Feeds:
Tulisan
Komentar

Gak Asik (01)

demokrasi gak asik. katanya suara terbesar adalah yg berkuasa, padahal aslinya nipu, utopis, dan ngapusi banget.angkringan1

gak percaya?? liat aja pas bulan puasa ini!! klo make jumlah penduduk yg puasa ama yg tidak pasti lebih banyak yg puasa. dan dari yg mayoritas ini pasti semua pada setuju agar warung-warung makan tutup di siang hari alias hanya buka malam aja. lagian kan lebih banyak yg puasa dari yg kagak.

tapi bro, coba nt pelototi jalanan, pasar, hingga mall-mall pasti banyak banget warung yg buka. mereka nekat buka dg alasan menghormati yg tidak puasa. “menghormati” kok rame-rame. gw yakin 9 diantara 10 orang di negeri ini menunaikan ibadah puasa, yg artinya libur makan pas siang hari. tapi prosentase warung yg buka adalah antara 5 banding 5 sampai 9 (buka) banding 1 (tutup). logikanya emang kuat 1 yg gak puasa habisin makanan dari 5 warung yg ada.

maka dari contoh sederhana di atas terlihat jelas bahwa doktrin “suara mayoritas” dalam demokrasi gak terbukti. gimana mo terbukti karena jelas-jelas yg berkuasa adalah yg suaranya kecil alias minoritas. ya dalam demokrasi sebenarnya pihak minoritas yg berkuasa atas mayoritas. apatah namanya berupa senat, anggota dewan, hingga segelintir elit partai berkuasa.

salah satu sanggahan terbesar mengenai ide Khilafah dan persatuan Islam adalah anggapan utopis bahwa kaum muslimin dapat bersatu dalam satu institusi. anggapan ini semakin mengemuka terutama terkait isu Sunni-Syiah. sudah menjadi hal jamak (kata pendukung ide keutopisan persatuan Islam dan Khilafah) bahwa antara Sunni dan Syiah terdapat jurang yg sangat lebar dan sulit disatukan. hal ini ditambah fakta sejarah tentang perseteruan akut antara kedua kubu tersebut mulai dari era Umayyah, Abbasiyah, hingga era Revolusi Iran, masa perang di Iraq, hingga bentrokan yg sering muncul di Pakistan.

dari beberapa fakta di atas maka muncul pertanyaan apakah Islam menjadi faktor utama dari konflik Sunni-Syiah atau ada faktor lain? apakah hanya dg solusi sekuler Sunni dan Syiah bisa bersatu? ataukah justru Islam yg mampu menyatukan mereka.

makalah berikut merupakan karya dari Akmal Asghar yg mengupas tentang masalah Sunni dan Syiah di atas. akhirnya selamat menikmati

Skripsi gw nih!!

akhirnya setelah sekian lama akhirnya kelar juga skripsi gw. klo boleh bangga maka gw katakan bahwa ini skripsi pertama tentang Openmind. klopun bukan yg pertama pasti skripsi gw adalah skripsi satu-satunya yg membahas lebih dalam tentang Openmind.

terus terang gw perlu waktu 2 tahun untuk melakukan riset tentang nih skripsi (he..he..he.. bo’ong ding, aslinya cuma 2 bulan karena selebihnya gw pake tidur). maka setelah berjuang sampe berdarah-darah akhirnya kelar juga skripsi gw dg judul “Retorika Politik Dalam Openmind Minimagz-Kajian Analisis Wacana Teeun Van Dijk”. skripsi ini sendiri menyoroti bagaimana Openmind Minimagz menggunakan kata-kata untuk mengampanyekan ide-ide politiknya ke tengah-tengah masyarakat.

yang pasti skripsi ini masih banyak kekurangan, jadi kl udah selesai download mohon kasih komentar. gw juga berharap suatu saat ada penelitian yg lebih keren dari penelitian ini, terutama terkait Openmind Minimagz dan media-media indie lain yg bergenre Islam

