di tempat baik pelaku maupun orang di sekelilingnya. Maka wahai penguasa segera anda berantas pengangguran, juga segera berantas peredaran miras sampai ke akar-akarnya karena sudah tak terhitung orang yang dirugikan bahkan mati karena minuman keras. Atau kalau memang anda merasa tidak mampu  maka jangan larang orang untuk mengaji, jangan larang orang mau memperjuangkan Syariat Islam, dan jangan musuhi atau menyebut mereka teroris gara-gara pingin menegakkan Daulah Khilafah, karena hanya ini satu-satunya solusi memberantas kejahatan minuman keras. Atau jangan-jangan anda cuek karena telinga dan mulut anda sudah disumpal uang pengusaha mirasmaka kalau sudah begini jangan salahkan siapa-siapa  kalau suatu saat miras dijadikan minuman khas negeri ini, penguasa dan rakyatnya doyan mabuk, pembunuhan, kerusuhan, dan kekacauan terjadi di seluruh negeri, bahkan lagu kebangsaannya pasti diganti menjadi lagu dangdut koplo &#8220;Mabuk Bae&#8221;. Demikian dari saya sekian dan terima kasih Wassalamualaikum wr wb&#8221;</p>
<p>Mamat memegang perut dan mengusap matanya, karena bingung entah mau tertawa terbahak-bahak atau menangis haru ketika mendengar orasi lugu dari sahabat kentalnya si Slamet di arena Tabligh Akbar, tapi yang pasti Mamat setuju dengan Slamet, Ya segera berantas miras dan terapkan Syariat Islam dalam bingkai Daulah Khilafah, karena kalau tidak bisa-bisa generasi muslim di negeri ini lama-lama jadi generasi mabuk bae.</p>
<br />Filed under: <a href='http://burjo.wordpress.com/category/antologi-mamat/'>antologi Mamat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/burjo.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/burjo.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/burjo.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/burjo.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/1411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1411&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2012/01/24/mabuk-bae/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2012/01/image007zm5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image007zm5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rp 50.000,00 (Lima Puluh Ribu Rupiah)</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2012/01/18/rp-50-00000-lima-puluh-ribu-rupiah/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2012/01/18/rp-50-00000-lima-puluh-ribu-rupiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 12:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menulis untuk perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=1397</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu masa saya pernah terlibat obrolan dengan para blogger di kampus. Berawal dari seorang adik angkatan yang mengetengahkan tema &#8220;meraup rupiah melalui blog&#8221;. Mendengar kata rupiah sontak membuat telinga para mahasiswa yang emang dari sononya udah lambing semakin lancip. Obrolan pun membesar bak lagunya Sule alias bola salju, merasa tema obrolannya ditanggap orang adik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1397&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://burjo.files.wordpress.com/2012/01/scan0001.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1406" title="scan0001" src="http://burjo.files.wordpress.com/2012/01/scan0001.jpg?w=538&#038;h=268" alt="" width="538" height="268" /></a></p>
<p>Pada suatu masa saya pernah terlibat obrolan dengan para blogger di kampus. Berawal dari seorang adik angkatan yang mengetengahkan tema &#8220;meraup rupiah melalui blog&#8221;. Mendengar kata rupiah sontak membuat telinga para mahasiswa yang emang dari sononya udah lambing semakin lancip. Obrolan pun membesar bak lagunya Sule alias bola salju, merasa tema obrolannya ditanggap orang adik angkatan saya tadi makin menjadi. Ia menjadi pembicara tunggal sekaligus moderator, ia menerangkan bahwa rupiah bisa diraup melalui blog dengan cara yang mudah, gak pake buka usaha jualan celdam online, atau jadi bandar judi buntut via internet, atau ngehackin ATM umum, atau melakukan penipuan via SMS, atau bikin program mirip si kriwil Zuckerberg dengan facebooknya, cukup diam, duduk, dan nulis dengan istiqomah. Salah seorang jamaah mengacungkan tangan mirip iklan obat pinter, &#8220;terus duitnya muncul darimana?&#8221;, karena udah bakatnya jadi sales adik angkatan tadi menerangkan bahwa ketika pengunjung blog kita semakin banyak, maka iklan akan antri masuk ke blog kita, dan ketika kita dengan rela hati memajang banner iklan di wajah blog kita maka mulai saat itu rupiah akan datang mendekati kita. Pada akhirnya dia memberi tips bahwa agar iklan masuk syaratnya adalah minimal blog kita dikunjungi 500 pengunjung. Maka bisa ditebak pemirsa sebagian besar peserta diskusi sore tersebut menumpahkan tangannya ke jidat masing-masing karena sebagian besar belum memiliki blog (boro-boro bikin blog, bayar kos-kosan aja ngutang), bahkan ada yang gak tau blog itu jenis makanan apa, dan kalaupun di antara para diskuser tadi udah memiliki blog rata-rata baru dikunjungi antara 4 sampai 50 orang saja (yang 4 orang pengunjungnya hanya keluarga di rumah sedang yang 50 paling-paling teman sekelas). Hanya dua orang yang sore tersebut tidak menabok jidatnya, bukan karena tak berjidat atau gara-gara di jidatnya tumbuh bisul sebesar bola pingpong, karena memang hanya dua orang tersebut yang blognya memenuhi syarat dan ketentuan di atas. Orang yang pertama dari tadi senyum-senyum sambil ngomong bahwa blognya telah dikunjungi 488 orang tinggal 12 orang untuk mencapai angka 500, pemirsa sudah bisa menebak siapa orang yang senyum-senyum tadi, yup tak lain dan tak bukan adalah adik angkatan saya yang tadi telah dengan gagah berani bertindak sebagai MC, moderator, pembicara, plus produser pelaksana dalam acara diskusi sore tersebut. Sedangkan orang berikutnya dari tadi diam di pojokan sehingga memunculkan banyak tanda tanya dan akhirnya melahirkan sebuah wawancara.</p>
<p>Moderator : mas gak tau apa itu blog??</p>
<p>Narasumber : Tau..</p>
<p>Moderator : Kok dari tadi diem aje? Emang situ punya blog?</p>
<p>Narasumber : Emang kalau punya saya harus pamer</p>
<p>Moderator : he..he..he..sori mas, emang blog mas udah dikunjungi berapa orang</p>
<p>Narasumber : (dengan enteng dan tanpa beban) 1500</p>
<p>Moderator : wicks buanyak bangettt, udah dipasangi iklan mas, potensial tu untuk menggali uang</p>
<p>Narasumber : gak perlu, saya gak berminat</p>
<p>Moderator : wah rugi banget mas, pengunjung sebanyak itu pasti yang pengen ngiklan di blog sampean pada antri</p>
<p>Narasumber : mas, niat saya ngeblog itu bukan buat itung-itungan ama pembuat iklan. saya niat bikin blog buat mencerahkan manusia, membangunkan kaum muslimin dari tidur panjangnya, dengan begitu saya gak peduli mau blog saya ditempati iklan atau gak, karena niat awal saya hanya mau itung-itungan ama Gusti Allah saja.</p>
<p>Ya, itulah jawaban orang kedua yang sore itu membuat banyak mulut menganga secara ikhlas mirip reptil purba bernama buaya. Terkesan idealis, tapi memang jawaban itu yang saya dengar dengan telinga kepala langsung. Tentu banyak pemirsa yang bertanya di manakah posisi saya sore itu, ah pemirsa semuanya pasti sudah bisa menebak jawabannya.</p>
<p>Apa sih indikator kesuksesan seorang blogger? Apakah hanya sampai pada dibukukannya blog tersebut? Begitulah pernyataan yang saya baca pada artikel di salah satu blog Kompasiana. Penulis seakan ingin menggugat kembali indikator kesuksesan seorang blogger. Memang selama ini indikator kesuksesan para blogger di tanah air adalah ketika blog mereka dicetak menjadi buku, contohnya mulai dari Raditya Dika, Trinity, bang Divan Semesta sampai blog Filosofi Burjo (walaupun yang terakhir bukunya masih seret laku). Ternyata menurut artikel tersebut ngeblog tidak hanya menghasilkan hal di atas tapi bisa lebih dari itu. Terbukti blogger tersebut mampu mendapat mobil, rumah, hingga jalan-jalan gratis keliling Asia dari aktivitas ngeblognya. Blogger tersebut memang tidak menghasilkan buku best seller, tetapi blognya beberapa kali memenangi lomba ngeblog. Ada pula blogger yang jadi jutawan mendadak karena blognya sejak awal didesain menjadi reklame iklan umum. Tentu apabila mendengar kata &#8216;rumah&#8217;, &#8216;mobil&#8217;, &#8216;jalan-jalan gratis&#8217;, atau &#8216;jutawan&#8217;, membuat motivasi menjadi berlipat-lipat mirip tikar. Tapi apakah hanya untuk itu kita membuat blog? Apakah hanya untuk tujuan tersebut kita bercapek-capek ria menulis?</p>
<p>Jujur apabila ditawari hal di atas saya tidak akan menolak, tapi saya selalu teringat diskusi pada sore itu. Mengingatnya membuat laki-laki ini kembali ke rumah asasinya. Membuat saya mengingat kembali apa tujuan saya membuat blog ini. Setidaknya ada dua tujuan mengapa saya membuat, bertahan, dan menjaga serta merawat baik-baik blog ini. Pertama, tujuan saya membuat blog hanya untuk menghordeni semangat menulis. Saya menulis, maka saya butuh media. Ketika banyak media membuat saya terbelenggu dan tidak mampu menampilkan diri secara apa adanya, saya selalu teringat nasehat bos Openmind Minimagz (yg udah lama tinggal di Davy Jones Locker), &#8220;Kuasai media, kalau tidak bisa ya udah buat media sendiri..beres urusan&#8221;. Maka lahirlah blog ini sebagai bagian dari hidup saya. Saya bisa belajar, merangkak, tertawa, romantis, berteriak, marah, hingga tersenyum bahkan diam membisu di blog ini. Ya, blog Filosofi Burjo hadir karena saya mem&#8221;butuh&#8221;kannya, bukan karena saya &#8220;harus&#8221; mengikuti lomba ini-itu, juga bukan karena saya &#8220;mau&#8221; pamer di depan calon mertua. Karena saya butuh maka saya sudah menganggap blog ini bagian dari hidup saya bersama aktivitas menulis yang beberapa tahun ini saya geluti.</p>
