REINKARNASI

Mirip dan persis kisah2 dalam film kungfu. Ketika Ernesto “Che” Guevara pasrah di depan regu tembak Bolivia asuhan CIA, sambil bergumam asta la Victoria siempre, maju bersama meraih kemenangan. Secara takzim pintu langit terbuka dan Tuhan seakan menakdirkan lahirnya musuh baru bagi Amerika yg muncul dari tandusnya tanah suci Arabia;Usamah bin Laden. Ini adalah pertanda, setelah sekian masa Amerika dan ideology kapitalisme demokrasinya bertarung melawan sosialisme komunismenya Soviet dari dinginnya Eropa Timur hingga hutan hujan tropis Amerika Latin sampai pada babak akhir. Soviet mulai melemah dan tak lama kemudian runtuh. Kini Amerika mulai bersiap menghadapi musuh baru, yg dulu nyaris dibunuh oleh kekuatan sekutu, dan kini mulai bangun dengan energi baru;Islam. Kenapa mereka harus bertarung? Karena mereka bertiga sejatinya sama. Sama2 ideologi besar dunia, sama2 ingin dianut oleh manusia, sama2 terlahir dari rahim yg bernama REVOLUSI.
Revolusi adalah perubahan social secara mendasar, itu yg saya pahami dari bangku sekolah. Lalu apa beda revolusi dengan reformasi? Seumpama pohon yg terkena penyakit maka pengikut reformasi akan mencari sumber penyakit tersebut, menyuntikkan obat yg manjur, serta memotong ranting2 yg terkena penyakit. Maka beda pula perlakuan para penganut revolusi, bagi para revolusionis pohon tersebutlah sumber penyakitnya, maka tanpa ragu2 mereka akan menggobangnya, merobohkannya, mencongkel akarnya dari tanah, kemudian mereka akan menanam pohon yg baru di atas tanah tersebut.
Akan sangat banyak sekali contoh peristiwa revolusi. Tapi dalam pertemuan ini saya hanya akan mencoba menguraikan kembali tiga revolusi besar dunia, revolusi ideology utama. Revolusi Prancis, Revolusi Bolshevik atau Red October, dan Revolusi Islam Pertama atau yg kondang dengan peristiwa hijrah.
Revolusi Prancis
Siapa yg tak kenal ama nih peristiwa karena sering banget keluar di buku sejarah. Peristiwa ini dianggap sebagai akhir dari kekuasaan monarki otoriter menuju kekuasaan yg kedaulatannya katanya dipegang oleh rakyat.
Revolusi tersebut memunculkan ideology kapitalisme yg intinya berasal dari aqidah pemisahan antara agama dengan kehidupan (sospol, ekonomi, pendidikan, dsb) yg kemudian jamak disebut sebagai sekulerisme.
Dimulai dari kacaunya keadaan Prancis yg dipimpin oleh raja Luis XVI, dengan semboyannya yg terkenal l’etat c’est moi negara adalah saya. Pada waktu itu raja memimpin tanpa undang2, parlemen, dan kepastian hukum. Istilah jawanya mimpin sak enake udele dan yg tragis rakyatlah yg jadi korban. Tingginya beban pajak untuk menyokong pesta dan hura2 yg dilakukan oleh para pejabat istana dan yg bikin rakyat geram, itu semua didukung oleh pihak gereja.
Maka sampailah akhir dari kemarahan rakyat. Didukung oleh suasana dan terinspirasi oleh kemenangan rakyat pesisir timur Amerika atas Inggris. Maka rakyat bersama dengan kaum terpelajar dan borjuis menyerbu penjara Bastille yg selama ini menjadi lambang kekuasaan raja. Mereka juga menangkap Luis XVI dan istrinya untuk diadili di bawah pisau guillotine.
Dan semangat revolusi inilah yg sekarang sedang mendominasi dunia dengan semboyannya fraternite (persaudaraan), egalite (persamaan), dan liberate (kebebasan). Didengungkan lewat media2 massa, pentas2 musik (misal Woodstock hingga Soundrenaline), hingga mata pelajaran di sekolah2, juga jangan lupa semangat ini juga jadi barang dagangan para politikus baik di pentas kampanye sampai hubungan antar negara.