akhirnya silahkan download

J-Lo

jomblo???Gw bingung mau nulis apaan. Sejak kelar nyelesein skripsi kemarin, gw rasanya males banget nulis. Daripada pusing karena ide diam di kepala, ya udah gw paksain aja nulis. Kebetulan gw ingat suatu kejadian pas hari contrengan beberapa waktu lalu. Kebetulan pas hari itu gw kedatangan teman lama gw untuk urusan bisnis. Perlu diketahui pemirsa, bahwa temen gw ini cewek, baru nikah, n datang ama suaminya.
Gak pake lama gw, temen gw, n suami teman gw ngobrol di ruang tamu dg topik kerjasama bisnis. Sembari ngobrol gw kadang-kadang nglirik mereka berdua.
Dalam hati gw ngomong, ‘gila nih anak berdua mesra banget ya??!!’.
Terus terang gw j-lo berat, bagaimana gak cemburu gw kan masih tercatat sebagai anggota aktif Permai (Persatuan Medak Indonesia), organisasi para ‘single fighter’ di tempat kerja gw.
Sampe sini batin gw ikutan urun rembug, ‘kapan gw bisa kayak mereka???’.
Pas lagi asik-asiknya menangisi diri sendiri, tiba-tiba temen gw nyeletuk, “gak ikutan nyontreng??”.
Mendengar celetukan tersebut gw spontan menjawab, “kagak, ngapain nyontreng mending tidur”.
“klo kalian??”, gw balik tanya.
“ya nyontrenglah supaya tetep lanjutkan”, perlu diketahui temen gw n suaminya adalah pendukung berat capres yg kemarin punya slogan ‘lanjutkan’.
“antum kok gak nyontreng sih, bukan contoh warga negara yg baik tuh”, komentar temen gw. Dibilangin begitu gw cuma cengar-cengir aja sambil menghitung uang hasil laba bisnis gw ama temen gw.
Dari sini ceritanya udah selesai, tapi setelah temen gw pulang gw jadi mikir. Ehm, warga negara yg baik. Masak hanya gara-gara gak nyontreng aja gw disebut sebagai warga negara yg gak baik. Apa sih definisi warga negara yg baik itu?? Ada tanda-tandanya gak klo seseorang itu disebut sebagai warga negara yg baik??. Klo dulu yg gw pahami pas di bangku sekolah, warga negara yg baik adalah mereka yg melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kewajibannya antara lain bayar pajak, gak bikin ribut, dan lain sebagainya. Trus haknya diantaranya mendapatkan jaminan pendidikan, kesehatan, hingga pekerjaan. Trus nyontreng tuh masuk hak apa kewajiban?? Klo katanya tivi sih nyontreng tuh termasuk hak, tapi termasuk hak kesekian diantara hak-hak yg lainnya. Ya karena emang ada hak yg lebih urgen untuk diterima oleh warga. Ya diantaranya tiga hak dasar yg gw sebutin di atas. Masalahnya para penguasa yg biasanya promosi pas masa contrengan sering banget ngelupain hak-hak dasar warganya. Maka daripada gw mendukung penghianatan para penguasa mending gw tidur aja deh.
Lagian gw juga gak lupa ama status gw yg lain selain menjadi warga negara. Begitu pula seharusnya mereka-mereka yg dg pede menyebut dirinya sebagai anggota organisasi, harakah, atau partai Islam. Kita semua gak boleh lupa ama status kita yaitu sebagai hamba Allah. Ya, status kita seharusnya adalah menjadi hamba Allah yg benar. Benar disini jelas beda ama baik. Karena ukuran suatu perbuatan dianggap ‘benar’ ketika perbuatan tersebut dilakukan dg ikhlas karena Allah dan sesuai dg apa yg disyariatkan oleh Rasulullah. Maka ketika seseorang mengidentikkan dirinya sebagai hamba Allah maka pertama dalam segala hal ia harus menyandarkan pada aturan-aturan Allah dan Rasulullah dan kemudian ia harus ikhlas melaksanakan segala aturan-aturan tersebut. Melaksanakan disini adalah tunduk dan patuh serta tidak melenceng dari aturan-aturan tersebut dan ketika aturan tersebut belum terlaksana dg baik maka yg harus dilakukan adalah berjuang dan mendakwahkan aturan tersebut ke tengah-tengah masyarakat.
Maka terkait masalah contrengan kemarin, kalau gw melihatnya dari kacamata hamba Allah. Maka gw akan bertanya apakah dg contrengan hukum-hukum Allah akan tegak? Apakah dg mencontreng seseorang telah melakukan amal soleh karena telah berjuang menegakkan aturan-aturan Islam?? Masalahnya dari fakta yg gw lihat telah menunjukkan tidak ada satupun partai, caleg, dan para capres yg berlaga kemarin ngomong secara jujur akan menegakkan Syariat Islam. Bahkan mereka kelihatan jijay banget ama istilah Syariat Islam. Klo udah gini kan sekali lagi mending gw tidur.
Dan terakhir, klo sekarang ada yg nyebut gw bukan warga negara yg baik, gw pasti akan diem aja. Beda klo nt semua ngomong di depan gw bahwa gw bukan hamba Allah yg benar. Gw pasti marah, karena apapun kondisinya gw akan selalu berusaha dan terus berusaha untuk meraih status sebagai Hamba Allah yg benar. Klo nt pilih yg mana; warga negara yg baik atau Hamba Allah yg benar???

ket.

