Setan Merah

Jum’at pagi itu saya kaget pas nonton ribut-ribut di TV. Kata berita ada sebuah ledakan di hotel paling top markotop di Jakarta yaitu JW Marriot dan Ritz Carlton (yg mau dipake tempat nginep tim setan merah MU). Abah saya bilang ada kompor meleduk, tapi batin saya ngomong jangan-jangan nih bom seperti kasus2 sebelumnya. Dan tidak pake lama stasiun-stasiun TV meralat beritanya. Pagi itu Jakarta kembali diguncang peledakan bom.
Sejak saat itu berseliweranlah berbagai analisis baik di TV, radio, koran, hingga warung kopi. Dari berbagai analisis dapat dilacak bahwa kambing hitam sekaligus congeknya langsung tertuju kepada Noordin M Top dan gerakan Jamaah Islamnya. Tapi sebagai orang cerdas (cerdas??) saya gak percaya begitu saja. Bukan karena saya dekat ama pak Suripto yg ahli intelejen tersebut. Juga bukan karena saya udah baca bukunya almarhum pak Z.A Maulani. Bukan, tapi gara-gara beberapa hari lalu saya nonton film Eagle Eye ama Mission Impossible III dan saya kok merasa ada dejavu dari cerita tu film ama kejadian di Jakarta.Manchester_United_Badge_1973-1998
Seperti peristiwa-peristiwa bom di tanah air, peristiwa kali ini pasti meninggalkan kejanggalan-kejanggalan.
1. kata pak Hermawan Sulistyo hampir semua peristiwa teror bom di tanah air ini memiliki pola seragam yaitu tidak adanya pihak yg mau mengaku bertanggung jawab. Beda ama yg terjadi di hampir seluruh dunia kayak di Palestina, Iraq, Afganistan, Pakistan, Srilangka, dan Negara-negara Amerika Latin, Eropa Barat, hingga Eropa Timur. Inilah yg janggal, saya jadi mikir jangan2 pelaku ataupun dalang menggunakan peristiwa ini untuk memojokkan pihak2 tertentu dg menggunakan kekuatan media. Ingat istilah “lempar batu sembunyi tangan” dan “maling teriak maling” kan.
2. ini merupakan kejadian kedua dimana pelaku beraksi di tempat yg sama dg waktu yg berbeda. Yg pertama peristiwa bom Bali 2 yg terjadi kira2 500 meter dari kejadian sebelumnya (bom Bali 1). Sedangkan kali ini kejadiannya di JW Marriot yg beberapa tahun lalu juga pernah diledakkan. Kok aneh dan yg pasti ini bukan bagian dari “the Da Vinci Code” (karena penulis Da Vinci code pasti tidak sebodoh ini). Katanya pelakunya anggota teroris internasional kok masih kalah pinter dibanding maling ayam kampung saya. Mereka (para maling ayam) pasti gak akan ngambil ayam dari kandang yg sama. Kecuali emang ada kongkalikong ama yg punya kandang atau nyurinya hanya bagian dari skenario film indie.
3. ini juga aneh, yaitu betapa mudahnya dokumen mereka ditemukan. Kata berita dokumen pelaku ditinggal begitu saja di kamar hotel. Juga kok kesannya para pelaku tu sadar kamera banget (jangan2 mereka emang bener aktor film indie). Sehingga perbuatan mereka mudah banget diakses n diketahui banyak pihak. Saya jadi tertawa, kok mereka masih kalah canggih ama kawanan “Ocean 11” yg sering banget dimunculin di TV. Maka jangankan dokumen, muncul di CCTV aja “haram” hukumnya bagi gerombolan pencuri kelas kakap yg dipimpin ama Danny Ocean (yg diperankan George Clooney) ini. Atau jangan2 mereka dg sengaja tampil di muka umum dan meninggalkan dokumen untuk memanipulasi bahwa ada kelompok2 tertentu (sebagaimana yg tertulis dalam dokumen) yg hendak mengacau Indonesia. Dan akibatnya adalah pihak yg disebut dalam dokumen dg mudah ditangkap dan dipojokkan.
4. dan peristiwanya bisa jadi mirip yg terjadi ama film “Eagle Eye” dimana tiba-tiba di apartemen Shia LeBeauf ada kiriman berupa berbagai macam zat kimia, senjata api, Amonium Chlorat, dan ratusan dokumen yg tidak jelas siapa pengirimnya.
Saya jadi mikir jangan-jangan peristiwa ini adalah kerjaan orang yg sama untuk maksud yg sama pula. Memang analisis secara umum menyatakan bahwa JI kembali beraksi di Indonesia. Akan tetapi ada beberapa analisis yg mencoba melawan arus besar. Ada yg menyatakan bahwa peristiwa ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari peristiwa kecurangan yg ditengarai terjadi pada pilpres kemarin. Ini analisis lokalnya, tapi saya lebih suka analisis internasional. Yaitu ada pihak-pihak yg mencoba untuk mengaktifkan kembali perang melawan terror yg sempat meredup di negeri ini paska terbunuhnya Dr. Azahari. Terbukti ketika kampanye pilpres kemarin tidak ada satu calon pun yg membahas masalah (terorisme) ini. Siapa biang keroknya? Siapa lagi kalau bukan Amerika cs. Toh Noam Chomsky menyatakan bahwa Amerika adalah pihak pertama yg harus diwaspadai dalam berbagai terror di seluruh dunia.
Dan Amerika sendiri terkadang dg polos dan jujur memeperlihatkan sifat aslinya walaupun hanya dalam film. Dalam “Eagle Eye” diperlihatkan justru sistem pertahanan Amerika sendiri yg membuat skenario peristiwa terror di dalam dan luar negeri dg tujuan agar sistem tersebut bisa selalu aktif dan menguntungkan Amerika. Sedangkan dalam “Mission Impossible 3” diperlihatkan bahwa justru para agen rahasia Amerika yg memiliki hubungan dan memelihara para gembong terorisme dg tujuan agar terjadi keseimbangan kekuatan, lakunya senjata buatan mereka, kemudahan akses untuk melakukan intervensi ke negara lain (baca negeri-negeri Islam), serta untuk melemahkan kekuatan negara pesaing dan berbagai gerakan anti Amerika.
Maka Indonesia adalah negeri kaya yg tidak mungkin bisa dilewatkan begitu saja. Maka Indonesia harus ditaklukkan dg apapun caranya. Selain itu potensi sebagai negeri dg populasi muslim terbesar juga bisa jadi masuk analisis SWOT mereka. Indonesia akan bangkit jika kaum muslimin bangkit dan kaum muslimin akan bangkit jika mereka pede untuk menerapkan aturan-aturan Islam secara menyeluruh. Maka aksi teroris harus digalakkan. Karena kata teroris udah melekat pada sosok muslim, maka diharapkan kaum muslimin di sini semakin tidak pede dg identitasnya. Hasilnya?? Mungkin kita bisa melihatnya di cermin di dalam rumah kita.

One thought on “Setan Merah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s