Love Letter

tribute-to-palestine4Kepada Adinda

Di rumah

Semoga rahmat Allah tetap tercurah kepadamu dan keluarga

Assalamualaikum. Wr. Wb

Dinda tidak terasa hampir satu tahun hubungan ini telah terjalin. Kalau boleh jujur, sebenarnya tak ingin ku tulis risalah ini. Hingga, hingga tak sengaja ku melihat kembali gambar dirimu, hingga berkelebat kembali kenangan indah saat awal mula pertemuan kita. Saat-saat indah tika bersama angankan sebuah cita. Ya, sebuah cita mulia tuk mengembalikan kehidupan Islam di bumi yg mulia ini melalui sebuah bangunan suci yg disebut keluarga. Tika rasa ini muncul, awalnya ingin ku kutuk diri ini. Karena kusadari bahwa tak pantas seorang lelaki mendamba wanita yg belum menjadi haknya. Karena kusadari tak pantas kiranya diri yg berjalan di jalan pedang, jalan perjuangan menegakkan kebenaran, masih tersemat di hatinya suatu cinta kepada selainNya, masih tersemat cinta kepada selain Allah Rabbul Izzati. Hingga tunduklah hati, merenung, kenapa rasa ini masih berkelebat, dan akhirnya diri ini menemukan sebuah jawab;karena aku manusia yg miliki rasa dan cinta.

Dinda sebelumnya izinkan daku tuk meminta maaf, meminta maaf atas segala kesalahan diri ini, kesalahan yang mungkin terjadi baik sengaja maupun tidak sengaja, baik berupa ucapan, tulisan, dan lebih-lebih tingkah laku yang mungkin kurang berkenan. Dinda, ingatkah kita sejak awal mula jumpa bukankah kita sudah meniatkan bahwa apapun yang terjadi diantara kita adalah atas perkenan dan izin Allah swt, bertemu karena Allah, dan berpisah atas izin dariNya, serta meniatkan pada diri kita masing-masing untuk tetap teguh di jalanNya, berjuang meraih ridhoNya.

Dinda memang sejak awal kita masing-masing berniat tuk membangun sebuah keluarga ideologis, keluarga yang dibangun diatas manhaj rasulullah dan salafush shalih, sebuah keluarga yang darinya memancar ruh jihad. Tapi selain cita-cita ini, masih ada sebuah cita-cita yang lebih besar, sebuah cita agung, cita kita bersama, yaitu kembalinya kehidupan Islam. Dan yg pasti sebuah cita pasti membutuhkan pengorbanan, sebagaimana seorang pencinta yg berkorban demi kekasihnya.

Oleh karena itu maafkanlah diri ini, karena meninggalkan dinda, bukannya diri ini tidak membutuhkan dinda, bukannya diri ini tidak mencintai dinda, tapi karena diri ini sadar. Bahwa sudah menjadi tugas saya sebagai seorang muslim, tugas kita semua. Untuk lebih mencintai Allah, Rasulullah, Islam, dan kebenaran yg ada padanya. Berazzam untuk menegakkannya, walaupun kita harus terbakar oleh bara yg kita genggam. Karena ketika manusia menolak hujjah dan kebenaran dariNya serta berbuat tiran, maka peperangan lebih baik bagi dunia daripada perdamaian. Dan dalam hal ini, jihad adalah satu-satunya jalan tuk menegakkan kebenaran. Karena hanya dua pilihan, hidup mulia atau syahid di jalanNya. Hingga tertegaknya Islam dan dimenangkan atas semua hukum, ideologi, dan agama. Walaupun untuk itu semua, harus kita tebus dengan nyawa.

Oleh karena itu, mulai saat ini, detik ini, lupakan saya, mulai saat ini, detik ini, relakan diri ini, dan saya berdoa semoga dinda mendapatkan ganti yg lebih baik daripada saya, hingga tercapai apa yg dinda cita-citakan. Mungkin sampai disini risalah saya, saya tak berharap ada air mata, tak usah tangisi diri ini, cukup hanya sekelumit doa restu adinda yg semoga dapat menjadi penenang hati.

Wassalamualaikum Wr Wb

Bumi Jihad

..seseorang yg ingin menggapai ridhoNya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s