-J-lo=bukan jeniffer lopez tapi singkatan jealous alias cemburu

-medak=terbengkalai dalam b.jawa

-harakah=gerakan

Berubah? Apanya yg berubah?

Memasuki tahun 2009, seluruh elemen masyarakat di negeri ini sedang bersiap menyambut hajat besar bernama Pemilu. Hajatan yang katanya pesta demokrasi ini akan berlangsung di tengah kondisi dimana dunia sedang diancam oleh “kiamat” yang bernama Krisis Ekonomi Global. Krisis yang berawal dari runtuhnya lembaga-lembaga keuangan di Amerika Serikat kemudian menyebar dan mengancam ke seluruh negara-negara di dunia yang menggunakan kapitalisme sebagai elemen utama dalam kebijakan ekonomi negaranya. Krisis ini bahkan diperkirakan akan mengakibatkan dampak yang luas, lebih lama, dan lebih mengerikan daripada dampak krisis yang pernah melanda pada tahun 1997. dampaknya tidak hanya menghajar sektor ekonomi dan segala derivatnya, tapi menyebar ke segala bidang mulai dari politik hingga sosial kemasyarakatan.
Oleh karena itu wajar jika jauh-jauh hari banyak kalangan yang berharap akan terjadinya perubahan paska Pemilu 2009 ini. Pada Pemilu kali ini diharapkan muncul pemimpin baru yang mampu membawa perahu yang bernama Indonesia ini selamat dari badai krisis. Tapi sayangnya, tidak sedikit pula yang menganggap bahwa perubahan itu nonsense. Bahkan anggapan itu semakin dibuktikan dengan semakin apatisnya masyarakat dalam menyambut Pemilu. Golput yang menjadi pemenang di hampir seluruh Pilkada di daerah-daerah di Indonesia menjadi bukti bahwa terjadi krisis kepercayaan yang akut di tengah masyarakat.
Masyarakat menganggap bahwa Pemilu tak lebih hanyalah ajang cuci gudang yang dilakukan oleh Parpol dengan memajang barang lama dalam kemasan baru. Maka dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa perubahan yang lebih baik untuk negeri ini masih sangat jauh. Karena para aktor utamanya (baik para caleg maupun para capres dan cawapresnya) hanya menampilkan lagu-lagu lama yang hanya sedikit diaransemen ulang. Karena para aktor utamanya masih saja menyajikan sajian lama yang belum menyentuh akar permasalahan yang melanda negeri ini. Mereka masih saja berkutat pada solusi parsial seperti keadilan, kesejahteraan, pemberantasan korupsi, pemerataan ekonomi, sembako murah, dan solusi yang masih sangat umum, dan sangat jauh dari pokok masalah sebenarnya. Masih jauh dari pokok masalah mengapa negeri yang dikaruniai Allah Swt kekayaan yang sangat besar ini masih saja terpuruk. Masih jauh dari pokok masalah mengapa negeri muslim terbesar ini kondisinya tak lebih dari sosok berpenyakit akut yang terpojok, kumal, kotor, dan bermental budak.
Masalah utama negeri ini dan negeri-negeri muslim lainnya sebenarnya berasal dari dua masalah. Pertama, kapitalisme dan segala derivatnya seperti sekulerisme, demokrasi, liberalisme, hingga HAM yang masih saja dengan setia dianut dan diaplikasikan secara paksa di negeri-negeri muslim seperti Indonesia. Padahal sudah terbukti bahwa kapitalisme alih-alih membawa kesejahteraan tapi semakin menyeret negeri ini ke jurang kesengsaraan. Bahkan ditengarai bahwa kapitalisme tak lebih sebagai alat untuk melanggengkan hegemoni negeri-negeri penjajah seperti Amerika, Inggris, Prancis dalam mengeruk kekayaan negeri-negeri muslim secara gratis. Kedua, masih bercokolnya pemimpin yang korup dan pengecut. Pemimpin yang demi kepentingan sesaat rela menggadaikan kepentingan seluruh rakyat. Pemimpin yang ketaqwaannya dan keimanannya justru tidak ditujukan kepada Allah Swt tapi kepada tuan-tuan besar yang bercokol di gedung-gedung mewah di Washington, New York, Brussel, London, Paris, hingga Tel Aviv. Pemimpin yang saat ini bermanis muka di depan kita tapi hanya satu hari paska Pemilu dia akan berbalik dan ngomong “emang gue pikirin”.
Maka dari itu dibutuhkan sebuah solusi yang fundamental, sebuah solusi yang menyentuh akar masalah. Dibutuhkan sebuah solusi yang radikal, yaitu membuang sistem kapitalisme dan menggantinya dengan sistem yang sesuai dengan fitrah manusia, menentramkan akal, dan menenangkan hati. Yang pasti sistem itu bukanlah sistem sosialisme yang telah terbukti gagal dan runtuh bersama Uni Soviet. Sistem tersebut adalah sistem Islam yang telah terbukti selama lebih dari 14 abad mendatangkan kesejahteraan, keadilan, dan menjadi mercusuar bagi ilmu pengetahuan. Maka tidak ada lagi solusi kecuali menerapkan Islam secara kaffah dalam naungan Daulah Khilafah.
Oleh karena itu sudah saatnya partai politik terutama partai politik Islam mencontoh dakwah Rasulullah dalam mengubah sistem jahiliyah menjadi sistem Islam pada revolusi Islam pertama di Madinah. Sudah saatnya partai politik melakukan pembelajaran politik Islam di tengah masyarakat, melakukan pembinaan agar terbentuk kader parpol yang berideologi Islam, dan melakukan perang pemikiran di tengah-tengah masyarakat, serta melakukan koreksi terhadap kebijakan penguasa, hingga akhirnya umat memberikan kepercayaan kepada partai untuk menegakkan sistem Syariah dan Khilafah. Dan itu semua dilandasi oleh ideologi Islam dan perjuangan tanpa kekerasan. Dan inilah sebenar-benarnya perubahan, perubahan hakiki dari sistem jahiliyah dan kufur berubah kepada sistem Islam yang diridhoi Allah Swt.
Maka apabila parpol, caleg, capres-cawapres peserta Pemilu kali ini tetap menyajikan solusi-solusi parsial seperti di atas, hingga air hujan mengalir ke atas pun tidak akan pernah dan tidak akan ada perubahan apapun. Karena apanya yang berubah? Penyakitnya tetap sama, tapi obatnya tak pernah ada. Wallahu’alam Bi Shawab.

