Keadilan

revolusiSalah satu bahasan menarik dalam kampanye Pilpres tahun ini adalah bahasan mengenai masalah program ekonomi. Tim SBY-Budiono yg sejak awal dituduh sebagai antek Neoliberal akhirnya buka suara. SBY sendiri menyatakan bahwa ia tidak membela kapitalisme asing ataupun pribumi, akan tetapi kapitalisme yg bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Dari pernyataan ini jelas terlihat bahwa dituduhan yg disematkan kepada kubu ini semakin jelas adanya. Karena Neoliberalisme sendiri lahir dari Kapitalisme yang kemudian melahirkan Korporatokrasi.
Program ekonomi ini mendapatkan perlawanan sengit dari kubu Mega –Prabowo yg mengusung jargon ekonomi kerakyatan. Ekonomi kerakyatan sendiri merupakan hasil modifikasi dari pola ekonomi sosialisme yg saat ini banyak dijalankan oleh para pemimpin negara-negara Amerika Latin seperti Kuba, Venezuela, Bolivia, Argentina, dan Brazil. Dari gambaran di awal terlihat jelas bahwa perseturuan kedua kubu mengerucut kepada perseteruan kuno antara kubu kaya melawan miskin.
Kapitalisme sejak awal sudah memproklamirkan dirinya sebagai pembela para pemilik modal. Kapitalisme hanya pernah tobat satu kali ketika Amerika Serikat dilanda krisis ekonomi parah paska perang dunia pertama. Presiden F.D Roosevelt akhirnya menggunakan madzab Kaynessian ciptaan John Maynard Keyness dalam mengatur ekonomi negaranya. Mulai saat itu negara (AS) ikut campur secara langsung dalam ekonomi dan memberlakukan subsidi bagi rakyat kecil. Akan tetapi romantisme ini berakhir sejak AS dipimpin Ronald Reagen. Reagen dan Thatcher (PM Inggris) bahu membahu mengembalikan Kapitalisme ke jalannya yg semula. Sejak saat itulah mulai munculnya madzab Neoliberal dan melahirkan sistem baru yg lebih kejam dari Kapitalisme yaitu Korporatokrasi.
Maka ketika SBY menyatakan bahwa Kapitalisme membawa kemakmuran bagi Indonesia. Maka kata “kemakmuran” di atas wajib kita garisbawahi. Kemakmuran tersebut jelas bukan ditujukan kepada rakyat tapi kepada para pemilik modal atau yg layak disebut sebagai para Korporat baik asing maupun dalam negeri. Dari sini jelas terlihat jalan pikiran penguasa mendatang (kalau SBY menang) yg akan lebih mementingkan para kaum borjuis. Penguasa mungkin akan lebih banyak lepas tangan dan menyerahkan banyak urusan (terutama dalam hal ekonomi) kepada swasta. Korbannya jelas adalah rakyat.
Sedangkan ekonomi kerakyatan bisa jadi merujuk pada model Kaynessian atau bisa juga meniru model ekonomi sosialis ala Amerika Latin. Dari apa yg dikampanyekan tim Mega Pro sekilas terlihat mereka condong kepada model ekonomi ala Amerika Latin. Model ekonomi yg benar-benar sangat pro kepada rakyat miskin. Mulai dari pemberlakuan subsidi, pendidikan dan kesehatan gratis, hingga nasionalisasi. Kuba misalnya menerapkan program 1 dokter untuk 100 warga. Sedangkan Venezuela menerapkan pendidikan gratis hingga S-3. sedangkan yg paling ekstrim adalah Argentina dan Bolivia. Argentina berani melakukan tawar-menawar dg IMF terkait tagihan utang yg dianggap pemerintah Argentina sangat merugikan rakyat Argentina. Sedangkan Bolivia melakukan program nasionalisasi perusahaan2 minyak dan gas yg selama ini dikuasai korporasi asing. Tidak lupa bagaimana pula upaya Iran di era Ahmadinejad yg memberikan perumahan gratis dan subsidi sarapan sehat kepada warga miskin Iran.
