Kenapa harus Konstantinopel??

Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabatnya, “Suatu saat Konstantinopel akan ditaklukkan (oleh kaum muslimin). Sebaik-baik pemimpin adalah yg memimpin penaklukan tersebut dan sebaik-baik prajurit adalah prajurit yg ikut dalam penakulukan tersebut. “(HR Ahmad).

kontan saja setelah mendengar sabda Rasulullah tersebut para sahabat langsung tergerak, bermimpi siang-malam, dan langsung melakukan aksi nyata berupa pagelaran jihad membebaskan Konstantinopel. sejak saat itu ratusan kali usaha merebut Konstantinopel dilakukan oleh kaum muslimin hingga puncaknya pada tahun 1453 Konstantinopel takluk di tangan pemuda berusia 21 tahun yg bernama Muhammad Al Fatih. maka janji Rasulullah beberapa abad sebelumnya telah terlaksana. tapi jauh sebelum Al Fatih ada ribuan hingga jutaan mujahid menemui syahid di sepanjang benteng Konstantinopel. salah satunya adalah sahabat Abu Ayyub Al Anshary ra yg memimpin pasukan jihad menaklukkan Konstantinopel di era Khalifah Abu Bakar As Siddiq ra. ketika itu ia berusia sekitar 60 tahun, mimpinya adalah menaklukkan Konstantinopel dan mewujudkan janji Rasulullah, namun ketika ia sadar akan batas usianya ia berjuang sedekat mungkin untuk mendekati tembok kota. sebelum syahid ia berpesan kepada para prajuritnya, “jika aku mati makamkan jasad ini sedekat mungkin dg tembok Konstantinopel. karena aku ingin mendengar derap kaki kuda dan para prajurit yg nanti menaklukkan Konstantinopel.”

pertanyaannya kenapa harus Konstantinopel? mengapa Rasulullah menempatkan kota ini sangat istimewa dan sebagai sebuah motivasi di depan para sahabatnya? kaum muslimin boleh menaklukan dan membebaskan kota dan daerah manapun di seluruh penjuru bumi, tapi tidak ada yg lebih istimewa ketimbang Konstantinopel yg oleh Rasulullah bahwa pemimpin penaklukan dan para prajuritnya dianggap sebagai sebaik-baik pemimpin dan prajurit.  mengapa?

saya mungkin terlalu sombong apabila merasa mampu menafsirkan kehendak Rasulullah yg maksum. tapi saya mencoba sedikit berspekulasi terkait pertanyaan di atas. Rasulullah memberikan sebuah motivasi yg tinggi kepada para sahabat dan umatnya. dalam hal penaklukan Konstantinopel, Rasulullah menanamkan sebuah cita-cita yg sangat tinggi di benak kaum muslimin (bahkan sebuah cita-cita yg nyaris mustahil (bagi orang2 kafir dan munafik)) karena Konstantinopel adalah sebuah kota yg nyaris tak tertaklukkan selama berabad-abad.

Kota benteng

sebelum menulis saya sempat mampir ke situs wikipedia terlebih dahulu. saya ingin membaca info terkait Konstantinopel. karena Wiki edisi Indonesia kurang memberikan info saya coba browsing ke edisi Inggris. karena bahasa Inggris saya lumayan (ancur) maka saya mencoba menafsirkan apa yg disampaikan Wiki sesuai pemahaman saya.

dari apa yg saya lihat, Konstantinopel sejak awal dibangun memang telah memenuhi syarat sebagai kota yg tak tertaklukkan. berada di sebuah tanjung dan dibentengi gunung-gemunung membuat kota ini menjadi Troya baru yg terisolir namun makmur bukan alang-kepalang karena pelabuhannya yg terbuka. satu-satunya cara menaklukkan Konstantinopel adalah melalui laut. tapi ini mustahil, pertama, konsep pendaratan marinir pada era tersebut belum terpikirkan dan tersa sangat sulit, kedua, tidak adanya pantai yg datar di sekitar kota, kota secara alami di bentengi oleh tebing karang yg di atasnya didirikan tembok benteng yg sambung-menyambung. satu-satunya celah hanyalah selat Golden Horde sebagai pintu keluar masuk bagi kapal yg singgah di Konstantinopel. masalahnya di depan selat terpasang rantai buka tutup yg akan menenggelamkan kapal yg masuk tanpa izin ke Konstantinopel.

