Amsterdamers

Berdiri angkuh bak tanggul penahan laut ciptaan bangsa kompeni

Di baliknya puluhan desa hanya tinggal menjadi catatan di kantor musium kota

Puluhan desa yg jadi saksi bisu keserakahan manusia

Bukan Tuhan yg menciptakan lumpur, tapi kenapa ketika ia mulai menyembur Dia yg kita jadikan kambing hitam

Tidakkah kita melihat korporasi yg menari di pelupuk mata

Mereka menguasai kursi-kursi negeri ini

Mereka tidak terbeli, karena sebenarnya merekalah penguasa yg menentukan jual beli di negeri ini

Mereka tak tersentuh, duduk manis di atas singgasana mirip penguasa imperium romawi

Bukan Tuhan yg menciptakan bencana, tapi kenapa Dia selalu kita kambing hitamkan

Bukankah kita selama ini terlalu percaya kepada manusia

Analisis dan statistika

Tapi kenapa Dia selalu kita kambing hitamkan

Maka adalah sebuah hak yg sah ketika Dia mengkambing hitamkan kita manusia

Yang selalu sombong menolak segala perintah dariNya

Yang memiliki sejuta alasan menelikung hukumNya

Yang tidak mau diperintah di bawah aturanNya

One thought on “Amsterdamers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s