Katak-katak di dinding

katak di balik daunsampai saat ini saya bertanya-tanya, apa sih standar kebenaran dalam demokrasi? ada yg bisa jawab gak?

kalau mengacu pada aqidah dasarnya yaitu bahwa kekuasaan di tangan rakyat, maka bisa dipastikan bahwa standar kebenaran dalam demokrasi adalah rakyat. masalahnya rakyat yg mana? dan seandainya rakyat menjadi standar kebenaran maka hanya ada dua kemungkinan;berbahaya atau mungkin utopia. berbahaya karena jelas adanya perbedaan antara individu satu dengan individu yg lain dan rentan terjadi konflik di tengah masyarakat. selain itu sebagai manusia terkadang ada kelemahan dan kealpaan dalam mengambil keputusan. maka bisa jadi sebuah aturan diterapkan padahal aturan tersebut melanggar nilai-nilai kemanusian dan bahkan mungkin nilai-nilai Ketuhanan.

selain berbahaya bisa jadi gagasan tersebut hanya utopia. karena terbukti gagasan-gagasan tersebut tidak pernah terbukti di seluruh negeri-negeri yg mengklaim menganut demokrasi (hatta Amerika Serikat sekalipun). buktinya ketika Amerika Serikat dan Inggris memaklumatkan perang terhadap Iraq, jutaan rakyat mereka berdemo di jalanan Washington, New York, dan London. tapi toh perang tetap jalan terus. begitupula yg terjadi di tanah air, mulai kasus kenaikan BBM, Ahmadiyah, hingga kasus cicak versus buaya terbukti bahwa demokrasi ternyata mandul bahkan gak sesuai dg apa yg didoktrinkannya.

maka apa sebenarnya standar kebenaran dalam demokrasi? sebenarnya gak layak kalau pertanyaannya diawali dg kata “apa”, tapi yg benar adalah “siapa”. ya siapa sebenarnya yg dijadikan standar kebenaran dalam demokrasi? karena rakyat adalah suatu hal yg utopia maka penguasalah yg menjadi standar dalam demokrasi. mereka adalah penguasa dan aparat-aparatnya serta mereka yg mengaku menjadi wakil rakyat di Parlemen. merekalah yg menetapkan aturan dan standar kebenaran di tengah masyarakat. kalau sudah begini lalu apa bedanya demokrasi dengan monarki?

selain itu ada kekuatan lain yg bergerak dan menjadi penguasa sesungguhnya dalam sistem demokrasi. kekuatan inilah yg sesungguhnyamenggerakkan, mengarahkan, mengatur, dan membuat standar kebenaran dalam demokrasi. inilah kekuatan yg membuat Presiden Amerika Serikat, Rutherford B. Hayes mengaku dg jujur dan mengoreksi ucapan koleganya yaitu mantan Presiden Abraham Lincoln yg menyatakan bahwa “demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” dan dibantah bahwa sesungguhnya “demokrasi adalah dari perusahaan, oleh perusahaan, dan untuk perusahaan”. maka sesungguhnya standar kebenaran dalam demokrasi ditentukan oleh perusahaan-perusahaan besar yg akrab disebut dg para korporasi.

maka selamat menikmati demokrasi, selamat menikmati sistem ala Fir’aun, Hamman, dan Qorun.

3 thoughts on “Katak-katak di dinding

  1. kalau pengertian demokrasi saya tahu..
    kata guru ppkn saya demokrasi itu adalah… sistem pemerintahan dari rakyat oleh rakyatdan untuk rakyat..😉

  2. nambahin aahh, demokrasi itu:
    1.paradoks
    2.kontradiksi
    3.aturan semau gue (sa ena’ udele dewe)
    4.korup
    5.relatif
    6.absurd
    7.boros (duit,tenaga,waktu pas pemilu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s