Program-program di atas cenderung sangat popular di mata rakyat kecil. Akan tetapi tanpa didukung pemerintah yg kuat, model kepemimpinan seperti ini bisa jadi goyah akibat rongrongan para kapitalis yg lama menjadi penguasa di negeri tersebut. Evo Morales pernah di mosi tidak percaya oleh parlemen yg pro terhadap kapitalis. Hugo Chavez nyaris dikudeta oleh militer dan para pebisnis. Sedangkan Ahmadinejad hingga hari ini menghadapi gelombang seruan reformasi yg dikomandani Mir Hussein Mousavi.
Pemerintah-pemerintah model seperti ini sangat rentan jatuh. Apalagi kalau rakyat yg selama ini mereka bela tiba-tiba berbalik akibat iming-iming materi dari para kapitalis. Apalagi kondisi saat ini dimana gurita kapitalis yg menyelusup jauh hingga ke pelosok-pelosok negeri. Mereka yg pro status quo pasti tidak begitu saja rela menyerahkan kursi empuknya.
Untuk Indonesia ini semua memang menjadi ironi. Negeri yg sangat kaya akan tetapi kemiskinan merajalela. Indonesia menjadi akuarium yg unik di dunia. Dalam salah satu berita di Jawa Pos pernah ditulis bahwa mobil Ferrari terbaru seharga 8 miliar laku 5 unit tiap hari di Jakarta, tapi bisa jadi di hari yg sama ada dan di tempat yg sama ada orang yg belum makan selama lima hari akibat tidak adanya penghasilan.
Akan tetapi yg lebih menjadi ironi adalah adanya kesalahan terkait konsep keadilan dan pengaturan masyarakat. Di satu sisi mereka yg percaya kepada Kapitalisme menyandarkan keadilannya kepada uang. Uang-lah yg berkuasa dan paling layak dibela. Artinya mereka yg memiliki uang atau kapital yg banyak yg paling layak mendapatkan berbagai fasilitas dan paling layak mendapat banyak perhatian dari penguasa. Oleh karena itu ketika mereka berkuasa di negeri ini maka segala aturan disandarkan pada kaidah “pemilik modal adalah segalanya”. Dengan alasan mengembangkan iklim investasi ribuan SDM dan perusahaan negara yg potensial dijual kepada swasta. Atas nama kemandirian, subsidi untuk rakyat dicabut tidak peduli rakyat megap-megap.
Berbeda dg Kapitalisme, ekonomi kerakyatan yg lahir dari rahim Sosialisme lebih mengedepankan kepentingan-kepentingan rakyat kecil. Pembelaan terhadap rakyat kecil dilakukan sedemikian rupa, sedangkan kepada mereka yg selama ini dianggap sebagai kalangan borjuis akan diacuhkan oleh negara. Model ini dikenal sebagai model pertentangan kelas, dimana kelas proletar (rakyat kecil) berhak memimpin golongan borjuis (para konglomerat dan korporasi). Meskipun tidak seekstrim pada era Uni Sovyet atau ketika Aidit memimpin PKI, konon sistem ini tetap membuat para konglomerat ketar-ketir. Mereka takut bahwa apa yg selama ini mereka nikmati akan dipreteli oleh negara.
Uniknya sistem ekonomi kerakyatan ini seringkali dikait-kaitkan dg Islam. Karena ada beberapa oknum tertentu yg memandang bahwa Islam juga melakukan pembelaan terhadap rakyat kecil. Jelas sejak awal sistem ekonomi kerakyatan berbeda dg Islam, apalagi neoliberal yg juga gak nyambung dg nilai-nilai Islam. Islam memiliki patokan tersendiri dalam melihat apa dan siapa yg layak dibela dan mendapat keadilan. Islam tidak menyandarkan pembelaan kepada seseorang hanya karena orang tersebut kaya ataupun miskin, Islam ataukah kafir.
Dalam sistem Islam, Syariat menjadi prasyarat penting bagi negara. Negara menerapkan hukum-hukum Syariat dan diterapkan di tengah-tengah masyarakat tanpa pandang bulu. Syariat menjadi sumbu putar dan siapapun dia, entah kaya atau miskin, buruh atau majikan, pejabat atau rakyat, bahkan Khalifah sekalipun apabila menyalahi Syariat maka ia layak mendapat peringatan dan hukuman. Beberapa peristiwa di bawah ini memperlihatkan bagaimana sistem keadilan Islam berjalan.