Nur Fajarudin, Sekjen Fokus Institute Sidoarjo dan pengelola blog, burjo.wordpress.com

Sebuah Tanya

Ketika air, minyak, emas, perak, ikan, tanah, hingga udara negeri ini telah tergadai dan dikuasai oleh asing, sebuah tanya mengendap dalam tempurung kepala dan menjadi kerak di salah satu pojokan otak;

Benarkah Kita Sudah Merdeka?

Benarkah Kita Sudah Bebas Dari Penjajahan??

Lalu Mengapa Perjuangan Kita Hentikan???

Ganda ‘campuran’???

Assalamualaikum wr wb.
Afwan sebelumnya,memang tidak ada toleransi untuk keterlambatan.Bukan ngeles dsb tapi mau bilang saja,menulis bagi saya masih berupa tuntutan tugas.maka mohon bimbinganya juga supaya dapat menulis yang berkarakter ,islami tentunya dan bermanfaat untuk mengubah manusia!!!!jzk .ini tentang peristiwa dikampus yang membuat saya aneh”kok bisa”
Rabu sore,,,
Dengan langkah tegap dan tergopoh gopoh kunaiki tangga audit, supaya aku tidak telat dalam pelatihan Jurnalistik.Dapat konsumsi ,duduk paling depan dan acara dimulai..dengan tenang pembawa acara menyebutkan satusatu,,” sambutan pertama dari ketua pelaksana,jelasnya dan diteruskan dengan ketua BEM J…hyaaa!!!!tersentak!!!aku ngantuk atau pusing yang kulihat ini laki –laki …tapi… dengan lantang dan jelas, very clear!!!pembawa acara menyebutkan (Susanna,bukan nama sebenarnya)…masih belum yakin,kutanyakan lagi ke anak sampingku…ini cowok atau cew ya mbak?tanyaku heran..mbaknya malah tertawa,,ituu anak cewek.logat floresnya tampak jelas!!!baru aku yakin dan percaya!!!
Selanjutnya aku masih belum percaya dan kutanyakan lagi ke adek adek kos ku,,,jawaban yang sama,dan betapa heran lagi ternyata dia punya pacar cewek!!!what’s!!bukan main terkejut!!! Dan ternyata dia non muslim!!!
Sekilas orang memandang hal diatas bukan masalah besar dan tak berpengaruh,,tanpa menggunakan analisis teori perilaku piaget dan pavlof, intinya,,orang ini aneh dan perlu diperbaiki.Janganlah seorang wanita menyerupai laki laki dan sebagaliknya . jadi,jangan sampai seorang wanita itu berpakaian seperti laki laki apalagi sampai mengubah suara (agak dibesar besarkan) ,potong rambut ala jimmy lin, dan maaf memberikan pakaian ketat untuk meratakan dada,,naudzubillah!!!kejam terhadap diri sendiri.maka jelaslah jangan sampa wanita mirip laki laki dari segi penampilan,,bisa bisa dikira banci(efek jangka pendek,,jauhnya lebih parah lagi….)peristiwa ini membuatku berfikir,bagaiman mengingatkan mbak itu,,atau mungkin mengajak ke islam.Jelaslah mbak susan ini katolik tulen…cukup sulit dan aneh jika memahamkan dengan pendekatan aqidah islam,bila tidak segera di ingatkan,,,dia seorang pemimpin yang memiliki kewenangan,jangan2 melegalkan wanita berpacaran dengan wanita dan ,,,ngeri bayangkannya!!!sesama manusia alangkah indahnya bila saling mengigatkan dan mengajak ke yang baik.
Kasus seperti ini bukan kasus yang besar(memang tidak sampai merobohkan fbs). Tapi,,,bila satu ada di fbs, satu difik satu di fip dst,,,satu tambah satu bukn 2 tapi bisajadi 1000 dan sejuta!!!
Jadi,what shoul we do,guys?!!!!