oleh sebab itu Konstantinopel nyaris tidak terpengaruh oleh hiruk pikuk peradapan. kota ini selalu adem ayem dan lestari meskipun kawasan di sekitarnya jatuh bangun oleh invasi, peperangan, dan perubahan. ketika Roma hancur lebur dan peradaban Romawi barat gulung tikar oleh serangan Attila the Hun, Konstantinopel dan warganya tetap bisa duduk manis menikmati sarapan pagi.

maka tidak salah apabila Rasulullah menggunakan Konstantinopel sebagai penyemangat umatnya, sejauh mana kemampuan kaum muslimin untuk membuktikan imannya.

inilah salah satu tarbiyah atau pendidikan ala Rasulullah kepada kita kaum muslimin. sebuah konsep pendidikan yg memberikan impuls atau dorongan kepada pelajar agar berani bercita-cita dan menaklukkan segala rintangan yg menghalangi cita-citanya. Rasulullah memberikan dorongan berupa penaklukan Konstantinopel, sebuah kota yg nyaris tak tertaklukkan yg efeknya adalah dapat menjadi trigger atau penyemangat bagi pergerakan jihad kaum muslimin. oleh Rasulullah benak kaum muslimin telah diisi sebuah pemahaman “apabila Konstantinopel yg nyaris tak tertaklukkan saja suatu saat akami taklukkan, lalu bagaimana dg kota dan daerah lain”.  oleh karena mengapa pendidikan kaum muslimin saat ini mundur, mungkin karena para guru-guru kaum muslimin belum mampu memberikan sebuah motivasi dan impuls kepada para muridnya agar bercita-cita sangat tinggi dan menaklukkan segala aral yg menghalanginya untuk meraih cita-cita tersebut.

selain tarbiyah, kisah penaklukkan Konstantinopel juga berimplikasi kepada gerak dakwah, amal sholeh, dan keimanan kaum muslimin. sabda Rasulullah tersebut seakan menjadi penegas keimanan seorang muslim. seberapa besar imannya yg dibuktiukan dg sebuah amal sholeh berupa amal jihad dan dakwah. maka tidak salah apabila pertanyaan di atas berhubungan dg pertanyaan berikutnya;Mengapa Harus Khilafah???

10 thoughts on “Kenapa harus Konstantinopel??

  1. Asslmkum…
    Rasulullah tidak mencoba menaklukan kah?..
    Rasulullah mengirimkan detasemen di bawah pimpinan Usamah bin Zaid menjelang beliau wafat untuk menyerang kedudukan Romawi di utara termasuk Jerusalem dan Konstantinopel

  2. maka beranilah bercita-cita..
    hanya orang orang kuat yang mampu menaklukan cita-cita terbesar peradaban ini, Khilafah.

  3. koq ksh semangat utk visi yg tertinggi malah dng merebut kota org lain? padahal sdh bagus ada semangat utk belajar sampai ke negeri cina…itu br spirit utk melecut mental yg positif….bukan dng menjajah bangsa lain….kalo gitu bisa donk kita sbg org tua misalnya bilang giini ke anak2 kita: kalian hrs punya visi cita2 tertinggi yaitu jd org kaya…nah taklukan lah itu (sebut nama org terkaya di indo misalnya) lalu anak2 kita terinspirasi dng itu..kemudian merampok dan merebut rumah si org kaya nomer satu di indo itu

  4. mas Aris dalam Islam tidak dikenal istilah penjajahan dan memang pada faktanya kami tidak pernah menjajah bangsa lain. motivasi kaum muslimin adalah membebaskan negeri tersebut dari tindakan tirani para penguasa sebelumnya. terbukti ketika membebaskan Konstantinopel, Muhammad Al Fatih justru menyerukan agar pasukannya melindungi kaum kristiani. bahkan ada satu gereja di Yugoslavia yg hari ini masih menyimpan surat perlindungan dari Sultan Muhammad Al Fatih kepada kaum Nasrani di Balkan. begitu pula ketika Umar bin Khattab membebaskan Palestina. juga ketika Thariq bin Ziyad membebaskan Spanyol dari kekuasaan tirani kerajaan Vandal. Sayyidina Ali ibn Abi Thalib pernah menyeru, orang beriman tidak akan mengangkat senjata pada mereka yang berbeda keyakinan, orang beriman hanya akan mengangkat senjata kepada orang-orang zalim dan tiran.