<p>Sedangkan alasan saya yang kedua adalah saya ingin membuat tanda di alam semesta. Begitulah salah satu pesan guru saya, Ust Faqih, yaitu jangan pernah meninggalkan dunia sebelum kita membuat tanda di alam semesta. Oleh karena itu saya menulis. Mungkin saya tidak mampu membuat buku berjilid-jilid sebagaimana Al Ghozali, Ibn Taimiyah, atau Ibn Hajar Al Asqolani. Saya mungkin juga tidak mampu menjadi penakluk pembebas negeri sebagaimana Kholid bin Walid, Sholahuddin, Al Fatih, Thoriq, atau para Walisongo. Saya mungkin tidak pernah mampu menghadirkan gunung dan samudra, tapi saya mencoba ambil bagian dalam urunan sebutir pasir yang membentuk gunung dan setetes air yang menjelma samudra. Maka blog ini dibuat tidak hanya memuat syair tentang dedaunan, gemerisik anging, rintik hujan, dan kabut tengah malam. Blog ini saya buat untuk mengabarkan tentang kabar saudara kita yang hidupnya tersia-sia, juga sebagai tamsil buruk bagi penguasa. Blog ini juga memuat masa lalu yang gemilang dan masa depan cerah yang akan segera menjelang. Ya, blog ini saya buat sebagai teman ingatan ketika kita bertafakkur di keheningan malam, penyemangat ketika berlari mengejar cita, pembangkit ketika kita lelah, dan sebagai penguat ketika tali tiang gantungan telah melilit di leher kita.</p>
<p>Inilah cita-cita yang ingin saya wujudkan ketika saya membuat blog ini. Terkesan idealis tapi semoga menjadi pengingat agar saya selalu istiqomah dalam cita ini. Terlihat sangat sulit bagi orang lain-apalagi di era saat ini yang semakin materialis-, tapi Insya Allah mudah bagi saya. Lalu bagaimana dengan ANDA???</p>
<p>(Persembahan bagi 50 ribu pengunjung Filosofi Burjo)</p>
<br />Filed under: <a href='http://burjo.wordpress.com/category/menulis-untuk-perubahan/'>Menulis untuk perubahan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/burjo.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/burjo.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/burjo.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/burjo.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/1397/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1397&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2012/01/18/rp-50-00000-lima-puluh-ribu-rupiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2012/01/scan0001.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">scan0001</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Golongan 99%</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2012/01/02/golongan-99/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2012/01/02/golongan-99/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 13:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lawan penjajah]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat buat yg berkuasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=1390</guid>
		<description><![CDATA[BPS baru saja merilis bahwa angka kemiskinan di Indonesia tahun 2011 mengalami penurunan sekitar 0, 13 juta jiwa. Mendengar angka ini diumumkan banyak pakar ekonomi dan sosial negeri ini yang sewot. Bahkan ust. Felix Siauw menulis di Facebooknya berupa komentar yang berbunyi &#8220;Betul banget udah pada mati yang miskin, ada yang bunuh diri, ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1390&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://burjo.files.wordpress.com/2012/01/1024px-jakarta_slumlife30.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1391" title="1024px-Jakarta_slumlife30" src="http://burjo.files.wordpress.com/2012/01/1024px-jakarta_slumlife30.jpg?w=300&#038;h=126" alt="" width="300" height="126" /></a>BPS baru saja merilis bahwa angka kemiskinan di Indonesia tahun 2011 mengalami penurunan sekitar 0, 13 juta jiwa. Mendengar angka ini diumumkan banyak pakar ekonomi dan sosial negeri ini yang sewot. Bahkan ust. Felix Siauw menulis di Facebooknya berupa komentar yang berbunyi &#8220;Betul banget udah pada mati yang miskin, ada yang bunuh diri, ada yang saling bunuh, ada yang kelaperan, ada yang ketabrak busway, ada yang ketimpa jembatan, ada yang ketabrak kereta api, ada yang meledka bersama tabung gas elpiji, dll&#8221;. Saya setuju ama pendapat ust. Felix barusan. Pendapat ini sekaligus melengkapi pendapat bu Hendri Saparini di televisi yang menyebut bahwa angka di atas adalah itung-itungan ngawur dan tidak berpijak pada fakta. Beliau menambahkan bahwa angka tersebut hanya berdasarkan pada para penganggur full time bukan berdasarkan fakta bahwa masih banyak orang yang memilki pekerjaan tapi penghasilannya jauh di bawah rata-rata. Angka ini pasti tambah melonjak kalau kita berpijak pada spanduk yang nongol di SPBU (emang apa hubungannya???). Bukankah kita sering membaca spanduk bertuliskan &#8220;BBM bersubsidi alias Premium hanya untuk golongan tidak mampu alias miskin&#8221;, membaca spanduk ini pasti banyak yang dalam hatinya ngumpat &#8220;j****k, aku dipadhakno wong kere&#8221;. Bagaimana gak ngumpat lha wong yang antri beli premium sangat banyak (termasuk yang nulis).</p>
<p>Maka singkat kata, singkat cerita jangan-jangan BPS memalsukan angka. Lalu apa sih ruginya menyebutkan dengan jujur bahwa memang rakyat negeri ini masih buanyak yang miskin. Bahwa negeri ini jalan mundur menuju ke arah kebangkrutan. Bahwa kita ini ibarat tikus yang mati di lumbung padi. Toh rakyat di negeri ini sudah paham semua bahwa mereka termasuk golongan 99%. Golongan yang penghasilannya cuma cukup buat makan. Golongan yang rumahnya disusupi bom bernama elpiji. Golongan yang kalau nyuri sandal jepit aja langsung divonis 5 tahun penjara. Golongan yang selalu dikibulin tiap 5 tahun sekali (pake kaos rombeng lagi). Golongan yang kalau alim dikit dituduh teroris. Golongan yang kalau cari kayu bakar di hutan dituduh illegal logging. Golongan yang nambang emas pake tampah di sungai full buaya dituduh bekingi tambang liar. Golongan yang kalau cari kerja ke luar negeri sampai mati gak ada yang peduli. Golongan yang kalau teriak ditembak kalau diam mati kelaparan. Ya, kita ini adalah rakyat kecil yaitu sebuah golongan yang agak riskan apabila meminta dan berharap apapun pada pemerintah. Maka saran saya pemerintah janganlah macam-macam dengan golongan ini, karena golongan ini menyandang nama Allah Swt.</p>
<p>Maka mengapa pemerintah harus ngibul sedemikian rupa. Toh, fakta telah membuktikan bahwa mayoritas rakyat negeri ini mulai dari para ahli ngelem di stasiun, para penghuni gerobak sampah, tukang ojek bersepeda, bapak-bapak pengguna motor yang terjebak macet jalanan kota, hingga mbak-mbak SPG pengguna bus kota adalah masuk golongan miskin. Jangan-jangan di mata pemerintah rakyat di negeri ini telah menjelma menjadi gajah yang joget pogo. Entah apapun alasannya, entah untuk menaikkan citra, atau sinta, atau bambang, yang pasti pemerintah telah abai dan salah urus dalam mensejahterahkan rakyat. Sekarang yang harusnya jadi perhatian pemerintah adalah jangan sampai golongan 99% ini semakin muak dan murka, karena kalau sampai itu terjadi jangan salahkan siapa-siapa bila nasib penguasa negeri ini berakhir seperti Khadafi, Ben Ali, atau si Hosni.</p>
<br />Filed under: <a href='http://burjo.wordpress.com/category/anti-demokrasi/'>anti demokrasi</a>, <a href='http://burjo.wordpress.com/category/lawan-penjajah/'>Lawan penjajah</a>, <a href='http://burjo.wordpress.com/category/nasehat-buat-yg-berkuasa/'>nasehat buat yg berkuasa</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/1390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/1390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/1390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/1390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/burjo.wordpress.com/1390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/burjo.wordpress.com/1390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/burjo.wordpress.com/1390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/burjo.wordpress.com/1390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/1390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/1390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/1390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/1390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/1390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/1390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1390&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2012/01/02/golongan-99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2012/01/1024px-jakarta_slumlife30.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1024px-Jakarta_slumlife30</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raport Burjo Selama Tahun 2011</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2012/01/01/2011-in-review/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2012/01/01/2011-in-review/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 04:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan di sekitar hidupku]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=1382</guid>
