この国では未開発の力がある

Orang Jepang memang dikenal kreatif, mereka juga terkenal tangguh dan tidak mudah menyerah. Boleh-boleh saja balatentara Amerika membombardir negeri mereka di akhir PD II dan menjelek-jelekkan mereka, tapi terbukti hari ini siapa yang memimpin dalam hal teknologi;Jepang atau Amerika. Boleh-boleh saja tim sepakbola mereka dijadikan bulan-bulanan di dekade 60-70an, tapi hari ini jangan coba-coba PSSI menantang timnas Jepang kalau tidak mau dipermalukan. Maka ketika gempa dan tsunami dahsyat melanda dilanjutkan bencana ledakan reaktor nuklir setara Chernobyl di Fukushima. Tidak membuat mental orang Jepang runtuh, meratap-ratap, kemudian menangisi nasib terus-menerus tanpa mencoba bangkit. Bandingkan, ketika tsunami melanda Aceh, berbulan-bulan kita disuguhi gambar mayat-mayat bergelimpangan, orang kehilangan sanak saudara, kehidupan di pengungsian, dan tangisan yang seakan tiada ujungnya. Hari ini, kalau kita mengecek via Youtube kita akan menyaksikan iklan-iklan di Jepang yang menampilkan lagu-lagu ceria, gambaran orang tersenyum, hingga slogan-slogan penyemangat. Bagi saya, orang Jepang mirip gambaran cowok yang ditolak oleh cewek yang sama berkali-kali tapi tetap nekat berjuang merebut hati sang pujaan hati. Slogan orang model seperti ini adalah, “selama bendera kuning belum berkibar pantang saya menyerah” yang artinya selama si cewek belum menghembuskan nafas terakhir pantang baginya menyerah apalagi gantung diri.

Di antara iklan-iklan tersebut yang paling menarik bagi saya adalah iklan perusahaan makanan Nissin. Nissin menyewa komikus Takehiko Inoue untuk menggambar mural tokoh samurai legendaris Jepang, Miyamoto Musashi  setinggi 18 meter. Mereka menggunakan 3 buah kamera untuk merekam proses pembuatan gambar tersebut dan mengeditnya untuk dijadikan iklan televisi. Gambar mural tersebut kemudian dipajang di puncak gedung toko serba ada di Tokyo. Baik iklan versi televisi maupun gambar yang dipajang di toko di sampingnya diberi kata-kata penyemangat yang saya jadikan judul di atas. Kata tersebut memiliki arti “Di negeri ini ada kekuatan yang belum dimanfaatkan”. Sebuah kalimat penyemangat yang menarik serta memiliki makna yang sangat dalam. Artinya ada kekuatan besar yang tersembunyi yang bisa kembali membangkitkan sebuah negeri dan kekuatan itu hari ini kita belum memanfaatkannya secara maksimal atau bahkan belum memanfaatkannya sedikitpun.

Kalimat di atas tentu bersifat umum dan bisa digunakan di mana saja. Maka kalau kita hubungkan dengan kondisi Indonesia saat ini, maka kalimat di atas sangat cocok dan tepat. Betapa banyak potensi di negeri ini yang terbengkalai bahkan tidak dipedulikan sama sekali. SDA yang kaya ditunjang SDM yang besar cukup menjadi modal untuk membuat negeri in menjadi besar. Dan apabila konteksnya adalah kebangkitan, maka ada satu kekutan di negeri ini yang hingga hari ini masih dipandang sebelah mata, terpinggirkan, bahkan tidak dianggap sama sekali. Kekuatan besar tersebut bernama Islam. Islam dianut oleh lebih 90% penduduk negeri ini dan dengan demografi yang besar menempatkan Indonesia menjadi negeri muslim terbesar di dunia. Masalahnya adalah bagaimana kita mengelola Islam sehingga menjadi faktor pembangkit utama.

