K+O+R+P+O+R+A+T+O+K+R+A+S+I=PENJAJAHAN

2745667635_857442dc22_o

(Aslinya nih tulisan sambungan dari tulisan “Habis”, sori baru kelar nih nulisnya)

Gw saranin ke kamu semua, gak perlu browsing ke Wikipedia tuk cari arti korporatokrasi, gak perlu buka-buka buku tebel yg bahas korporatokrasi, gak perlu baca Confession of an Economic Hitmannya John Perkins, atau analisisnya Prof. Joseph Stiglitz, juga gak perlu baca bukunya pak Amien Rais yg punya judul Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia untuk nyimak gimana sih sejatinya korporatokrasi bekerja. Cukup duduk manis aja di depan TV n nyalain DVD atau CD player kamu terus nonton film, gak perlu nonton film peraih oscar Syriana yg ngritik korporatokrasi, cukup nonton film action yg full adegan tembak2an yg berjudul The Kingdom atau nonton sekuelnya James Bond terbaru yg berjudul Quantum of Solace pasti kamu akan nemuin apa itu korporatokrasi, cara kerjanya, n betapa rakus n jahatnya mereka (dg catatan kamu jeli n gak ngeliatin si olga kurylenko doang).

Istilah baru tersebut begitu saja datang bertengger di pikiran saya: KORPORATOKRASI. Saya tidak yakin apakah saya sudah pernah mendengarnya sebelumnya atau saya yg menciptakannya, tetapi istilah itu nampak sangat cocok untuk menggambarkan elite baru yg telah berketetapan untuk mencoba menguasai planet bumi. Begitulah kata John Perkins mengenai korporatokrasi dalam buku fenomenalnya Confession of an Economic Hitman.

KORPORATOKRASI ingat kata tersebut. Jika Plutokrasi adalah kepemimpinan di bawah orang2 kaya (Plutokrat). Jika Aristokrasi adalah kepemimpinan di bawah para bangsawan (Aristokrat). Dan jika Kleptokrasi adalah kepemimpinan di bawah para maling (Kleptomania he..he..he). Maka KORPORATOKRASI adalah kepemimpinan yg dikuasai oleh para Korporat/Korporasi atau para perusahaan besar. Kenapa besar? Karena yg kecil namanya Korporit (emang penjernih air alias kaporit).

Para Korporat tersebut dengan didukung oleh sebuah Negara besar beserta elemennya (Amerika Serikat) serta dipermudah geraknya oleh lembaga-lembaga Internasional (IMF, WTO, n World Bank) merambah ke seluruh dunia, mengeksploitasi (menjajah), dan mengeruk aneka sumber daya alam Negara dunia ketiga. Dan karena mereka semua bermental perusahaan maka semboyan mereka adalah modal sedikit laba/keuntungan selangit. Maka persetan dengan kerusakan alam, kemiskinan, hingga terbunuhnya manusia di kawasan operasi mereka. Pan yg penting gue untung titik.

Tidak secara jelas sejak kapan Korporatokrasi beraksi di muka bumi. Akan tetapi dalam bukunya yg berjudul Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia, pak Amien Rais mencatat bahwa VOC (Serikat Dagang hindia Belanda) sebagai pelopor sistem Korporatokrasi. VOC secara jelas mempertontonkan pola kerja Korporatokrasi dan pola tersebut tidak berubah hingga hari ini serta yg berubah hanyalah elemen2 teknologi untuk menyesuaikan dengan zaman.

Pola Korporatokrasi juga penopang2nya sebenarnya tidak banyak berubah dari zaman VOC nguasai Nusantara, EIC (serikat dagang Inggris) mengobok-obok India, hingga Chevron dan Exxon Mobile menjadi operator tunggal di blok Natuna n Cepu. Adapun pilar penopang Korporatokrasi terdiri dari 7 pilar. Pilar2 tersebut antara lain (sebagaimana yg disebutin dlm bukunya pak Amien): korporasi2 besar, negara penjajah, lembaga keuangan atau bank, militer, media massa, kaum intelektual, dan yg terakhir adalah para jongos yg berkuasa di negeri2 jajahan (para penguasa yg berlindung di balik ketek penjajah).

