Raja Perang

“Siapakah pewaris bumi? Jawabnya adalah penjual senjata, karena semua orang sibuk membunuh.”, Yuri Orlov, Lord Of War.

Gw udah sering nonton nih film, tapi sayangnya gw cuma nonton paling lama sepuluh menit. Gw gak paham awal dan akhir nih film. Maka begitu gw punya kesempatan nonton film ini secara puas, gw gak sia-siain tuh kesempatan. Film ini sendiri memiliki gambaran hampir sama dg film Hurt Locker yg beberapa waktu lalu gw tonton, yaitu model semi documenter. Ceritanya berkisar pada tokoh utama film ini yaitu Yuri Orlov seorang penjual senjata ilegal terbesar dunia yg diperanin ama Nicolas Cage (Con Air, Gone In The 60 Second, National Treasure).

Ceritanya dimulai dari seorang pemuda imigran Rusia yg tinggal di New Odessa, New York bernama Yuri Orlov. Yuri tinggal bersama keluarganya yg membuka bisnis restoran. Suatu ketika ia melihat perang antar geng yg terjadi di depan matanya, dan dari sini kemudian ia berfikir, “aku membuka restoran karena orang butuh makan, harusnya aku menjual senjata karena orang membutuhkannya..”. Maka dimulailah bisnis senjata yg ia geluti bersama adiknya. Di awal bisnisnya ia sempat ingin bekerja sama dg salah seorang penjual senjata kenamaan bernama Simon. Sayangnya Simon adalah sosok yg idealis, yg hanya melayani penjualan senjata kepada negara2 blok Barat. Gagal bekerja sama, Yuri kemudian memilih menjalankan bisnisnya sendiri dg cara berfikir lebih pragmatis dan ia sukses. “Aku menjual Uzi buatan Israel kepada orang Islam, menjual senjata buatan Komunis kepada orang Fasis, aku bahkan menyuplai senjata Mujahidin (Afganistan) untuk berperang dg saudaraku (Uni Soviet)”, demikian pengakuannya.

Momen runtuhnya Uni Soviet menjadi berkah baginya. “Soviet membuka ratusan markas tentara ketika jaya dan kini ketika runtuh ada ribuan tentara yg tak bergaji dan siap membuka gudang senjata mereka”. Ia memborong jutaan pucuk AK-47 yg di dalam film dipuji sebagai senjata terbaik di dunia. Senjata2 tersebut kemudian ia suplai ke negara2 Afrika Barat yg saat itu bergejolak dan tidak dilirik oleh pihak Barat yg sibuk dg konflik Balkan. Ia sukses besar dan dekat dg diktator Liberia, tapi apalah arti kesuksesan ala kapitalisme. Bisnis senjata merupakan bisnis yg mudah meraup untung, tapi juga bisnis yg beresiko, saingan yg tidak segan membunuh, agen Interpol, hingga pelanggan yg haus darah, juga resiko kehilangan nurani dan akal sehat. Yuri harus kehilangan orang2 dekatnya, dimulai dari pamanya yg seorang jenderal Soviet yg dibunuh oleh saingan Yuri dg bom, ditinggal oleh istri dan anaknya, hingga tidak diakui keluarga, dan yg paling menyakitkan ketika harus menyaksikan adiknya dibantai gerilyawan Sierra Leone ketika transaksi mereka mengalami jalan buntu.

Menyaksikan film ini membuka mata kita akan efek dari kapitalisme. Kapitalisme telah menciptakan manusia-manusia pragmatis yg melakukan apapun demi nafsu mereka. mereka tidak peduli akan nasib manusia lain, yg penting hidup mereka sukses dan segala kebutuhannya terpenuhi. Kapitalisme telah menyulap manusia tidak lebih sama dg Hyena di padang Masai Mara. Dan bila manusia model kapitalisme adalah manusia berbahaya, maka lebih berbahaya lagi adalah negara penganut kapitalisme, karena negara tersebut telah menjadi negara terror yg menciptakan berbagai konflik dan perang di seluruh dunia.

“Apakah kau tidak sadar bahwa apa yg kau kerjakan telah membunuh jutaan manusia tidak berdosa di dunia. Selama ini kita menganggap bahwa nuklir adalah ancaman perdamaian dunia, tapi itu salah. Nuklir-nuklir tersebut duduk manis di tempatnya, sedangkan senapan dan pistol seperti yg kau jual justru menjadi penyumbang terbesar pembunuhan di dunia.” Ujar agen Interpol Valentin kepada Yuri Orlov. Dialog ini kemudian disambung oleh Yuri, “Ketahuilah musuh terbesarmu bukanlah aku. Musuh terbesarmu sesungguhnya adalah musuh dari musuhmu (Amerika). Kau tahu, Presiden Amerika menjual senjata dalam satu hari lebih banyak dari yg aku jual dalam satu tahun.”

Maka tidak salah kalau kita yg menginginkan perdamaian dunia hari ini dg cara bergerak MEMBANTAI KAPITALISME.

One thought on “Raja Perang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s