<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Filosofi BURJO</title>
	<atom:link href="http://burjo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://burjo.wordpress.com</link>
	<description>..Dan Perjuangan Adalah Melaksanakan Kata-Kata..</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2009 16:30:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='burjo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f5bfb853d1d2be04bcd365eeb5ea105e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Filosofi BURJO</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Minah dan Tiga Buah Kakao di Meja Hijau..</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2009/11/25/minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2009/11/25/minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 16:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[anti demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel tamu]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi gak asik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/2009/11/25/minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/</guid>
		<description><![CDATA[Minah (55) hanya dapat meremas kedua belah tangannya untuk menepis kegalauan agar tetap tegar saat menyampaikan pembelaan atau pleidoi di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11).
Tanpa didampingi pengacara, ia menceritakan bahwa alasannya memetik tiga buah kakao di kebun PT Rumpun Sari Antan 4, pertengahan Agustus lalu, adalah untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=627&subd=burjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Minah (55) hanya dapat meremas kedua belah tangannya untuk menepis kegalauan agar tetap tegar saat menyampaikan pembelaan atau pleidoi di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11).<br />
Tanpa didampingi pengacara, ia menceritakan bahwa alasannya memetik tiga buah kakao di kebun PT Rumpun Sari Antan 4, pertengahan Agustus lalu, adalah untuk dijadikan bibit.<br />
Nenek tujuh cucu yang buta huruf ini sesekali melemparkan pandangan kepada beberapa orang yang dikenal guna memperoleh kekuatan. Ia berusaha memastikan bahwa pembelaannya dapat meyakinkan majelis hakim.<br />
Dengan menggunakan bahasa Jawa ngapak (dialek Banyumasan) bercampur bahasa Indonesia, Minah menuturkan, tiga buah kakao itu untuk menambah bibit tanaman kakao di kebunnya di Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. ”Kalau dipenjara, inyong (saya) enggak mau Pak Hakim. Namung (cuma) tiga buah kakao,” ujar Minah kepada majelis hakim.<br />
Minah mengaku sudah menanam 200 bibit pohon kakao di kebunnya, tetapi ia merasa jumlah itu masih kurang. Namun, belum sempat buah tersebut dibawa pulang, seorang mandor perkebunan, Sutarno, menegurnya. Minah lantas meminta maaf dan meminta Sutarno untuk membawa ketiga buah kakao tersebut.<br />
Alih-alih permintaan maafnya diterima, manajemen PT RSA 4 malah melaporkan Minah ke Kepolisian Sektor Ajibarang, akhir Agustus lalu. Laporan itu berlanjut pada pemeriksaan kepolisian dan berakhir di meja hijau.<br />
Minah sudah berusaha melepaskan diri dari jerat hukum. Tapi usahanya sia-sia. Hukum yang mestinya mengayomi masyarakat dengan menegakkan keadilan, bagi nenek Minah, ternyata tak punya nurani. Hukum kita rupanya tak memberi ampun bagi orang kecil seperti Minah. Tetapi, koruptor pencuri miliaran rupiah uang rakyat melenggang bebas dari sanksi hukum.<br />
Di Jawa Tengah, misalnya, empat bekas anggota DPRD dan aparat Pemerintah Kota Semarang yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kota Semarang tahun 2004 sebesar Rp 2,16 miliar divonis bebas. Mereka bebas dari sanksi hukum setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali mereka. MA menyatakan keempat terpidana itu tidak melakukan tindak pidana.<br />
Muramnya penuntasan masalah hukum di Jateng masih ditambah lagi dengan putusan hakim yang hanya memberikan hukuman percobaan kepada pelaku tindak pidana korupsi. Salah satunya dijatuhkan kepada Ketua DPRD Jateng periode 1999-2004, Mardijo. Terdakwa korupsi dobel anggaran APBD Jateng sebesar Rp 14,8 miliar ini hanya diberi hukuman percobaan selama dua tahun.<br />
Minah memang tak mengerti masalah hukum seperti para terpidana dan terdakwa kasus korupsi itu. Namun, dengan berkata jujur, ia memiliki keyakinan bahwa ia mampu menghadapi rimba hukum formal yang tidak dimengertinya sama sekali.<br />
Terhitung tanggal 13 Oktober sampai 1 November, Minah menjadi tahanan rumah, yakni sejak kasusnya dilimpahkan dari kepolisian kepada Kejaksaan Negeri Purwokerto. Sejak itu hingga sekarang, ia harus lima kali pergi pulang memenuhi panggilan pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Purwokerto, dan persidangan di Pengadilan Negeri Purwokerto.<br />
Rumah Minah di dusun, di pelosok bukit. Letaknya sekitar 15 kilometer dari jalan utama Ajibarang-Wangon. Perjalanan ke Purwokerto masih menempuh jarak sejauh 25 kilometer lagi. Jarak sepanjang itulah yang harus ditempuh Minah setiap kali memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Purwokerto dan Pengadilan Negeri Purwokerto.<br />
Satu kali perjalanan ke Purwokerto, Minah mengaku, bisa menghabiskan Rp 50.000 untuk naik ojek dan angkutan umum. Ditambah lagi untuk makan selama di perjalanan. ”Kadang disangoni anak kula (kadang dibiayai anak saya),” katanya.<br />
Sebelum menyampaikan putusan, majelis hakim juga pernah bertanya kepada Minah, siapa lagi yang memberikannya ongkos ke Purwokerto. ”Saya juga pernah dikasih Rp 50.000 sama ibu jaksa, untuk ongkos pulang,” kata Minah sambil menoleh kepada jaksa penuntut umum Noor Haniah.<br />
Noor Haniah yang mendengar jawaban itu hanya dapat memandang lurus ke Minah.<br />
Elegi Minah tentang tiga kakao yang diambilnya melarutkan perasaan majelis hakim. Saat membacakan pertimbangan putusan hukum, Ketua Majelis Hakim Muslich Bambang Luqmono sempat bersuara tersendat karena menahan tangis.<br />
Muslich mengaku tersentuh karena teringat akan orangtuanya yang juga petani.<br />
Majelis hakim memutuskan, Minah dihukum percobaan penjara 1 bulan 15 hari. Jadi, Minah tak perlu menjalani hukuman itu, dengan catatan tidak melakukan tindak pidana lain selama masa percobaan tiga bulan.<br />
Persidangan ditutup dengan tepuk tangan para warga yang mengikuti persidangan tersebut.<br />
Kasus Minah bisa menjadi contoh bahwa penuntasan masalah hukum di negeri ini masih saja berlangsung tanpa mendengarkan hati nurani, yaitu rasa keadilan…. (Kompas.com, 20/11/2009)</p>
Posted in 1, anti demokrasi, artikel tamu, demokrasi gak asik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/627/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=627&subd=burjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2009/11/25/minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sniper</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2009/11/25/sniper/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2009/11/25/sniper/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 15:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan di sekitar hidupku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/2009/11/25/sniper/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Sniper diartikan sebagai penembak runduk. Maknanya jelas berbeda dg penembak jitu. Penembak jitu sendiri dalam dunia militer lebih dikenal sebagai Marksman. Perbedaan keduanya terletak pada doktrin pagelarannya dalam sebuah misi militer. Penembak jitu biasanya bertugas dalam sebuah regu. Tugasnya membantu memaksimalkan penyerangan regu dan membantai musuh dari jarak jauh. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=620&subd=burjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/sniper-kitten.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-622" title="sniper-kitten" src="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/sniper-kitten.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a>Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Sniper diartikan sebagai penembak runduk. Maknanya jelas berbeda dg penembak jitu. Penembak jitu sendiri dalam dunia militer lebih dikenal sebagai Marksman. Perbedaan keduanya terletak pada doktrin pagelarannya dalam sebuah misi militer. Penembak jitu biasanya bertugas dalam sebuah regu. Tugasnya membantu memaksimalkan penyerangan regu dan membantai musuh dari jarak jauh. Dalam urusan persenjataan penembak jitu biasanya hanya membawa senapan yg mampu mengenai musuh dalam jarak 500 meter. Konsep penembak jitu mengambil dari konsep regu angkatan bersenjata Uni Soviet yg memasukkan penembak jarak jauh dalam konsep regu angkatan bersenjatanya. Sedangkan Sniper atau penembak runduk bertugas dalam satuan setingkat peleton atau bahkan battalion. Regu sniper biasanya berjumlah maksimal 2 (dua) terdiri dari seorang sniper dan spotter atau pengamat. Senjata seorang sniper biasanya mampu mengatasi musuh yg berjarak 800, 1000, hingga 2000 meter.</p>