Revolusi Bolshevik
Kejadiannya hampir sama ama peristiwa di atas tapi dengan isi kepala berbeda. Berawal dari rezim Tsar Nicholas II yg sangat menyengsarakan rakyat. Rakyat diibaratkan sebagai barang dan diperlakukan sangat keji. Pemerasan dan kemiskinan melanda rakyat Rusia pada waktu itu.
Keadaan yg memburuk tersebut memunculkan bibit2 perlawanan di tengah2 rakyat. Perlawanan tersebut bertujuan untuk merobohkan kekuasaan dinasti Romanov.
Berbeda dengan revolusi sebelumnya, revolusi ini lebih didasarkan pada ideology sosialisme komunis. Inti ajarannya adalah sekularisme (tapi atheis) yg berasal dari filsafat materi Demokritus dan Epikurus. Yg kemudian disempurnakan oleh Karl Marx setelah mendialektikan pemikiran Feurbach dan Hegel. Ajaran ini kemudian dipraktekkan oleh Vladimir Illich Ulyanof (Lenin) dan para kameradnya untuk merobohkan kekuasaan Tsar Rusia dan mendirikan Republik Soviet Sosialis (Uni Soviet).
Revolusi ini mengguncang dunia karena serta merta menyatakan perang terhadap kapitalisme. Maka melalui corong media dan propaganda yg blak2kan revolusi tersebut diimpor ke berbagai negara sebagai bentuk perlawanan terhadap kapitalisme juga demi tujuan menyamaratakan dan menyamarasakan penduduk dunia.
Maka munculnya berbagai gerakan yg terinspirasi revolusi tersebut. Di Amerika Latin revolusi tersebut menjadi ruh bagi Fidel Castro dan csnya ‘si penunggang motor’ Che Guevara melakukan perlawanan di hutan Sierra Meastra untuk menggulingkan rezim Fulgencio Batista. Maka Kuba kemudian menjelma sebagai musuh di halaman belakang Amerika Serikat.
Di China revolusi Bolshevik menginspirasi Mao Tse Tung memimpin long march sejauh 9600 km untuk menghadang Jepang dan menggusur Chiang Kai Sek dari pemerintahan China, ia juga menginspirasi Muso dan DN Aidit untuk berulangkali mencoba menusuk pemerintahan Soekarno, Ho Chi Minh dan pasukan Vietkongnya juga mendapat inspirasi dari revolusi tersebut hingga mampu bertahan melawan gempuran AS, begitu pula dengan Pol Pot, Ieng Sary, Nuon Chea, dan Khiew Samphan di Kamboja dengan Khmer Merahnya.
Tapi sebelum semua cita2 Soviet terwujud. Doi runtuh melalui kebijakan Glasnot dan Perestroika yg digulirkan oleh Mikhail Gorbachev. Maka tinggallah Amerika sebagai satu2nya adikuasa.
Akan tetapi akhir2 ini semangat revolusi Bolshevik kembali muncul. Munculnya gerakan2 teologi pembebasan di Amerika Latin, gerakan Zapatista (EZLN) di Mexico, hingga munculnya Hugo Chavez di Venezuela dan Evo Morales di Bolivia. Juga munculnya kembali wacana2 sosialisme yg mulai melanda sebagian besar dunia (termasuk Indonesia) hingga menginspirasi para selebritis dunia, seperti Zack De La Rocha (mantan vokalis Rage Againt The Machine) dan pentolan Coldplay Chris Martin.

Tapi sebelum saya melanjutkan ke revolusi berikutnya izinkan saya untuk sedikit mengutip teori yg disampaikan oleh George Orwell bahwa orang tidak menciptakan pemerintahan dictator untuk menyelamatkan revolusi, orang menciptakan revolusi untuk membangun pemerintahan dictator. Orwell tidak hanya sekedar berteori tapi juga meneliti revolusi yg terjadi disekitarnya kemudian mendialektikakan teorinya dalam kisah Animal Farm.
Dari sini saya menyimpulkan bahwa revolusi dibagi kedalam dua golongan;revolusi berdarah dan revolusi tidak berdarah. Perbedaan keduanya adalah lamanya waktu tuk berrevolusi, ketahanan, korban, dan kata ‘tidak’. Revolusi berdarah terjadi sangat cepat dan mendadak. Peristiwanya bersifat emosional dimana kemarahan sudah berkumpul di atas kepala. Revolusi ini lebih mengedepankan emosi daripada pemikiran, pemikiran atau ideology memang ikut mendominasi tapi hanya dianut sebagian kecil para pemimpin gerakan revolusi, sedangkan sebagian besar rakyat tidak. Yg terjadi sungguh sangat berbahaya dan berbanding lurus dengan teori Orwell di atas.
