Lelaki Berwajah Dangdut

orang sekuler kapitalis nyebut dangdut musik kampungan. orang sosialis lebih memilih ludruk ama ketoprak daripada dangdut yg identik ama melayu dan melayu identik ama Islam musuh ideologi sosialisme. orang liberal lebih membela goyang dangdut, tapi gw yakin mereka jijay banget klo denger lagu dangdut. aktivis dakwah apalagi, mereka pasti antipati banget ama dangdut.

aktivis dakwah tuh identik ama nasyid. tapi bila hari ini mereka memodifikasi rap jadi nasyid dan punk rock jadi penyiar ideologi Islam. kenapa mereka tetep gak suka ama dangdut?

jika rap yg penuh lirik-lirik tentang wanita sexy, modifikasi mobil, hingga perang antar geng bisa dirubah jadi rap islamis ala Native Deen hingga lirik-lirik ideologis ala SOA dan Thufail Alghifary. jika punk rock yg penuh ajakan mabuk hingga vandalisme bisa diubah jadi senandung pengagungan kepada Rasulullah lewat MOGSAWnya Purgatory. lalu kenapa dangdut harus dilipat-lipat dan dimusuhi. padahal qt bisa dengar Mardatillah dan Pujanya Bang Haji yg mengajak mengagungi Dzat Yg Maha Pencipta. juga lirik Terserah Kita-nya yg nyinggung secara alus bahwa manusia lebih suka memilih jalan ke neraka yg lebih mahal daripada jalan ke surga yg kebanyakan gratis. hingga lagu Bersatulah yg ngajak kaum muslimin bersatu padu.

jika qt membenci dangdut karena goyangannya. bukankah rap aslinya juga penuh tarian cewek-cewek sexy tiap battlenya. juga tiap gigs punk rock yg juga penuh dg orang mabuk dan berantem. lalu apakah salah jika qt bikin album ato pagelaran dangdut ideologis tanpa cewek dan goyangan.

toh bukankah musik itu bebas nilai. tergantung siapa dan mau dijadikan sarana apa musik tersebut. dan bukankah dakwah itu harus kreatif selama tidak melanggar masalah ushul.

begitu pula dangdut. kita bisa saja bikin lagu gak niat kayak keong racun, kucing garong, cucakrowo, dkk yg lebih mengandalkan kemaksiatan penyanyinya daripada kemerduan suara. kita juga bisa bikin lagu yg penuh makna dan syarat ajakan kepada kebaikan.

begitu pula dg dakwah. kita harus dituntut serius, cerdas, dan kreatif dalam mengkreasi dakwah, namun harus tetap lurus dalam koridor fikrah dan thariqah ideologi Islam. maka ketika kita dg serius mengkreasi sebuah musik untuk kita jadikan uslub dakwah, maka kita harus menyesuaikan lirik-liriknya dg ideologi Islam. tidak hanya sekedar Islam, tapi sebuah Islam yg menyeluruh. juga lirik-lirik kritikan terhadap sistem yg selama ini memperkuda manusia serta ajakan untuk membuang sistem tersebut ke tempat sampah.

maka dari sini tidak ada salahnya pabila kita menggunakan dangdut sebagai media dakwah Islam.

(gw nunggu apakah panglima dangdut mau bikin album dangdut. klo jadi, gw mau nglamar jadi vokalisnya)

*konon pernah diberitakan bahwa bang Haji Rhoma sempat sowan dan meminta pertimbangan Ulama kharismatik Buya HAMKA terkait menyiarkan syiar Islam lewat dangdut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s