Obrolan Dua Sahabat

Di sebuah warkop 24 jam di pinggiran jalan kota yg malam itu masih macet. Di sebuah warkop yg dijaga oleh pak kumis, dua orang sahabat sedang ngobrol sambil ditemani dua gelas kopi tubruk dan beberapa piring gorengan yg masih mengepulkan asap yg mirip ama asap merapi.gnod lorbogn
Brodin: bro masihkah kita percaya pada demokrasi ketika JFK dibunuh di Texas dan Reagen juga nyaris ditembak?
Bejo: (diam)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah hanya gara-gara sayyidina Umar dibunuh, sayyidina Utsman dibunuh, dan sayyidina Ali juga dibunuh?
Bejo: (tetep diam)
Brodin: terus masihkah kita percaya kepada demokrasi ketika dulu Amerika pernah terlibat perang saudara parah, juga Inggris yg bahkan gedung parlemennya nyaris dibom?
Bejo: (diam dg takzim)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah hanya gara-gara sayyidina Ali dan Muawiyah berlaga di medan Shiffin, Hussein dibunuh di Karbala, dan bani Umayyah berseteru hebat dg Abbasiyyah?
Bejo: (nyruput kopi tapi tetep diam)
Brodin: juga masihkah kita percaya ama demokrasi ketika pak Harto mengumpulkan harta lewat KKN, JK kaya raya, dan Prabowo memiliki kuda yg konon harganya 5 miliar?
Bejo: (diam tanpa suara)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah cuma gara-gara sayyidina Utsman kaya raya dan itu juga beliau dapatkan dari bisnis ketika belum menjadi Khalifah?
Bejo: (sunyi)
Brodin: apakah kita masih percaya ama demokrasi ketika SBY menaikkan harga BBM?
Bejo: (garuk-garuk kepala n diam)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah hanya gara-gara Yazid bin Muawiyah dan panglimanya Al Hajjaj memerintah dg tangan besi dan penuh kedzaliman?
Bejo: (senyap)
Brodin: lagi-lagi masihkah kita percaya ama demokrasi ketika pak Karno punya banyak istri, Berlusconi punya bini muda, dan Sarkozy kawin lagi?
Bejo: (dlomong sambil mikir)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah hanya gara-gara beberapa oknum Sultan di era Utsmaniyah yg memiliki ratusan harem?
Bejo: (ngiler)
Brodin: masihkah kita percaya kepada demokrasi ketika Bush memaklumatkan perang terhadap “terorisme” dan menghancurleburkan Iraq dan Afganistan?
Bejo: (sunyi)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah hanya gara-gar pasukan Sulaiman Al Qanuni mengepung Wina, Saad bin Abi Waqas membebaskan Persia, dan Thariq bin Ziyad melakukan futuhat ke Andalusia?
Bejo: (masih diam seperti sediakala)
Brodin: terakhir masihkah kita percaya pada demokrasi ketika bangsa Amerika rusak moralnya dan Eropa dikepung pornografi dan ateisme?
Bejo: (mikir)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah padahal Obama presiden Amerika memujinya sebagai peradaban agung tempat ilmu, iman, dan kemanusiaan dijunjung tinggi?
Bejo: (angguk-angguk tanda setuju)
Brodin: kau tahu bro, udah seharusnya kita menolak demokrasi karena konsepnya yg busuk dan gak sesuai untuk diamalkan oleh manusia. Ya kita menolak demokrasi karena konsepnya. Oleh karena itu kalau ada yg menolak ide Khilafah maka tolaklah karena konsepnya. Jangan menolak Khilafah hanya dg alasan-alasan yg dibuat-buat dan gara-gara kesalahan orang yg menerapkan Khilafah. Oleh karena itu kalau berani tolaklah karena konsepnya, itupun kalau ada. Kalau gak ada ya udah ke laut aja sana.
Bejo: (terkejut) ke laut? Ngapain?
Brodin: cari kerang ama kepiting
Bejo: (langsung menenggak sisa kopi) ikut..ikut..ikut..ikut
(diilhami dari tulisan ukhti Febry dan dg penambahan secukupnya)

3 thoughts on “Obrolan Dua Sahabat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s