(Anandya Pratama)

Band of Brothers

Easy Company, 101st Airborne_2nd World War (Band of Brothers)Band of Brothers adalah sebuah miniseri yg diproduksi oleh stasiun HBO. Serial ini diproduseri oleh Tom Hank dan Steven Spielberg yg pernah bekerjasama membuat salah satu film tentang PD II yaitu Saving Private Ryan. Kisah Band of Brothers (selanjutnya disingkat BoB) merupakan adaptasi dari buku yg berjudul sama karangan Stephen E Ambrose. Buku ini merupakan catatan jurnalistik terbaik yg bertema perang selain Hiroshima (John Hersey, 1950-an) hingga Black Hawk Down-nya Mark Bowden. Kisah BoB berpusat pada Kompi E (Easy Company) 101st Airborne yg merupakan salah satu pasukan paratrooper atau lintas udara yg terlibat dalam palagan Eropa pada saat PD II. Dimulai dari masa latihan di kamp Toccoa kemudian berlanjut ke pendaratan di Normandy Prancis pas D-Day, operasi Market Garden di Belanda, pertempuran di hutan Ardennes di Belgia, hingga penemuan kamp konsentrasi NAZI di pedalaman Jerman dan Sarang Elang Hitler di Austria.
Kompi E merupakan salah satu unsur militer pada PD II yg melakukan perjalanan paling panjang mulai dari Amerika, Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, menyeberang ke Jerman hingga ke Austria. Mungkin hanya pasukan Panzerkrieg Jerman pimpinan Erwin Rommel yg mampu mengalahkan rute terjauh mereka. Kompi E juga menjadi bagian penting dari kemenangan pihak Sekutu di Eropa sekaligus sebagai salah satu penyumbang korban terbanyak selama perang. Selama masa-masa tugas di Eropa inilah kisah mereka bergulir dan menciptakan “ikatan persaudaraan” di antara para anggotanya.
Karena bergenre perang, maka BoB menghadirkan kisah yg kompleks. Mulai dari action, komedi, drama, hingga horor, bahkan karena alurnya yg panjang BoB bahkan menghadirkan kisah cinta. Hampir di setiap episode BoB dibumbuhi dg aksi tembak menembak. Kisah dramatis dimunculkan dg menyajikan sisi humanis para prajurit di medan perang. Bagaimana seorang prajurit terbaik bisa stress ketika melihat satu persatu temannya tewas hanya dalam waktu satu hari. Juga diperlihatkan bagaimana para prajurit berubah dan mengalami kecanduan perang akibat penugasan yg terlalu lama (tiga tahun perang Eropa), akibatnya mereka menjadi mudah curiga dan buat prajurit muda efeknya mereka mudah menembak orang lain (termasuk atasannya). BoB juga menyajikan horror, seperti bagaimana suasana pertempuran di hutan Ardennes di dekat kota Bastogne Belgia. Pada pertempuran ini Kompi E terkepung oleh unit pasukan NAZI. Di tengah badai salju yg berbulan-bulan, minim amunisi dan perbekalan, serta ancaman senapan mesin dan artileri Jerman mereka bertahan dan mampu menyelesaikan misi merebut Ardennes. Dalam pertempuran ini Kompi E banyak kehilangan prajurit (baik yg tewas maupun cacat), sampai-sampai salah seorang veteran mengatakan, “kalau aku melihat badai salju melanda maka aku katakan kepada keluargaku, untung ini bukan Bastogne.”.
Humor dan kelucuan-kelucuan juga dimunculkan dalam BoB. Seperti aksi prajurit Luz yg meniru suara salah seorang Mayor untuk menggoda Kapt. Sobel (salah seorang petinggi yg sok kuasa tapi bodohnya minta ampun dan diperankan David Schwimmer) agar memotong pagar kandang sapi dan akibatnya sapi-sapi dari peternakan terdekat meluber ke halaman markas mereka. Juga tentang mitos Kapt. Speirs yg diceritakan suka membunuh anak buahnya yg tidak becus dan para tawanan Jerman, tapi sebelum membunuh Speirs suka menawari rokok kepada mereka sehingga para korbannya tidak curiga. Akibatnya tidak satupun prajurit yg mau apabila ditawari rokok oleh Speirs meskipun dalam keadaan yg menggigil sekalipun. Di akhir kisah Speirs akhirnya ditampilkan sebagai seorang hero yg sangat pemberani dan menjawab rumor tersebut dg sangat filosofis.
Yang cukup mengejutkan adalah ketika BoB memunculkan sedikit kisah asmara dalam salah satu episodenya. Akan tetapi kisah ini terkesan sangat alami dan tidak dipaksakan. Kisah tersebut justru menjadi penguat pada cerita utamanya. Kisah ini sendiri berawal dari pertemuan dokter Kompi dg seorang perawat di kota kecil Bastogne yg menjadi basis pertahanan Sekutu dari kepungan Jerman. Sang dokter bolak-balik ke rumah sakit mengantar rekannya yg terluka dari garis depan. Dari sinilah bibit cinta tersebut muncul, akan tetapi sang dokter dan perawat tersebut sama-sama tidak mau menytakan rasa yg muncul di hati mereka. Hingga akhirnya armada AU Jerman membombardir Bastogne dan meratakan rumah sakit. Akhir kisah diperlihatkan bagaimana sang dokter duduk termenung di atas reruntuhan rumah sakit sambil memegang erat ikat kepala sang perawat, jasad perawat tersebut tidak pernah ditemukan.
Band of Brothers, kisah dimana persaudaraan disatukan tidak hanya dengan perasaan tapi juga adanya kesatuan pemikiran. Kisah dimana manusia siapapun dan darimanapun dia berasal dapat bersatu dalam satu jiwa untuk menyelesaikan sebuah misi. Band of Brothers, sebuah judul yg uniknya diambil dari cuplikan pidato seorang Jenderal NAZI Jerman dihadapan prajuritnya ketika menyatakan menyerah kepada Kompi E 101st Airborne  yg menjadi inti cerita ini.
Inilah sekilas tentang kisah Band of Brothers yg saya tonton beberapa minggu terakhir. Kebetulan kaset CDnya saya temukan di rental langganan saya. Meskipun saya udah nonton di TV (klo gak salah dulu pernah ditayangin ama TransTV), saya gak puas klo tidak nonton lagi. Lagipula miniseri ini keren dan sangat saya sarankan agar anda menontonnya. Daripada nonton “Manohara”, “Dewi”, “Cinta Fitri”, atau “Inayah” mending nonton Band of Brothers. Kisah sejarah dan pesan yg disampaikan lebih mendalam serta lebih mendidik. Ya tapi tergantung kita apakah ma uterus menerus menonton tontonan yg menguras air mata kecerdasan kita atau sedikit melongok keluar dan menyadari bahwa kita manusia diciptakan oleh Tuhan dalam kondisi yg istimewa.

