Kita Sebenarnya (bag 1)

“Dunia bukanlah tujuan kami. Cita-cita dan tujuan kami adalah akhirat. Allah telah mengutus kepada kami Rasul dan Dia berkata kepadanya (yang maknanya) : Aku telah memberikan kekuasaan kepada kaum ini (kaum Muslim) atas orang-orang yang tidak tunduk kepada agama-Ku.“, kata Mughirah bin Syu’bah dengan gagah berani dihadapan Rustum dan para petinggi kerajaan Persia.

“Agama apakah itu”, tanya Rustum yang kesohor congkak alang-kepalang

“Pilar yang tegak di atasnya kesaksian, bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, serta pengakuan atas semua yang datang dari-Nya.” jawab Mughirah secara jantan (Ibn Katsir, Al-Bidayah wa An-Nihayah, IV/43)

***

Timur Tengah kembali membara, panasnya diperkirakan akan menyebar ke seluruh dunia Islam. Kantor Konsulat AS di Benghazi Libya diserbu dan Dubesnya tewas terkapar dihajar massa bagai maling jemuran. Di Kairo Mesir ribuan pemuda yang biasa mbonek merangsek ke kantor Kedubes AS, mereka membakar, merusak, serta dengan heroik  mencopot bendera negara adidaya tersebut dan menggantinya dengan Ar-Roya’. Di Sana’a Yaman para pemuda juga melakukan aksi yang sama dengan saudara mereka di Mesir. Sedangkan di Irak para mujahidin berjanji akan semakin meningkatkan serangannya kepada semua unsur angkatan bersenjata AS. Bara ini sendiri dipicu diunggahnya film “Innocence of Moslem” buatan fundamentalis Kristen warga AS yang isinya menghina Rasulullah Saw.

Semua pihak di dunia ini sekarang harus memaklumi, sudah sejak lama kita (kaum muslimin) menerima ketidakadilan. Sejak fitnah 9/11, perang melawan teroris, kartun Rasulullah, film Fitna, pembakaran Al-Qur’an di Bagram dan California, hingga kasus terakhir tak sejengkalpun kaum muslimin diberikan pembelaan. Semakin runyam apabila ditambah kasus pembantaian dan pendudukan militer di Palestina, Bosnia, Chechnya, Iraq, Somalia, Afghanistan, Pakistan, Syria, Uzbekistan, Xinjiang, Pattani, Moro, sampai Rohingya yang didiamkan oleh dunia. Apabila satu orang Barat yang kebetulan Kristen tewas terbunuh semua dunia membela, namun apabila ribuan hingga jutaan Muslim darahnya tertumpah seluruh dunia diam membisu. Apabila pasukan Amerika atau Israel melakukan pembantaian, dunia menganggapnya sebagai aksi membela diri. Namun apabila seorang bocah Palestina (yang notabene Muslim) melempari tank Israel yang hendak meratakan desanya, maka ia dicap sebagai teroris. Wajar jika hari ini kaum Muslimin di seluruh dunia bangkit kemarahannya.

***

Semua orang itu-jutaan jumlahnya di Ekuador, miliaran di seluruh dunia-adalah “teroris” yang potensial. Bukan karena mereka percaya komunisme atau anarkisme atau pada hakikatnya jahat, tetapi hanya karena mereka putus asa. Memandangi bendungan ini, aku bertanya-tanya kapan orang-orang ini akan bertindak, seperti ketika Amerika melawan Inggris tahun 1770-an atau Amerika Latin melawan Spanyol tahun 1800-an

-John Perkins, Confessions of an Economic Hitman.-

***

Islam adalah sebuah agama sekaligus ideologi-yang menyangkut ajaran politik-yang paling eksis dan mampu bertahan meskipun penopang peradabannya (negara) telah lama hilang. Islam di mata barat dianggap sebagai lawan terkuat dan upaya mereka untuk menghancurkan Islam tidak pernah surut meski melintasi zaman. Sejak ekspedisi militer pada perang salib, serangan orientalis dan misionaris dan diakhiri dengan pukulan telak berupa pembubaran institusi Khilafah di Turki tahun 1924 ternyata terbukti hanya memperlemah Islam. Upaya negara-negara penjajah barat mengurung kaum Muslimin dalam sekat negara-negara bangsa ternyata tidak mampu memotong iman dan ukhuwah Islam. Invasi Uni Sovyet ke Afghanistan membuat barat terperangah, jutaan pemuda muslim bangkit, berbondong-bondong melintasi sekat nasionalisme hanya demi satu kata;jihad. Gelombang tersebut susul-menyusul bak geliat raksasa tidur. Kaum Muslimin hari ini semakin cerdas, semakin paham bahwa dirinya terjajah serta tahu bahwa satu-satunya konsekuensi diri yang terjajah adalah melawan, hidup mulia atau mati syahid. Wallahualam Bis-Showab (bersambung)

One thought on “Kita Sebenarnya (bag 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s