<p><a href="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/dscf2359.jpg"><img class="size-full wp-image-623 alignleft" title="Sniper dan SVD Dragunov" src="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/dscf2359.jpg?w=240&#038;h=180" alt="" width="240" height="180" /></a>Konsep sniper seperti saat ini berawal dari konsep angkatan bersenjata Jerman pada saat perang dunia I. Konsep tersebut tetap dipertahankan pada saat berkecamuknya perang dunia II. Pada saat itu sniper-sniper NAZI Jerman terbukti mampu meruntuhkan mental tentara Sekutu di Palagan Eropa. Sedangkan di medan Pasifik, sniper-sniper Jepang mengkombinasikan doktrin sniper Jerman dg konsep Ninjitsu atau Ninja untuk mengimbangi Angkatan Perang Sekutu. Di Uni Soviet kemudian dikembangkan pula konsep Sniper pada angkatan bersenjatanya untuk menghambat laju invasi NAZI Jerman ke Eropa Timur. Di kemudian hari pilihan Soviet untuk mengembangkan sniper terbukti manjur dan melambungkan nama-nama seperti Vasily Zeitsev atau Mila Pavlychenko yg sepak terjangnya ditakuti oleh pasukan dan sniper terbaik NAZI Jerman. Barat atau Amerika Serikat sendiri agak terlambat mengembangkan Sniper. Memang dalam setiap regu AB Amerika terdapat Marksman atau penembak jitu (seperti dalam film Saving Private Ryan) dan itu juga belum dikembangkan secara serius. AS baru mengembangkan secara serius pada saat Perang Vietnam berkecamuk. Pada saat itu mulai dibentuk regu-regu Sniper di Marinir AS (USMC) dan dipertahankan hingga hari ini (Sniper Marinir AS dianggap sebagai salah satu regu Sniper terbaik dan sepak terjangnya bisa dilihat di film Shooter).</p>
<p>Senapan untuk sniper dikembangkan secara khusus. Dalam hal ini Jerman sekali lagi dianggap sebagai pelopor. Pada era PD I, Jerman membuat senapan khusus sniper yaitu Gewehr 1898. sedangkan pada era PD II senapan sniper yg berjaya adalah K98k buatan Jerman, Arisaka type 98 buatan Jepang, dan Mosin Nagant yg jadi andalan Uni Soviet. Pada era saat ini senapan Sniper terbagi dalam tiga model. Pertama, model Bolt Action atau model pengisian manual alias masih menggunakan model kokang. Model Bolt Action yg dianggap terbaik antara lain Parker-Hale M82, Remington 700, L96A1-Magnum (favorit para pecandu Counter Strike), dan Steyr SSG69. Kedua, model semi otomatis. Para andalan kelas ini antara lain M14, SVD Dragunov (andalan mujahidin Iraq), GSG G3SG1, dan Galil Galatz. Sedangkan yang ketiga adalah Sniper kelas berat atau yg umum disebut Anti Material Sniper. Sniper ini menggunakan kaliber 12,7 mm, mampu menghabisi target dari target 1500 hingga 2000 meter, dan (ini yg jadi asal muasal Anti Material Sniper) mampu menembus baja ringan dan tembok. Senapan dalam kelas ini antara lain Barret type 80, Mechem NTW, dan PGM Hecate.<a href="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/sniper-in-action.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-624" title="US Army sniper" src="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/sniper-in-action.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Di Indonesia sendiri aksi sniper pertama yg tercatat adalah aksi mujahidin Aceh yg menghabisi Jenderal De Kock di halaman Masjid Raya dalam perang Aceh. Kemudian aksi sniper mereda hingga pada era perang Kemerdekaan. Para pejuang di Surabaya pernah tercatat dan diakui tentara Inggris sebagai sniper yg menakutkan. Bahkan pada saat berkecamuknya perang Surabaya 1945, harian-harian di Inggris mengetengahkan headline berita yg mengabarkan bahwa Sniper di Surabaya memiliki kemampuan sama menakutkan dg para Sniper NAZI. Sedangkan di dunia Islam pada umumnya, khususnya pada hari-hari ini terbukti peran sniper mampu menggentarkan musuh-musuh kaum muslimin. Di medan perang Iraq dan Afghanistan, para mujahidin yg memiliki kemampuan sniper sangat meresahkan pasukan Amerika dan aliansinya (khusus Iraq, sepak terjang para sniper mujahidin biasa disaksikan di film dokumenter Sniper Baghdad). Juga para Sniper HAMAS yg beberapa waktu lalu menjadi faktor kemenangan atas Israel dalam pertempuran Gaza.</p>
<p><strong>(tulisan ini sebagai tambahan dari tulisan Bang Divan tentang Simo Hayha)</strong></p>
Posted in 1, Catatan di sekitar hidupku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/620/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=620&subd=burjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2009/11/25/sniper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/sniper-kitten.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sniper-kitten</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/dscf2359.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sniper dan SVD Dragunov</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/sniper-in-action.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">US Army sniper</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Islam membabat Mafia Hukum</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2009/11/18/cara-islam-membabat-mafia-hukum/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2009/11/18/cara-islam-membabat-mafia-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel tamu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=618</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat luas telah mengikuti pemutaran rekaman sebagian dari episode kisruh “cicak-buaya” yang disiarkan langsung oleh televisi selama kurang lebih 4,5 jam pada tanggal 3 November 2009. Ibarat gunung es, rekaman pembicaraan tersebut hanyalah menunjukkan bagian kecil dari apa yang terjadi sesungguhnya: adanya mafia hukum/peradilan.
Pemutaran rekaman telepon hasil penyadapan KPK yang ditonton oleh masyarakat luas itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=618&subd=burjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Masyarakat luas telah mengikuti pemutaran rekaman sebagian dari episode kisruh “cicak-buaya” yang disiarkan langsung oleh televisi selama kurang lebih 4,5 jam pada tanggal 3 November 2009. Ibarat gunung es, rekaman pembicaraan tersebut hanyalah menunjukkan bagian kecil dari apa yang terjadi sesungguhnya: adanya mafia hukum/peradilan.<br />
Pemutaran rekaman telepon hasil penyadapan KPK yang ditonton oleh masyarakat luas itu kemudian menjadi pendorong kuat bagi mereka untuk menggugat seluruh instrumen penegak hukum dan sistem peradilan yang ada. Gugatan tersebut kemudian mereka lampiaskan baik di dunia nyata (mulai demonstrasi hingga unjuk seni parodi) maupun di dunia maya/internet (mulai dari ekspresi kekecewaan hingga kecaman).<br />
Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum pun makin rendah. Menurut jajak pendapat Kompas, 89,8% masyarakat percaya bahwa keputusan hukum di Indonesia bisa dibeli dengan uang (Kompas, 9/11/09).<br />
Singkatnya, masyarakat seperti terbuka matanya dan mulai menyadari betapa suap-menyuap dan korupsi telah berurat akar dan menjadi lazim di negeri ini, khususnya di dunia peradilan.<br />
<strong>Mafia Hukum: Bukti Nyata Kebobrokan Sistem Hukum dan Peradilan Sekular</strong><br />
Kasus di atas menjadi bukti nyata betapa amburadulnya sistem hukum dan peradilan sekular di Indonesia; baik menyangkut aparat penegak hukum, lembaga-lembaga hukum yang ada maupun undang-undang dan peraturan yang dijadikan acuannya. Undang-undang yang ada gagal mengatasi seluruh kasus hukum di masyarakat yang membutuhkan keadilan. Akibatnya, masih sering dibutuhkan adanya payung hukum baru seperti Perppu ataupun produk hukum yang lain saat UU atau peraturan yang ada dianggap tidak cukup memadai. Aparat dan lembaga hukum yang ada pun dianggap tidak cukup memadai dalam menangani banyak kasus hukum dan peradilan. Akibatnya, dibentuklah kemudian Tim Pencari Fakta (TPF) atas sejumlah kasus hukum di negeri ini sering terjadi. Terakhir, dalam kisruh KPK-Polri, dibentuk Tim 8 oleh Presiden. Sebagian pihak menilai kebijakan ini menjadi blunder dan kontradiktif (berlawanan) dengan sistem hukum yang ada, juga dengan sejumlah lembaga penegak hukum yang ada.<br />
Sementara itu, Global Corruption Report melansir sekitar US$ 40 miliar (sekitar Rp 400 triliun) digunakan dunia usaha untuk menyuap pejabat setiap tahun. Pemberian suap itu bertujuan untuk memudahkan bisnis dan bahkan ada yang bermotif politik: mempertahankan pemerintahan yang korup! Suap sepertinya sudah menjadi “tradisi” dalam berbagai macam urusan apapun di negeri ini. “Semua itu dilakukan dengan modus operandi yang sangat terorganisasi,” kata Ketua Dewan Pengurus Transparansi Internasional Indonesia (TII) Todung Mulya Lubis saat peluncuran Global Corruption Report 2009, di Jakarta, Rabu (7/10).<br />
Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang penduduknya mayoritas Muslim ini termasuk yang paling tinggi di dunia. Bahkan koran Singapura, The Strait Time, sekali waktu pernah menjuluki Indonesia sebagai “the envelope country” karena segala hal bisa dibeli; entah itu lisensi, tender, wartawan, hakim, jaksa, polisi, petugas pajak atau yang lain.<br />
Kasus korupsi yang ditangani KPK sejak Januari 2008-Agustus 2009 didominasi oleh modus suap. Menurut data ICW (Indonesia Coruption Watch), dari 95 kasus, ada 34 kasus (35,79 persen) modusnya suap; menyusul mark up 19 kasus (20 persen), penggelapan atau pungutan 18 kasus (18,95 persen), penyalahgunaan anggaran 15 kasus (15,79 persen), penunjukan langsung 8 kasus (8,42 persen), dan 1 kasus pemerasan. “Modus korupsi terbanyak yang diungkap KPK adalah suap.<br />
Adapun dilihat dari latar belakangan profesi, tersangka korupsi paling dominan adalah swasta. Dari 95 tersangka: 19 di antaranya adalah swasta; disusul anggota DPR/DPRD 18 orang, pejabat eselon dan pimpro 17 orang; duta besar, pejabat konsulat dan imigrasi ada 13 orang; kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota) 12 orang; dewan gubernur/pejabat Bank Indonesia 7 orang; pejabat BUMN 5 orang; komisi negara 2 negara; aparat hukum dan BPK masing-masing 1 orang. Mereka tersangkut kasus kejahatan baik karena korupsi yang merugikan keuangan negara, terlibat suap, menerima gratifikasi (hadiah) atau melakukan penggelapan, pemerasan, dan perbuatan curang lainnya.<br />
Mantan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie menyebut lebih dari Rp 300 triliun dana—baik dari penggelapan pajak, kebocoran APBN maupun penggelapan hasil sumberdaya alam—menguap masuk ke kantong para koruptor. Selain itu, korupsi yang biasanya diiringi dengan kolusi juga membuat keputusan yang diambil oleh pejabat negara sering merugikan rakyat. Heboh privatisasi sejumlah BUMN, lahirnya perundang-undangan aneh (semacam UU Energi, UU SDA, UU Migas, UU Kelistrikan), adanya impor gula dan beras dan sebagainya dituding banyak pihak sebagai kebijakan yang sangat kolutif karena di belakangnya ada praktik korupsi.<br />
Melihat semua fakta di atas, tentu tidak salah jika masyarakat sampai pada sebuah kesimpulan, mafioso peradilan betul-betul telah mengakar dan meruntuhkan sistem peradilan di negeri ini. Akibatnya, jalannya roda pemerintahan terganggu, karena para birokrat tidak bekerja secara optimal. Efek dominonya, masyarakat semakin menderita dan menggantang asap keadilan.<br />
Pertanyaannya, akankah umat Islam yang menjadi mayoritas dan sekaligus “penentu hitam-putihnya negeri ini” tetap mempertahankan produk hukum dan peradilan dari sistem sekular yang terbukti bobrok seperti saat ini? Tentu tidak! Jika demikian, apa solusinya?<br />
<strong>Solusi Islam</strong><br />
Sebagai sebuah sistem hidup yang paripurna, yang berasal dari sang Pencipta yang Mahaseperuna, Allah ‘Azza wa Jalla, Islam memiliki sejumlah cara yang sangat gamblang untuk menanggulangi berbagai masalah manusia, khususnya dalam upaya mencegah terjadinya kasus korupsi, suap-menyuap dan maraknya mafia peradilan. Di antaranya adalah sebagai berikut:<br />
<em>1. Sistem penggajian yang layak.</em><br />
Sebagai manusia biasa, para pejabat/birokrat tentu memerlukan uang untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya. Untuk itu, agar bisa bekerja dengan tenang dan tak tergoda untuk berbuat curang, mereka harus diberi gaji dan fasilitas yang layak. Rasul saw. bersabda:<br />
Siapa yang bekerja untukku dalam keadaan tidak beristri, hendaklah menikah; atau tidak memiliki pelayan, hendaklah mengambil pelayan; atau tidak mempunyai rumah, hendaklah mengambil rumah; atau tidak mempunyai tunggangan (kendaraan), hendaknya mengambil kendaraan. Siapa saja yang mengambil selain itu, dia curang atau pencuri! (HR Abu Dawud).<br />
<em>2. Larangan suap dan menerima hadiah.</em><br />
Tentang suap, Rasulullah saw. bersabda:<br />
Laknat Allah atas penyuap dan penerima suap (HR Abu Dawud).<br />
Tentang larangan menerima hadiah, Rasul saw. juga bersabda:<br />
Tidak pantas seorang petugas yang kami utus datang dan berkata, “Ini untuk Anda, sementara ini adalah hadiah yang diberikan untuk saya.” Mengapa ia tidak duduk-duduk saja di rumah bapak dan ibunya, lalu memperhatikan, apakah ia akan mendapatkan hadiah atau tidak?! (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).<br />
<em>3. Penghitungan kekayaan pejabat.</em><br />
Agar tidak berbuat curang, Khalifah Umar ra. selalu menghitung kekayaan para pejabatnya di awal dan di akhir jabatannya. Jika terdapat kenaikan tidak wajar, Khalifah Umar ra. akan memaksa mereka untuk menyerahkan kelebihan itu kepada negara (Lihat: Thabaqât Ibn Sa’ad, Târîkh al-Khulafâ’ as-Suyuthi).<br />
<em>4. Teladan dari pemimpin. </em><br />
Dengan keteladan pemimpin, tindakan atas penyimpangan akan terdeteksi secara dini. Penyidikan dan penindakan juga tidak sulit dilakukan. Khalifah Umar ra., misalnya, pernah menyita sendiri seekor unta gemuk milik putranya, Abdullah bin Umar ra. Pasalnya, unta tersebut kedapatan ada bersama beberapa unta lain yang digembalakan di padang rumput milik negara. Khalifah Umar ra. menilai hal tersebut sebagai penyalahgunaan fasilitas negara.<br />
<em>5. Hukuman setimpal. </em><br />
Pada galibnya orang akan takut menerima risiko yang akan mencelakakan dirinya. Hukuman dalam Islam memang berfungsi sebagai zawâjir (pencegah). Dengan hukuman setimpal atas koruptor, misalnya, pejabat akan berpikir seribu kali untuk melakukan korupsi. Dalam hukum Islam, korupsi merupakan kejahatan yang pelakunya wajib dikenai hukuman ta’zîr. Bentuknya bisa berupa hukuman tasyhîr (dipermalukan di depan umum), hukuman kurungan, dll; tentu disertai dengan penyitaan hasil korupsi oleh negara. Khalifah Umar bin Abdul Aziz, misalnya, pernah menetapkan sanksi hukuman cambuk dan penahanan dalam waktu lama terhadap koruptor (Ibn Abi Syaibah, Mushannaf Ibn Abi Syaibah, V/528; Mushannaf Abd ar-Razaq, X/209). Adapun Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. Pernah menyita seluruh harta pejabatnya yang dicurigai sebagai hasil korupsi.<br />
<em>6. Pengawasan masyarakat.</em><br />
Masyarakat jelas turut berperan dalam menyuburkan atau menghilangkan korupsi. Jika di dalam masyarakat tumbuh budaya anti korupsi, insya Allah masyarakat akan berperan efektif dalam mengawasi setiap tindakan para birokrat sehingga korupsi bisa dicegah.<br />
<em>7. Pengendalian diri dengan iman yang teguh.</em><br />
Korupsi atau tidak, pada akhirnya memang berpulang pada kekuatan iman dan kontrol diri para birokrat itu sendiri. Dengan iman yang teguh, ia akan merasa selalu diawasi Allah SWT dan selalu takut untuk melakukan penyelewengan yang akan membawanya pada azab neraka.<br />
<strong>Wahai kaum Muslim:</strong><br />
Semua langkah dan cara di atas memang hanya mungkin diterapkan dalam sistem Islam, mustahil bisa dilaksanakan dalam sistem sekular yang bobrok ini. Karena itu, perjuangan untuk menegakkan sistem Islam dalam wujud tegaknya syariah Islam secara total dalam negara (yakni Khilafah Islam) tidak boleh berhenti. Selain karena ia merupakan kewajiban dari Allah SWT atas umat Islam, juga karena hanya syariah Islamlah—yang diterapkan dalam institusi Khilafah—yang menjadi sumber kemaslahatan dan rahmat bagi kaum Muslim, bahkan bagi umat manusia seluruhnya. Allah SWT berfirman:<br />
[وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ]<br />
Tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (QS al-Anbiya’ ]21]: 107).</p>
Posted in artikel tamu  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/618/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/618/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/618/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/618/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/618/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=618&subd=burjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2009/11/18/cara-islam-membabat-mafia-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Republik Mafioso</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2009/11/11/republik-mafioso/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2009/11/11/republik-mafioso/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politikologi]]></category>
		<category><![CDATA[anti demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat buat yg berkuasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[Khotbah soal moral..
Ngomong keadilan..
Sarapan pagi ku….
Aksi tipu-tipu..
Lobi dan upeti..