		<description><![CDATA[The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog. Here&#8217;s an excerpt: The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 18.000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 7 sold-out performances for that many [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1382&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.</p>
<div style="background:url('/wp-content/mu-plugins/annual-reports/img/emailteaser.jpg') no-repeat center center;height:300px;"></div>
<p>Here&#8217;s an excerpt:</p>
<blockquote><p>The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about <strong>18.000</strong> times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 7 sold-out performances for that many people to see it. (Ruang konser di Sydney Opera House memiliki kapasitas kurang lebih 2700 kursi. Blog ini telah dibaca kurang lebih 18.000 kali selama 2011. Jika ini adalah konser di Sydney Opera House, maka dibutuhkan 7 kali pertunjukan untuk menampung semua orang tersebut di atas)</p></blockquote>
<p><a href="/2011/annual-report/">Click here to see the complete report.</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://burjo.wordpress.com/category/catatan-di-sekitar-hidupku/'>Catatan di sekitar hidupku</a>, <a href='http://burjo.wordpress.com/category/tidak-terkategori/'>Tidak terkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/burjo.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/burjo.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/burjo.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/burjo.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/1382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1382&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2012/01/01/2011-in-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kritik Politik Dalam Syair Lir Ilir</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2011/12/31/kritik-politik-dalam-sayair-lir-ilir/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2011/12/31/kritik-politik-dalam-sayair-lir-ilir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 14:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=1373</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita mendengarkan tembang atau syair Lir Ilir, sebuah tembang yang dulu populer untuk mengiringi dolanan atau permainan anak-anak. Di kemudian hari tembang ini kembali dipopulerkan oleh budayawan Emha Ainun Najib, maknanya yang “dalam” konon oleh sebagian orang dianggap sebagai penentram hati. Tapi pernahkah terbersit di kepala kita bahwa dibalik tembang Lir Ilir tersimpan sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1373&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://burjo.files.wordpress.com/2011/12/muslim-supporter-of-the-indonesian-section-of-the-pan-islamic-organisation-hizbut-tahrir-holds-a-flag-in-the-road-during-a-protest-against-this-weeks-visit-by-us-president-barack-obama.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1374" title="A Muslim supporter of the Indonesian sec" src="http://burjo.files.wordpress.com/2011/12/muslim-supporter-of-the-indonesian-section-of-the-pan-islamic-organisation-hizbut-tahrir-holds-a-flag-in-the-road-during-a-protest-against-this-weeks-visit-by-us-president-barack-obama.jpg?w=300&#038;h=202" alt="" width="300" height="202" /></a>Pernahkah kita mendengarkan tembang atau syair Lir Ilir, sebuah tembang yang dulu populer untuk mengiringi dolanan atau permainan anak-anak. Di kemudian hari tembang ini kembali dipopulerkan oleh budayawan Emha Ainun Najib, maknanya yang “dalam” konon oleh sebagian orang dianggap sebagai penentram hati. Tapi pernahkah terbersit di kepala kita bahwa dibalik tembang Lir Ilir tersimpan sebuah kritikan pedas terhadap penguasa, sebuah kritikan politik yang sekaligus sebuah tamsil akan segera terjadinya revolusi atau perubahan di sebuah negeri juga sebagai penegas akan pola dakwah para Walisongo yang bercorak politis. Tembang ini sendiri diciptakan oleh Sunan Giri, salah satu anggota Walisongo. Mengenai kapan tembang ini diciptakan hingga hari ini tidak ada catatan resmi, diperkirakan menjelang runtuhnya Majapahit atau menjelang berdirinya Kesultanan Demak. Lalu siapakah sebenarnya Sunan Giri??</p>
<p>Sunan Giri atau Maulana Muhammad Ainul Yaqin atau Prabu Satmata atau Sultan Abdul Faqih dan ketika masih muda bernama Raden Paku adalah salah satu anggota Walisongo terkemuka sekaligus menjabat sebagai pimpinannya paska wafatnya Sunan Ampel. Raden Paku adalah putra dari Maulana Ishak yang merupakan anggota Walisongo angkatan kedua dengan Dewi Sekardadu, putri kerajaan Blambangan. Ketika masih bayi dibuang ke laut karena-diperkirakan-dianggap membahayakan suksesi kerajaan Blambangan yang masih menganut ajaran Hindu Syiwa, perlu diketahui pada saat itu Dewi Sekardadu yang merupakan putri kedaton lebih memilih mengikuti agama suaminya yaitu Islam. Kemudian Raden Paku diasuh oleh Nyai Ageng Pinatih, seorang saudagar wanita sekaligus syahbandar pelabuhan Gresik. Ia mendapat pendidikan agama Islam di pesantren Ampeldenta, lalu berguru kepada ayahandanya sendiri, Maulana Ishak yang menyebarkan Islam di Malaka. Oleh ayahandanya, Raden Paku mendapat gelar Maulana Muhammad Ainul Yaqin, kemudian ia berangkat belajar ke Mekkah dan sepulangnya dari tanah suci ia diharapkan mampu meneruskan tugas ayahnya sebagai penyebar Islam di tanah Jawa. Karena sejak awal sifat dakwah Walisongo adalah meniru dakwah Rasulullah Saw begitu pula halnya apa yang dilakukan oleh Raden Paku atau Maulana Muhammad Ainul Yaqin. Ia meraih nushrah dari ibu angkatnya sendiri dan mendapatkan kedudukan sebagai syahbandar sekaligus penguasa di Gresik, sejak saat itulah ia mendapat gelar Sunan Giri karena membangun pusat pemerintahan sekaligus dakwah dan pendidikan di atas sebuah bukit atau gunung yang dalam bahasa Jawa disebut dengan Giri.</p>
<p>Di kemudian hari Giri berkembang semakin pesat, bahkan menjadi pusat pemerintahan mandiri di luar Kesultanan Demak sebagaimana Kesultanan Cirebon di bawah pemerintahan Sunan Gunung Jati sekaligus pusat pendidikan. Giri Kedaton (sebutan umum Kesultanan Giri) bahkan mampu melebarkan pengaruh hingga ke luar Jawa dan membidani berdirinya banyak kesultanan di luar Jawa mulai dari Madura, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Ternate dan Philipina Selatan seperti Kesultanan Sumenep, Kesultanan Kutai Kertanegara, Kesultanan Bima, Kesultanan Gowa, Kesultanan Bima, Kesultanan Ternate, dan Kesultanan Sulu. Hampir semua sultan di kesultanan-kesultanan tersebut adalah alumni Giri Kedaton. Giri Kedaton kemudian bertindak sebagai penasehat kesultanan-kesultanan tersebut juga menjadi penghubung langsung dengan Khalifah, ini dibuktikan dengan diberikannya mandat kepada Sunan Giri dan penerusnya untuk mengangkat dan memberikan restu pada penobatan sultan baru di berbagai kesultanan tersebut. Begitu penting dan vitalnya posisi Giri kemudian VOC atau Belanda untuk melapangkan penjajahannya terlebih dulu menyerbu dan memusnahkan Giri Kedaton.</p>
<p>Kembali ke topik bahasan awal, yaitu membedah kritik politik dalam syair Lir Ilir.</p>
<p style="text-align:center;">Lir ilir, Lir ilir &#8212; bangun, bangunlah (dari tidur)</p>
<p style="text-align:center;">Tandure wes sumilir, &#8212; pohon sudah mulai bersemi</p>
<p style="text-align:center;">Tak ijo royo-royo &#8212; demikian menghijau</p>
<p style="text-align:center;">Tak senggo temanten anyar &#8212; bagaikan gairah penganten baru</p>
<p style="text-align:center;">Cah angon, cah angon &#8212; anak pengembala, anak pengembala</p>
<p style="text-align:center;">Penekno blimbing kuwi &#8212; panjatlah pohon blimbing itu</p>
<p style="text-align:center;">Lunyu-lunyu yo penekno &#8212; walau susah tetap panjatlah</p>
<p style="text-align:center;">Kanggo mbasuh dodotiro &#8212; berguna untuk mencuci pakaianmu</p>
<p style="text-align:center;">Dodotiro, dodotiro, &#8212; pakaian-pakaianmu</p>
<p style="text-align:center;">Kumitir bedhah ing pinggir &#8212; banyak yang rusak di sisi-sisinya</p>
<p style="text-align:center;">Dondomono jlumatono &#8212; bersihkanlah dan benahilah untuk</p>
<p style="text-align:center;">Kanggo sebho mengko &#8212; menghadap nanti sore</p>
<p style="text-align:center;">Mumpung padhang Rembulane &#8212; mumpung terang rembulannya</p>
<p style="text-align:center;">Mumpung jembar kalangane &#8212; mumpung banyak waktu luang</p>
<p style="text-align:center;">Yo surako….surak hiyo……. &#8212; Mari bersorak,,,,sorak hayo,,,,,</p>
<p style="text-align:left;">Demikianlah bunyi lirik syair Lir Ilir sekaligus terjemahan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia. Sepintas lirik-lirik di atas tidak menunjukkan kritik politik sama sekali karena syair ini disusun dengan kata-kata perlambang yang memiliki makna yang dalam. Tapi apabila kita selami lebih dalam maka kritik politik tersebut akan muncul di balik lirik-lirik yang indah tersebut. Lir Ilir..Lir Ilir..Tandure wis sumilir kalau boleh saya beri makna lirik tersebut sebenarnya adalah sebuah peringatan kepada penguasa yaitu agar penguasa bangun dan tanggap agar melihat dan mendengar keinginan rakyat (tanduran bermakna rakyat yang serupa dengan tumbuhan yang mengakar atau golongan akar rumput). Bahwa mayoritas rakyat sudah ijo royo-royo atau memeluk Islam (hijau sering digunakan sebagai lambang Islam) dan mendambakan dipimpin dengan sistem yang baru yaitu sistem Islam (tak senggo temanten anyar yang bergairah untuk memulai hidup baru).</p>
