Bukan Lontong Balap

(Tulisan ini sebenarnya tulisan lama saya. Pas waktu masih nganggur, maka iseng-iseng saya buat penelitian gila ini. Oya maaf klo info yg saya tampilkan di sini udah agak kuno. Yaitu info pas awal-awal kompetisi Moto GP pertama kali menggunakan mesin 800cc setelah sebelumnya menggunakan mesin 990cc)Rossi_Assen_victorious

Oke sebelumnya izinkan saya sedikit berprasangka, kamu semua khususnya kaum cowok pasti sering merasa agak2 gimana gitu kalo liat kelakuan para mbak2 yg sering ngebut kalo bawa motor. Mereka para cewek yg katanya lembut dan sering bikin cowok blingsatan (termasuk saya) ternyata bisa juga menjadi penyebab gejala penyakit jantung ringan. Tapi jangan marah dulu, pelankan diri kalian wahai wanita, saya disini tidak sedang membahas salah satu sifat dasar anda. Saya disini hanya mau mengungkapkan sedikit hasil penyelidikan saya mengenai pertanyaan mengapa para cewek kalo sedang mengendarai motor di jalan raya mampu menyaingi kecepatan Valentino Rossi? Gak percaya? Saya saksinya, saya yg sering dijuluki Rossi ama bocah2 di kampung saya pernah kalah tipis waktu nglawan seorang akhwat (maksudnya cewek ato mbak2 pengguna kerudung dan jubah kurung) di jalanan kampus. Saya kalah tipis dan hanya terpaut 00.00,34 detik dan ini sih belum seberapa, karena sih mbak tersebut juga mampu memecahkan rekor fastest lap yg udah saya bikin sejak semester satu (moto GP banget). Belum lagi saya juga pernah dicurhatin seorang temen ikhwan yg cerita kelakuan calon istrinya yg kalo naik motor agak2 gimana gitu (lagi2 nyaingin Rossi)
Bukannya apa2 atau kurang kerjaan mengapa saya melakukan penyelidikan ini. Karena ini adalah murni sebuah pengetahuan yg ingin saya bagi kepada kamu semua. Ini semua berawal dari pernyataan seorang kawan yg mengamati perbedaan kecil tapi besar, mengenai perbedaan pola sikap cowok dan cewek ketika menaiki motor. Para cowok biasanya karena pingin terlihat gagah sering membuka kakinya agak lebar atau dalam bahasa Jawanya mbegagah, entah ketika menaiki motor bebek lebih2 naik motor laki. Sedangkan cewek karena bersifat feminin dan untuk melindungi bagian tertentu dari tubuhnya, seringkali mereka lebih merapatkan kedua kakinya lebih2 bila mereka naik motor bebek (saya kira jarang banget cewek naik motor laki).
Awalnya saya agak kurang respek ketika disodorin hasil penelitian kawan di atas hingga saya membaca sebuah fenomena yg terjadi di Moto GP. Dalam dunia Moto GP penggunaan motor baru selalu dibarengi dengan berbagai macam penelitian dan percobaan. Regulasi mesin 800 cc yg diterapkan pada musim ini menyebabkan seluruh pabrikan melakukan berbagi perombakan. Mulai sasis, power, hingga fairing body. Dan kerena nih motor nanti digunakan untuk adu kebut (siapa bilang buat temen makan lontong) maka motor juga diuji coba dalam windtunnel (opo maneh?) atau terowongan angin. Tujuan percobaan ini selain menguji power dan ketahanan mesin juga untuk menguji aerodinamika motor (ngarti khan) atau bahasa mudahnya bagaimana sih bisa gak tu motor nembus hambatan angin. Karena biasanya angin menghambat laju motor.
Akan tetapi sehebat2nya motor kalo yg nyetir cemen jelas kagak bisa ngeraih target juara minimal menang. Lah disinilah peran pembalap diperlukan dalam menggeber motor sekencang2nya.
Di musim ini setidaknya ada 3 pembalap yg digadang2 meraih juara. The doctor Valentino Rossi, Spanish Boy Dani Pedrosa, dan si Aussie Casey Stoner. Kebetulan ketiganya dibekali senjata pamungkas langsung dari produsen motor. Satu dari Yamaha, kedua dari Honda, sedang yg terakhir dari Ducati. Selain itu ketiganya sama2 alumni kelas 125 dan 250 cc walau beda angkatan. Biasanya para pembalap dari kelas tersebut memiliki ciri khas yg sama dalam membalap. Biasanya mereka dalam memecah hambatan angin atau istilahnya drag, tubuh mereka dirapatkan serapat2nya ke dalam body motor atau dalam bahasa Moto GP disebut sleepstreaming. Dari sini mereka khususnya ketiga pembalap mampu memaksimalkan tenaga atau power motor mereka masing2. Tapi jelas dari ketiganya ada yg lebih menonjol dari yg lainnya, apa itu? Yaitu postur tubuh. Rossi mungkin lebih menang dalam hal pengalaman dan kecerdikannya dalam membalap, akan tetapi ia memiliki tubuh yg agak jangkung. Pedrosa selain didukung pabrikan besar (Honda) dan motor terbaik (RC212V), tapi ia merupakan pembalap terpendek di kelas Moto GP (158 cm) kalo bahasa saya cekak. Stoner walaupun pada musim sebelumnya sering jatuh bangun. Musim ini didukung oleh pabrikan Ducati ia mampu berbicara lebih dg menjuarai beberapa seri. Ia ditengarai memiliki postur tubuh paling ideal serata memiliki punggung yg aerodinamis sehingga memudahkan membelah angin.
Mungkin ini saja yg bisa saya informasikan. Kembali ke awal pembicaraan. Maka penyebab mengapa para cewek seringkali kalo naik motor gila2an karena secara gak sengaja mereka mampu membelah angin dengan mudah diakibatkan sikap mereka yg merapatkan tubuh mereka sehingga ketika melaju tahanan angin bisa diminimalisir. Memang faktor motor dan mental menentukan hal selanjutnya. Maka saya berani menjagokan para cewek bila mereka dibekali motor yg sama dan mental juara hee..he..he..

One thought on “Bukan Lontong Balap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s