Foya-foya…
(cuplikan lagu “Bento”, Iwan Fals)
Pada pekan-pekan ini ketika kita melihat, membaca, dan mendengarkan, serta menyimak berita baik lewat media cetak, televisi, radio, hingga internet maka kita akan disuguhi sebuah tayangan yg membuat kita mengelus dada. Para aparat penegak hukum yg menjadi tumpuan keadilan bagi masyarakat justru berselingkuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=613&subd=burjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Khotbah soal moral..<img class="alignright size-medium wp-image-614" title="capitalism_01" src="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/capitalism_01.jpg?w=224&#038;h=300" alt="capitalism_01" width="224" height="300" /></p>
<p>Ngomong keadilan..</p>
<p>Sarapan pagi ku….</p>
<p>Aksi tipu-tipu..</p>
<p>Lobi dan upeti..</p>
<p>Foya-foya…</p>
<p>(cuplikan lagu “Bento”, Iwan Fals)</p>
<p>Pada pekan-pekan ini ketika kita melihat, membaca, dan mendengarkan, serta menyimak berita baik lewat media cetak, televisi, radio, hingga internet maka kita akan disuguhi sebuah tayangan yg membuat kita mengelus dada. Para aparat penegak hukum yg menjadi tumpuan keadilan bagi masyarakat justru berselingkuh dg para penjahat dan mafia. Mereka bergulat satu sama lain untuk berencana dan membuat makar berupa tindak kejahatan. Masalahnya aksi mereka diketahui dan mendapat “restu” dari penguasa republik ini. Sedangkan partai politik yg tiap lima tahun sekali “unjuk gigi” di depan rakyat, hari ini justru ompong dan tidak berbuat apapun untuk rakyat. Mereka (para partai politik) seakan larut bahkan “ngantuk” dan kehilangan kekritisannya dalam menyikapi permasalahan. Mereka telah dibuat mabuk kekuasaan sehingga lupa akan janji-janji yg mereka bualkan di depan rakyat ketika kampanye.</p>
<p>Maka rakyat hari ini menyaksikan pertunjukan sirkus dimana para singa, harimau, beruang, dan gajah yg selama ini menjadi penguasa rimba justru sekarang tak ubahnya kerbau di depan para badut sirkus. Aksi sirkus ini ditutup dg aksi para anjing dan monyet sirkus yg menyajikan komedi yg membuat penonton tergelak dan sejenak melupakan penat. Para gajah, singa, harimau, dan beruang tak ubahnya para penguasa dan aparat-aparatnya yg tunduk kepada para penjahat kapiran dan para mafia bertopeng badut. Sedangkan partai-partai politik di negeri ini tak ubahnya para anjing dan monyet sirkus yg hanya mampu membuat dagelan politik lima tahunan bernama pemilu.</p>
<p>Maka para penjahat di republik ini tak ubahnya tokoh “Bento” dalam lagu Iwan Fals puluhan tahun lalu. Mereka lebih berkuasa di atas apapun, siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Maka berbagai UU, Perpu, KUHP, serta aneka macam rapat tidak artinya di depan para penjahat ini. Karena atas nama kuasa mereka segala macam hukum, undang-undang, dan segala macam tetek bengek di republik ini bisa mereka langgar. Maka tidak salah bila ketua FPI, Habib Rizieq Shihab dalam salah satu wawancaranya dg Hidayatullah menyatakan bahwa republik ini telah berubah menjadi Republik Mafioso, dimana para mafialah sesungguhnya penguasa sejati di negeri ini.</p>
<p><strong>Oknum ataukah Sistem???</strong></p>
<p>Pertanyaannya adalah apa akar masalah permasalahan ini; oknum yg jahat ataukah sistem yg buruk. Kalau kita berbicara masalah oknum, hampir dimanapun dan kapanpun para oknum birokrat selalu muncul. Berbagai upaya untuk menggulung para oknum ini telah banyak dilakukan di berbagai Negara. Berbagai model penanggulangan hukum juga telah dilakukan, mulai dari membentuk komisi independent, memberlakukan hukuman mati, reformasi di tubuh kejaksaan dan kepolisian, hingga people power. Tapi masalahnya mengapa para oknum ini masih terus bermunculan bak cendawan di musim penghujan. Dan khusus Indonesia masalah seperti ini sudah muncul sejak akhir pemerintahan Orde Lama, berkembang subur pada masa Orde Baru, dan seakan menemukan momen sejak era Reformasi sejak kasus penyerbuan kantor redaksi Tempo, kasus Artalyta, hingga yg terhangat drama Anggodo Widjojo. Aktornya terus berganti tapi plot ceritanya masih sama.</p>
<p>Maka tidak salah apabila ada sebagian kalangan yg menyatakan bahwa masalah mafia peradilan berawal dari sistem yg buruk. Longgarnya sistem hukum serta mudahnya mempermainkan pasal-pasal dalam undang-undang membuat orang dg mudahnya mempermainkan hukum. Selain itu sistem birokrasi yg rumit dg adanya banyak meja membuat orang berpikir untuk melakukan jalan pintas. Juga adanya sistem penggajian yg tidak layak membuat aparat dan birokrat mudah tergiur oleh hadiah dan suap.</p>
<p>Semua itu berwal dari sistem dasar yg saat ini (dg terpaksa) dianut oleh masyarakat, yaitu Sistem Kapitalisme. Kapitalisme dg aqidah dasarnya yaitu sekulerisme, menyebabkan masyarakat menganggap bahwa sebuah pekerjaan adalah untuk menghasilkan materi berupa uang dan harta bukan sebagai bagian dari ibadah. Hal ini telah merasuk pada diri masayarakat mulai dari massa akar rumput, kalangan professional, para birokrat di pemerintahan, hingga para aparat penegak hukum dan penguasa. Maka definisi kekuasaan yg selama ini adalah sebagai pengayom rakyat berubah menjadi bahwa kekuasaan adalah mesin uang. Mereka menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk mengeruk materi sebanyak-banyaknya. Selain itu sekulerisme yg menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai ibadah menyebabkan memudarnya unsur halal haram di dalam setiap kegiatan masyarakat. Akibatnya masyarakat berlomba-lomba mngejar materi tanpa mempedulikan unsur halal haram tersebut. Perlombaan ini jelas menjadi bencana bagi seluruh masyarakat ketika seluruh unsurnya mulai dari bawah hingga penguasa mulai berjamaah dalam melakukan kejahatan dan meninggalkan aturan-aturan Tuhan.</p>
<p>Jelas Kapitalismelah yg menjadi sumber utama penyakit masyarakat. Bukan hanya menjadi bencana bagi negeri-negeri dunia ketiga (yg di dalamnya termasuk negeri-negeri kaum muslimin). Bahkan di negeri-negeri Barat seperti Amerika serikat, Inggris, dan negeri-negeri Eropa Barat yg notabene sebagai pencetus sekaligus pendakwah utama Kapitalisme, Kapitalisme telah menyebabkan terjadinya perselingkuhan antara penguasa, kekuatan militer, dan perusahaan-perusahaan besar yg salah satu akibatnya adalah krisis keuangan global, memicu peperangan di beberapa bagian dunia, hingga menimbulkan banyak masalah pada masyarakat di negeri-negeri tersebut seperti pengangguran, anarkisme, tuna wisma, hingga kelaparan.</p>
<p>Jejak perselingkuhan ini direkam dg apik oleh John Perkins dalam bukunya Confessions of an Economic Hitman. Disebutkan bahwa bagaimana perusahaan-perusahaan besar Amerika berkolaborasi dg pemerintahan dan militer Amerika bahu-membahu memiskinkan negara dunia ketiga. Lalu bagaimana kolaborasi ini bisa terjadi? Biasanya ketika seseorang atau partai ingin menjabat atau menduduki posisi tertentu di pemerintahan (Presiden, Senat, Anggota Dewan atau Parlemen, Menteri, Jaksa Agung, dsb) mereka biasanya mengeluarkan proposal untuk membiayai kampanye mereka. Proposal ini dikirim ke perusahaan-perusahaan maupun individu dalam masyarakat, harapannya mereka mau membantu membiayai kampanye orang atau partai tersebut. Akan tetapi terkadang tanpa diminta perusahaan-perusahaan atau individu-individu tertentu berani menyodorkan dana besar kepada calon-calon potensial atau kepada partai-partai besar yg memiliki peluang meraih jabatan di pemerintah. Bahkan terkadang bukan hanya terkait urusan jabatan, mereka (para perusahaan dan para individu tadi) bahkan berani menjalin hubungan dan membantu urusan keluarga dan pribadi para calon potensial dan para petinggi partai. Harapannya ketika mereka (calon potensial dan partai-partai) berkuasa maka urusan yg menyangkut perusahaan dan individu pemodal di anak emaskan oleh penguasa, maka mulai dari sinilah sebenarnya ujung pangkal lingkaran setan dan sekaligus awal terbentuknya Republik Mafioso itu terjadi dan semua itu dipicu oleh sistem Kapitalisme yg menjauhkan manusia dari Tuhan dan menjadikan manusia sebagai penyembah materi.</p>