Setan Merah

Jum’at pagi itu saya kaget pas nonton ribut-ribut di TV. Kata berita ada sebuah ledakan di hotel paling top markotop di Jakarta yaitu JW Marriot dan Ritz Carlton (yg mau dipake tempat nginep tim setan merah MU). Abah saya bilang ada kompor meleduk, tapi batin saya ngomong jangan-jangan nih bom seperti kasus2 sebelumnya. Dan tidak pake lama stasiun-stasiun TV meralat beritanya. Pagi itu Jakarta kembali diguncang peledakan bom.
Sejak saat itu berseliweranlah berbagai analisis baik di TV, radio, koran, hingga warung kopi. Dari berbagai analisis dapat dilacak bahwa kambing hitam sekaligus congeknya langsung tertuju kepada Noordin M Top dan gerakan Jamaah Islamnya. Tapi sebagai orang cerdas (cerdas??) saya gak percaya begitu saja. Bukan karena saya dekat ama pak Suripto yg ahli intelejen tersebut. Juga bukan karena saya udah baca bukunya almarhum pak Z.A Maulani. Bukan, tapi gara-gara beberapa hari lalu saya nonton film Eagle Eye ama Mission Impossible III dan saya kok merasa ada dejavu dari cerita tu film ama kejadian di Jakarta.Manchester_United_Badge_1973-1998
Seperti peristiwa-peristiwa bom di tanah air, peristiwa kali ini pasti meninggalkan kejanggalan-kejanggalan.
1. kata pak Hermawan Sulistyo hampir semua peristiwa teror bom di tanah air ini memiliki pola seragam yaitu tidak adanya pihak yg mau mengaku bertanggung jawab. Beda ama yg terjadi di hampir seluruh dunia kayak di Palestina, Iraq, Afganistan, Pakistan, Srilangka, dan Negara-negara Amerika Latin, Eropa Barat, hingga Eropa Timur. Inilah yg janggal, saya jadi mikir jangan2 pelaku ataupun dalang menggunakan peristiwa ini untuk memojokkan pihak2 tertentu dg menggunakan kekuatan media. Ingat istilah “lempar batu sembunyi tangan” dan “maling teriak maling” kan.
2. ini merupakan kejadian kedua dimana pelaku beraksi di tempat yg sama dg waktu yg berbeda. Yg pertama peristiwa bom Bali 2 yg terjadi kira2 500 meter dari kejadian sebelumnya (bom Bali 1). Sedangkan kali ini kejadiannya di JW Marriot yg beberapa tahun lalu juga pernah diledakkan. Kok aneh dan yg pasti ini bukan bagian dari “the Da Vinci Code” (karena penulis Da Vinci code pasti tidak sebodoh ini). Katanya pelakunya anggota teroris internasional kok masih kalah pinter dibanding maling ayam kampung saya. Mereka (para maling ayam) pasti gak akan ngambil ayam dari kandang yg sama. Kecuali emang ada kongkalikong ama yg punya kandang atau nyurinya hanya bagian dari skenario film indie.
3. ini juga aneh, yaitu betapa mudahnya dokumen mereka ditemukan. Kata berita dokumen pelaku ditinggal begitu saja di kamar hotel. Juga kok kesannya para pelaku tu sadar kamera banget (jangan2 mereka emang bener aktor film indie). Sehingga perbuatan mereka mudah banget diakses n diketahui banyak pihak. Saya jadi tertawa, kok mereka masih kalah canggih ama kawanan “Ocean 11” yg sering banget dimunculin di TV. Maka jangankan dokumen, muncul di CCTV aja “haram” hukumnya bagi gerombolan pencuri kelas kakap yg dipimpin ama Danny Ocean (yg diperankan George Clooney) ini. Atau jangan2 mereka dg sengaja tampil di muka umum dan meninggalkan dokumen untuk memanipulasi bahwa ada kelompok2 tertentu (sebagaimana yg tertulis dalam dokumen) yg hendak mengacau Indonesia. Dan akibatnya adalah pihak yg disebut dalam dokumen dg mudah ditangkap dan dipojokkan.