Gubernur Mesir, Amru bin Ash hendak membangun sebuah masjid besar di ibukota Kairo. Ia melakukan pembebasan tanah yg hendak menjadi lokasi proyek pembangunan tersebut. Akan tetapi proyek terganggu akibat tanah seorang wanita yahudi tua miskin yg tidak mau digusur. Dengan segala daya upaya, Amru dan aparatnya memaksa wanita tua ini menyingkir agar gubuknya bisa dirobohkan dan tanahnya digunakan untuk pembangunan masjid. Wanita tua ini tersinggung dan merasa terdzalimi, dg susah paya ia berangkat ke ibukota Kekhilafahan di Madinah. Ia segera menemui Khalifah Umar ibn Khattab dan mengadukan perbuatan gubernur Amru bin Ash kepadanya.
Tanpa banyak kata Khalifah Umar mengambil tulang belikat unta dari tempat sampah. Kemudian dg pedangnya ia menggores tulang tersebut dg huruf alif, lalu ia menggores huruf alif tersebut dg goresan melintang. Khalifah Umar kemudian menyuruh nenek tersebut menyimpan tulang tersebut dan menyampaikannya kepada gubernur Amru bin Ash. Seketika ketika telah sampai di Mesir dan pesan telah disampaikan, gubernur Amru bin Ash menjadi pucat pasi dan segera memerintahkan pemberhentian proyek pembangunan masjid. Bahkan ia menyuruh aparatnya untuk membangun kembali gubuk sang nenek yahudi dan menggantinya rumah yg permanen karena terlanjur dirobohkan. Melihat ini semua wanita yahudi tersebut kaget dan kemudian ia bertanya kepada sang gubernur. Amru bin Ash kemudian menerangkan maksud pesan tersebut “Khalifah berpesan kepadaku bahwa apapun pangkat dan kekuasaanku suatu saat pasti aku akan menjadi seperti tulang ini. Karena itu aku harus adil seperti adilnya huruf alif. Adil di atas juga adil di bawah. Sebab kalau aku tidak adil maka Khalifah akan menggores leherku ini dg pedang”.
Sedangkan di waktu yg lain Abdullah ibn Rawahah endapatkan tugas memungut sebagian hasil panen kurma orang-orang yahudi Khaibar sesuai dg perjanjian. Para petani yahudi tersebut mencoba menyuap Ibn Rawahah. Namun apa kata Ibn Rawahah, “demi Allah, kecintaanku kepada Allah dan RasulNya yg melebihi apapun di dunia ini, membuatku tidak akan pernah mengkhianati amanat ini. Tetapi demi Allah.., kebencianku yg amat sangat terhadap kalian wahai makhluk yg lebih hina dari kera dan babi, tidak akan pernah membuatku berbuat zhalim dan tidak adil sedikitpun kepada kalian”. Mendengar pengakuan jujur Ibn Rawahah tersebut, para petani tersebut membuat pengakuan jujur, “karena sikap seperti inilah bumi dan langit tegak.”
Inilah model keadilan dalam Islam, tanpa pandang bulu. Maka ketika sistem Islam ditegakkan oleh negara, orang kafir pun berujar dan menggumam doa “karena sikap inilah bumi dan langit tegak”.

5 thoughts on “Keadilan

  1. jangan mengharapkan Pemimpin yang pro Rakyat selama kebijakan yang di ancang-ancang oleh mereka masoh pesanan asing.

  2. jangan mengharapkan Pemimpin yang pro Rakyat selama kebijakan yang di ancang-ancang oleh mereka masih pesanan asing.
    qt hanya berharap ama mereka yg pro Syariat dan Khilafah.ada gak ya???

  3. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.
    Alaykumussalam Wr Wb.matur nuwun komentnya mas/mbak (ah jenis kelamin nomor dua sobat). yg pasti hidup golput.he..he..he..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s