Merah Saga

entah kapan terakhir kali saya mendengar lagu nasyidnya Izis atau Shouhar. gara-gara dengerin mereka berdua dari hp teman guru di sebelah kompi saya, membuat memori kembali berputar. mendengar nasyid mereka saya jadi ingat kampus. saya jadi ingat kawan-kawan saya. saya jadi ingat mas Heru, pelatih bola yg menggelar kompetisi bola yg diikiti teman-teman organisasi Islam. saya jadi ingat Candra yg pernah berbalas cacian dg aktivis liberal. saya juga ingat jenggotnya dan kebiasaannya memakai baju gamis ketika kuliah di fakultas olah raga (kayak atlet dari Afghanistan tuh orang).

entahlah ketika mendengar nasyid-nasyid tersebut saya jadi kembali merinding. sejak lulus kuliah dan terus-menerus mengasah ide di kepala, saya merasa pisau analisis saya semakin lindap. Islamisasi ilmu telah membuat diri ini seakan-akan kesurupan. ketika mendengar atau melihat apapun saya mampu menghubungkannya dg Islam dan membuat iman semakin kuat. mendengar lagu What I’ve Done-nya Linkin Park membuat saya semangat dakwah. melihat film 3 idiots saya jadi giat menuntut ilmu. dengerin lagu Puja-nya bang haji membuat saya giat berdzikir. mungkin ini efek yg saya rasakan ketika pola pikir Islam saya jejalkan di kepala.

saya merasa seperti Antareja yg begitu saktinya hingga racun tak mampu membunuh dan justru membuatnya semakin kuat. bila racun saja membuat saya semakin kuat, apalagi bila madu yg disodorkan. saya sadar ide-ide Islam tidak akan merubah kita menjadi zombie. sebagai laki-laki mungkin saya akan tidak akan serta merta membuang baju-baju saya dan kemana-kemana memakai jubah atau gamis dg kepala berselimut sorban. saya akan tetap memakai celana jeans atau bersarung asal tetap menutup aurat sesuai syariat. mungkin itu pula yg dirasakan oleh Thufail sehingga dia tidak berhenti beradu microphone asal syairnya diubah menjadi syair penyemangat jihad. mungkin itu juga yg dirasakan oleh kru Purgatory yg kerap menyanyikan syair pemuja setan, kemudian berubah haluan menjadi syair puji-pujian terhadap Bapak Revolusi Rasulullah Saw ketika Islam tersemat di kepala. maka tidak salah jika mas Divan, Tukang Tidur, dan mas Adit Sa’i tetap semangat membuat zine stensilan, karena mereka sadar bahwa apa yg dulu mereka lakukan ketika dulu menjadi anak punk tetap bisa mereka lakukan ketika hijrah kepada Islam. asal content atau isinya adalah Islam.

Syakhsiyah Islam, Islamisasi ilmu, atau apapun namanya adalah merubah pola pikir dan pola sikap manusia. dari pola pikir dan pola sikap yg menjadikan dunia seakan tuan menuju pola pikir dan pola sikap yg dilandasi pada penghambaan dan ketaatan pada Sang Pencipta Dunia. mudahnya, kita bisa memandang aneka fakta dan secara otomatis kompi di otak kita langsung menghubungkannya dg content Islam. maka walau apapun input yg masuk kepala kita, outputnya tetap dan selalu Islam. maka kibarkanlah bendera kemanusiaanmu di bawah langit Islam, kata mas Divan. mereka yg mulia pada masa jahiliah akan tetap mulia ketika masuk Islam, begitulah kira-kira kata Rasulullah Saw. maka sudah selayaknya ketika saya mengaku muslim maka semua yg saya pikirkan, yg saya bicarakan, apapun yg saya tulis muaranya kembali ke Islam. apapun kulitnya isinya adalah Islam. ini jelas berbeda dg kampanye para liberalis, mereka jelas membungkus ide-ide liberal dg bungkus Islam. jadi ketika mereka berkampanye agar menjauhipenerapan syariat Islam secara kaffah pada intinya mereka mengajak kita untuk menghafal Al Qur’an dan Hadits tapi bukan diniatkan untuk Allah Swt tapi kepada Amerika, Obama, Asia Foundation, AIPAC, dan para penyandang dana mereka yg merupakan lambang para thogut.

maka bacalah Al Qur’an dan Hadits dan kaji secara mendalam. lesakkan dalam kepala kita dg ide-ide Islam. format pola pikir kita dg Aqidah Islam. banyak membaca, sampaikan kepad manusia, dan tulis. mungkin itu sedikit saran dari saya yg saat ini sedang trance mendengar Izis, Shouhar, dan Thufail. selamat datang jiwa-jiwa pejuang, selamat berhijrah dan berjihad.

One thought on “Merah Saga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s