Korporasi atau perusahaan multinasional merupakan kartu as dalam sistem ini (Korporatokrasi), jadi doi bukan fren, gak punya simpati, n bukan yg nomor tiga (three). Korporasilah yg jadi penopang sistem ini. Korporasilah yg jadi penggerak sekaligus penerima hasil sistem ini. Bahkan Korporasilah yg membajak demokrasi dan mengubah intisarinya yg berbunyi dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat menjadi dari perusahaan, oleh perusahaan, untuk perusahaan. Dan karena Korporasi yg jadi elemen utama, maka hakikat Korporatokrasi sama dengan hakikat sebuah perusahaan; modal seminimal mungkin dan klo bisa gratis serta bertujuan meraih profit atau untung sebanyak2nya apapun jalannya. Korporatokrasi sebenarnya sebelas-dua belas dg Kapitalis karena elemennya sama2 Perusahaan dan karena mereka menganut akidah Sekulerisme maka persetan ama halal haram, bahkan istilah ini tidak dikenal sama sekali dalam kamus mereka.

Korporasilah sebenarnya asas utama sistem ini. Bahkan suara Korporasi dihargai lebih dari suara Tuhan. Dulu mereka bernama VOC atau EIC dan sekarang mereka menjelma menjadi antara lain: Rio Tinto (grupnya Freeport), para gegeduk minyak (Exxon Mobile, Chevron, Caltex, BP Shell, Total Elf, Conoco, Repsol), Halliburton, General Electric, Nestle, Microsoft, dan banyak lagi yg lainnya (gaya rhoma irama) dan membutuhkan buku tersendiri buat mencatat seluruh nama mereka.

Pilar kedua dari Korporatokrasi adalah negara, artinya negara berada di bawah para korporasi alias perusahaan besar. Apa gak kebalik? Karena klo di negeri ini justru negaralah yg memiliki perusahaan/BUMN. Negara berada di bawah para korporasi karena negaralah yg menjalankan segala agenda para korporasi, menggunakan kekuasaanya, dan mempermudah jalan para korporasi. Oleh karena itu dalam sejarah pemerintah Belanda begitu mendukung VOC dalam usahanya mengeruk dan menjajah negeri ini.

Sebenarnya demokrasilah yg berperan besar dalam menciptakan sistem seperti ini. Dalam demokrasi setiap orang boleh menjadi pemimpin, akan tetapi di era globalisasi dan kapitalisasi seperti saat ini untuk menjadi pemimpin tidaklah murah. Untuk menjadi anggota parlemen, gubernur, bupati, hingga presiden dibutuhkan dana yg suuaangaaat bueesaaarrr. Coba bayangin aja berapa juta dana yg keluar buat iklan satu halaman penuh di koran level nasional, juga iklan 15 menit di televisi, karena di era seperti saat ini udah gak jaman koar-koar di lapangan bola. Maka para calon anggota parlemen, calon gubernur, calon bupati, hingga calon presiden rame-rame bikin proposal. Kemana? Kemana lagi klo gak ke perusahaan-perusahaan. Untuk apa? Ya untuk membiayai kampanyenya. Akan tetapi terkadang tanpa diminta perusahaan-perusahaan tadi tanpa tedheng aling-aling membiayai langsung para calon tadi (terutama calon potensial). Tapi ingatkah qt pada istilah “tidak ada makan siang gratis bro”, oleh karena itu dibalik dana-dana tadi terdapat sebuah kesepakatan (jahat) yaitu apabila para calon tadi jadi maka kepentingan para penyandang dana (perusahaan) yg dinomor-satukan. He..he..he..jadi buat nt semua yg kemarin udah n akan nyoblos besok siap2 aje gigit jari, ingat dalam system seperti ini calon kesayangan anda gak akan peduli ama coblosan n nasib nt semua, but mereka hanya peduli ama mereka2 (perusahaan) yg ngasih amplop uang ke mereka. Oleh karena itu di negeri pusatnye demokrasi alias Amerika silahkan nt ngomong apa saja bahkan jelekkin agama pun gak papa, gak mama, n gak om-om, tapi jangan coba2 ngritik apalagi jelek2kin perusahaan2 besar di sana, bisa kena pasal nt.