Dalam revolusi jenis ini akan selalu ada pihak yg dikorbankan yg biasanya disebut sebagai para kontra revolusi. Mereka sebenarnya bukan sebagai pihak yg anti akan revolusi yg terjadi, mereka biasanya hanya menyadari bahwa ada yg cacat dari revolusi tersebut, akan tetapi pihak penguasa baru telah membuta tuli dan mabuk akan euphoria. Robespiere harus jadi korban revolusi yg dibelanya;revolusi Prancis. Begitu pula ribuan hingga jutaan rakyat mulai dari Rusia, China, Kamboja, hingga Indonesia pada masa euphoria Bolshevik.
Sedangkan revolusi jenis kedua adalah revolusi dimana seluruh masyarakat memiliki pandangan yg sama, menuntut perubahan yg sama, dan ideology yg sama, sehingga yg terjadi adalah langkah yg sama dan seirama karena setiap kepala memiliki benak yg sama. Revolusi jenis ini memerlukan waktu yg lama, karena harus terjadi tahapan2 untuk menyamakan persepsi yg sama pada setiap individu di masyarakat melalui diskusi2, pengkaderan, dan perang pemikiran di tengah2 masyarakat. Contoh revolusi ini adalah revolusi yg paling dikenal dengan julukan revolusi langit, revolusi yg sangat mengguncang dunia dan gaungnya terasa hingga hari ini. Revolusi yg dipimpin oleh seseorang yg disebut Carlyll sebagai petir yg membakar dari Granada hingga Delhi, Rasulullah Muhammad saw.

Revolusi Islam
Ketika rame2nya perang dingin antara Amerika vs Soviet, tiba2 saja tanpa permisi apalagi salam, Samuel Hutington menerbitkan bukunya yg berjudul Class of Civilization. Dalam buku tersebut ia berteori bahwa musuh terbesar kapitalisme sebenarnya bukan sosialisme tapi Islam. Waktu itu banyak yg gak percaya, bukankah Islam udah gak dianut lagi oleh banyak negara paska runtuhnya Daulah Utsmaniyah tahun 1924. Bahkan banyak negara yg penduduknya mayoritas Muslim beralih menganut Kapitalisme. Lagian waktu itu Uni Soviet masih segar bugar dan bersemangat menjadi rival Amerika dengan mensponsori gerakan Komunismenya ke seluruh penjuru dunia. Amerika saja sudah merasakan bagaimana mereka harus nyaris tumbang tika berhadapan dengan anak didik Soviet yg bernama Ho Chi Minh dan pasukan vietkongnya di Vietnam.
Tapi Hutington gak peduli dan tetep pede pada pendapatnya yg kemudian ternyata terbukti. Adalah Uni Soviet yg mencoba bermain2 dengan kaum Muslimin Afghanistan dan akibatnya adalah seruan yg selama abad 20 seakan terkubur tiba2 muncul kembali;Jihad. Maka medan Afghanistan menjadi test case pertama bahwa kaum Muslimin dan semangat Islam belum habis walaupun mereka harus terpisah2 oleh lebih dari 50 negara. Afghanistan menjadi pentas dimana jutaan kaum Muslimin dari berbagai negara mengalir untuk berjihad dan tentara merah Soviet akhirnya kelelahan, hengkang dengan diliputi rasa malu, dan tidak berapa lama Uni Soviet tumbang.
Sejak perang Afghanistan di benak setiap Muslim di dunia muncul kesadaran untuk mempelajari kembali Islam, menerapkannya, menyerukannya ke seluruh dunia, dan menegakkan hukum2nya di muka bumi. Mulai hari itu mulai muncul berbagai gerakan Islam dan semangat keislaman. Intifadhah muncul di Palestina untuk melawan penjajahan Israel, dengan semangat Islam rakyat palestina menunjukkan resintensinya setelah semangat nasionalisme dan pan arabisme gagal menyelesaikan masalah mereka.