Ulama’ besar Palestina, Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam bukunya Nidzamul Islam menyatakan bahwa kebangkitan hakiki akan terjadi ketika adanya perubahan mendasar pada pola pikir atau pemikiran manusia. Di dalam buku yang sama beliau juga menyampaikan bahwa kebangkitan hakiki akan tercapai apabila berpijak pada nilai-nilai ideologis dan atau berpedoman pada sebuah ideologi. Persepsi kita hari ini tentang Islam hanya sebagai agama rohani tak lebih sebagai penentram hati ibarat agama-agama lain bahkan hanya menganggap Islam sekadar pengisi kolom agama dalam KTP. Maka jangan pernah berharap Islam akan menjadi trigger kebangkitan. Islam model seperti ini adalah hasil olahan Snouck Hurgronje atas suruhan penjajah Belanda puluhan tahun lalu untuk meredam perlawanan Islam yang tersebar di seluruh Nusantara. Islam ketika itu diramu sedemikian rupa agar mampu melanggengkan penjajahan. Snouck memberi rekomendasi agar pemerintah penjajah Belanda di Indonesia memberikan kebebasan pada ritual-ritual Islam dan menghormati hukum waris dan perkawinan Islam namun harus bertindak keras terhadap bentuk-bentuk Islam politik. Islam politik (yang dikemudian hari oleh sebagian akademisi disebut juga sebagai Islam ideologis) adalah -sebagaimana istilah profesor Islamologi Georgetown University, John L Esposito- Islam yang dipahami tidak hanya sebagai agama ritual tapi sebagai sebuah ideologi utuh yang memuat aturan mulai dari pemerintahan, ekonomi, politik luar dan dalam negeri,  sosial budaya, militer, pendidikan, hingga gaya hidup. Islam politik atau ideologis inilah wajah Islam yang sesungguhnya yang oleh sebagian besar ulama’ disebut sebagai Islam kaffah. Konsep Islam sesungguhnya -apabila dijabarkan secara sederhana- adalah bagaimana membuat setiap manusia yang meyakini Allah sebagai satu-satunya Dzat yang disembah (mukmin) dalam melakukan segala hal di dunia menyandarkan setiap perbuatan pada satu-satunya Pembuat Aturan yaitu Allah Swt. Artinya seorang muslim dalam melakukan segala hal di dunia pasti dan harus sesuai dengan aturan Allah. Konsep yang dibawa oleh Rasulullah inilah yang di kemudian hari melahirkan banyak mujtahid atau orang yang bertugas menggali hukum-hukum Allah melalui Qur’an dan Sunnah untuk menghukumi fenomena-fenomena baru, karena sesungguhnya Islam peka jaman dan mampu menjawab segala permasalahan umat manusia kapanpun dan dimanapun. Konsep Islam seperti inilah yang ditakuti oleh penjajah barat hingga hari ini, karena apabila konsep Islam yang utuh ini dianut oleh jutaan muslim di seluruh dunia maka kiamatlah peradaban barat karena ditinggal oleh banyak penganutnya. Bukankah selama ini penganut peradaban barat -baik sukarela maupun terpaksa- adalah negeri-negeri dunia ketiga yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Tentu membangkitkan umat atau bangsa yang saat ini terpuruk tidaklah semudah membalik telapak tangan. Perlu usaha yang terus menerus, berani, dan cerdas untuk membawa umat ke gerbang kebangkitan. Umat harus disadarkan terlebih dahulu bahwa apa yang selama ini mereka pikirkan, ideologi yang mereka anut, dan hukum yang mereka bela adalah salah dan hanya akan menyeret mereka kepada keterpurukan. Kemudian apabila umat telah sadar maka hal selanjutnya adalah edukasi yang mendalam, jernih, dan murni di tengah-tengah umat agar umat mau memegang, memelihara, menjaga, serta membela Islam secara ikhlas dan tanpa pamrih. Maka ketika umat telah tersadarkan dan telah berdiri bersama untuk membela Islam, maka ia ibarat air bah yang menerobos penghalang apapun jua bentuknya. Sampai di sini gerbang kebangkitan Islam telah tercapai dan kebangkitan hakiki menyambut di depan mata.

One thought on “この国では未開発の力がある

  1. tok,,,tok,,,,sya baru buka blog,,,mbaca tulisan pak fajar langsung berdecak
    ckckckckkckc,,,,,,
    setuju,,,,klu mmg ummat sekarang seperti yg bpk gambarkan,,,,
    oya pak dengan berdarah2 akhirnya saya sudah berhasil nonton kingdom of heaven,,yg pemainnya orlando bloom,,,,
    ceritanya agak di paksakan dari sejarah sebenarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s