<p>Maka usaha untuk memangkas kejahatan peradilan dan para mafia hukum adalah dg perjuangan mengganti sistem dasar yg selama ini bercokol di tengah masyarakat. Perjuangan itu tidak boleh bersifat reaksional akan tetapi harus terus menerus karena masyarakat harus terus diingatkan dan dipanaskan. Perjuangan tersebut juga bukan perjuangan reformasi yg hanya sekadar memreteli bagian-bagian tertentu yg rusak pada masyarakat, tapi harus bersifat revolusioner dan menyeluruh untuk mendongkel sistem rusak yg sudah berurat akar di masyarakat. Perjuangan tersebut tidak bersifat lokal akan tetapi harus global mengingat sistem rusak tersebut telah menjadi endemik hampir di seluruh penjuru dunia. Perjuangan tersebut juga bukan perjuangan bersenjata dan dg kekerasan tapi bersifat politik intelektual yg cerdas mengemukakan pendapat dan argumen di tengah-tengah masyarakat. Dan perjuangan tersebut bukan sekadar seruan moral yg minim solusi dan hanya bersifat history semata, tapi sebuah perjuangan ideologis yg melakukan perang pemikiran dan budaya kepada masyarakat. Oleh karena itu perjuangan ini membutuhkan ideologi pembanding yg harus memiliki nilai yg lebih baik, lebih murni, lebih manusiawi, dan lebih hebat dari Kapitalisme. Pertanyaannya ideologi apa yg mampu menumbangkan Kapitalisme? Jika Sosialisme telah mati, maka tidak ada lagi solusi ideologi alternatif selain Islam. Pertanyaannya, sudah siapkah kita mengemban ideologi Islam ketika melihat kebobrokan Kapitalisme sudah sedemikian rupa dan tidak bisa ditolerir lagi?? Kalau saya Insya Allah 100% Siap.</p>
Posted in anti demokrasi, nasehat buat yg berkuasa, Politikologi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=613&subd=burjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2009/11/11/republik-mafioso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/capitalism_01.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">capitalism_01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kal Ho Na Ho</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2009/11/11/kal-ho-na-ho/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2009/11/11/kal-ho-na-ho/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 13:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan di sekitar hidupku]]></category>
		<category><![CDATA[Sajak Tukang Molor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[(buat Anas yg sudah ngenalin gw lagu keren ini, juga untuk seorang bidadari  yg berjanji menemani sisa hidupku dan menjadi belahan jiwaku)
Har Ghadi Badal Raha Hai Roop Zindagi
Chaav Hai Kabhi Kabhi Hai Dhoop Zindagi
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
Har Ghadi Badal Raha Hai Roop Zindagi
Chaav Hai Kabhi Kabhi Hai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=608&subd=burjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>(buat Anas yg sudah ngenalin gw lagu keren ini, juga untuk seorang bidadari  yg berjanji menemani sisa hidupku dan menjadi belahan jiwaku)</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-610" title="menatap awan" src="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/img_01381.jpg?w=300&#038;h=225" alt="menatap awan" width="300" height="225" />Har Ghadi Badal Raha Hai Roop Zindagi</p>
<p>Chaav Hai Kabhi Kabhi Hai Dhoop Zindagi</p>
<p>Har Pal Yahan</p>
<p>Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama</p>
<p>Kal Ho Na Ho</p>
<p>Har Ghadi Badal Raha Hai Roop Zindagi</p>
<p>Chaav Hai Kabhi Kabhi Hai Dhoop Zidnagi</p>
<p>Har Pal Yahan</p>
<p>Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama</p>
<p>Kal Ho Na Ho</p>
<p>Chaahe Jo Tumhe Poore Dil Se</p>
<p>Milta Hai Woh Mushkil Se</p>
<p>Aisa Jo Koi Kahin Hai</p>
<p>Bas Vahi Sabse Hasin Hai</p>
<p>Us Haath Ko Tum Thaam Lo</p>
<p>Voh Meherbaan Kal Ho Na Ho</p>
<p>Har Pal Yahan</p>
<p>Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama</p>
<p>Kal Ho Na Ho</p>
<p>Palko Ke Leke Saaye</p>
<p>Paas Koi Jo Aaye</p>
<p>Lakh Sambhalo Paagal Dil Ko</p>
<p>Dil Dhadke Hi Jaaye</p>
<p>Par Sochlo Is Pal Hai Jo</p>
<p>Voh Dastan Kal Ho Na Ho</p>
<p>Har Pal Yahan</p>
<p>Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama</p>
<p>Kal Ho Na Ho</p>
<p>Har Pal Yahan</p>
<p>Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama</p>
<p>Kal Ho Na Ho</p>
<p><strong>English Tranlations</strong></p>
<p>Life changes its beauty all the time</p>
<p>Sometimes it’s a shade, sometimes life is sunlight</p>
<p>Live every moment here to your heart’s content</p>
<p>The time that is here may not be tomorrow</p>
<p>One who loves you whole-heartedly</p>
<p>It is difficult meet that person</p>
<p>If there is someone like that somewhere</p>
<p>That person is more beautiful than all</p>
<p>Grab into that (person’s) hand</p>
<p>He or she may not be so gracious tomorrow</p>
<p>Live every moment here to your heart’s content</p>
<p>The time that is here may not be tomorrow</p>
<p>Taking the shadow of your eyelashes, when someone comes near</p>
<p>You try to reason with your crazy heart</p>
<p>Your heart just goes on beating</p>
<p>But think, that which is here now</p>
<p>That story may not be here tomorrow</p>
<p>Life changes its beauty all the time</p>
<p>Sometimes it’s a shade, sometimes life is sunlight</p>
<p>Live every moment here to your heart’s content</p>
<p>The time that is here may not be tomorrow</p>
<p>The time that is here may not be tomorrow</p>
<p><strong>Terjemah Indonesia</strong></p>
<p>Hidup berubah setiap waktu</p>
<p>Kadang teduh, terkadang penuh cahaya</p>
<p>Jalani hidup berdasarkan isi hatimu</p>
<p>Saat ini, karena esok belum tentu ada</p>
<p>Seseorang yang mencintaimu sepenuh hati</p>
<p>Sangatlah sulit dijumpai</p>
<p>Bila di suatu tempat ada yang seperti itu, orang yang lebih baik dari segalanya,</p>
<p>Raihlah tangannya</p>
<p>Mungkin esok dia tidak lagi mengenalmu</p>
<p>Jalani hidup berdasarkan isi hatimu</p>
<p>Saat ini, karena esok belum tentu ada</p>
<p>Tampak bayangan di matamu,</p>
<p>Ketika seseorang datang mendekat</p>
<p>Lalu kau mencoba menjelaskan tentang isi hatimu yang tergila-gila padanya</p>
<p>Menunjukkan debaran di hatimu</p>
<p>Tapi berfikirlah itu terjadi hari ini</p>
<p>Karena belum tentu cerita ini besok ada</p>
<p>Hidup berubah setiap waktu</p>
<p>Kadang teduh, terkadang penuh cahaya</p>
<p>Jalani hidup berdasarkan isi hatimu</p>
<p>Saat ini, karena esok belum tentu ada</p>
<p>Jalani hidup berdasarkan isi hatimu</p>
<p>Saat ini, karena esok belum tentu ada</p>
Posted in 1, Catatan di sekitar hidupku, Sajak Tukang Molor  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/608/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=608&subd=burjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2009/11/11/kal-ho-na-ho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/img_01381.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">menatap awan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lima Syair Tentang Warisan Harta</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2009/11/07/lima-sayair-tentang-warisan-harta/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2009/11/07/lima-sayair-tentang-warisan-harta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 14:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sajak Tukang Molor]]></category>
		<category><![CDATA[anti demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi gak asik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[(1)
Inilah syair pertama tentang secercah sejarah
Mengenai nabi Muhammad menjelang wafat
Ketika sakit beliau sudah terasa berat
Pada tabungannya yang sedikit jadi teringat
Menyedekahkannya belumlah lagi sempat
Maka Rasulullah berkata pada Aisyah
“Aisyah, mana itu ashrafi?
Sedekahkanlah segera di jalan Allah
Berikanlah secepatnya pada orang tidak berpunya
Bila masih ada harta kutinggalkan
Di rumahku ini, pasti itu bakal jadi rintangan
Dan aku tak aman menghadap Tuhan.”
Sesudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=598&subd=burjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">(1)</p>
<p>Inilah syair pertama tentang secercah sejarah</p>
<p>Mengenai nabi Muhammad menjelang wafat</p>
<p>Ketika sakit beliau sudah terasa berat</p>
<p>Pada tabungannya yang sedikit jadi teringat</p>
<p>Menyedekahkannya belumlah lagi sempat</p>
<p>Maka Rasulullah berkata pada Aisyah</p>
<p>“Aisyah, mana itu ashrafi?</p>
<p>Sedekahkanlah segera di jalan Allah</p>
<p>Berikanlah secepatnya pada orang tidak berpunya</p>
<p>Bila masih ada harta kutinggalkan</p>
<p>Di rumahku ini, pasti itu bakal jadi rintangan</p>
<p>Dan aku tak aman menghadap Tuhan.”</p>
<p>Sesudah tabungan itu dibagikan</p>
<p>Maka wafatlah beliau dengan aman.</p>
<p style="text-align:center;">(2)</p>
<p>Inilah syair kedua tentang Khalid bin Walid</p>
<p>Perwira tinggi yang amat gagah berani</p>
<p>Seorang jenderal pertempuran yang sejati</p>
<p>Caranya mati dia sesali sendiri</p>
<p>Karena bukan gugur di medan pertempuran</p>
<p>Tapi karena sakit, mati di atas dipan</p>
<p>Mengenai harta benda yang dia tinggalkan</p>
<p>Hanya tiga jenis macamnya:</p>
<p>Sebilah pedang</p>
<p>Seekor kuda</p>
<p>Dan seorang pembantu rumah tangga.</p>
<p style="text-align:center;">(3)</p>
<p>Inilah syair ketiga tentang Umar yang perkasa</p>
<p>Yang pernah menaklukkan Persia dan Roma</p>
<p>Yang kilatan pedangnya menggoncang kerajaan demi kerajaan</p>
<p>Yang perkasa, kaya serta berkuasa</p>
<p>Tetapi sesudah dia tiada lagi bernyawa</p>
<p>Warisannya cuma sehelai baju</p>
<p>Terbuat dari kain yang kasar</p>
<p>Dan uang lima keping</p>
<p>Seharga lima dinar.</p>
<p style="text-align:center;">(4)</p>
<p>Inilah syair keempat tentang Aurangzeb</p>
<p>Penguasa imperium Mughal di India</p>
<p>Luas dan jaya kerajaannya</p>
<p>Adil serta merata kemakmurannya</p>
<p>Dan ketika dia pergi menghadap Tuhan</p>
<p>Dia meninggalkan dua warisan</p>
<p>Pertama, uang sebanyak empat rupi dua anna</p>
<p>Hasil penjualan kopiah jahitannya</p>
<p>Kedua, uang sebanyak 305 rupi</p>
<p>Upah menyalin Qur’an dengan tangan</p>
<p>Dan semua uang itu kemana pergi</p>
<p>Pada rakyat yang miskin habis dibagi-bagi.</p>
<p style="text-align:center;">(5)</p>
<p>Inilah syair kelima tentang Sultan Shalahuddin</p>
<p>Pahlawan perang yang sangat harum namanya</p>
<p>Raja dari kawasan yang sangat luasnya</p>
<p>Sultan dari kerajaan yang amat makmurnya</p>
<p>Dan dia, pada hari wafatnya</p>
<p>Tidak mewariskan harta benda suatu apa</p>
<p>Karena seluruhnya sudah habis disedekahkannya</p>
<p>Pada kawula fakir miskin yang lebih memerlukannya</p>
<p>Sehingga biaya pemakamannya</p>
<p>Adalah urunan dari sahabat-sahabatnya</p>
<p>Dan ada rakyat yang menyumbangkan batang-batang jerami</p>
<p>Untuk membuat batu bata</p>
<p>Sebagai pagar dari makamnya</p>
<p><strong>(Taufik Ismail, “Lima Syair tentang Warisan Harta” dalam MAJOI)</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-599" title="Anak-anak palestina" src="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/386637457_9162e7d89f_b.jpg?w=300&#038;h=193" alt="Anak-anak palestina" width="300" height="193" />Inilah gambaran tentang manusia-manusia hasil gemblengan sistem sejati. Sistem ini menghasilkan manusia-manusia besar yang mampu menaklukkan dunia, meraih kemuliaan di sisi Tuhan, dan namanya harum dikenang oleh generasi selanjutnya.</p>
<p>Sedangkan sistem busuk hanya akan menghasilkan manusia-manusia kerdil. Manusia-manusia tersebut berhati pengecut, jauh dari Tuhannya, menjadi hamba dunia, dan namanya akan diludahi oleh lebih dari tujuh turunan.</p>
<p>Islam adalah sistem sejati, yang menghasilkan manusia-manusia sejati model Rasulullah, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Khalid, Al Fatih, Shalahuddin, Thariq bin Ziyad, As Syafi’I, Sulaiman Al Qonuni, Al Bukhari, Al Ghazali, Akbar yang Agung, Abdurahman Ad Dakhil, Harun Ar Rosyid, Cheng Ho, Aurangzeb, para Walisongo, hingga pangeran Diponegoro.</p>
<p>Sedangkan demokrasi hanya akan menghasilkan para pembantai, koruptor, para tiran, hingga penjahat kapiran model Hitler, Bush, Sharon, Pol pot, Slobodan Milosevic, Moshe Dayan, Augusto Pinochet, Zardari, Karimov, Mubarrak, hingga Susno, Anggodo, Ritonga, Artalita, sampai Sumanto.</p>
<p>Maka buanglah demokrasi sekarang juga dan jadilah manusia sejati dengan menegakkan Islam secara menyeluruh dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah.</p>
Posted in anti demokrasi, demokrasi gak asik, Sajak Tukang Molor  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/598/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=598&subd=burjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2009/11/07/lima-sayair-tentang-warisan-harta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/386637457_9162e7d89f_b.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Anak-anak palestina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Katak-katak di dinding</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2009/11/03/katak-katak-di-dinding/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2009/11/03/katak-katak-di-dinding/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 15:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi gak asik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[sampai saat ini saya bertanya-tanya, apa sih standar kebenaran dalam demokrasi? ada yg bisa jawab gak?
kalau mengacu pada aqidah dasarnya yaitu bahwa kekuasaan di tangan rakyat, maka bisa dipastikan bahwa standar kebenaran dalam demokrasi adalah rakyat. masalahnya rakyat yg mana? dan seandainya rakyat menjadi standar kebenaran maka hanya ada dua kemungkinan;berbahaya atau mungkin utopia. berbahaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=592&subd=burjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright size-medium wp-image-593" title="katak di balik daun" src="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/silhouette-frog.jpg?w=300&#038;h=225" alt="katak di balik daun" width="300" height="225" />sampai saat ini saya bertanya-tanya, apa sih standar kebenaran dalam demokrasi? ada yg bisa jawab gak?</p>
<p>kalau mengacu pada aqidah dasarnya yaitu bahwa kekuasaan di tangan rakyat, maka bisa dipastikan bahwa standar kebenaran dalam demokrasi adalah rakyat. masalahnya rakyat yg mana? dan seandainya rakyat menjadi standar kebenaran maka hanya ada dua kemungkinan;berbahaya atau mungkin utopia. <strong>berbahaya</strong> karena jelas adanya perbedaan antara individu satu dengan individu yg lain dan rentan terjadi konflik di tengah masyarakat. selain itu sebagai manusia terkadang ada kelemahan dan kealpaan dalam mengambil keputusan. maka bisa jadi sebuah aturan diterapkan padahal aturan tersebut melanggar nilai-nilai kemanusian dan bahkan mungkin nilai-nilai Ketuhanan.</p>
<p>selain berbahaya bisa jadi gagasan tersebut hanya <strong>utopia. </strong>karena terbukti gagasan-gagasan tersebut tidak pernah terbukti di seluruh negeri-negeri yg mengklaim menganut demokrasi (hatta Amerika Serikat sekalipun). buktinya ketika Amerika Serikat dan Inggris memaklumatkan perang terhadap Iraq, jutaan rakyat mereka berdemo di jalanan Washington, New York, dan London. tapi toh perang tetap jalan terus. begitupula yg terjadi di tanah air, mulai kasus kenaikan BBM, Ahmadiyah, hingga kasus cicak versus buaya terbukti bahwa demokrasi ternyata mandul bahkan gak sesuai dg apa yg didoktrinkannya.</p>
<p>maka apa sebenarnya standar kebenaran dalam demokrasi? sebenarnya gak layak kalau pertanyaannya diawali dg kata &#8220;apa&#8221;, tapi yg benar adalah &#8220;siapa&#8221;. ya siapa sebenarnya yg dijadikan standar kebenaran dalam demokrasi? karena rakyat adalah suatu hal yg utopia maka penguasalah yg menjadi standar dalam demokrasi. mereka adalah penguasa dan aparat-aparatnya serta mereka yg mengaku menjadi wakil rakyat di Parlemen. merekalah yg menetapkan aturan dan standar kebenaran di tengah masyarakat. kalau sudah begini lalu apa bedanya <strong>demokrasi dengan monarki</strong>?</p>