Pilar ketiga adalah lembaga keuangan atau perbankan. Pilar ketiga ini berfungsi seperti ijon, lintah darat, rentenir yg tugasnya ngosongin kas keuangan negera2 berkembang dengan jeratan utang yg bunganya ngalahin bunga citra lestari (hus gak boleh ngomongin istri orang). Pilar ketiga ini bernama IMF (International “Mother F****r”), World Bank, WTO, CGI, dsb.

Pilar keempat adalah militer. Militer, terutama militer Amerika, ikut campur karena para perusahaan tersebut yg menyokong kelangsungan hidup militer (perusahaan2 senjata). Bahkan perusahaan2 senjata seperti Boeing, Lockheed Martin, Hughes Aircraft, Armalite company, Springfield company, hingga Center of Security Policy menempatkan orang2nya langsung di jantung kementrian pertahanan AS (Pentagon) dg berbagai jabatan. Oya, karena perusahaan2 senjata tadi hanya bisa jalan klo ada perang maka diciptakanlah berbagai konflik di dunia ini. So, gak salah jika AS memiliki jadwal tetap untuk berperang tiap sepuluh tahun/sekali (kayak jadwal maen futsal aje) dan bisa lebih cepat klo lagi fit n ketemu lawan yg tangguh.

Sebetulnya pilar keempat n kelima ini memiliki tugas yg gak jauh beda, yaitu menciptakan image baik para penjajah tadi di tengah masyarakat. Media massa berfungsi sebagai apa yg disebut Noam Chomsky dalam bukunya Maling Teriak Maling yaitu newspeak/pemutarbalikan fakta. Media berfungsi menampilkan image baik pada tindakan jelek para penjajah (AScs) dan menampilkan image jelek pada tindakan baik para penentang penjajahan. Oleh karena itu bila serangan Israel ke jalur Gaza disebut membela diri, penjajahan AS ke Iraq disebut upaya demokratisasi, juga kunjungan Bush ke Bogor (kemarin dulu) hanya sekadar kunjungan bilateral maka itu adalah newspeak. Begitupula jika para mujahidin Iraq disebut teroris, HAMAS dan Hizbullah disebut teroris, gak jauh beda seperti ketika Belanda dulu menjuluki Panglima Sudirman dan Bung Tomo sebagai pemimpin para ekstrimis, dan itu juga newspeak. Newspeak juga bisa hadir dalam format iklan yg menampilkan profil perusahaan seperti iklan Chevron di TV dan Exxon Mobile di sebuah koran nasional yg menampilkan mereka berdua seakan-akan pahlawan di tanah air mata ini.

Sedangkan para intelektual bertugas menenangkan para rakyat negeri2 terjajah agar mereka tidak melawan. Maka mereka melakukan pembodohan di tengah2 masyarakat. Mereka tak ubahnya gagak dalam novel Animal Farm yg mengiming-imingi para binatang sebuah gunung bernama kembang gula agar para binatang tidak melawan para manusia yg dikesankan sebagai penjajah. Format pekerjaan mereka bias dilihat ama yg sekarang dilakukan kelompok seperti JIL, AKKBB, dan berbagai LSM komprador (yg mengabdi pada negera penjajah) di negeri ini.

Dan sebenarnya Korporatokrasi ini gak akan jalan bila gak ada model seperti pilar keenam ini. Nt semua pasti ingat sejarah kan? Kesultanan Mataram sebenarnya gak akan jatuh (bahkan pasti tetap melawan) andai Amangkurat I gak nyerah ke Belanda. Pilar keenam ini ibarat Amangkurat I, kaum adat di Minangkabau (pas perang Paderi), atau Mak Lampir dan Grandong yg tunduk, menjilat, n sendiko dawuh pada penjajah. Gw gak tega, oleh karena itu gw tanya. Saat Freeport masih bebas nguasai tambang emas di Papua, Chevron asyik nyedot minyak di blok Natuna, n Exxon Mobile lenggang kangkung nguasai blok Cepu, menurut nt semua para pemimpin qt nih modelnya sama gak ama GRANDONG??

One thought on “K+O+R+P+O+R+A+T+O+K+R+A+S+I=PENJAJAHAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s