Surat Cinta

Ini adalah kisah sebuah negeri

Tanah airnya gemah ripah loh jinawi. Penduduknya tenteram, sejahtera, dan damai. Dari buminya bermunculan para syuhada dan ulama yang menerangi bumi. Tapi kini, itu semua hanya dongeng pengantar tidur. Alamnya meranggas. Rakyatnya tak lagi dinaungi damai dan bayangan kesengsaraan membayangi mereka. Buminya menangis dan cahaya di atasnya tergantikan awan kelam. Lalu apa arti keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya, apa arti pemilu luber jurdil, apa arti pemilihan presiden dan pilkada langsung, apa arti demokrasi bila sang merah putih berkibar gagah tapi tak mampu menaungi manusia di bawahnya.

Kemudian daripada untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,…(UUD 45)

Apa arti tulisan diatas bila pagi ini seorang ibu dan anaknya dengan lesu keluar dari halaman sekolah karena tak mampu membayar pelicin berkedok uang pembangunan, lalu apa arti pendidikan murah jika sekolah negeri tak ubahnya pasar swalayan dan lebih baik diganti menjadi Ramayana, Carrefour, atau Matahari. Lalu apa arti pendididkan bermartabat? jika Hari ini sekolah libur karena gurunya berdemo menuntut kenaikan gaji, siswanya lebih suka berkelahi, dan akhirnya pendidikan pun bunuh diri. Lalu apa arti pendidikan bila hanya menghasilkan siswa yang lebih bangga jadi bintang AFI daripada menjadi mujahid dan ulama sejati, jawabannya karena mujahid adalah teroris dan ulama adalah musuh amerika bos kita. Dan seorang juara olimpiade fisika asia tak layak kuliah bila tak ada biaya karena yang kuliah hanya khusus orang kaya seperti Agnes Monica dan nanti ilmuwan bangsa ini adalah selebriti dan penemuannya adalah gosip di acara2 infotainment.

Lalu ketika meributkan pendidikan aku tersadar bahwa motor bututku kehabisan bensin dan betapa kagetnya di pom bensin tertera tulisan “maaf bensin habis” loh BBM sudah mahal kok pake menghilang, lalu apa arti kepres hemat energi jika ibuku mengeluh langkanya minyak tanah tapi di teve sang presiden menikahkan anaknya secara “sederhana” sambil menghamburkan uang negara dan menterinya berteriak dengan angkuh “kalo tak mampu ya gak usah beli”.Lalu apa arti demokrasi? Jika saudara kami kelaparan padahal daerahnya sumber pangan nasional. Jika Negara ini sebagai pengekspor minyak bumi lalu kenapa rakyatnya mengeluhkan langka dan mahalnya BBM. Lalu apa arti demokrasi? Jika semua sumber daya yang kita miliki akhirnya ngendon ke bank2 amerika, juga konco2 IMFnya; lalu kami hanya tinggal kebagian utang tujuh turunan, harus menanggung rente dan ampas kewajiban. Lalu apa arti kemerdekaan? Jika Negara ini masih terjajah oleh kartel2 kapitalis yang mencekik melalui utang dan riba. Lalu apa arti demokrasi dan reshuffle menteri, jika hari ini masih banyak perut yg belum terisi

Lalu akupun menuliskan ini dengan sungguh2 lebih dari menuliskan surat cinta untuk sang kekasih. Berdiri di jalan ini meneriakkan kebenaran walau harus dicaci maki dan dianggap kurang kerjaan. Walau dicurigai sebagai sobat Azhari, dan apalah aku tak ngerti. Karena kami sadar demokrasi itu palsu dan kami menawarkan sistem yg asasi yg bersumber dari wahyu Ilahi. Karena kami sadar ini adalah jalan kebenaran, jalan para nabi dan syuhada; jalan yg di dalamnya tidak hanya kedamaian dan ketentraman tetapi juga keagungan dan kesejahteraan. Karena kami sadar bahwa revolusi harus dimulai dg pemikiran dan bukan dengan senjata. Dan kami sadar bahwa harus ada penghancur hierarki setan ini, harus dimulai hari ini atau tidak sama sekali, karena semua manusia pasti mati, dan pilihan kami adalah hidup mulia atau syahid.

Karena hitam adalah hitam & putih adalah putih. Karena kemerdekaan sejati adalah bebasnya manusia dari belenggu tirani manusia dan hanya tunduk pada Sang Rabbul Izzati. Karena REVOLUSIONER ISLAM TAK AKAN PERNAH MATI. Agen Air

Dalam kenangan aksi GEMA PEMBEBASAN;afwan tanggalnya ane lupa tapi sekitar thn2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s