<p>selain itu ada kekuatan lain yg bergerak dan menjadi penguasa sesungguhnya dalam sistem demokrasi. kekuatan inilah yg sesungguhnyamenggerakkan, mengarahkan, mengatur, dan membuat standar kebenaran dalam demokrasi. inilah kekuatan yg membuat Presiden Amerika Serikat, Rutherford B. Hayes mengaku dg jujur dan mengoreksi ucapan koleganya yaitu mantan Presiden Abraham Lincoln yg menyatakan bahwa &#8220;demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat&#8221; dan dibantah bahwa sesungguhnya &#8220;demokrasi adalah dari perusahaan, oleh perusahaan, dan untuk perusahaan&#8221;. maka sesungguhnya standar kebenaran dalam demokrasi ditentukan oleh perusahaan-perusahaan besar yg akrab disebut dg para korporasi.</p>
<p>maka selamat menikmati demokrasi, selamat menikmati sistem ala Fir&#8217;aun, Hamman, dan Qorun.</p>
Posted in anti demokrasi, demokrasi gak asik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/592/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=592&subd=burjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2009/11/03/katak-katak-di-dinding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/silhouette-frog.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">katak di balik daun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Lontong Balap</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2009/11/03/bukan-lontong-balap/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2009/11/03/bukan-lontong-balap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 13:47:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan di sekitar hidupku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/2009/11/03/bukan-lontong-balap/</guid>
		<description><![CDATA[(Tulisan ini sebenarnya tulisan lama saya. Pas waktu masih nganggur, maka iseng-iseng saya buat penelitian gila ini. Oya maaf klo info yg saya tampilkan di sini udah agak kuno. Yaitu info pas awal-awal kompetisi Moto GP pertama kali menggunakan mesin 800cc setelah sebelumnya menggunakan mesin 990cc)
Oke sebelumnya izinkan saya sedikit berprasangka, kamu semua khususnya kaum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=588&subd=burjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>(Tulisan ini sebenarnya tulisan lama saya. Pas waktu masih nganggur, maka iseng-iseng saya buat penelitian gila ini. Oya maaf klo info yg saya tampilkan di sini udah agak kuno. Yaitu info pas awal-awal kompetisi Moto GP pertama kali menggunakan mesin 800cc setelah sebelumnya menggunakan mesin 990cc)</strong><img class="alignright size-medium wp-image-590" title="Rossi_Assen_victorious" src="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/rossi_assen_victorious.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Rossi_Assen_victorious" width="225" height="300" /></p>
<p>Oke sebelumnya izinkan saya sedikit berprasangka, kamu semua khususnya kaum cowok pasti sering merasa agak2 gimana gitu kalo liat kelakuan para mbak2 yg sering ngebut kalo bawa motor. Mereka para cewek yg katanya lembut dan sering bikin cowok blingsatan (termasuk saya) ternyata bisa juga menjadi penyebab gejala  penyakit jantung ringan. Tapi jangan marah dulu, pelankan diri kalian wahai wanita, saya disini tidak sedang membahas salah satu sifat dasar anda. Saya disini hanya mau mengungkapkan sedikit hasil penyelidikan saya mengenai pertanyaan mengapa para cewek kalo sedang mengendarai motor di jalan raya mampu menyaingi kecepatan Valentino Rossi? Gak percaya? Saya saksinya, saya yg sering dijuluki Rossi ama bocah2 di kampung saya pernah kalah tipis waktu nglawan seorang akhwat (maksudnya cewek ato mbak2 pengguna kerudung dan jubah kurung) di jalanan kampus. Saya kalah tipis dan hanya terpaut 00.00,34 detik dan ini sih belum seberapa, karena sih mbak tersebut juga mampu memecahkan rekor fastest lap yg udah saya bikin sejak semester satu (moto GP banget). Belum lagi saya juga pernah dicurhatin seorang temen ikhwan yg cerita kelakuan calon istrinya yg kalo naik motor agak2 gimana gitu (lagi2 nyaingin Rossi)<br />
Bukannya apa2 atau kurang kerjaan mengapa saya melakukan penyelidikan ini. Karena ini adalah murni sebuah pengetahuan yg ingin saya bagi kepada kamu semua. Ini semua berawal dari pernyataan seorang kawan yg mengamati perbedaan kecil tapi besar, mengenai perbedaan pola sikap cowok dan cewek ketika menaiki motor. Para cowok biasanya karena pingin terlihat gagah sering membuka kakinya agak lebar atau dalam bahasa Jawanya mbegagah, entah ketika menaiki motor bebek lebih2 naik motor laki. Sedangkan cewek karena bersifat feminin dan untuk melindungi bagian tertentu dari tubuhnya, seringkali mereka lebih merapatkan kedua kakinya lebih2 bila mereka naik motor bebek (saya kira jarang banget cewek naik motor laki).<br />
Awalnya saya agak kurang respek ketika disodorin hasil penelitian kawan di atas hingga saya membaca sebuah fenomena yg terjadi di Moto GP. Dalam dunia Moto GP penggunaan motor baru selalu dibarengi dengan berbagai macam penelitian dan percobaan. Regulasi mesin 800 cc yg diterapkan pada musim ini menyebabkan seluruh pabrikan melakukan berbagi perombakan. Mulai sasis, power, hingga fairing body. Dan kerena nih motor nanti digunakan untuk adu kebut (siapa bilang buat temen makan lontong) maka motor juga diuji coba dalam windtunnel (opo maneh?) atau terowongan angin. Tujuan percobaan ini selain menguji power dan ketahanan mesin juga untuk menguji aerodinamika motor (ngarti khan) atau bahasa mudahnya bagaimana sih bisa gak tu motor nembus hambatan angin. Karena biasanya angin menghambat laju motor.<br />
Akan tetapi sehebat2nya motor kalo yg nyetir cemen jelas kagak bisa ngeraih target juara minimal menang. Lah disinilah peran pembalap diperlukan dalam menggeber motor sekencang2nya.<br />
Di musim ini setidaknya ada 3 pembalap yg digadang2 meraih juara. The doctor Valentino Rossi, Spanish Boy Dani Pedrosa, dan si Aussie Casey Stoner. Kebetulan ketiganya dibekali senjata pamungkas langsung dari produsen motor. Satu dari Yamaha, kedua dari Honda, sedang yg terakhir dari Ducati. Selain itu ketiganya sama2 alumni kelas 125 dan 250 cc walau beda angkatan. Biasanya para pembalap dari kelas tersebut memiliki ciri khas yg sama dalam membalap. Biasanya mereka dalam memecah hambatan angin atau istilahnya drag, tubuh mereka dirapatkan serapat2nya ke dalam body motor atau dalam bahasa Moto GP disebut sleepstreaming. Dari sini mereka khususnya ketiga pembalap mampu memaksimalkan tenaga atau power motor mereka masing2. Tapi jelas dari ketiganya ada yg lebih menonjol dari yg lainnya, apa itu? Yaitu postur tubuh. Rossi mungkin lebih menang dalam hal pengalaman dan kecerdikannya dalam membalap, akan tetapi ia memiliki tubuh yg agak jangkung. Pedrosa selain didukung pabrikan besar (Honda) dan motor terbaik (RC212V), tapi ia merupakan pembalap terpendek di kelas Moto GP (158 cm) kalo bahasa saya cekak. Stoner walaupun pada musim sebelumnya sering jatuh bangun. Musim ini didukung oleh pabrikan Ducati ia mampu berbicara lebih dg menjuarai beberapa seri. Ia ditengarai memiliki postur tubuh paling ideal serata memiliki punggung yg aerodinamis sehingga memudahkan membelah angin.<br />
Mungkin ini saja yg bisa saya informasikan. Kembali ke awal pembicaraan. Maka penyebab mengapa para cewek seringkali kalo naik motor gila2an karena secara gak sengaja mereka mampu membelah angin dengan mudah diakibatkan sikap mereka yg merapatkan tubuh mereka sehingga ketika melaju tahanan angin bisa diminimalisir. Memang faktor motor dan mental menentukan hal selanjutnya. Maka saya berani menjagokan para cewek bila mereka dibekali motor yg sama dan mental juara hee..he..he..</p>
Posted in Catatan di sekitar hidupku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/588/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=588&subd=burjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2009/11/03/bukan-lontong-balap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2009/11/rossi_assen_victorious.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Rossi_Assen_victorious</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Journey To The West</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2009/10/23/journey-to-the-west/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2009/10/23/journey-to-the-west/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 16:37:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[(bukan) mahasiswa abadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/2009/10/23/journey-to-the-west/</guid>
		<description><![CDATA[“Dibutuhkan Pengorbanan Dalam Meraih Kemenangan”, Optimus Prime dalam film Transformers.