  5. sampai sekarang saya masih gak ngerti kenapa harus di taklukkan, kota sudah adem ayem, lestari. malah diajak berperang sama Al fatih, padahal jelas di Alquran tertulis di perbolehkan berperang jika di perangi….??? ada yang bisa jawab..??

  6. Jadi maksud anda orang2 Nasrani di bebaskan oleh para muslim karena dibawah pemimpin tirani konstantinopel? Nah, bisa anda jelaskan kenapa sifat berbudi luhur ini berbanding terbalik di Indonesia saat ini dimana gereja ditutup, dibakar, dan penolakan pembangunan gereja di beberapa tempat?

  7. Maaf nih baru bisa balas. Saya coba jawab satu persatu, pertama untuk mas Izar terlebih dahulu. Ketika itu kaum muslimin kekuasaannya berada dalam ideologi Islam. Jihad dalam Islam sebagaimana visi yang diemban oleh panglima Saad ibn Abi Waqash ketika memimpin pasukan ke Persia. Di hadapan penguasa Persia dia jelaskan bahwa visi Islam adalah membebaskan manusia dari penghambaan kepada manusia lain menuju penghambaan hanya kepada Sang Pencipta, dari kesempitan dunia menuju kepada kelapangan akhirat, dan dari kedzaliman sistem-sistem dan agama-agama menuju kepada keadilan Islam. Adapun saat ini negeri ini berada di bawah ideologi sekuler, Islam dan muslim hanyalah golongan yang kebetulan mayoritas. sekulerisme menempatkan agama di samping bukan di atas, dalam sistem sekuler tidak ada ceritanya agama memegang kendali dalam hukum. Kalaupun ada konflik di tengah masyarakat saat ini itu semua terjadi karena penguasa dalam penataan dan pengendalian umat beragama masih sangat kurang sehingga yang terjadi adalah anarkisme.

  8. Itu semua terjadi karena ketidakjelasan pemerintah dalam pembuatan UU pengaturan tempat ibadah. Sebenarnya kondisi yang sama juga terjadi pada kaum muslimin di wilayah Indonesia timur. Di kawasan tersebut saudara-saudara kita juga mengalami kesulitan dalam membangun masjid, ancaman penutupan, hingga pembakaran seperti yang terjadi di Tolikara Papua. Andai penguasa selaku pemegang kebijakan secara jelas dan tegas mengatur keberagamaan di negeri ini mungkin masalahnya tidak serumit sekarang. Masalahnya penguasa saat ini berpegang kepada nilai-nilai sekuler yang menihilkan keberagamaan. Berbeda dengan kondisi saat itu ketika muslim menguasai Konstantinopel. Penguasa Utsmani menerapkan undang-undang berdasarkan hukum syara’ dimana dalam Islam jelas pengaturannya terkait hubungan dengan kaum non muslim.
    Pertanyaannya mengapa dulu muslim bisa berbudi luhur sedangkan sekarang tidak (menurut anda)? pertama, karena ada beberapa aturan dalam Islam yang penerapannya tidak bisa diterapkan dalam level individu tapi membutuhkan negara (salah satunya terkait pengaturan non muslim yang tinggal di wilayah Islam). Kedua, kita tidak bisa menggeneralisir semua muslim saat ini brengsek karena suka bakar-bakar gereja, toh itu semua adalah oknum. Sama kita tidak bisa menggenaralisir bahwa orang Katolik itu pembunuh karena dalam sejarahnya Paus sering berdiri di belakang penguasa seperti raja Charles V dari Spanyol yang melakukan penyiksaan pada muslim dan yahudi di Spanyol sampai pemusnahan Indian Amerika atau Adolf Hitler yang menjadi penyebab PD II.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s