<p style="text-align:left;">Lirik berikutnya berbunyi cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi atau bermakna wahai para penguasa segera ambil dan terapkan sistem Islam. Cah angon bermakna penguasa sebagai atsar hadits Nabi Saw yang menggambarkan penguasa atau pemimpin itu ibarat penggembala. Sedangkan buah belimbing yang memiliki lima sisi pada bagian tubuhnya adalah perlambang Islam dengan 5 buah rukunnya. Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro, sesulit dan sebesar apapun halangannya kamu harus segera menerapkan Syariat Islam untuk membersihkan atau menata kekuasaanmu. Ya, dodot adalah baju kebesaran para bangsawan pada era tersebut yang juga perlambang kekuasaan, sedangkan belimbing di era tersebut sering digunakan sebagai bahan pencuci pakaian. Jadi maknanya sangat pas yaitu bahwa hanya dengan sistem Islamlah kekuasaan atau pemerintahan yang sebelumnya kotor dapat dibersihkan.</p>
<p style="text-align:left;"> Lirik berikutnya semakin memperjelas makna lirik sebelumnya. Bahwa dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir maka dondomono jlumatono. Bahwa betapa kekuasaan para raja-raja atau penguasa tersebut telah mengalami banyak kerusakan-kerusakan sehingga menimbulkan krisis yang berkepanjangan, maka solusi satu-satunya adalah dengan “membersihkan” dan “menjahitnya” dengan sebuah sistem baru yang lebih dinamis dan manusiawi yaitu sistem Islam agar terjadi kebangkitan yang nyata dan menyeluruh. Juga agar meringankan beban pertanggung jawabanmu (para penguasa) di akhirat kelak yang dilambangkan dengan lirik kanggo sebho mengko sore. Ini juga sebagai bukti bahwa dakwah Islam selain seruan kepada kebaikan dan pencegahan berbuat kemungkaran, juga solusi total bagi seluruh permasalahan umat manusia, dan adalah seruan kasih sayang kepada seluruh umat manusia agar memperoleh hidayah dan jalan keselamatan yang sama di hadapan Allah Swt kelak di hari pertanggung jawaban.</p>
<p>Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane&#8230;yo surako..surak hiyo. Mumpung kesempatan itu terang di depan mata karena didukung oleh mayoritas rakyat baik kecil maupun besar. Mumpung kesempatan itu semakin besar karena hadirnya para ulama intelektual sebagai pengiring dan penasehat. Maka tidak ada kata lain selain kata iya akan kami terapkan Syariat Islam.</p>
<p>**</p>
<p>Meresapi syair ini saya membayangkan jangan-jangan kondisi pulau Jawa saat itu persis dengan keadaan Mesir, Tunisia, atau Libya saat ini tapi lebih dahsyat karena tanpa embel-embel demokrasi, karena tuntutannya murni 100% penerapan Syariat Islam secara kaffah.</p>
<p>(tulisan ini Insya Allah muncul dalam buku saya berikutnya yang mengupas sejarah Islam di Nusantara. tunggu saja tanggal mainnya)</p>
<br />Filed under: <a href='http://burjo.wordpress.com/category/sejarah/'>Sejarah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/1373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/1373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/1373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/1373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/burjo.wordpress.com/1373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/burjo.wordpress.com/1373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/burjo.wordpress.com/1373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/burjo.wordpress.com/1373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/1373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/1373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/1373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/1373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/1373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/1373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1373&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2011/12/31/kritik-politik-dalam-sayair-lir-ilir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2011/12/muslim-supporter-of-the-indonesian-section-of-the-pan-islamic-organisation-hizbut-tahrir-holds-a-flag-in-the-road-during-a-protest-against-this-weeks-visit-by-us-president-barack-obama.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">A Muslim supporter of the Indonesian sec</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akankah Khilafah Berawal Dari Syria</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2011/12/26/akankah-khilafah-berawal-dari-syria/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2011/12/26/akankah-khilafah-berawal-dari-syria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 03:19:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Format masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[Lawan penjajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=1363</guid>
		<description><![CDATA[Korban terus berjatuhan di Syria, Human Right Watch melaporkan kurang lebih 5.000 orang menjadi korban dalam aksi massif menjatuhkan rezim Bashar Assad yang berlangsung sejak Maret 2011 hingga hari ini. Sebagai bagian gerakan musim semi Arab atau people power yang bertujuan meruntuhkan rezim-rezim diktator, para analis politik masih menunggu bagaimana akhir dari kisah di Syria ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1363&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://burjo.files.wordpress.com/2011/12/91638-glimpse-of-the-bloodiest-day-of-2011-syria-uprising.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1366" title="91638-glimpse-of-the-bloodiest-day-of-2011-syria-uprising" src="http://burjo.files.wordpress.com/2011/12/91638-glimpse-of-the-bloodiest-day-of-2011-syria-uprising.jpg?w=216&#038;h=300" alt="" width="216" height="300" /></a>Korban terus berjatuhan di Syria, Human Right Watch melaporkan kurang lebih 5.000 orang menjadi korban dalam aksi massif menjatuhkan rezim Bashar Assad yang berlangsung sejak Maret 2011 hingga hari ini. Sebagai bagian gerakan musim semi Arab atau <em>people power</em> yang bertujuan meruntuhkan rezim-rezim diktator, para analis politik masih menunggu bagaimana akhir dari kisah di Syria ini. Kita telah menyaksikan bagaimana para rezim-rezim diktator Arab dijatuhkan satu per satu oleh rakyatnya. Untuk pertama kalinya kawasan Timur Tengah mengalami era keterbukaan setelah sekian lama dikungkung oleh banyak rezim brutal yang tak sungkan membantai rakyatnya. Gerakan ini menjadi objek kajian, bahan diskusi, dan perhatian masyarakat mulai Barat hingga Timur. Timur Tengah adalah sumbu dunia ditambah muatan sentimen keislaman yang tinggi, hari ini masyarakat dunia menunggu akankah gerakan musim semi arab menjadi pertanda kebangkitan dan memunculkan super power baru yang berbasis Islam atau Daulah Khilafah.</p>
<p>Kita semua telah menyaksikan bagaimana setelah para rezim dijatuhkan, isu-isu keislaman dan gerakan-gerakan Islam muncul dan mengambil momen di era keterbukaan. Pemilu yang diadakan di Tunisia dan Mesir dimenangkan oleh gerakan Islam moderat yang seakan menjadi petunjuk betapa sistem Islam sangat dirindukan oleh mayoritas masyarakat di Timur Tengah. Khusus di Syria fenomena ini menjadi sangat menarik, berpuluh tahun rezim Syria yang bercorak Baathisme Arab menutup pintu rapat-rapat bagi gerakan dan partai Islam. Partai-partai politik di Syria umumnya berideologi sosialisme sebagaimana corak partai Baath. Sedangkan pada saat Revolusi Syria 2011 saat ini, perlawanan dimotori oleh gerakan oposisi Syria, National Council Of Syria yang bercorak sekuler. Satu-satunya gerakan Islam yang masih eksis di Syria hanyalah Hizbut Tahrir. Banyak analis politik yang menyatakan bahwa Hizbut Tahrir tidak akan banyak memberikan manfaat bagi perubahan di Syria nantinya dan berbeda dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan An-Nahdhah di Tunisia karena Hizbut Tahrir yang sejak awal menolak demokrasi. Orang boleh berkata apapun, tapi Barat pasti berpandangan lain. Ide dan cita-cita yang dibawa oleh Hizbut Tahrir-lah yang saat ini pasti memusingkan Barat. Menolak demokrasi dan secara konsisten mengampanyekan tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah membuat Hizbut Tahrir berbeda dengan gerakan-gerakan Islam lain yang dapat dengan mudah dikendalikan oleh Barat melalui jebakan demokrasi.</p>
<p>Maka di tengah hiruk-pikuk di Syria muncul pertanyaan, Akankah Khilafah akan tegak berawal dari Syria? Momentum perubahan serta tingginya keinginan masyarakat untuk dipimpin menggunakan sistem Islam membuat Hizbut Tahrir memiliki nilai tawar yang tinggi. Hizbut Tahrir akan mudah meraih dukungan umat dengan ide-idenya yang tanpa cacat dan murni tanpa embel-embel demokrasi. Hizbut Tahrir juga terbukti sangat <em>survive</em> di Syria ketika sekian lama banyak gerakan Islam yang tiarap menghadapi rezim Assad yang brutal, membuktikan bahwa gerakan ini memiliki pendukung yang solid dan tidak kenal menyerah.</p>