Sejak saat itu pula kaum Muslimin (kembali) dengan pede mengatakan pada dunia isyhadu bi anna (al) Muslimun, saksikan bahwa saya seorang Muslim. Para ceweknya banyak yg pede pake jilbab bahkan cadar. Para cowoknya getol menyuarakan Islam, baik lewat media (kayak yg sekarang anda baca) maupun lewat musik (nasyid hingga rap). Mereka juga tampil pede dengan Islam walaupun dandanannya ngepunk hingga ngerock.
Lalu pertanyaanya, mengapa Islam yg dipilih oleh Hutington untuk menjadi rival terakhir kapitalisme? Bukankah Islam hanyalah agama yg kebetulan dipeluk oleh sepertiga penduduk dunia? Bukankah ia sama dengan agama lainnya? Jawaban sebenarnya adalah karena Islam sebetulnya beda. Gimana sejarahnya? Mengapa beda? Apa perbedaannya? Eit jangan pergi dulu karena jawabannya tepat di bawah paragraph ini.
Mengapa Islam termasuk dalam kekuatan besar yg mampu mengubah dunia? Karena Islam ibarat bulatan donat yang utuh (dan lezat ehm). Di satu sisi, ia merupakan ideology politik yg aturan2nya layak mengatur dunia, sedang di sisi lain ia memiliki kekuatan spiritual yg mampu membawa manusia pada oase yg bernama surga.
Islam adalah bagian agama dunia. Tapi beda dengan agama lain di dunia yg hanya memiliki sisi religius saja. Islam memiliki sisi religius sekaligus ideology politik yg mampu mengatur manusia di dunia. Bila agama lain mengajarkan pada ketundukan dan kepasrahan kepada Tuhan, begitu pula Islam. Tapi Islam juga memiliki pengaturan terhadap konsepsi politik, ekonomi, sosial-kemasyarakatan, pendidikan, hingga pengaturan pergaulan antara lawan jenis yg tidak dimiliki agama lain. Dan aturan tersebut merupakan bagian yg tidak dapat dipisahkan dari konsep ibadah dalam Islam.
Bila Islam merupakan bagian dari ideology dunia, ia gak jauh beda dari Kapitalisme dan Sosialisme. Namun Islam menempatkan Allah Swt sebagai pemegang otoritas dan aturan2Nya merupakan kedaulatan yg layak dijunjung tinggi. Beda dengan Kapitalisme yg memisahkan nilai2 Ketuhanan dan sosialisme yg malah menistakannya sama sekali.
“Bulatan penuh” dalam konsepsi Islam inilah yg membuat Islam mampu mengguncang dunia. Menjadikan Islam sebagai pelega dahaga kehausan akan nilai2 spiritual, juga sebagai sebuah kekuatan untuk membereskan segala permasalahan di dunia. Menjadi turbin penghancur kedzaliman manusia juga perekat aneka kemajemukan dalam satu nafas;Islam.
Revolusi Islam pertama merupakan sebuah peristiwa yg paling mencengangkan. Berawal dari kawasan yg jauh dari peradaban dalam waktu singkat mampu menggulung dua kekuatan adidaya pada waktu itu; Romawi Timur dan Persia Sassanid. Mampu melebarkan sayapnya dari pantai timur Atlantik hingga pantai barat Pasifik. Bertahan lebih 14 abad dan menjadi mercusuar ilmu pengetahuan. Sebuah Revolusi langit pertama dan paling utama.
Revolusi ini diawali dengan pergolakan pemikiran selama kurang lebih 13 tahun di Mekkah. Para kader pertama (shahabat) mempraktekkan hal yg baru sekaligus melakukan kritikan yg tajam pada konsep2 jahiliyah dan budaya pagan yg dianut oleh penduduk Arab kala itu. Dengan Islam mereka mencela praktik2 ribawi, kecurangan2 dalam berdagang, diskriminasi atas anak yatim dan para fakir, juga praktik sosial kemasyarakatan yg rusak seperti perzinaan, aborsi atas bayi2 perempuan, perjudian, dan kebiasaan mabuk2an.
Revolusi ini juga merombak tatanan politik yg pada awalnya lebih mementingkan kesukuan (nasionalisme kesukuan) menjadi lebih mementingkan nilai2 persatuan aqidah, persatuan Islam. Maka dalam barisan penggeraknya terdapat Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali dari kalangan Arab, Bilal dari Ethiopia, Salman dari Persia, hingga Shuhaib yg keturunan Romawi.
