Kingdom Of Heaven

“Orang-orang Kristen membantai ribuan Muslim di balik tembok Jerusalem ketika mereka merebut kota ini”

“Aku bukan orang seperti itu. Aku Sholahuddin..Sholahuddin”

(Dialog antara Sholahuddin Al Ayyubi dengan Balian of Ibelin pada saat perundingan penyerahan kota Jerusalem dalam pengepungan tahun 1187 yang dimenangkan kaum muslimin dalam film Kingdom Of Heaven)

Udah gak keitung gw nonton nih film, mulai dari versi bioskop, VCD original, televisi, hingga versi download dari internet. Salah satu alasannya karena nih film mengobati kerinduan gw akan film sejarah Islam. Film sejarah Islam (di luar dokumenter) terakhir dari luar adalah film The Massenger ama Lion Of The Desert buatan tahun 60-an, sedangkan yg lokal adalah film Fatahillah buatan tahun 1991. Setelah itu gw udah gak nemuin lagi film yg mengulas sejarah agung peradaban Islam selain yg berbentuk dokumenter baik lokal maupun internasional. Awalnya gw liat nih poster nih film di koran, gw masih gak ngeh karena mengira nih film sejenis ama Lord Of The Ring apalagi dibintangi oleh aktor yg sama (Orlando Bloom). Gw baru ngeh setelah baca resensinya di sebuah majalah di kampus. Kata majalah tuh film mengisahkan salah satu sejarah Perang Salib. Perang Salib, batin gw pasti tu film juga mengetengahkan kaum muslimin yg emang berperan dalam Perang Salib. Tapi dalam hati gw bertanya, yg diambil sejarah Perang Salib yg mana, apakah Perang Salib I ketika Jerusalem atau Al Quds direbut oleh kaum Nasrani Eropa Barat setelah sekian lama sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab dinaungi oleh Islam, atau Perang Salib II ketika armada perang Kerajaan Salib gagal merebut Damaskus, atau peristiwa ketika Jerusalem kembali di bawah naungan Islam oleh Sholahuddin Al Ayyubi, atau Perang Salib ketiga antara dua penglima hebat Sholahuddin Al Ayyubi dg Richard The Lionheart raja Inggris?? ahh cuek langsung aja gw cabut ke bioskop untuk menemukan jawabannya.

Setelah menyaksikan dg mata kepala sendiri gw baru ngeh klo fokus cerita nih film adalah masa-masa akhir Kerajaan Kristen Jerusalem hingga penyerahan Al Quds ke tangan kaum muslimin di bawah pimpinan Sultan Sholahuddin Al Ayyubi. Film dibuat seakurat mungkin, bahkan di MTV yg menyiarkan behind the scenenya diberitakan bahwa pemeran tokoh-tokoh Islam adalah aktor muslim dan pasukan Islam diperankan oleh angkatan bersenjata Maroko yg juga merupakan lokasi pengambilan film. Sosok Sholahuddin kembali hidup di film ini dan ending film yg menggambarkan kemenangan Islam banyak menuai kritikan di barat. Kritikan terpedas menyatakan bahwa ini adalah film propaganda Al Qaeda. Padahal digambarkan di film bagaimana kaum muslimin adalah kaum yg cinta damai, Sholahuddin bukanlah jenderal yg haus darah, dan penyebab perang justru gara-gara provokasi orang-orang Kristen terutama dari kalangan Ordo Knight Of Templars.

Dari sekian versi film ini versi mana yg paling gw sukai? Awalnya gw menyukai versi film dan memberikan nilai 80 untuk keakuratannya dg sejarah. Tapi gw langsung jatuh cinta pada versi download internet pemberian temen gw. Ini adalah versi asli dan banyak sekali adegannya yg tidak akan pernah muncul di Indonesia baik versi bioskop, VCD original, apalagi televisi. Gw memberi nilai 90 atas keakuratannya dg sejarah aslinya.

Kisahnya sendiri (sebagaimana yg sering pembaca saksikan di televisi) mengambil sudut pandang Balian Of Ibelin anak dari Baron Of Ibelin. Balian Of Ibelin adalah tokoh nyata yg nantinya berhadapan dg Sholahuddin Al Ayyubi selama pengepungan Al Quds. Banyak sekali adegan sejarah yg muncul di dalam film. Antara lain pengepungan benteng Karak oleh kaum muslimin akibat provokasi Knight Of Templars yg menyerang kafilah dagang kaum muslimin. Pengepungan ini berakhir dg perjanjian damai antara Raja Baldwin IV dg Sholahuddin Al Ayyubi. Juga adegan dibunuhnya adik perempuan Sholahuddin oleh Reynald De Chattilon juga pembunuhan utusan Sholahuddin oleh Raja Guy D’Lusignan. Termasuk salah satu adegan favorit saya yaitu ketika perjanjian penyerahan kota Jerusalem antara Balian Of Ibelin dg Sholahuddin Al Ayyubi.

Adapun adegan-adegan yg dipotong dan tidak ditayangkan di Indonesia antara lain adalah adegan dimana raja Baldwin IV memiliki keponakan yaitu putra dari Sybilla, adiknya. Keponakannya tersebut adalah anak Sybilla dari suami sebelumnya, mengingat dg Guy D’Lusignan tidak memiliki putra. Ketika Baldwin IV meninggal yg menggantikannya adalah keponakannya tersebut dg gelar Baldwin V yg masih kecil (di film versi Indonesia langsung digantikan Guy D’Lusignan). Sayangnya bocah tersebut menderita penyakit lepra sama seperti pamannya sehingga terpaksa dibunuh oleh ibunya sendiri agar ia tidak menderita di kemudian hari. Baru ketika Baldwin V meninggal kedudukan raja diserahkan kepada ayah tirinya, Guy D’Lusignan yg memicu perang di kawasan tanduk Hattin dg Sholahuddin Al Ayyubi. Adegan lainnya yg terpotong antara lain adegan-adegan kekerasan seperti adegan Reynald membela tubuh seorang pemimpin kafilah muslim, adegan raja Guy memenggal kepala utusan muslim, hingga adegan hukuman pancung yg diberikan Sholahuddin Al Ayyubi kepada Reynald De Chattilon yg telah membunuh adiknya. Anehnya salah satu adegan yg tidak ditayangkan di Indonesia adalah adegan ketika Sholahuddin Al Ayyubi memasuki Masjidil Aqsa dibarengi dg anak buahnya yg memercikkan air bunga di lantai masjid yg dilanjutkan kemudian dg adegan sujud syukurnya Sholahuddin Al Ayyubi atas kemenangan yg diberikan oleh Allah Swt kepada dirinya.

Inilah salah satu film terbaik menurut gw. adegannya sangat akurat, menampilkan kegagahan, keberanian, kecerdasan, hingga sifat cinta damai kaum muslimin. Ya, namanya juga film Hollywood juga menampilkan adegan-adegan erotis. Sangat disayangkan film seperti ini justru lahir dari sineas non muslim dan lebih disayangkan lagi jika kaum muslimin tidak mengapresiasinya.

8 thoughts on “Kingdom Of Heaven

  1. quote favoritku waktu si pendeta melarang Balian membakar mayat2, kemudian komentar Balian : “If we do not burn these bodies, we will all be dead of disease in three days. God will understand, my lord. And if he doesn’t, then he is not God and we need not worry”…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s