<p>Memang tantangan penegakan Khilafah di Syria cukup tinggi, andai mampu meruntuhkan rezim Assad masih ada Israel-anjing herder Barat di Timur Tengah- yang berbatasan langsung dengan Syria, juga ancaman dari Amerika Serikat yang memiliki pangkalan aju di Incirlik Turki yang berbatasan dengan Syria, belum lagi bantuan Iran dan milisi Hizbullah yang selama ini memiliki kedekatan secara teologis dengan rezim Assad. Tapi selain tantangan, peluang tegaknya Khilafah dari Syria juga cukup tinggi. Secara teologis nama Syria muncul di banyak Hadits Rasulullah mengenai <em>bisyaroh</em> akhir zaman. Secara geopolitik posisi Syria berada di jantung Timur Tengah, selain itu Syria berbatasan langsung dengan Libanon dan Yordania yang merupakan basis massa Hizbut Tahrir terbesar selain Palestina. Syria juga berbatasan langsung dengan Iraq yang hingga hari ini dalam kondisi <em> chaos</em> dan mudah terpengaruh dengan perubahan apapun yang terjadi di kawasan tetangganya. Maka bila itu semua terjadi maka sekali lagi kita akan melihat sebuah gerakan revolusi baru di Timur Tengah, bukan hanya gerakan Arabian Spring tapi sebuah gerakan baru yang bernama Islamic Dawn alias Fajar Islam. Kita menunggu seperti juga orang-orang Barat menunggu. Tapi bila orang-orang di Barat harap-harap cemas agar Khilafah mundur dari jadwal penegakannya, kita kaum muslimin harusnya berharap agar Khilafah segera tegak dan menjelang di depan mata. Wallahu&#8217;alam.</p>
<br />Filed under: <a href='http://burjo.wordpress.com/category/anti-demokrasi/'>anti demokrasi</a>, <a href='http://burjo.wordpress.com/category/format-masa-depan/'>Format masa depan</a>, <a href='http://burjo.wordpress.com/category/lawan-penjajah/'>Lawan penjajah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/1363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/1363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/burjo.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/burjo.wordpress.com/1363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/burjo.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/burjo.wordpress.com/1363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/1363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/1363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/1363/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1363&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2011/12/26/akankah-khilafah-berawal-dari-syria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2011/12/91638-glimpse-of-the-bloodiest-day-of-2011-syria-uprising.jpg?w=216" medium="image">
			<media:title type="html">91638-glimpse-of-the-bloodiest-day-of-2011-syria-uprising</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(Secret Admirer)</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2011/12/20/secret-admirer/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2011/12/20/secret-admirer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 05:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan di sekitar hidupku]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqofah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Sejak menjabat menjadi pimrednya BURJO setahun lalu, saya sering mengalami gundah gelisah. Sejak saat itu saya mengalami bagaimana rasanya jadi manusia sekelas selebritis. Bagaimana coba, sejak saat itu saya sering kena teror baik berupa misscall atau SMS dari nomer2 yg tidak saya kenal. Feeling saya mengatakan mereka adalah para secret admirer dan mereka semua berjenis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=348&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak menjabat menjadi pimrednya BURJO setahun lalu, saya sering mengalami gundah gelisah. Sejak saat itu saya mengalami bagaimana rasanya jadi manusia sekelas selebritis. Bagaimana coba, sejak saat itu saya sering kena teror baik berupa misscall atau SMS dari nomer2 yg tidak saya kenal. Feeling saya mengatakan mereka adalah para secret admirer dan mereka semua berjenis kelamin beda ama saya (cewek maksudnya). Oleh karena itu saya jadi gelisah. Bagaimana tidak gelisah, lha wong saya normal. Bagaimana tidak gelisah, lha wong saya (masih) pemain tunggal (bukan ganda campuran). Bagaimana tidak gelisah, lha wong saya masih manusia (setidaknya dalam detik terakhir tulisan ini dibuat, gak tau 5 menit lagi saat bulan purnama muncul).<a href="http://burjo.files.wordpress.com/2009/03/attachment7.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1360" title="attachment7" src="http://burjo.files.wordpress.com/2009/03/attachment7.jpg?w=300&#038;h=204" alt="" width="300" height="204" /></a></p>
<p>Apa sih manusia? Kenapa sih mereka jadi gelisah ketika dekat ama lawan jenisnya? Kenapa kok bisa marah kalau bertemu musuhnya? Kenapa ngantuk dan kadang2 lapar? Beda gak sih manusia zaman Rasulullah, pada era Crusade war, pada masa Revolusi Prancis, sama manusia zaman sekarang? Dr. Alexis Carrel dalam bukunya Man the Unknown, mengatakan manusia adalah makhluk misteri yg susah untuk dipahami. Sedangkan pakar lain bilang manusia adalah hewan yg berbicara dan berpikir. Bingung? Sebenarnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah yg diberikan beberapa kelebihan2, salah satunya adalah akal.</p>
<p>Akal merupakan anugerah dari Allah kepada manusia. Dengan akal, manusia dapat berfikir, menimbang mana yg baik mana yg gak baik. Dengan akal, manusia dapat mengindra, melihat, dan mensyukuri ciptaan Allah berupa dirinya dan alam semesta di sekitarnya. Sedangkan kelebihan yg lain berupa potensi hidup yg berupa kebutuhan fisik (hajatul udlawiyyah/basic need) dan naluri (gharizah/instinc).</p>
<p># Kebutuhan Fisik (hajatul udlawiyyah/basic need)<br />
Kebutuhan ini sangat erat kaitannya dengan tubuh ato jasad manusia. Kebutuhan ini gejalanya muncul dari dalam tubuh dan apabila tidak dipenuhi maka menimbulkan kerusakan ato sakit pada tubuh manusia, bahkan klo parah bisa mendatangkan wak modin alias is death.</p>
<p>Makanya klo you lapar maka udah seharusnya you makan. Klo nt haus maka obatnya tak lain adalah minum. Juga klo loe semua ngantuk, bantal, guling, dan kasur jadi senjata andalan.</p>
<p>Juga gak salah klo tiba2 ada yg lari cepat masuk mall, berjingkat-jingkat masuk kebun orang, pontang-panting kayak orang kesurupan di pinggir kali, terus bergaya, sambil merokok, dan kemudian teriak ”enteng”. Maka orang tersebut gak layak masuk RSJ Menur. Karena bisa jadi orang tersebut hanya kebelet pipis ato mo be’ol dan itu normal (gak mungkin kan pipis/be’ol di jalan, emang kuda).</p>
<p># Naluri (gharizah/instinc)<br />
Naluri dipengaruhi sangat erat oleh faktor dari luar tubuh qt ato lingkungan dan apabila tak terpenuhi menyebabkan gelisah, gelisah, dan gelisah, sekali lagi gelisah, eit tunggu klo gak tepenuhi ia menyebabkan gelisah, ingat gelisah.</p>
<p>Naluri sendiri terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu<br />
Naluri mempertahankan diri (gharizatul baqa’/survival instinc)<br />
Klo loe lari karena dikejar anjing ato mungkin bencong, maka itu adalah contoh kecil dari naluri ini. Naluri ini juga bisa dilihat pada upaya anak-anak belasan tahun berdandan gaya punk tiap malam minggu di alun-alun, pada kenekatan suporter Bonek pas pertandingan Persebaya, juga pada penyerangan Amerika ke Iraq dan perlawanan para Mujahidin di sana.</p>
<p>Intinya naluri ini adalah upaya manusia bertahan di lingkungannya serta keberadaannya agar diakui oleh sekitarnya.</p>
<p>Naluri melanjutkan keturunan (gharizatun nau’/speciec instinc)<br />
Naluri inilah yg paling sering bikin deg-degan, keluar keringat dingin, mati rasa, pusing2, muntah2 (sori, klo ini sih gejala keracunan).Naluri ini bisa terwakili lewat sebuket bunga, sebatang coklat, ato secarik puisi. Naluri ini berupa bagaimana manusia memiliki keinginan melanjutkan keturunan. Oleh karena itu manusia menyukai lawan jenis, menyayangi anaknya, dan keluarganya.</p>
<p>Naluri mensucikan sesuatu (gharizatut tadayyun/sanctification instinc)<br />
Sudah menjadi fitrah manusia bahwa dia merasa ada kekuatanbesar di luar tubuhnya. Bagi individu yg percaya adanya Tuhan, maka mereka menyembah dan mensucikan Tuhan. Sebagaimana kaum muslimin menyembah kepada Allah, orang2 nasrani mensucikan Kristus, dan para budhist mengagungkan Sidharta Gautama. Sedangkan bagi orang agnostic (yg gak percaya adanya Tuhan), maka akal merekalah yg mereka dewakan. Naluri ini juga bisa berbentuk sebuah kekaguman pada sosok kaka dan bim-bim slank bagi para slanker hingga kepercayaan pada batu bertuahnya ponari.</p>
<p>Dari sini mungkin muncul sebuah tanya, muncul sebuah sikap kritis dari pembaca semua. Wah penulisnya ngawur nih, setiap manusia kan beda. Orang jadul kan beda ama orang modern. Manusia di kawasan lereng Semeru sana pasti beda ama yg tinggal di apartemen mewah di London sana.<br />
Bener beda? Apanya yg beda? Coba qt telusuri.</p>
<p>Dulu Leonidas memobilisasi 300 prajurit Sparta dg tombak, pedang, dan tameng untuk melawan 1.000.000 infanteri Persia yg dipimpin Xerxes yg bersenjatakan sama cuma ditambah panah, kuda, dan gajah. Sedangkan pada awal 2009, IDF (militer israel) mengerahkan 176 ribu infanterinya yg didukung oleh 2800 tank merkava dan 1800 senjata artileri plus ditambah bantuan serangan udara dari 286 helikopter tempur apache longbow dan 875 pesawat tempur F-16i/shufa untuk meluluhlantakkan Gaza. Dan ini semua mendapat perlawanan dari 20 ribu pejuang HAMAS yg bersenjatakan AK 47, sniper SVD dragunov, peluncur granat, hingga roket al qassam.</p>
