Pengorbanan

“Revolusi adalah Pengorbanan”, Sun Yat Sen

revolusi tidak hanya sekedar dana dan penyebaran pamflet, revolusi adalah pengorbanan. bahkan ketika revolusi hendak menuju puncak dan mulai bergesekan dg penguasa dan para pro status quo, nyawapun harus dikorbankan. tapi revolusi tetaplah harus berpijak pada pemikiran, gerakan politik, dan anti kekerasan. revolusioner hanya melawan untuk membela diri dan membela revolusi.

mungkin inilah inti yg hendak disampaikan film Bodyguards and Assassins. awalnya tika liat poster dan judulnya gw kira nih film gangster triad Hongkong. ternyata anggapan gw berbeda 180 derajat. nih film menceritakan usaha 5 jam para revolusioner China menyelamatkan Dr Sun Yat Sen dari usaha pembunuhan. konon karena takut kekuasaannya akan runtuh akibat deru revolusi, dinasti Ching mengirim ratusan pembunuh bayaran untuk membunuh Dr Sun Yat Sen yg merupakan pemimpin sekaligus ideolog revolusi di China. kesempatan itu muncul ketika Dr Sun mengadakan pertemuan rahasia dg para delegasi dari seluruh provinsi China di Hongkong. mengetahui rencana pertemuan ini, pemerintah kolonial Inggris yg memerintah Hongkong memilih tidak ikut campur dan menyerahkan masalah kepada pemerintah China yg juga bisa diartikan menutup mata atas pembantaian yg akan dilakukan dinasti Ching atas para revolusioner. sadar akan hal ini, para revolusioner menyiapkan para sukarelawan untuk menjadi Bodyguards Dr Sun, mengawalnya sejak kedatangan dan mengantarkan kembali ke pelabuhan untuk kembali ke tempat pengasingannya di Tokyo Jepang. maka dimulailah perjalanan penuh darah menyusuri 13 blok dan berlangsung selama 5 jam.

revolusi membutuhkan pengorbanan. dan korbanpun berjatuhan, mereka mati tertombak, tertembak, menantang ledakan bom, hingga diinjak-injak kuda. anda bisa melihat seorang penarik becak yg 3 hari kemudian akan melangsungkan pernikahan dg gagah menjemput kematiannya dg menantang petarung terkuat dinasti Ching (gw jd ingat taglinenya NC zine, “sayang ku tinggalkan dikau demi cintrong Revolusi”). anda juga akan melihat bagaimana seorang mahasiswa berprestasi dan mendapat beasiswa berkuliah ke Yale University, Amerika rela mengubur impian dg menggantikan Dr Sun untuk mengecoh para pembunuh (mirip militansi Ali ibn Abi Thalib yg menggantikan Rasulullah Saw) dan itu berarti kematian.

yg pasti ketika  gw tonton nih film ada hikmah yg bisa kita petik. bahwa apapun konsep yg kita bawa ke panggung revolusi janganlah sampai dinodai oleh sikap membabi buta dalam menjalankannya.  tidak boleh ada lemparan batu, bom molotov, kokangan senjata, apalagi bom yg diledakkan di tengah-tengah pasar. revolusi adalah gerakan perubahan pemikiran, revolusi adalah gerakan politik. revolusi adalah pembinaan di tengah masyarakat, di rumah-rumah, di kelas-kelas, tempat-tempat ibadah, hingga altar perguruan tinggi. revolusi adalah perang pemikiran di jalan-jalan, pasar, tempat-tempat keramaian, hingga media massa. sedangkan perjuangan fisik adalah nanti ketika kita menuju ambang batas revolusi, itupun dg catatan untuk membela diri, membela revolusi.

entahlah ketika gw selesai nonton nih film, gw merenung “apakah gw mampu melakukan hal yg setegar mereka, seberani, dan senekad mereka ketika revolusi sudah di ambang mata?”.

One thought on “Pengorbanan

  1. Keren… Sungguh sikap yg sangat ksatria…

    Tapi bener bgt tuh kata2 di akhir: “apakah gw mampu melakukan hal yg setegar mereka, seberani, dan senekad mereka ketika revolusi sudah di ambang mata?”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s