Qataib Izzuddin Al Qassam

12Sejak berdiri, Israel memang menggariskan dirinya sebagai negara penjajah. Oleh karena itu untuk menopang negeri tersebut dibutuhkan pasukan yg kuat. Pasukan yg kuat dibutuhkan untuk menghadapi negeri2 sekelilingnya yg gak rela tanahnya dikuasai Israel. Mulai dari perang Sinai, perang Enam Hari, hingga perang Yom Kippur menunjukkan bagaimana sikap negara2 Arab terhadap negara tersebut. Dan itu terbaca oleh Israel hingga mampu mengalahkan aliansi negara2 Arab, membuat mereka angkat kaki, malu, dan dengan terpaksa tunduk di bawah Israel, serta meninggalkan bangsa Palestina berjuang sendirian menghadapi agresi militer Israel. Sejak saat itu maka tak ayal Israel menjadi salah satu negara dengan militer terkuat diluar AS, Inggris, dan Rusia. Salah satu penopangnya yg pasti adalah pasukan khusus mereka yg andal. Mereka terdiri dari Mossad, Shin Bet, dan Sayeret Matkal. Bahkan Mossad menjadi contoh pengembangan pasukan khusus dunia selain Special Air Service/SAS Inggris. Mossad sendiri menempati rangking kedua pasukan khusus terbaik dunia setelah SAS (yg ketiga dulu adalah Kopassus era Mayjen. Prabowo Subianto tapi sekarang udah tidak lagi).

Menempati rangking tinggi dan jadi acuan, bukan berarti Mossad melenggang tanpa lawan. Justru Mossad memiliki musuh abadi dan paling ditakuti, yaitu Qataib/Brigade Izzudin Al Qassam yg berada di bawah Harakah Al Muqawwamah Al Islamiyah (Gerakan Perlawanan Islam/HAMAS). Izzudin Al Qassam didirikan pertama kali atas ide syaikh Sholah Shahadah, pemimpin HAMAS cabang Gaza. Izzudin Al Qassam pertama kali dikomandani oleh Imad Aqil dan langsung membuat kaget system pertahanan Israel. Mereka melakukan penculikan2 terhadap agen Mossad dan kontributor mereka dari kalangan Palestina. Selain itu mereka juga melakukan serangan ke pos-pos militer Israel di sepanjang jalur Gaza. Baik melalui serangan bersenjata hingga serangan bom syahid dan korban dari pihak Israel gak main-main. Mereka bahkan mampu menahan serangan invanteri Israel yg digawangi oleh tank-tank Merkava. Ketika Israel menyerbu kamp pengungsi Jenin mereka harus kehilangan satu Merkava yg hancur lebur diledakkan oleh ranjau yg dipasang oleh Izzudin Al Qassam. Brigade Izzudin Al Qassam semakin mencengangkan dunia ketika mampu membuat rudal Al Qassam. Rudal yg mampu melintasi kawasan sejauh 12 km konon bahkan oleh kanal berita Inggris, Reuters dikatakan sebagai rudal yg mengubah peta pertahanan di Timur Tengah. Konon rudal ini bahkan sangat ditakuti oleh departemen pertahanan Israel karena tidak terdeteksi oleh radar. Bahkan rudal ini dianggap lebih berbahaya dari rudal Scud Iraq.

Pola perekrutan Izzudin Al Qassam juga tergolong unik tapi juga sangat superketat. Seleksi awal terjadi di masjid2 seluruh Palestina. Para pemuda yg tidak pernah absen sholat Shubuh berjamaah adalah kandidat utama brigade ini. Oleh karena itu pemuda yg merokok apalagi berbau minuman keras tak akan bisa jadi personel Al Qassam. Kemudian mereka mendapat berbagai macam pelatihan mulai beladiri, tembak menembak, meracik dan meledakkan bom, infiltrasi, menyelam, perang gerilya, hingga anti spionase. Mereka juga memiliki keahlian ilmu sandi, membuat propaganda (mungkin membikin selebaran, bulletin, hingga zine), dan memiliki daftar seluruh institusi Yahudi di Mesir, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika. Selain itu mereka mendapatkan bekal tsaqofah Islam seperti mempelajari tafsir Al Qur’an, menghafal Hadits Arbain Nawawi, berpuasa sunnah, dan disiplin membaca Al Qur’an minimal 1 juz per hari. Izzuddin Al Qassam menggunakan system sel tertutup dalam organisasinya. Setiap anggota tidak mengenal anggota lainnya kecuali anggota satu grup, sedangkan satu grup terdiri dari 7 hingga 10 orang. Grup ini selain berfungsi sebagai koordinasi operasi juga menjadi semacam madrasah dan pembinaan tsaqofah Islam bagi setiap individu anggota Al Qassam. Dari sinilah tercipta prajurit tempur tangguh, sekaligus sangat ikhlas dalam berjihad. Semboyan Al Qassam sendiri adalah Allah ghoyatuuna. Ar Rasul qudwatuna, Al Qur’an dusturruna, Al Jihadu saabiluna, As Syahid asma’amanina (Allah tujuan, Rasulullah teladan kami, Al Qur’an pedoman hidup kami, Jihad adalah jalan juang kami, dan Syahid adalah cita2 kami tertinggi).

Ada satu kisah mengenai Imad Aqil, komandan Izzudin Al Qassam pertama. Imad Aqil baru diketahui keberadaannya oleh agen Israel setelah setahun menjabat sebagai komandan Izzudin Al Qassam. Maka gak lama setelah itu ia menjadi DPO. Suatu ketika di bulan Ramadhan beliau diketahui posisinya oleh militer Israel., maka disiapkanlah satu kompi pasukan, beberapa tank, bahkan ditambah Apache (helicopter tempur buatan AS), bayangin aja untuk nangkap satu orang dikerahkan segitu banyak orang. Ketika itu beliau mendapat undangan berbuka di rumah Nidal Farhat (pembuat rudal Qassam dan kakak Fathi Farhat, tokoh belia Izzudin Al Qassam), setelah tahu dirinya telah terkepung, Imad Aqil minta izin untuk Sholat dua rakaat, setelah itu beliau keluar sambil mengokang senjata, dan blaar, rudal, dan peluru langsung menembus tubuhnya. Lucunya walaupun ia sudah diketahui meninggal tapi tentara Israel masih gak berani mendekat, IDF (militer Israel) baru yakin kalo Imad sudah meninggal ketika ditunjukkan mayatnya oleh penduduk setempat. Maka IDF langsung mengumumkan berita kemenangan karena berhasil menewaskan komandan Izzudin Al Qassam. Tapi itu gak lama, esoknya eforia Israel itu berubah menjadi ngeri, ketika anak-anak Palestina serempak berseru,”kulluna Yahya Ayyash, Kulluna Imad Aqil”(kamilah Yahya Ayyash, kamilah Imad Aqil).

(tulisan ini pernah dipublikasikan sebagai sub bab tulisan “Islamic Special Force”, terdapat penambahan secukupnya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s