Tak Ada Lagi Dech Cinta Buatmu

Dulu waktu pertama kenalan, kau sanjung diriku setinggi langit. Katamu aku ramah, katamu aku supel, bermartabat. Katamu lagi bahwa aku adalah jamrud di khatulistiwa. Tapi kini ternyata kamu gombal, sekali lagi kamu gombal, sebel dech. Kau keruk kekayaanku, kau eksploitasi diriku. Minyak dan gas ku, ikanku, emas dan perak ku, air, hutan, bahkan gunung kau ambil dan tidak kau sisakan untukku. Kini bagimu aku adalah sepah yg manisnya telah habis kau hisap.

Dulu waktu pertama kali jadian, kau rayu diriku. Katamu kau akan mensejahterahkan aku. Katamu sandang pangan murah. Katamu sekolah gratis, kesehatan murah, dan lapangan pekerjaan akan tersedia. Tapi kini, itu semua hanyalah omong kosong, omong doang, NATO no action talk only, sebel dech. Apanya yg murah, bensin naik, elpiji ngilang, minyak tanah apalagi, ngantri, juga beras, sembako, apalagi coba? Apalagi? Sekolah murah? Boro2 mo sekolah buat makan aja susah. Kesehatan? Disini mah mo hidup, mo mati sama mahalnya. Pekerjaan? Yg di sini gak ada, mo ke luar negeri sulit, udah disana malah diusir n dianggap budak. Nasib, nasib.

Dulu pas pertama kencan, kau bilang akan membahagiakan aku. Tapi kini yg kau bahagiakan justru saudaramu dan kawan2mu. Tapi kini kau malah menyengsarakan aku. Hartaku kau ambil, kau berikan pada mereka. Tambangku, BUMNku, bahkan kedaulatanku kau gadaikan ke mereka. Dan yg menyakitkan kau tusuk aku dari belakang, kau mau memisahkan aku dari keluargaku, dari saudara2 ku, kawan2 ku. Kau juga menghina diriku, kau bilang aku teroris, kau bilang aku pelanggar HAM, kau bilang aku jahat, kau bilang aku setan. Sungguh, sungguh teganya dirimu, teganya, teganya, teganya, oooooh pada diriku.

Dulu pas jalan-jalan kamu pernah janji kepadaku. Janjimu waktu itu kedaulatan di tangan rakyat. Janjimu rakyat adalah segalanya. Tapi preeet, janjimu menguap bahkan baunya mirip kentutnya engkong. Waktu rakyat rame2 nolak kenaikan BBM. Waktu rakyat rame2 mo gusur pornografi. Waktu rakyat rame2 mo ganyang nabi palsu. Kamu Cuma diam aja, bahkan menolak semua tuntutan rakyat. Huh cumi, cuma mimpi. Janjimu tuh PALSU.

Kini kau sekali lagi mau merayu diriku, kini kau kembali obral janji2 di depanku. Sorry ya aku gak mau tertipu untuk kedua kali. Lagian aku bukan keledai yg jatuh dua kali. Lagian aku manusia yg punya akal dan pikiran juga hati dan perasaan. Jadi ku kutakan saja padamu, Demokrasi, Tak Ada Lagi Dech Cinta Untukmu.

Sorry ya jurusmu kali ini kurang ampuh. Lagian sekarang aku punya gebetan baru. Doi lebih mencintaiku, Doi lebih cakep, lebih keren, n lebih alim gak kayak kamu. Cinta Doi tulus gak kayak kamu. Karena Doi emang Maha Mencintai n Maha Mengasihi. Daaccchhh!! (Astari Fitri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s