Bangsa Defensif dan Strategi Perang Rasulullah saw dalam Menumpas Yahudi

search_team_by_alexjjessup-d6gkrybKalau kita cermat mengikuti Sirah Rasulullah, wa bil khusus sejarah pertempuran Rasulullah Saw terdapat tiga lawan utama yang langsung berhadap-hadapan dengan kaum muslimin di medan tempur. Pertama, adalah kaum musyrikin Arab dengan motornya adalah kaum kafir Quraisy di Mekkah. Jejak perlawanan mereka terhadap risalah dimulai dari ketika dakwah Islam dikumandangkan di Mekkah. Pertempuran Badr Al-Kubro, Uhud, hingga Perang Ahzab adalah rekam jejak benturan antara kekuatan musyrikin Arab dengan Daulah Islam yang dipimpin Nabi Saw di Madinah. Perlawanan kaum musyrikin ini mereda setelah penandatangan Kapitulasi Hudaibiyah dan lenyap ketika Mekkah dibebaskan oleh kaum Muslimin. Kedua, Kekaisaran Romawi Timur, Imperium Kristen yang berkuasa selama berabad-abad dan menguasai bagian utara Jazirah Arab. Gesekan dengan Romawi mulai terjadi sejak pengiriman duta Islam oleh Rasulullah. Kekuatan Islam baru berhadapan dengan Romawi di medan tempur pada perang Mu’tah yang berakhir dengan aksi strategis nan legendaris Khalid ibn Walid r.a. Pertempuran dengan Romawi pada akhirnya berlangsung panjang, mulai dari medan Tabuk, lalu kemudian Yarmuk dimana untuk terakhir kalinya Romawi menguasai kawasan Arab Utara atau Mesopotamia, memicu Perang Salib dan puncaknya adalah jatuhnya ibukota Konstantinopel ke dalam pangkuan Islam pada tahun 1453 oleh Muhammad Al-Fatih. Lawan ketiga, adalah Yahudi, bangsa sombong yang mengklaim sebagai umat pilihan dan menjadi duri di Madinah. Bangsa inilah yang pertama kali mengobarkan perang intelektual dengan Rasulullah dan kaum muslimin hingga pada akhirnya mereka memicu konflik bersenjata dengan Daulah Islam. Tulisan ini mencoba menguak strategi Rasulullah dalam menghadapi ancaman Yahudi baik di dalam maupun di luar Madinah dan korelasinya dengan kondisi saat ini.

Bangsa Defensif

Nubuat, itulah alasan mengapa bangsa Yahudi berpindah dari Syam menuju Jazirah. Menurut Hushain bin Salam (nantinya namanya diganti oleh Rasulullah Saw menjadi Abdullah bin Salam), bangsanya berpindah dari Syam menuju Jazirah karena nubuat yang tertera dalam kitab suci Taurat yang menyatakan bahwa Nabi terakhir akan muncul di kota yang banyak ditumbuhi pohon kurma. Pada akhirnya hunian bangsa Yahudi berpusat di tiga tempat, Yastrib, Khaibar, dan Wadi al-Quro’. Di tiga tempat tersebut bangsa Yahudi membangun hunian, pasar, dan benteng-benteng yang kuat.

Ketika gelombang migrasi bangsa Arab dari Yaman berlangsung, bangsa Yahudi telah terlebih dahulu mendiami dan berkuasa atas Yastrib. Mereka berkuasa dengan dzalim dan lalim hingga memicu kudeta bangsa Arab yang dibantu oleh kerajaan Arab Ghassan yang berkuasa di utara Jazirah. Kudeta itu mengakhiri kekuasaan Yahudi atas Yastrib, tapi secara de facto mereka masih menguasai pasar-pasar di Yastrib dan memiliki perbentengan yang kuat di dalam dan luar kota. Persaingan antara dua suku Arab, Aus dan Khazraj digunakan oleh bangsa Yahudi untuk merongrong kekuasaan Arab di Yastrib hingga kedatangan Islam.