<p>Trus apa bedanya contoh pertama ama yg kedua? Gak ada, karena yg beda cuma alatnya doang. IDF gak beda ama Xerxes yg mempunyai naluri menguasai, sedangkan HAMAS gak jauh ama Leonidas yg pengen membela diri. Dan keempatnya sama2 memperlihatkan gharizatul baqa’ nya.</p>
<p>Mungkin pagi ini orang di New York lagi sarapan hamburgernya McD dan nyruput kopi starbuck atau lagi bengong meniru cara masak ala Rachel Ray. Sedangkan di pelosok Pacitan sekelompok pemuda dan bapak2 mengerumuni nasi kuning lauk ayam dan bali tahu pas kenduri di mushola kampung trus malamnya bakar jagung dan minum kopi nasgitel (panas, legi, kentel) sambil ronda.</p>
<p>Apanya yg beda? Gak ada, yg beda cuma makanan n cara masaknya doang. Tapi intinya semua berawal dari satu rasa, yaitu lapar dan haus. Dan ini normal sebagai bagian dari basic need manusia.</p>
<p>So, jadi manusia dari zaman sebelum masehi hingga awal 2009. so, jadi manusia di pojok New York hingga Pacitan sebenarnya gak jauh beda alias sama atau bahasa Inggrisnya podho plek.</p>
<p>Oleh karena itulah dari sini Islam datang dengan seperangkat aturan yg sesuai dg fitrah manusia dan dapat diterapkan lintas zaman. Lha wong manusia yg menerapkannya gak beda jauh antara zaman Rasulullah, para sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, sekarang, hingga nanti zaman kiamat.</p>
<p>Misal dalam hal naluri melanjutkan keturunan atau species instinc. Islam tidak melarang sebagaimana aturan dalam agama nasrani, budha, atau hindu yg menggariskan pendeta dan biksunya melajang. Akan tetapi Islam juga tidak memberi kebebasan tanpa batas semisal manusia bebas berhubungan sejenis (homo), berhubungan dg kambing, lubang pispot, atau sabun. Islam datang dg seperangkat aturan yg bernama pernikahan dan dg pernikahanlah tercipta hubungan yg sangat, sangat, sangat, dan sangat (sangatnya 4x karena cowok boleh nikah 4x) manusiawi.</p>
<p>Juga dalam naluri mensucikan sesuatu. Islam tidak mengekang sebagaimana ajaran komunis yg menafikan adanya Tuhan. Islam datang dengan seperangkat aturan mengenai aqidah dan iman kepada Allah dg berbagai dalil dan bukti2 akan keesaanNya dan keagunganNya sekaligus mencela praktik jahiliah penyekutuan Tuhan. Dari sini maka dapat diambil kesimpulan bahwa kapanpun dan dimanapun manusia pada hakikatnya ia adalah sama. Yg membedakannya hanyalah alat dan teknologinya saja. Dari sini pula banyak yg percaya bahwa Islam dapat diterapkan lintas zaman, lintas wilayah, lintas keadaandg bantuan para ulama pembaharu atau mujtahid.</p>
<p>Oleh karena itu, suatu hal yg aneh apabila ada sekelompok manusia yg menganggap bahwa aturan Islam itu kuno, ketinggalan zaman, dan layak direvisi. Lalu lebih kuno mana dg demokrasi yg udah ada sejak zaman leonidas. Lalu mengapa tidak ada yg ngomong demokrasi itu kuno, ketinggalan zaman, dan layak direvisi.</p>
<p>Oleh karena itu suatu hal yg aneh apabila ada sekelompok manusia yg mencoba melipat fakta bahwa Islam cocok digunakan untuk menghandle zaman. Okelah klo anda menganggap Islam tidak cocok dg manusia abad 21 ini, tapi tolong sebutkan perbedaan hakikat manusia zaman Rasulullah dulu dg manusia abad 21 ini? Tak tunggu.</p>
<br />Filed under: <a href='http://burjo.wordpress.com/category/catatan-di-sekitar-hidupku/'>Catatan di sekitar hidupku</a>, <a href='http://burjo.wordpress.com/category/tsaqofah/'>Tsaqofah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/burjo.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/burjo.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/burjo.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/burjo.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=348&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2011/12/20/secret-admirer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2009/03/attachment7.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">attachment7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Write To Be Destiny</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2011/11/24/write-to-be-destiny/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2011/11/24/write-to-be-destiny/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 08:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menulis untuk perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=1343</guid>
		<description><![CDATA[Menulis itu berat, maka jangan pernah mengaku menjadi penulis bila belum merasakan pahitnya menulis. Menulis itu butuh perjuangan keras, lebih-lebih menulis untuk mencerahkan dan mengarahkan manusia ke jalan kebenaran. Maka karena hal itu penulis mendapat pahala yang besar. Rasulullah mengatakan bahwa penulis yang mencerahkan layak mendapatkan pertolongan langsung dari Allah Swt sebagaimana para mujahid di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1343&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/anak-menulis.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1348" title="anak-menulis" src="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/anak-menulis.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>Menulis itu berat, maka jangan pernah mengaku menjadi penulis bila belum merasakan pahitnya menulis. Menulis itu butuh perjuangan keras, lebih-lebih menulis untuk mencerahkan dan mengarahkan manusia ke jalan kebenaran. Maka karena hal itu penulis mendapat pahala yang besar. Rasulullah mengatakan bahwa penulis yang mencerahkan layak mendapatkan pertolongan langsung dari Allah Swt sebagaimana para mujahid di medan perang. Syaikh Abu Laits as-Samarqandy dalam kitabnya &#8220;Tanbihul Ghafilin&#8221;, menyatakan bahwa pahala menulis akan terus mengalir selama tulisan orang tersebut dibaca oleh manusia walaupun penulisnya telah tiada.</p>
<p>Maka tidak semua orang layak mendapatkan predikat penulis sebelum ia merasakan pahitnya menulis. Ada sebagian orang yang merasa dirinya sebagai penulis padahal belum pernah menulis. Mereka dengan rajin bercuap-cuap di Twitter, setiap hari bahkan setiap menit selalu mengupdate status di Facebook, padahal ini semua belum menyentuh intisari kegiatan menulis. Karena mereka telah mengetik ratusan huruf, mereka menganggap itu sebagai menulis. Padahal menulis adalah mencerahkan manusia, menyadarkan tentang sesuatu yang salah, atau minimal membuat hati tergugah, bukan sekedar &#8220;sarapan pagi ini enak sekali, terima kasih my lovely&#8221;, &#8220;Ya Allah ujian fisikanya kok sulit banget ya..&#8221;, atau &#8220;Islam is my life, janji Allah semakin dekat..&#8221;, juga &#8220;Obama datang, Indonesia kembali terjajah. Tolak Obama, presiden negeri penjajah..&#8221;.</p>
<p>Adapula orang yang tidak pernah menulis tapi ingin menjadi penulis. Orang seperti ini lebih baik dari golongan pertama, minimal mereka ingin belajar. Mereka tidak gegabah dan mencukupkan diri hanya dengan menjadi anggota Twitter atau Facebooker. Mereka belajar, mengikuti berbagai pelatihan, membaca buku, bahkan berteman dengan para penulis. Mereka mencoba menulis dan terus menulis maka suatu saat mereka menjadi penulis hebat. Para penulis kebanyakan berawal dari golongan ini.</p>
<p>Tidak sedikit pula orang yang pernah menulis tapi tidak merasa sebagai penulis. Sebagian besar kaum muslimin (bahkan para pengemban dakwah) ada di golongan ini. Orang-orang ini pernah menulis atau minimal layak disebut penulis tapi tidak merasa sebagai penulis. Akibatnya mereka menganggap menulis hanyalah kerja sampingan, menulis hanyalah uslub dakwah yang kesekian. Maka bisa dipastikan sekarang ini jumlah penulis yang memperjuangkan Islam sangat minim dan kalah dengan para aktivis liberal. Padahal Islam itu, kata Assyahid Abdullah Azzam, diwarnai oleh dua warna, hitam tinta para ulama dan merah darah para syuhada&#8217;</p>
<p>Sedangkan yang terakhir adalah mereka yang menulis dan merasa jadi penulis. Mereka selalu menulis dan menulis. Orang-orang ini tidak terikat waktu, tempat, dan alat. Kapanpun, dimanapun, dan dengan apapun mereka bisa menghasilkan sebuah tulisan. Mereka selalu tidak puas dengan tulisannya, makanya mereka terus mengasahnya dengan banyak membaca literatur untuk menambah kedahsyatan goresan pena mereka. Bagi orang-orang ini menulis ibarat kebutuhan bukan sekedar keharusan apalagi kemauan. Mereka ibarat samurai berilmu tinggi yang mampu membunuh musuh tanpa pedang, karena pedangnya telah bersatu dengan alam semesta. Dibarengi dengan niat dakwah dan amar ma&#8217;ruf nahi munkar membuat semangat mereka menyala-nyala. Semoga kita ada di golongan yang terakhir ini yang tidak hanya menyalakan api untuk generasi kita hari ini, tapi juga menghasilkan bara yang mampu membakar generasi anak cucu kita nanti.</p>
<p>(inspirasi dari tulisan ust. Arif B Iskandar)</p>
