Jangan Berhenti Melangkah, Jalan Masih Panjang

hati saya kesepian akhir-akhir ini. setiap kali mengecek tulisan via blog, saya selalu memandang lama-lama. saya kunjungi blog teman-teman saya, tapi hanya sepi dan senyap yg saya temui. puluhan artikel berjajar, ada yg berusia 3 bulan, 5 bulan, 1 tahun, hingga 3 tahun yg menandakan kapan terakhir kali penghuninya berkunjung.

menulis itu sulit dalam memulai, apalagi istiqomah. menulis itu benar-benar sulit, apalagi yg niat awalnya terjun ke dunia penulisan dalam rangka perang pemikiran. sebuah perang panjang tanpa musuh yg jelas dan tidak mudah kita untuk membunuhnya. diperlukan jutaan kali upaya belajar terus menerus. diperlukan ribuan kali pena digoreskan berkali-kali. maka jangan berhenti wahai sahabat. jangan hentikan apa yg sudah kita mulai. perang masih panjang. musuh masih berdiri pongah di depan sana. jangan berhenti melangkah, jalan masih panjang.

ya, kita tidak boleh berhenti sebagaimana pesan Bob Marley, “mereka yg hendak melakukan kerusakan di muka bumi. tidak pernah berhenti. maka aku tidak akan pernah berhenti, untuk menerangi dunia.”

(untuk Rendra, mbak Kana, bang PYTM, bang Ali Mufti, Fath Fawwas, Febry, Candra, Next Revolt, Riri, atau siapapun yg pernah menulis dan sekarang berhenti, kapan pena kalian kembali menari? untuk bang Divan, Adit SA’I, Diaz, Aksan, dan para pejuang bersenjata pena, semoga tetap istiqomah. dan bagi mereka yg belum pernah terjun dalam peperangan ini, aku akan tetap menunggu kontribusi kalian di ujung jalan sana, sahabat)

One thought on “Jangan Berhenti Melangkah, Jalan Masih Panjang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s