Dirigen orkestra Revolusi tersebut tak lain dan tak bukan adalah Rasulullah Muhammad saw. Sosok no 1 perubah dunia versi Michael H Hart. Sosok yg oleh Carlyll diibaratkan sebagai petir yg mampu menyambar dari Granada hingga Delhi. Sosok yg walaupun oleh Allah SWT dihimpunkan barat dan timur bumi tapi tetap tampil dengan kesedarhanaan. Rasulullah merupakan teladan nyata dalam kepemimpinan. Setelah meraih kemenangan demi kemenangan dalam revolusinya bahkan mampu menempatkan Daulah Islam sejajar (kemudian bahkan melampaui) Romawi dan Persia, tetap tampil apa adanya (yg kemudian diteruskan oleh para penggantinya;bukan dalam kenabian tapi kepemimpinan dan disebut sebagai Khalifah). Rasulullah tinggal dalam rumah mungil bertembok Lumpur, tidur beralas pelepah kurma hingga shahabat Umar menangis tika melihat bekas2 geratan pada punggung Rasulullah., menjahit baju dan sandalnya sendiri. Makanan favorit Rasulullah adalah paha kambing tapi sehari-hari ia lebih banyak mengkonsumsi roti buruk rupa dan minyak samin. Rasulullah adalah pemimpin besar dan tidak ada yg lebih besar darinya, dia yg pada akhir hayatnya masih mencemaskan umatnya. Pemimpin besar mana yg disaat ajal menjemput ingat rakyatnya? Sekali lagi pemimpin mana coba? Yg ingat rakyatnya, ingat yg membesarkan namanya (jangankan saat akan mati, saat hidup aja pada lupa ama rakyat).
Mengapa Rasulullah bisa seperti itu? Selain karena beliau adalah nabi yg ma’shum, Rasulullah juga sadar bahwa kepemimpinan dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari nilai spiritual. Dalam Islam kepemimpinan adalah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Maka tak heran bila para pengganti beliau (para khalifah) mampu menjalankan kekuasaan dengan baik, adil dan bijaksana. Kepemimpinan adalah penjaga bagi Islam dan Islam adalah tiang bagi kepemimpinan kata Al Ghazali, suatu yg tidak memiliki penjaga akan rusak dan suatu hal tanpa tiang akan roboh. Karena inti daripada Revolusi Islam adalah kesatuan ideology dan spiritual.
Dan itu semua bertahan hingga 14 abad hingga sebuah konspirasi licik para penjajah Eropa meruntuhkan penjaga terakhir Islam pada Maret 1924. Tapi ketika semua ramalan Hutington mulai terbukti maka Amerika (sebagai ketua gembong penjajah saat ini) melalui NICnya meramalkan bahwa 2020 ada sebuah kekuatan Islam (New Chaliphate) yg akan kembali mulai memimpin dunia dan itulah yg ditakutkan para pengusung Kapitalisme dan Sosialisme.

Bila semua yg di atas tebukti apa yg kita lakukan saat ini? Menunggu sambil nyeruput banana split bareng pacar, sambil antri tiket di Cineplex 21, sambil jalan2 di distro dan mall, sambil kebut2an, sambil main skate board dan futsal atau basket, sambil nongkrong di tepi jalan dan berdandan punk, sambil balajar buat ujian besok, sambil, sambil, sambil, dan sambil menunggu dunia berjalan seperti adanya, hingga kemudian kita baru sadar kok cepet banget berubah ya?
Padahal saat ini disekitar kita ada anak2 muda seusia kita yg tunduk, menjurah, menangis tika mendengar ancaman2 dari Sang Penguasa Segala, menangis sekaligus memohon tika mendengar janjiNya. Ada anak2 yg seusia dengan kita yg saat ini merelakan masa mudanya untuk terus belajar demi kebaikan dunia di masa mendatang. Ada anak2 yg seusia dengan kita yg berlari-lari kecil mengejar layang2 mimpi. Ada anak2 yg seusia dengan kita yg menggoreskan namanya pada sejarah dunia seperti yg dulu dilakukan oleh para pemuda Kahfi, oleh pemuda yg bernama Ali, oleh pemuda yg bernama Syafi’I, oleh pemuda yg bernama Muhammad Al Fatih. Adakah itu kita? Adakah itu kita? Adakah itu kita? Kawan. (Fajar212)

Revolution will guide your home and ignite your bones, kata Divan Semesta dalam Openmind 22.

One thought on “REINKARNASI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s