70.000 Km

“Bakat” adalah kunci sukses, maka kalau merasa tidak memiliki “bakat”, ya harus mem”bakat”i diri.- Mario Teguh

el classicoBanyak orang menyangka menjadi penulis adalah sebuah bakat. Saya pun termasuk yang termakan pendapat ini. Apalagi ketika saya melihat teman-teman kuliah saya yang di usia muda sangat jago menulis, tulisan mereka bahkan dimuat di surat kabar-surat kabar nasional. Juga ketika saya mendengar atau membaca berita banyak remaja bahkan anak-anak yang usianya jauh lebih muda dibandingkan dengan saya namun mampu menulis sebuah buku yang bahkan meraih predikat best seller nasional. Membandingkan diri mereka dengan saya yang ketika itu sangat anti menulis, tak secuilpun terbersit cita-cita maupun keinginan untuk menjadi penulis dalam diri saya. Bagi saya menulis dan menjadi penulis adalah bakat alam yang tidak ada pada diri saya.

Apa sih “bakat”? Dulu saya menganggap “bakat” adalah senyawa kimia yang nyempil di antara deretan DNA kita mirip DNA laba-laba super yang menghinggapi DNA seorang remaja bernama Peter Parker yang kemudian berubah menjadi Spiderman. Maka untuk menjadi penulis minimal salah satu dari kedua orang tua kita adalah penulis atau salah satu dari sekian kakek buyut kita adalah jago nulis. Tapi kemudian saya banyak berjumpa dengan orang yang kedua orang tuanya bahkan sampai nenek moyangnya bukan penulis tapi mereka jago nulis. Maka saya kemudian merevisi anggapan saya tentang “bakat”, “bakat” kemudian saya maknai sebagai sesuatu yang masuk dan merasuk ke dalam tubuh dan jiwa seseorang yang kemudian mempengaruhi alam bawah dan atas sadar dia sehingga dia berubah menjadi sosok yang berbeda dari sebelumnya. Maka kalau sampean percaya makna “bakat” yang terakhir maka untuk menjadi penulis silahkan anda datangi makam para penulis, silahkan ziarahi makam Rendra, Ronggowarsito, atau kalau punya dana samperin makamnya Imam Syafii di Mesir sana, silahkan bakar menyan tepat ketika jarum jam menyentuh angka dua belas pada malam Jum’at Kliwon, dan berharaplah roh mereka menyatu dengan jasad anda atau kalau anda cekak dana silahkan  anda rapalkan mantra pemanggil jelangkung dan bisikkan nama penulis favorit anda yang telah meninggalkan dunia, saya yakin setelah semua ritual itu anda lakukan anda tidak akan pernah menjadi penulis buku tapi kesurupan alias sebelas dua belas dengan Toni Blank.

Lama setelahnya saya baru sadar bahwa orang-orang ber”bakat” mendapat “bakat”nya dari hasil mem”bakat”i bukan yang lain. Artinya pada awalnya mereka hanyalah orang biasa namun memiliki kecintaan dan kesukaan pada suatu hal lebih dari orang lain. Mereka kemudian mulai mengasah hal tersebut terus-menerus sampai akhirnya mereka melebihi orang lain. Inilah “bakat” dalam pandangan orang awam, sedangkan bagi pemiliknya mereka menyebutnya habit atau kebiasaan. Orang awam melihat Lionel Messi menggojek bola menganggap itu “bakat”, tapi bagi Messi itu adalah “habit”. Orang awam melihat Rossi menggeber motor menganggap itu “bakat”, padahal bagi Rossi itu adalah “habit”. Begitu pula ketika orang awam melihat Emha Ainun Nadjib, Taufik Ismail, HAMKA, Helvy Tiana Rosa, Felix Siauw, Eichiiro Oda, J.K Rowling, Habiburrahman el-Shirazy, Andrea Hirata dan deretan penulis lainnya (termasuk saya!!??), mereka (orang awam) menganggap menulis sudah menjadi “bakat” mereka (para penulis), namun bagi kita (kita??) menulis sebenarnya adalah habit atau kebiasaan. Dan habit bisa ditumbuhkan alias semua orang bisa memiliki “bakat” tersebut asal mengetahui kuncinya. Kunci tersebut ada tiga; Keinginan yang kuat, Latihan, dan Ulangi terus-menerus.

Keinginan yang kuat adalah modal awal, Seseorang yang memahami kenapa dia harus berbuat akan mempunyai daya dorong yang kuat , dan ketika dia memahami apa yang diinginkannya, maka hal itu akan menjadi daya tarik baginya. Semakin kuat dorongan “kenapa” dan tarikan “apa” maka semakin besar orang tersebut untuk memulai habit barunya tersebut. Maka jika anda ingin menjadi penulis maka sebelumnya anda harus mampu menjawab; Kenapa anda menulis? dan Apa yang anda inginkan dengan menulis?

Namun keinginan atau niat saja belum cukup, dibutuhkan kunci kedua dan ketiga yaitu Latihan dan Ulangi terus-menerus. Latihan adalah ibu dari habit sedangkan mengulangi adalah ayahnya. Latihan berfungsi untuk menentukan apakah aktivitas yang dilakukan sudah benar, sudah mencapai tujuan. Sedangkan mengulang-ulang adalah untuk menyempurnakan aktivitas tersebut. Sampai kapan? sampai kita merasa bahwa aktivitas baru tersebut tidak lagi sebagai beban. Sebagai ilustrasi ketika bulan Ramadhan tiba kita (kaum muslimin) diwajibkan untuk berpuasa. Di hari-hari awal Ramadhan tubuh terasa letih, lesu, dan lemas, perut terasa melilit karena asam lambung yang menyebar. Namun rasa tersebut hanya muncul di awal saja, pada hari-hari berikutnya tubuh kita mulai terbiasa, dan efeknya tepat ketika 1 Syawal hampir semua orang biasanya merasakan males makan di siang hari.

Kembali ke dunia tulis-menulis, saya memulai memasuki dunia ini ketika iri dan pengen menulis seperti tulisan di Openmind Minimagz. Setiap ada pelatihan menulis (apalagi yang mengundang pimred Openmind) pasti saya ikuti. Saya juga mulai banyak menulis di buku catatan, bikin blog, bikin free zine, sampai akhirnya gak terasa bikin buku bahkan sering diundang menjadi trainer pelatihan menulis. Maka apabila ada di antara kita yang ingin menjadi penulis atau minimal mudah membuat aneka tulisan maka segera miliki tiga kunci di atas, kalau tidak punya ya sudah pulang saja ke rumah, cuci kaki, minum susu, lalu tidur hehehehe….

(Terinspirasi dari “How To Master Your Habits”-nya mas Felix Y Siauw. Untuk peserta Burjo Writing Clinic dan pembaca Burjo Blogz, semoga tepat 70 ribu di akhir tahun)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s