Bangsa Yahudi dengan jeli memanfaatkan persaingan tersebut dan menjadi pemicu beberapa peperangan antara Aus dan Khazraj, salah satunya adalah perang Buats. Mereka juga sering menekan sekutu Arabnya dengan ancaman akan kedatangan seorang Nabi yang akan membela mereka dan membantai orang-orang musyrikin Arab. Pada umumnya bangsa Yahudi memiliki watak sombong yang menganggap ajaran Yahudi hanya untuk bangsa Yahudi dan menganggap bangsa mereka lebih tinggi dibandingkan bangsa Arab.

Ketika Islam menyatukan Aus dan Khazraj langsung memicu hasad dan dengki dari kaum Yahudi. Kebencian mereka semakin menjadi-jadi sejak kedatangan Rasulullah Saw dan penegakan Daulah Islam di Madinah. Dengan terpaksa mereka mengikat perjanjian dengan Daulah Islam, namun diam-diam mereka merencanakan makar terhadap kaum muslimin. Perang pemikiran pun mereka kobarkan dan lama-lama semakin nyatalah permusuhan mereka. Pasca perang Badr al-Kubro, orang-orang Yahudi mengejek bahwa kemenangan kaum muslimin terhadap musyrikin Mekkah karena orang-orang Mekkah bukanlah jago perang. Dengan sombongnya mereka menyatakan merekalah;bangsa Yahudi yang paling jago perang. Mereka juga mulai memicu kekacauan dengan melakukan pelecehan kepada seorang muslimah dan membunuh seorang muslim yang membela muslimah tersebut. Maka dimulailah penumpasan Yahudi oleh Daulah Islam akibat ulah mereka. Dimulailah dari pengusiran Bani Quraidzah karena memicu kerusuhan, kemudian pengusiran Bani Qainuqa’ akibat mereka merencanakan pemberontakan terhadap Daulah pasca perang Uhud, bahkan mereka hendak membunuh Rasulullah Saw. Selanjutnya adalah pengepungan terhadap Bani Nadzhir akibat penghianatan mereka pada perang Ahzab yang nyaris memusnahkan Daulah Islam. Terakhir adalah pertempuran Khaibar, dimana pasukan Daulah Islam memusnahkan kantong Yahudi terbesar di Jazirah Arab. Sejak saat itu hilanglah eksistensi Yahudi dan redalah perlawanan mereka.

Bentuk strategi perang Rasulullah terhadap Yahudi adalah dengan memahami psikologi mereka yang terkenal pengecut dan sangat mencintai harta. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap sifat dan tingkah polah bangsa Yahudi, Rasulullah melancarkan serangan non konvensional dan konvensional kepada Yahudi. Serangan non konvensional digunakan untuk meruntuhkan moril Yahudi. Serangan itu berupa penculikan dan pembunuhan para petinggi Yahudi baik di Madinah maupun di Khaibar. Berikutnya Rasulullah melakukan perang konvensional dengan melakukan pengepungan benteng-benteng Yahudi. Pengepungan ketat dan taktis rupanya mampu menggulung serta mematahkan mitos terkait kekuatan pertahanan kaum Yahudi. Ada catatan luar biasa dalam strategi Rasulullah, yaitu penggunaan serangan kilat ketika melakukan serbuan ke Khaibar. Strategi di pertempuran Khaibar inilah yang pada nantinya menginspirasi strategi blitzkrieg Jerman pada PD II, dimana Jerman menginvasi Polandia ketika penduduknya masih terlelap tidur.

Saat ini Israel sebagai entitas negara Yahudi menunjukkan dirinya sebagai negara yang paling siap berperang dengan kaum muslimin khususnya negara-negara Arab di sekelilingnya. Kemenangan demi kemenangan yang Israel raih atas koalisi Arab pada beberapa dekade silam membuatnya menjadi pemain penting pada perpolitikan kawasan Timur Tengah. Terlebih lagi paska kekalahan dengan Israel, negara-negara Arab seperti Mesir, Yordania termasuk Turki memilih menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dan meninggalkan bangsa Palestina sendirian. Kondisi Israel saat ini seperti kondisi Yahudi sebelum kedatangan Islam di Yastrib, dengan senjata nasionalisme mereka sukses melakukan intrik dan makar di kawasan Timur Tengah.