Suatu hari seorang bocah dg takjub melihat kemegahan Jakarta. Ia takjub melihat jalan tol Cikampek yg kata bapaknya, sampingnya adalah Taman Safari. Ia kagum melihat jembatan layang Semanggi yg mengular. Dan ia lebih kagum lagi ketika melihat kemegahan Gelora Bung Karno (yg waktu itu namanya masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=586&subd=burjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>“Dibutuhkan Pengorbanan Dalam Meraih Kemenangan”,</em></strong> <strong>Optimus Prime dalam film Transformers.<img class="alignright size-medium wp-image-585" title="My Journey" src="http://burjo.files.wordpress.com/2009/10/api.jpg?w=300&#038;h=209" alt="My Journey" width="300" height="209" /></strong></p>
<p>Suatu hari seorang bocah dg takjub melihat kemegahan Jakarta. Ia takjub melihat jalan tol Cikampek yg kata bapaknya, sampingnya adalah Taman Safari. Ia kagum melihat jembatan layang Semanggi yg mengular. Dan ia lebih kagum lagi ketika melihat kemegahan Gelora Bung Karno (yg waktu itu namanya masih Stadion Utama Senayan), ia kagum melihat militansi ribuan supporter berseragam hijau-hijau yg datang ke Jakarta bersamaan dari Surabaya, ia takjub melihat para supporter memanjat atap GBK untuk memasang spanduk, ia kagum melihat ribuan supporter berteriak, bersorak, berjingkrak, dan kecewa (akhir cerita kekecewaan mereka dilampiaskan dg tawuran antar supporter karena ketika itu Persebaya Surabaya kalah 2-0 dr Persib Bandung di final kompetisi perserikatan). Itulah sekelumit pengalaman gw ketika baru pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta.</p>
<p>Pengalaman tersebut kembali terulang 17 tahun kemudian ketika gw dan teman-teman dari Sidoarjo harus ke Jakarta untuk mengikuti Kongres Mahasiswa Islam Indonesia. Acara ini sendiri akan diikuti sekitar 5000 peserta dari seluruh Indonesia (terbukti pas acara). Dan dilaksanakan di Hall Basket Istora Senayan (yg gara-gara gak diijinin aparat terpaksa acara tersebut dilaksanakan di halaman Hall Basket).</p>
<p>Tapi bukan disebut cerita apabila tidak ada kejadian menarik yg bisa dijadikan bahan cerita. Dan tidak ada sebuah kejadian bila tidak berhubungan dg pengorbanan. Ya seperti cerita gw berikut ini. Kebetulan sejak awal, kami rombongan Sidoarjo yg awalnya berjumlah 20 orang ikhwan hendak berangkat sendiri terpisah dari rombongan besar panitia KMII Jawa Timur. Bukan tanpa sebab kami hendak berangkat terpisah, sebabnya karena dana kami sejak awal udah cekak dan diperkirakan tidak mampu membayar uang perjalanan.</p>
<p>Ya udah kita niat bonek (bahkan kita mau bikin seragam dg tulisan “bonek Sidoarjo”) dg berangkat ke Jakarta naik angkutan umum berupa kereta api. Karena sejak awal dana kita udah cekak kita berencana naik kereta kelas ekonomi. Disepakati kita berangkat hari Jum’at (agar tidak telat mengikuti acara pada hari Ahad) dg kereta Gaya Baru Selatan melalui stasiun Gubeng turun di Jatinegara Sabtu siang. Dari Jatinegara kita akan dijemput oleh akhi Anas (yg sekarang kebetulan kuliah di LIPIA) untuk menuju rumah ust.Fauzan di Kalibata. Di Kalibata kita rencananya mau nginap sampe Senin. Hari Sabtu datang, Ahad ikut acara di Senayan, Senin sore kita balik ke Surabaya pake kereta yg sama dg waktu kita berangkat.</p>
<p>Kemudian muncul wacana baru. Agar tidak terlalu lama di Jakarta, muncul wacana klo kita pulangnya naik bus aja. Kita pulang langsung setelah acara selesai, biar hemat waktu, tenaga, sekaligus biaya. Tapi hingga H-9 wacana ini masih berupa rencana n belum final. Masalah kemudian menimpa gw. Kebetulan beberapa pekan sebelumnya gw mendaftar di Ma’had Aly Al Akbar untuk mengambil studi Ilmu Al Qur’an. Pas pas hari Selasa (H-5) gw  mencari info tentang kapan ujian masuk akan diadakan. Ternyata ujian masuk akan diadakan hari Sabtu. Mendengar info ini gw langsung putar otak. Karena apabila teman-teman berangkat hari Jum’at, maka terpaksa gw harus berangkat sendiri menyusul teman-teman pada hari Sabtu. Pilihan satu-satunya adalah gw harus naik kereta bisnis biar bisa sampe Jakarta tepat waktu (Ahad pagi). Karena tiket KA bisnis agak mahal (perkiraan sekitar 200 ribu) maka dg terpaksa gw sibuk cari dana talangan. Alhamdulillah gak pake lama gw dapat cairan dana sebesar 200 ribu dari seorang kawan baik. Ya udah berarti bila tiket KAnya 220 ribu tinggal mencari tambahan 20 ribu buat beli tiket KA Gumarang.</p>
<p>Tapi dasar rezeki kita gak ikut punya, sehari kemudian gw malah dapat tambahan 75 ribu dari kampus gw sebagai uang kompensasi pengembalian toga (maklum Sabtu sebelumnya gw ikutan wisuda). Dan rupanya keberuntungan masih menaungi gw, Kamis siang gw dapat tambahan modal dari abah sebesar 50 ribu. Tapi selain modal ada yg lebih menggembirakan gw. Kebetulan pas Selasa malam diadakan rapat terakhir menjelang keberangkatan. Seluruh rencana dijabarkan berikut sisi positif dan negatifnya serta perincian dana yg harus ditanggung. Akhir rapat diambil kesepakatan bahwa kita berangkat ke Jakarta hari Sabtu sore dg KA Gumarang. Tentu semua peserta menyambut gembira, lebih-lebih gw yg kemudian hanya tinggal membayar sisa uang iuran perjalanan sebesar 100 ribu. Usut punya usut ternyata semua proposal yg dibagi sama panitia untuk meminta bantuan dana di akhir minggu cair semua. Alhamdulillah.</p>
<p>Tapi kemudian timbul masalah baru. Sabtu pagi gw dan adik mengikuti ujian di Masjid Al Akbar Surabaya (sempet salam-salaman ama peserta KMII Surabaya yg kebetulan berangkat dari depan Masjid Al Akbar). Gw memprediksikan acara selesai pas siang, tapi pas baca jadwal ujian jantung gw terasa copot karena ternyata ujian dilaksanakan sampai jam 5 sore. Untungnya gw sempat pulang untuk ganti baju dan packing barang bawaan. Tapi sampai sini masalah belum selesai. Gw masih bingung gimana nanti sampai ke stasiun Pasar Turi. Telepon teman2 untuk minta jemput, mereka gak bisa. Mau minta anter bang Azri, bang Azri ada janji ama ust. Faqih di jam dan hari yg sama. Mau minta anter Romadon adik gw, gw gak tega sebab doi gak paham jalanan Surabaya n gak punya SIM. Waktu itu gw udah pasrah banget, sampe tiba2 pas gw ngobrol2 sama peserta ujian lain tiba2 beliau cerita soal rumahnya yg ada di Peneleh. Gw mikir ‘Peneleh kan dekat ama Pasar Turi’. Maka kemudian gw mencoba mengorek informasi pada bapak tersebut (yg belakangan gw tau namanya pak Iqbal) n nyoba nanya bisa nebeng gak ke Pasar Turi. Untungnya tuh bapak baik banget mau ngasih tumpangan ke Pasar Turi.</p>
<p>Tapi bukan berarti gw udah tenang. Terus terang aja gw agak khawatir waktu nebeng pak Iqbal. Bukan apa-apa sobat, tapi sebabnya karena motor pak Iqbal yg udah tua (afwan pak saya jadi gak enak waktu kasih komentar), gw takut terjadi apa2 ama tu motor pas di jalan. Tapi pak Iqbal tu orangnya top markotop, doi berdedikasi banget waktu membantu gw. Meski motornya (dlm istilah bang Azri) ubur-ubur tapi doi melarikannya dg kecepatan Rossi. Sampe akhirnya gw selamat dalam keadaan utuh di stasiun Pasar Turi. Setelah gw ngucapin terima kasih ama pak Iqbal, gw langsung tunggang langgang ke stasiun. Untung ketemu teman-teman dan yg lebih untung keretanya masih ada alias belum berangkat. Maka dimulailah petualangan kami ke Jakarta.</p>
<p>Jakarta aku datang</p>
Posted in (bukan) mahasiswa abadi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/586/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=586&subd=burjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2009/10/23/journey-to-the-west/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://burjo.files.wordpress.com/2009/10/api.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">My Journey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surprise</title>
		<link>http://burjo.wordpress.com/2009/10/20/surprise/</link>
		<comments>http://burjo.wordpress.com/2009/10/20/surprise/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 06:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://burjo.wordpress.com/?p=583</guid>
		<description><![CDATA[Akan ada kejutan di bulan November
Apaan tuh..???
Rahasia, tunggu aja bulan depan
Posted in 1       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=583&subd=burjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akan ada kejutan di bulan November</p>
<p>Apaan tuh..???</p>
<p>Rahasia, tunggu aja bulan depan</p>
Posted in 1  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/burjo.wordpress.com/583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/burjo.wordpress.com/583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/burjo.wordpress.com/583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/burjo.wordpress.com/583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/burjo.wordpress.com/583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/burjo.wordpress.com/583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/burjo.wordpress.com/583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/burjo.wordpress.com/583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/burjo.wordpress.com/583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/burjo.wordpress.com/583/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=burjo.wordpress.com&blog=1817660&post=583&subd=burjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://burjo.wordpress.com/2009/10/20/surprise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dac68c9a9377d9e7a2f1784d0c6171a9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">burjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>