<br />Filed under: <a href='http://burjo.wordpress.com/category/menulis-untuk-perubahan/'>Menulis untuk perubahan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/burjo.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/burjo.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/burjo.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/burjo.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/1343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1343&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2011/11/24/write-to-be-destiny/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/anak-menulis.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">anak-menulis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andai Obama Datang Di Tahun 45</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2011/11/16/andai-obama-datang-di-tahun-45/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2011/11/16/andai-obama-datang-di-tahun-45/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 09:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lawan penjajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=1335</guid>
		<description><![CDATA[Setiap manusia yang merasa terjajah pasti melawan. Kalau tidak, mungkin ia telah mati.. Pagi itu langit bulan November menurunkan hujan yang lain dari biasanya, jutaan kertas jatuh dari langit, menghujani Surabaya, bahkan mungkin terbawa angin hingga Sidoarjo, Gresik, bahkan Mojokerto dan Pasuruan. Kertas tersebut berisi sebuah &#8220;himbauan&#8221; yang ditandatangani Mayjen. Robert Mansergh, kepala pasukan gabungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1335&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Setiap manusia yang merasa terjajah pasti melawan. Kalau tidak, mungkin ia telah mati..</em></p></blockquote>
<p><a href="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/bung_tomo_by_adriansyah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1339" title="Bung_Tomo_by_adriansyah" src="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/bung_tomo_by_adriansyah.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Pagi itu langit bulan November menurunkan hujan yang lain dari biasanya, jutaan kertas jatuh dari langit, menghujani Surabaya, bahkan mungkin terbawa angin hingga Sidoarjo, Gresik, bahkan Mojokerto dan Pasuruan. Kertas tersebut berisi sebuah &#8220;himbauan&#8221; yang ditandatangani Mayjen. Robert Mansergh, kepala pasukan gabungan Inggris-Belanda di Surabaya. Himbauannya berbunyi jelas, bahwa setiap warga pria Surabaya harus menyerah kepada balatentara Inggris, menyerahkan senjata, serta menyerahkan kota Surabaya kepada mereka. Membaca himbauan ini rakyat Surabaya tidak diam saja, mereka juga tidak menyambut hal tersebut dengan ucapan &#8220;Ahlan wa sahlan bi khudurikum&#8221; kepada balatentara Inggris. Rakyat Surabaya sontak berdiri, dengan penuh kesadaran tidak rela satu jengkal tanah mereka dikuasai penjajah. Para ulama ketika itu telah sadar bahwa melawan segala bentuk penjajahan adalah salah satu amal ibadah tertinggi, maka dikeluarkanlah Resolusi Jihad, dan muncullah ikrar bersama kaum muslimin &#8220;60 juta kaum muslimin siap berjihad fi sabilillah melawan tiap-tiap bentuk penjajahan&#8221;. Mendapat suntikan semangat seperti ini rakyat Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Madura, bahkan seluruh Jawa Timur sampai Ambon bergerak menghadang laju balatentara Inggris. Mereka membawa apapun mulai dari senapan, bambu runcing, pisau, bahkan cangkul. Disemangati oleh pidato bung Tomo yang berapi-api membuat niat mereka untuk <em>ngoyak</em> Inggris dan Belanda semakin kuat. Mereka meneriakkan takbir dan dengan semangat yang tinggi melawan dan menerjang hempasan peluru, mortir, tank, dan bombardemen tentara Inggris.</p>
<p>Inilah Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tanggal 10 November 1945. Pertempuran yang tercatat sebagai salah satu pertempuran terdahsyat paska Perang Dunia II. Pendaratan Normandia hingga Pertempuran <em>One Square Mile In Hell </em>di Atol Tarawa tidak ada apa-apanya. Pertempuran yang menjadi penyemangat bangsa-bangsa lain untuk tidak gentar melawan penjajah (salah satunya mengilhami orang-orang Vietnam ketika berperang dengan Prancis dan Amerika). Juga menjadi pembelajaran di sekolah-sekolah militer dunia tentang berbahayanya peperangan di dalam kota. Inilah juga pertempuran yang menggugah kembali ukhuwah Islamiyah yang sekian lama dikubur hidup-hidup oleh penjajah di negeri-negeri kaum muslimin. Dikisahkan bagaimana para serdadu muslim India yang menjadi unsur balatentara Inggris banyak yang melakukan desersi dan malah bergabung dengan pejuang ketika mendengar para pejuang mengumandangkan takbir dan mengusung bendera jihad/<em>raya&#8217;ul uqab </em>di setiap pertempuran.</p>
<p><strong>Sejarah Berulang</strong></p>
<p><strong></strong>Sejarah pasti berulang dan hanya keledai yang tidak mampu belajar dari sejarah. Penjajah kembali datang ketika sebagian besar anak-cucu para pejuang tersebut lengah. Ia datang tidak dengan bom dan peluru tapi dengan &#8220;bantuan&#8221; keuangan. Ia tidak datang dengan ultimatum dan ancaman tapi menggunakan senjata ekonomi dan hutang. Ia tidak datang dengan wajah bengis tapi wajah penuh senyuman tapi tetap menyimpan hati yang sama busuk dari pendahulunya.<a href="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/26787_369154443076_351571048076_3666005_410897_n.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1340" title="26787_369154443076_351571048076_3666005_410897_n" src="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/26787_369154443076_351571048076_3666005_410897_n.jpg?w=300&#038;h=222" alt="" width="300" height="222" /></a></p>
<p>Anehnya banyak anak bangsa ini yang telah mengidap penyakit lupa. Lupa akan jati diri, lupa akan identitasnya, bahkan lupa siapa sebenarnya diri mereka. Hari ini kita saksikan bagaimana gegap gempitanya bangsa ini menyambut (untuk kedua kalinya) Presiden negeri penjajah, Barack Obama. Berbagai alasan mereka kemukakan untuk mengesahkan penyambutan tersebut. Berbagai cibiran, sindiran, bahkan sampai hinaan mereka sampaikan kepada berbagai pihak yang menolak kedatangan Obama. Mereka telah lupa diri, padahal apa bedanya Obama dengan Cornelis De Houtman, JP Coen, Daendels, Van Mook, Mansergh, dan para petinggi kolonial yang dulu pernah menginjak-injak negeri ini.</p>
<p>Bukankah watak kolonialisme mereka tetap sama. Dulu Belanda melakukan tanam paksa, memonopoli rempah-rempah, hingga menguras habis hasil bumi untuk membangun bendungan di seantero negeri Belanda. Lalu apa bedanya itu semua dengan kontrak karya perusahaan pertambangan (Chevron, Exxon, Freeport, dsb), monopoli pendapatan di blok cepu, blok natuna, hingga freeport, sampai kisah pembangunan kembali New York dan San Fransisco dari hasil perampokan emas di Papua. Dulu Belanda melakukan pembodohan dan pemiskinan massal, lalu apa bedanya dengan di negeri ini. Sekolah yang semakin mahal, kesehatan yang makin tidak terjamin, hingga kebutuhan pokok yang semakin tak terjangkau akibat BBM yang naik (sebab BBMnya semua lari ke luar negeri disedot perusahaan multinasional) dan aneka kekayaan alam yang dirampok oleh negeri lain (wa bil khusus perusahaan-perusahaan Amerika). Dulu Belanda gemar memberi julukan ekstrimis dan memerangi setiap individu di negeri ini yang melawan penjajah. Lalu apa bedanya ketika Amerika melakukan <em>War On Terrorism</em> dan menjuluki teroris pada setiap individu yang melawan kebijakan penjajahan Amerika (khususnya umat Islam).</p>
<p>Maka sungguh aneh apabila bangsa ini gegap gempita menyambut kedatangan seorang penjajah. Entah mereka tidak paham sejarah (atau jangan-jangan masih keturunan kaki tangan penjajah), yang jelas kelakuan bangsa ini sungguh tidak mencerminkan apa yang dulu diperbuat kakek buyutnya ketika melawan penjajah. Bukankah dulu kakek buyut kita dengan tegas melawan setiap bentuk-bentuk penjajahan. Mereka tidak sudi bertemu tangan (menyerah atau bersahabat) dengan penjajah. Lebih tragis lagi apabila diantara yang menyambut Obama terselip kaum muslimin, padahal jelas Islam telah menggariskan untuk tegas terhadap segala bentuk penjajahan. Bahkan Islam sendiri lahir untuk menentang segala bentuk penjajahan.</p>
<p><strong>Muslim Sejati Anti Penjajah-Pro Syariat</strong></p>
<p>Di dalam kitab <em>sirah</em> pernah disampaikan bagaimana sebenarnya misi Islam. Dalam sebuah riwayat, salah seorang panglima muslim Ruba&#8217;i bin Amir berjumpa dengan komandan pasukan kerajaan Persia, Rustum. Di tengah suasana memanas menjelang pertempuran antara pasukan Daulah Islam dengan kerajaan Persia, kedua <em>senopati</em> tersebut saling berdialog. &#8220;Apa yang mendorong kalian datang kemari??&#8221;, demikian pertanyaan yang diajukan Rustum kepada Ruba&#8217;i bin Amir. Ruba&#8217;i bin Amir kemudian menjawab dengan tegas, &#8220;Kami datang untuk membebaskan manusia dari penyembahan sesama manusia menuju penyembahan kepada Allah, dari kesempitan dunia menuju keluasannya, dan dari kezaliman agama-agama menuju keadilan Islam.&#8221;. Inilah misi utama datangnya Islam yang apabila dijabarkan menyangkut tiga hal.</p>
