Dunia Itu Relatif

Dunia itu relatif. Persis ama teori yg disabdakan kakek kriwil, Einstein. Dunia adalah ibarat deretan rumah, sawah, pohon, gunung yg melesat di balik jendela kaca kereta api Argo Bromo Anggrek, tentu setiap orang memperoleh pandangan, nilai, dan hikmah yg berbeda dari lesatan berkecapatan tinggi tersebut.

Maka benarlah bila ada yg ngomong dunia ini fana, karena dia memang relatif. Bahkan hal yg paling diagungkan di dunia ini alias duit pun sebenarnya relatif. Uang 50 ribuan misalnya. Ketika ia kita bawa ke sebuah ruang cahaya yg dingin dan wangi serta maha luas bernama mall, dia mengkerut, mengecil, jadi pucat dan cebol. Tapi ketika di  hadapannya tersenyum manis sebuah kotak kecil, coklat, dan bertuliskan “tabungan akhirat”, dia membesar, berasa jadi buaya air asin atau dinosaurus, gemuk dempal kayak pemain sumo jepang, dan lubang kecil di kepala kotak amal tadi terasa sempit dan tidak layak dimasukin.

Maka benarlah apabila ku katakan dunia ini relatif, tinggal masalahnya bagaimana kita memandang kerelatifan tersebut…..

(sebuah catatan yg berawal dari dompet kosong dan mencoba bersyukur atas apa yg diberikan Allah kepada kita)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s