4. dan peristiwanya bisa jadi mirip yg terjadi ama film “Eagle Eye” dimana tiba-tiba di apartemen Shia LeBeauf ada kiriman berupa berbagai macam zat kimia, senjata api, Amonium Chlorat, dan ratusan dokumen yg tidak jelas siapa pengirimnya.
Saya jadi mikir jangan-jangan peristiwa ini adalah kerjaan orang yg sama untuk maksud yg sama pula. Memang analisis secara umum menyatakan bahwa JI kembali beraksi di Indonesia. Akan tetapi ada beberapa analisis yg mencoba melawan arus besar. Ada yg menyatakan bahwa peristiwa ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari peristiwa kecurangan yg ditengarai terjadi pada pilpres kemarin. Ini analisis lokalnya, tapi saya lebih suka analisis internasional. Yaitu ada pihak-pihak yg mencoba untuk mengaktifkan kembali perang melawan terror yg sempat meredup di negeri ini paska terbunuhnya Dr. Azahari. Terbukti ketika kampanye pilpres kemarin tidak ada satu calon pun yg membahas masalah (terorisme) ini. Siapa biang keroknya? Siapa lagi kalau bukan Amerika cs. Toh Noam Chomsky menyatakan bahwa Amerika adalah pihak pertama yg harus diwaspadai dalam berbagai terror di seluruh dunia.
Dan Amerika sendiri terkadang dg polos dan jujur memeperlihatkan sifat aslinya walaupun hanya dalam film. Dalam “Eagle Eye” diperlihatkan justru sistem pertahanan Amerika sendiri yg membuat skenario peristiwa terror di dalam dan luar negeri dg tujuan agar sistem tersebut bisa selalu aktif dan menguntungkan Amerika. Sedangkan dalam “Mission Impossible 3” diperlihatkan bahwa justru para agen rahasia Amerika yg memiliki hubungan dan memelihara para gembong terorisme dg tujuan agar terjadi keseimbangan kekuatan, lakunya senjata buatan mereka, kemudahan akses untuk melakukan intervensi ke negara lain (baca negeri-negeri Islam), serta untuk melemahkan kekuatan negara pesaing dan berbagai gerakan anti Amerika.
Maka Indonesia adalah negeri kaya yg tidak mungkin bisa dilewatkan begitu saja. Maka Indonesia harus ditaklukkan dg apapun caranya. Selain itu potensi sebagai negeri dg populasi muslim terbesar juga bisa jadi masuk analisis SWOT mereka. Indonesia akan bangkit jika kaum muslimin bangkit dan kaum muslimin akan bangkit jika mereka pede untuk menerapkan aturan-aturan Islam secara menyeluruh. Maka aksi teroris harus digalakkan. Karena kata teroris udah melekat pada sosok muslim, maka diharapkan kaum muslimin di sini semakin tidak pede dg identitasnya. Hasilnya?? Mungkin kita bisa melihatnya di cermin di dalam rumah kita.