Dengan kekuatan 176.500 tentara aktif serta didukung alutsista modern dan canggih seperti pesawat F-16i shufa, helicopter Apache Longbow, tank Merkava, hingga artileri swagerak Sholef. Militer Israel juga didukung unit-unit pasukan khusus dan intelejen terbaik di dunia seperti Mossad, ShinBet, atau Brigade Golani. Itu semua ditambah dengan industri militer serta konsep perang semesta yang dianut oleh Israel dimana semua warga negaranya baik pria maupun wanita adalah angkatan perang tentu membuat banyak negara tetangganya bergidik ngeri.

Inilah yang sebenarnya diinginkan Israel dan para sekondannya seperti Amerika Serikat dan Inggris, membuat takut kaum muslimin sehingga mereka tak mengganggu agenda penjajahan Amerika cs di negeri-negeri kaum muslimin. Walaupun kalau kita teliti secara mendalam, sebenarnya kaum Yahudi tidak pernah mengubah strategi dan gaya pertempuran mereka. Karena yang  berubah hanyalah teknologi perang mereka. Mulai dari beladiri Krav Maga hingga teknologi pertahanan Iron Dome secara kasat mata memperlihatkan bahwa sesungguhnya mereka bangsa defensive. Penguasaan media, lobi Yahudi, hingga pengendalian keuangan dan perekonomian dunia adalah alat Yahudi untuk mengesankan dirinya kuat, berkuasa, dan tidak bisa dikalahkan. Masalahnya hingga saat ini tidak ada satupun negeri kaum muslimin (termasuk ISIS kalau mau dianggap sebagai negara) yang berani berhadapan secara ‘serius’ , berperang dengan Israel. Hanya HAMAS, intitusi sekelas ormas yang dengan gagah berani berhadapan muka dengan Israel. Mereka dengan pede menerapkan strategi perang Rasulullah Saw ketika mengahadapi Yahudi dan efeknya membuat Israel ketar-ketir.

Kataib Izzuddin Al-Qassam, pasukan paramiliter HAMAS beberapa kali berhasil menyusup ke Israel dan melakukan serangan-serangan di pos militer terdekat. HAMAS juga secara simultan membombardir Israel dengan roket Al-Qassam, roket jarak menengah buatan tangan mereka. Tidak terbilang beberapa kali Israel melancarkan serangan besar-besaran di Jalur Gaza, markas utama HAMAS. Juga tidak terhitung sejak Imad Aqil, Yahya Ayyash, Abdul Aziz Al-Rantisi, hingga Syaikh Ahmad Yassin, pemimpin sekaligus pendiri HAMAS yang dibunuh secara keji oleh Israel. Juga jebakan demokrasi tak kunjung pula memadamkan perlawanan HAMAS yang dibantu oleh kaum muslimin Palestina.

Hari ini Israel sedang jumawa-jumawanya sehingga dengan seenaknya melakukan tidakan adigang-adigung-adiguna. Namun seandainya ada sebuah institusi negara yang secara serius menghadapinya pasti dengan cepat Israel gulung tikar, karena terbukti menghadapi institusi sekelas ormas saja mereka tidak mampu memusnahkan. Pertanyaannya negara muslim mana yang mau menghadapi Israel jika negara-negara tersebut masih berkubang pada demokrasi, kapitalisme, nasionalisme, dan liberalisme yang merupakan senjata ampuh Israel untuk membungkam kekuatan kaum muslimin.

Sumber bacaan:

DR. Mustafa Kamal Wasfi; Strategi Rasulullah Menghadapi Ulah Yahudi

Jend. Mahmud Syeth Khattab; Rasulullah Sang Panglima

DR. Rawwas Qal’ahji; Sisi Politis dalam Sirah Rasulullah Saw

Majalah Angkasa Edisi Spesial “Special Force”

Majalah Angkasa Edisi Spesial “Konflik Israel dengan Hizbullah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s