<p>Pertama, Islam jelas datang untuk melawan segala bentuk penjajahan. Bukankah penjajahan adalah kata lain untuk menggambarkan penyembahan kepada sesama manusia. Dulu mungkin berbentuk Firaun, Persia, dan Romawi, sedangkan hari ini diwakili oleh Amerika, NATO, IMF, korporasi-korporasi raksasa, dan segala elemen pendukungnya. Kedua, Islam datang untuk mensejahterakan manusia. Islam dan pemerintahan Islam atau Daulah Khilafah bukanlah entitas perampok sebagaimana negeri-negeri imperialis saat ini. Sejarah telah membuktikan bagaimana sebuah negeri apabila telah dibebaskan oleh pasukan Islam keadaannya lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ini berbeda dengan kedatangan Amerika di Iraq atau bahkan di Indonesia yang bertujuan untuk mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan negeri tersebut. Sekedar ilustrasi, apabila ditemukan minyak di blok Cepu, maka minyak tersebut diperuntukkan bagi Amerika melalui Exxon Mobile bukan untuk rakyat Bojonegoro. Akan tetapi apabila yang keluar bukan minyak tapi lumpur, lumpur tersebut diberikan ke Indonesia khususnya rakyat Sidoarjo. Ketiga, jelas Islam datang dengan seperangkat aturan yang sangat manusiawi dan adil. Berbeda dengan Sosialisme yang lebih mengutamakan kaum proletar dan segelintir elit partai juga dengan Kapitalisme yang lebih menomorsatukan kaum pemilik modal alias korporat. Islam tidak membedakan orang kaya dan miskin, penguasa dan rakyat jelata, bahkan muslim dengan orang kafir, semuanya sama dalam pelayanan dan di depan hukum syara&#8217;. &#8220;Pemerintahan dalam Islam adalah ketika rakyat jelata tidak takut mengingatkan penguasa yang dipandangnya dzalim&#8221;, kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib dalam salah satu khotbahnya. Tinggal bagaimana kita-terutama yang mengaku beriman- mau benar-benar tunduk dan berjuang untuk menegakkan hukum Islam dan menggantikan segala ideologi yang menyengsarakan manusia saat ini.</p>
<p>Maka akhirnya jelas, apabila kita mengaku beriman kepada Allah Swt yang telah mengutus Rasulullah Muhammad saw dengan membawa dua sumber hukum Al Qur&#8217;an dan Sunnah maka sudah selayaknyalah bertindak sebagai muslim sejati. Seorang muslim yang mengemban misi Islam yaitu melawan segala bentuk penjajahan dan berjuang dengan sungguh-sungguh memperjuangkan tegaknya hukum Allah di muka kapanpun dan dimanapun kita berada.</p>
<br />Filed under: <a href='http://burjo.wordpress.com/category/anti-demokrasi/'>anti demokrasi</a>, <a href='http://burjo.wordpress.com/category/lawan-penjajah/'>Lawan penjajah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/burjo.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/burjo.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/burjo.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/burjo.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/1335/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1335&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2011/11/16/andai-obama-datang-di-tahun-45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/bung_tomo_by_adriansyah.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Bung_Tomo_by_adriansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/26787_369154443076_351571048076_3666005_410897_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">26787_369154443076_351571048076_3666005_410897_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2011/11/08/kenangan/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2011/11/08/kenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 15:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan di sekitar hidupku]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis untuk perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=1328</guid>
		<description><![CDATA[Andai kenangan itu bisa dibungkus atau dijilid. Andai kenangan dapat dimasukkan ke dalam bingkai atau kanvas, pasti saya ingin memilikinya minimal satu saja untuk saya pajang di sebuah ruangan yang tak lekang di makan waktu dan zaman. Akhir-akhir ini saya suka membongkar file-file lama. Mencari lagu yang dulu pernah saya dengarkan, mencari ebook yang dulu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1328&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Andai kenangan itu bisa dibungkus atau dijilid. Andai kenangan dapat dimasukkan ke dalam bingkai atau kanvas, pasti saya ingin memilikinya minimal satu saja untuk saya pajang di sebuah ruangan yang tak lekang di makan waktu dan zaman.</p>
<p><a href="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/1038194936_cb03c9ef0a_b.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1329" title="1038194936_cb03c9ef0a_b" src="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/1038194936_cb03c9ef0a_b.jpg?w=300&#038;h=217" alt="" width="300" height="217" /></a>Akhir-akhir ini saya suka membongkar file-file lama. Mencari lagu yang dulu pernah saya dengarkan, mencari ebook yang dulu pernah saya punya, hingga memelototi dan mengedit ulang tulisan yang pernah saya goreskan. Sengaja saya melakukan hal tersebut terkait dengan rencana menghentikan sementara layanan internet di rumah saya.</p>
<p>Ternyata menyusuri kenangan itu indah. Saya seakan-akan diajak bernostalgia dengan era dimana saya mulai menyukai dunia menulis. Awal memasuki dunia kepenulisan saya merasakan hal yang melelahkan. Sejak awal tidak menyukai tulis-menulis tiba-tiba dipaksa oleh hati untuk menulis. Saya masih ingat membuat berlembar-lembar puisi di buku butut peninggalan SMA. Cerpen pertama (berjudul &#8220;Kisah Bocah Yang Menggenggam Batu&#8221;) yang saya buat untuk memenuhi tugas kampus (dapat nilai C). Juga artikel yang terkesan terlalu blak-blakan dan itu semua saya tulis langsung dengan pena dan lembaran kertas.</p>
<p>Kemudian orang tua saya berbaik hati membelikan sebuah PC. Sebuah PC jadul pentium dua dengan kapasitas 8 gb. Sejak saat itu saya mulai meninggalkan pena dan kertas. Sebuah flashdisk pinjaman saudara menjadi modal awal yang membuat saya berani membuat blog;Blog &#8220;Filosofi Burjo&#8221; lahir via warnet (September 2007). Sejak saat itu saya banyak menulis, menyimpan file-file di kompi, mentransfer via flashdisk, dan kemudian membagikannya kepada pengguna internet via blog. Itulah awal mula saya menjelma menjadi warnetholic. Pagi (pas abis sholat shubuh), siang, malem (hingga jam 4 pagi), itulah waktu-waktu dimana saya hanya dapat ditemui di warnet. Blog ini nyaris 70% tulisannya lahir via warnet, begitu pula dengan Burjo Zine (kapan nih terbit lagi..). Intensitas saya ke warnet semakin bertambah ketika PC saya mulai rewel, sakit-sakitan dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.</p>
<p>Saya sempat berhenti sebentar menulis. Bukan karena saya tidak punya uang untuk ke warnet, bukan pula karena saya masih berduka, tapi lebih karena saya tidak mampu menghordeni ilham yang tiba-tiba muncul tanpa salam tanpa permisi. Sejak saat itu saya mulai melangkah mundur, terkadang menulis di buku, komputer nganggur, hingga melatih otak untuk menghafal lebih keras. Peristiwa ini melatih saya untuk istiqomah dalam menulis. Juga membuat saya merenung, bahwa inti dari kegiatan menulis adalah pada menulis itu sendiri bukan pada alatnya. Menulis adalah menulis kapanpun, dimanapun, dan pada benda apapun.</p>
<p>Saat ini saya dapat menikmati fasilitas laptop plus sambungan internet di rumah. Sehingga bisa menulis kapan saja serta dapat mencari sumber dengan mudah karena tidak perlu meninggalkan perpus pribadi saya. Tapi Alhamdulillah saya pernah mengalami cobaan berat dalam dunia kepenulisan saya. Saya hingga hari ini belum berfikir untuk pensiun menulis dan entah produk apa saja yang saya hasilkan melalui tulisan saya (entah buku, novel, majalah, dsb). Saya juga belum kepikiran entah media apa lagi yang nanti saya gunakan untuk menulis (saya belum kepikiran beli Apple tablet, karena memang tidak ada dananya. Tapi saya bersyukur dengan media yang dianugerahkan Allah kepada saya sehingga saya mampu menulis). Akhirnya, baru sekarang saya merasakan bahwa menulis itu berat dan hanya orang-orang yang memiliki semangat bushido yang mampu bertahan. Entah apa niat awal kita ketika menulis, entah latihan, tugas, falling love, pamer, hingga perang pemikiran. Menulis itu berat dan niat saya jelas tetap istiqomah menyelesaikan pertempuran penghabisan ini.</p>
<p>(Sebuah renungan untuk penulis pemula serta kawan lama;sudah waktunya kau angkat lagi penamu)</p>
<br />Filed under: <a href='http://burjo.wordpress.com/category/catatan-di-sekitar-hidupku/'>Catatan di sekitar hidupku</a>, <a href='http://burjo.wordpress.com/category/menulis-untuk-perubahan/'>Menulis untuk perubahan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/1328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/1328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/1328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/1328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/burjo.wordpress.com/1328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/burjo.wordpress.com/1328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/burjo.wordpress.com/1328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/burjo.wordpress.com/1328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/1328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/1328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/1328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/1328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/1328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/1328/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&amp;blog=1817660&amp;post=1328&amp;subd=burjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2011/11/08/kenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2011/11/1038194936_cb03c9ef0a_b.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1038194936_cb03c9ef0a_b</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