Mengapa

Orang-orang boleh bilang kalau Pemilu di Indonesia adalah Pemilu paling aman, damai, dan sentosa sedunia. Setidak-tidaknya Pemilu di sini tidak seperti di Iran yg berakhir rusuh. Tapi bolehkan kalau saya berpendapat lain??gadis di persimpangan jalan
Media-media juga boleh bilang kalau Pemilu di tanah air mata ini adalah yg paling demokratis. Meskipun ditengarai banyak terjadi kekurangan, toh semua pihak menerimanya dg legowo. Yang menang silahkan memimpin dan yg kalah udah siap jadi oposisi. Tapi bolehkan kalau saya punya pendapat yg berbeda???
Juga terserah bila para pengamat politik, ahli hukum, ulama, selebritis, atau apapun dia berpendapat bahwa bangsa ini sudah dewasa. Pilihan boleh beda tapi gak ada gontok-gontokan. Pilihan boleh kalah atau menang, tapi ya udah disyukuri aja, toh hidup tetap berjalan. Kalaupun ada yg marah-marah biasanya cuma gara-gara taruhan uang atau harta benda. Tapi sekali lagi, bolehkan saya punya pendapat yg melawan arus????
Mau dianggap dewasa, cinta damai, demokratis, atau apalah saya gak peduli. Toh bagi saya Pemilu gak akan merubah nasib bangsa ini. Kalau ada perubahan paling-paling hanya ganti nama aja (itu juga kalau incumbent-nya kalah). Kalaupun hari ini gak ada ribut-ribut kayak di Iran itu paling-paling akibat dari rendahnya taraf berfikir bangsa ini.
Bagi saya seluruh calon yg berlaga kemarin pada “bodoh” semua. Buktinya mereka hanya mampu memberikan solusi-solusi kecil atau parsial saja. Padahal penyakit yg menggeroti bangsa ini udah masuk dalam stadium koma. Juga partai-partainya yg berlaga. Mereka tidak lebih hanya jualan slogan-slogan saja. Maka bagi saya apa bedanya iklan partai ama iklan sabun lux atau kecap bango (malah mendingan lux karena ada Dian Sastro dan kecap Bango yg nampilin makanan lezat yg mak nyuss).
Kalau yg dipilih aja “bodoh”, apalagi yg memilih. Baik yg memilih maupun yg dipilih bagi saya sama saja. Mereka yg golput pasti alasannya (kebanyakan) karena kerja, gak dapat panggilan (DPT), bingung, hingga gak ada uangnya. Sedangkan mereka yg memilih alasannya karena sungkan, gak enak sama tetangga, kasian, dapat jatah uang, hingga gara-gara calonnya cakep. Dari sini saya jadi tertawa, bagaimana mau dewasa kalau ternyata warga Indonesia masih menjadi sosok manusia pragmatis dan belum beranjak menuju manusia ideologis idealis.
***
Kalau ada yg protes “berarti yg nulis bodoh juga donk??”, maka dg bangga saya jawab “maaf, kelihatannya saya termasuk bagian dari sekiannya sekian bagian bangsa ini yg telah sadar dan memiliki isi kepala yg beda ama yg lain. Artinya saya termasuk ke dalam manusia ideologis idealis.”. Itu jawaban dari saya dan saya akan bertanya balik kepada anda “sudahkah anda mereparasi kepala anda??”

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »